Release info

삼남매가-용감하게-Three -Bold-Siblings-E05-NEXT
삼남매가-용감하게-Three -Bold-Siblings-E06-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-10-20
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Taeju!

Astaga.

Teruslah tersenyum.

Taeju, kau pandai melakukan ini.

Begitukah?

Namun, aku hampir muntah karena canggung.

Apa yang mereka katakan?

Mikrofonnya tidak menangkap suara mereka.

Tidak apa-apa.

Kita akan memainkan musik di adegan ini.

Halo.

Kita akan

terlihat akrab.

Benarkah? / - Ya.

Sangjun. / - Ya?

Kerontokan rambutmu sangat terlihat dari dekat.

Pastikan kau melakukannya.

Begitukah? Baiklah.

Kau tahu hal yang membuatku kesal. Bagus.

Menipu negara bukan untuk orang yang lemah.

Apa kata Sangjun?

Apa dia tertarik dengan acara ragam realitas?

Syuting dimulai hari ini.

Sudah?

Sangjun dan salah satu pesepak bola populer,

Yeo Jaegon, akan tampil di acara ini.

Yeo Jaegon juga tampil di acara ini? / - Ya.

Ceritakan soal wanita yang tampil di acara itu.

Mereka tidak boleh terlalu cantik.

Sangjun harus lebih bersinar.

Mereka tidak akan berkencan di kehidupan nyata.

Sebenarnya, Sangjun mengajukan cerita lain.

Dia akan menyatakan cintanya lagi

kepada wanita yang pertama dia cintai.

Lalu, dengan siapa dia akan tampil di acara itu?

Bagus. / - Kerja bagus, Semuanya.

Bagus.

Kalian semua hebat.

Begitukah?

Banyak yang akan menghubungimu setelah ini.

Dari siapa tepatnya?

Seperti acara pagi harian itu.

Mereka ingin mewawancarai dokter cantik.

Aku tidak peduli soal itu.

Aku hanya berharap pamanku melihatnya.

Adik ayah kandungmu, bukan?

Kau tidak tahu di mana dia?

Tidak.

Dia pasti pernah menelepon sekali atau dua kali,

tapi entahlah.

Kurasa

ibuku melarang dia menelepon.

Tapi aku memahaminya.

Jika dia menelepon, kau mau menemuinya?

Tentu saja.

Pamanku seperti rumah masa kecilku

dan satu-satunya keluargaku.

Itu tidak benar.

Itu sudah lama berlalu,

dan kau tidak tahu seperti apa situasinya.

Jangan menjadikannya pahlawanmu.

Orang tuamu, kedua adikmu,

dan suami pilihanmu sendiri.

Mereka keluarga aslimu.

Tunggu sebentar. Sangjun.

Aku terharu.

Mendengarmu mengatakan itu, aku ingat sesuatu.

Itu.

Itu dialog dari karakter yang kau mainkan.

"Aku mencintaimu"

"Kau satu-satunya orang"

"yang bisa kupilih menjadi keluargaku."

"Aku mencintaimu." Lalu kau menciumnya.

Kulihat kau sangat menyukaiku.

Kau pasti melihat semua serial dramaku.

Kau akan kesulitan mencampakkanku nantinya.

Tenang, akan kulakukan dengan sangat brutal.

Sebaiknya begitu.

Pastikan saja aktingnya meyakinkan.

Meyakinkan?

Yang benar saja. Aku Lee Sangjun.

Kau yang harus lebih baik!

Itu tidak boleh terlihat palsu. Mengerti?

Kau sudah pulang.

Astaga, aromanya enak.

Aku hendak membuat sup doenjang dan pergi.

Tidak perlu memasak untukku secara terpisah.

Aku bisa bergabung dengan keluarga di bawah.

Keadaan di sana rumit,

dan kau pasti lelah karena syuting hari ini.

Aku yakin Seunggu sudah memberi tahu Ibu.

Aku bertemu Taeju.

Ibu ingat dia, bukan?

Tentu saja.

Syutingnya lancar hari ini?

Ya, dan aku bersenang-senang.

Taeju belum pernah menikah

atau pernah bercerai?

Yang pertama.

Kenapa kau memilihnya di antara semua orang?

Dia

terlintas begitu saja di benakku.

Kudengar kau akan dicampakkan di acara itu.

Seperti peran tragis dalam drama TV.

Aku akan tampak sedih, tapi keren.

Kuharap ini akan memberi Taeju publisitas

agar dia bisa bertemu orang baik.

Sedang apa Ibu di rumahku?

Ini bukan hanya rumahmu.

Ini juga rumah putriku.

Astaga, sudah kuduga.

Aku tidak pernah puas dengan kari Ayah.

Aku sudah mendaftar.

Perusahaan perjodohan untuk profesional lajang.

Aku memilih dua pengacara yang tampak baik.

Ibu mau menikah?

Kau harus bertemu seseorang

agar Sorim dan Geonu bisa menikah.

Biarkan mereka menikah sebelum aku.

Astaga.

Apa Sangjun menelepon lagi?

Tidak. / - Aku senang mendengarnya.

Kenapa Ibu sangat membencinya?

Kau sungguh tidak tahu kenapa?

Ibunya egois, adiknya kejam, dan dirinya

aktor tidak bertanggung jawab. Aku benci mereka.

Kenapa kau bergegas kemari seperti ini?

Aku menemukannya. / - Apa maksudmu?

Pemecah masalah.

Kau ingin menemukan seseorang.

Kau yakin sudah menemukan orang yang ahli?

Aku kenal seseorang di bisnis ini,

dan dia memperkenalkannya kepadaku.

Tampaknya, dia bisa melacak 90 persen

orang yang pergi dengan uang itu.

Biarkan aku bertemu dengannya.

Kau ingin bertemu dengannya sendiri? / - Ya.

Aku tahu. Apa kau mencari penipu

yang menarik investasi untuk film

menggunakan namamu dan bersembunyi?

Tidak. Ini tentang paman Taeju.

Paman Taeju?

Selamat menikmati.

Tunggu.

Paman Taeju?

Ada apa lagi dengan Taeju? Astaga.

Halo, Nona Shin. Kenapa kau tidak datang?

Nona Kim, maafkan aku.

Ada urusan mendadak hari ini,

jadi, aku lupa meneleponmu.

Anggap saja aku ada pelajaran hari ini.

Tidak, aku tidak akan menagihmu kali ini.

Aku tidak bisa membiarkanmu melakukan itu.

Tolong pastikan untuk menagih biaya hari ini.

Sampai jumpa di pelajaran berikutnya.

Baiklah.

Sampai jumpa.

Hei.

Kau sudah pulang?

Ya.

Kursusku baru saja dibatalkan.

Ayo makan sesuatu yang lezat.

Aku harus bekerja lembur.

Kau bilang kau sudah pulang kerja.

Maksudku, aku masih ada pekerjaan di luar.

Aku akan meneleponmu nanti.

Halo. / - Hai.

Jika mendesak, kau boleh menelepon.

Aku akan mengemudi saja.

Tidak, itu hanya dari penyedia layanan internet.

Begitu rupanya.

Kita pergi sekarang? / - Ya.

Aku akan memesan yang enak di sini.

Tidak.

Tidak? Kenapa tidak?

"Temanku mengencani gadis dari keluarga kaya."

"Kau tidak boleh terintimidasi di dekatnya."

Benar.

Percaya dirilah bahkan saat mentraktir ramyeon?

"Tetap kurang ajar"?

"Gadis menyukai pria yang tidak tahu malu"?

Aku yang bayar malam ini,

jadi, aku akan pesan yang termurah di sini.

Jika itu tidak cukup untukmu,

aku bisa mentraktirmu tteokbokki setelah ini.

Tteokbokki?

Tteokbokki setelah makan malam?

Ya.

Kau lucu sekali, Namsoo.

Aku sangat suka pria lucu.

Tapi aku serius.

Aku yang mengajakmu, aku harus membayar.

Ayahku punya keanggotaan di sini,

jadi, aku dapat diskon.

Tolong biarkan aku membayar malam ini.

Tapi aku punya satu syarat.

Apa itu?

Lain kali aku yang membayar.

Baiklah.

Ya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left