Run On

Run On (런 온)

Download Indonesian Subtitle

Release info

런온-Run-On-E12-NEXT-NF
런온-Run-On-E12-WEB-DL-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2021-01-21
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA LOKASI, TOKOH, ORGANISASI, DAN INSIDEN

DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKTIF

Kau sungguh berhenti menyukaiku?

Katamu sudah?

- Siapa yang mengizinkan? - Aku bisa pilih sesukaku.

Jangan dihentikan.

Apa kau anak-anak?

Kenapa kekanak-kanakan?

Kau jadi menyukaiku?

Sepertinya begitu.

Sepertinya ada kau

di balik lukisan.

Apa ini? Kau menangis?

Kenapa…

Bukankah kau melarangku…

untuk tak memikirkanku, berharap, kecewa,

dan apa pun itu.

Namun, kenapa kau begini padaku?

Jangan mengganggu jika tak bisa membantu.

Kau menyuruhku untuk tak berhenti menyukaimu sesuka hatiku, bukan?

Kau bukan menyukaiku, tapi terganggu karena aku berhenti sesukaku.

Apa benar begitu?

Kenapa kau malah tak menyangkalnya?

Perkataanmu terlalu logis untuk disangkal.

Benar.

Beginilah kau adanya.

Ini sudah salah sejak awal.

Kau suruh orang untuk menyeretku ke sini.

Aku tak menyeretmu.

Aku dikurung dan disiksa. Disuruh tersenyum, lalu dilarang.

Apa pintu itu bahkan bisa dibuka?

Apa Pak Jeong berjaga di balik pintu?

Aku gila karena baru merasakan ketakutan ini.

Aku bahkan takut saat mengatakan kalimat ini.

- Kau menggila. - Aku sudah lama menggila karenamu.

Kau menyalahkanku karena hatimu lemah?

Pintu tak terkunci dan tak ada yang berjaga.

Aku pergi.

Kau tak bisa pergi seperti ini.

Lepaskan.

- Hei, Nak. - Berhenti mengacaukan hatiku!

Kau mau melihatku benar-benar menggila?

Tidak.

Kenapa kau begini setelah bilang sudah berakhir?

Aku jadi menginginkanmu lagi.

Itu…

Baiklah.

Kalau begitu…

Aku akan mengantarkanmu pulang. Tak apa-apa, bukan?

Kau tak boleh pulang sendirian sekarang.

Kau sudah makan? Apa kau lapar?

EPISODE 12

Selamat menikmati.

Terima kasih.

Kau tak makan?

Aku?

Aku tak makan. Kau saja.

- Aku boleh makan paha yang tersisa? - Paha?

Maksudmu, paha ayam.

Ya. Makan semuanya.

Aku akan membayar ini,

jadi, kau harus menjawabku.

Menjawab apa?

Mengenai berhenti menyukai…

Bahkan anjing tak diganggu saat makan.

Baiklah. Makanlah semuanya. Makan sayapnya juga.

Aku tak suka sayap.

Apa bisa pesan paha saja?

Terima kasih.

Jangan berani pergi.

Aku tak bisa tidur jika begini.

Baguslah.

Sial, jalannya cepat sekali.

Di mana rumahmu? Biar kuantar.

Pak Jeong bisa menemukannya sendiri.

Aku sangat takut saat itu.

Apa karena Pak Jeong terlihat menakutkan?

Takut karena dia tahu rumahku tanpa diberi tahu.

Baik, tak akan kusuruh dia melakukannya lagi.

Bagaimana jika aku diculik dan disiksa olehnya?

Kau yang menyetir, ya?

- SIM-ku hanya pajangan. - Lantas, kenapa buat SIM?

Mau naik taksi saja?

Aku mau jalan-jalan dengan mobilmu.

Baik.

- Apa? - Kau tak mau?

Aku pamit.

Ayo kita jalan-jalan.

Bukankah bawa mobil untuk jalan-jalan?

Denganmu? Sadarlah.

Dia pasti sangat kesal.

Kau terus berbuat dosa dengan perkataan.

Perkataan tak bisa ditarik kembali,

aku hanya bisa menebusnya.

Terima kasih sudah datang lebih awal.

Kau akan melakukannya, bukan? Cepat bilang begitu.

Ada apa denganmu?

Astaga. Kau menggemaskan saat memohon.

Hei.

Kau terlalu lucu. Aku akan melakukannya.

Bukannya pria itu yang lucu?

Dia memang lucu, tapi apa hubungannya dengan ini?

Kalian menonton film bersama,

dan dia mentraktirmu makan malam.

- Astaga. - Aku menikmati filmnya.

Lain kali, kutraktir makan malam.

Kupikir ini dari pencuri yang jujur karena dia tak meninggalkan nama.

Astaga. Tulisan tangannya rapi sekali.

Boleh ini untukku?

Tulisannya rapi?

Memohonlah dengan menggemaskan.

May, tolong berikan ini untukku.

Dia bak memamerkan hubungan kami kepada semua orang.

- Kau tak keberatan? - Tidak.

Bukan perbuatanmu tadi, tapi soal hubungan percintaanmu.

Ayahnya pernah menyogokmu.

Aku menyukainya, bukan ayahnya.

Karena dia anak anggota majelis? Aku pemberi suara.

Masalah itu membuat hatiku tak tenang.

Ayahnya bahkan membantu kita mendapatkan insentif.

Kau pikir dia tak bisa membedakan masalah pribadi dan pekerjaan?

Ya.

Terserah. Aku tak mau pesimistis karena dia keluarganya Seon-gyeom.

Baiklah. Bagaimana kabarnya?

Dia sangat sibuk belakangan ini. Aku jadi tak terbiasa.

Kau harus membiasakan diri. Kau juga akan sangat sibuk sekarang.

Aku sebenarnya enggan.

Aku akan mengirim naskahnya lewat surel, Penerjemah Oh.

Astaga. Tatapanmu langsung berubah.

Baiklah. Aku akan pergi.

Aku pamit untuk bekerja.

Jaga tumit bagian depan tetap terangkat. Tahan.

Baik.

Tetap begitu sampai kakimu terasa sakit.

Baik. Tunggu aku.

- Omong-omong… - Jangan terlalu menekuk lututmu.

- Aku berniat berlatih setelah… - Jangan terlalu cepat.

Aku tahu ini bisa dilakukan sambil kerja.

Terlalu cepat. Kenapa kehilangan napas?

Aku bisa…

melakukannya sendiri.

Kau mulai banyak bicara.

Kau tak datang untuk mengawasi gerak-gerikku, bukan?

Bagian sana harus dilap lagi.

Tolong semprotkan air.

Cepat kemari.

Jangan dipijat terlalu keras.

Baik.

- Pegang ini. - Baik.

Aku merasa bersyukur, tapi terbebani.

- Mengenai apa? - Kau menjemput dan mengikuti jadwalku.

Lalu, kau merawatku setelah selesai berlatih.

Kau tak seharusnya melakukan ini padaku.

Ini pekerjaanku.

Siapa yang urus atletku jika bukan aku?

Fokuslah dengan pekerjaanmu.

Berapa rekor terbaikmu?

Aku?

Saat berlatih, rekorku sepuluh detik jika lakukan start berdiri.

Saat kompetisi resmi, rekorku 10,31 detik.

Rekor terbaru Yeong-il adalah 10,08 detik.

Rata-ratanya sekitar 10,17 detik.

Apa jangan-jangan Yeong-il adalah citah?

Dia manusia.

Rekormu harus dipercepat 0,20 detik.

Tiba-tiba harus begitu?

Bukankah kau memikirkan jangka panjang?

Percaya dirilah. Elastisitas ototmu lebih baik daripada yang lain.

Awal startmu juga yang tercepat.

Kita lakukan pemeriksaan fisik pekan depan.

Kau bilang akan melakukannya perlahan?

Kalau begitu, aku harus jalan perlahan saat pulang.

Itu tidak lucu.

Aku tak berniat melucu.

- Mana mungkin tak tertawa? - Maka tertawalah.

Itu tidak lucu.

Aku tak berniat melucu.

Mana mungkin tak tertawa?

Hati-hati di jalan.

Aku sudah beri cukup waktu untuk berpikir.

Beri aku jawaban sekarang.

Aku tak terbiasa memohon begini.

Kau tak akan pernah terbiasa. Aku pernah mengalaminya.

Itu sebabnya aku berhenti suka.

Karena tak mau memohon padamu.

Aku bertekad untuk hanya membuat lukisan.

Selama ini aku menyukaimu sepihak,

dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya.

Kenapa kau begini kepadaku?

Kenapa jika aku ada di balik lukisan?

Bagaimana jika aku menolak melanjutkan?

Hubungi aku jika tahu jawabannya.

Aku tak akan menunggu lama.

Kau tahu?

Apa pun perbuatanmu, aku tetap menyukaimu.

Itulah yang paling kubenci.

Aku juga benci.

Perasaan tak bisa memutuskan.

Waktuku jadi terbuang percuma.

Bu Seo.

More Indonesian subtitles for Run On

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left