The first 187 lines.
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
Semua yang tersentuh cahaya adalah bagian dari kerajaan kita.
Tanah Kebanggaan.
Suatu tanggung jawab yang besar untuk mengaturnya, Kiara.
Dan suatu hari, saat kau menjadi Ratu...
Awas! Serangan datang!
Kion!
Oh! Maaf, Ayah.
Aku dan Bunga sedang bermain bola Baobab...
Dan Kion tidak mampu menyambut umpanku!
Apa? Seekor jerapah yang tidak mampu menyambutnya.
Kau menendangnya jauh di atas kepalaku!
- Kion! - Dan kau tidak mampu menyambutnya!
- Bunga... - Benarkah? Coba sambut yang ini!
- Anak-anak! - Whoa!
Kion, Ayah harus bicara dengan kakakmu.
Dia akan melacak rusa dengan teman-temannya hari ini.
Karena aku sedang berlatih untuk menjadi...
Ratu dari Tanah Kebanggaan. Ya, ya.
Aku tahu itu, Kiara.
Setidaknya aku sudah mengetahui jalan hidupku.
Kau mau jadi apa kalau sudah dewasa, adik kecil?
Bahagia?
Sudah cukup, kalian berdua.
Kion, mengapa kau dan Bunga tidak bermain di tempat lain?
Ya! Aku tahu tempat yang sempurna!
Hei, Kion!
Kau tidak akan pernah mendapatkan buah baobab ini.
Ha! Kau tidak bisa pergi ke mana-mana, Bunga!
Kata siapa?!
Zuka Zama!
Tangkap aku kalau kau bisa, Kion!
Aku terima tantanganmu, Bunga!
Sampai nanti, Ayah. Bersenang-senanglah melacak rusa itu, Kiara.
Aku harus mengejar Bunga!
Aku tidak percaya kalau kami bersaudara.
Kion akan dewasa suatu hari nanti. Ayah harap begitu.
Oh, ya!
Semuanya! Berpencar!
Bunga. Kion.
Whoa!
Kau tertangkap sekarang, Bunga!
Masih belum! Cheka, cheka, cheka!
Hentikan itu! Bunga!
Aku dapat! Whoa...
Aww. Buahnya jatuh ke dalam Tanah Terlarang.
Permainan selesai.
Kata siapa? Aku tidak takut dengan Tanah Terlarang.
Aku juga tidak! Hanya saja... Ayahku!
- Dia bilang kita seharusnya tidak... - Oh! Plis deh!
Simba menjadi kucing besar tua penakut kalau berhubungan dengan Tanah Terlarang.
Kau tahu apa yang selalu dikatakan Pamanku!
Hakuna matata.
Whoa! Hah?
Bunga? Kelihatannya kau tersangkut.
Kau bercanda? Ini hanya ranting pohon.
Uh...
Zuka Zama!
Sekarang di mana buah baobab itu?
Oh! Aku khawatir tidak ada daging yang tersisa untuk kalian.
Janja, Janja! Buah baobab!
Ayo kita memakannya! Aku kelaparan!
Kalian anggap aku ini apa, binatang vegetarian?
Aku menginginkan daging untuk makan siang!
Sesuatu...
Hah? Ke mana dia pergi?
Apa? Apanya yang lucu?
Apa yang kalian tertawakan? Beritahu aku!
Diamlah, otak dungu! Lihat...
Seekor luwak madu.
Itu yang kumaksud dengan makan siang yang menyenangkan!
Chungu! Cheezi! Bawa dia padaku!
Ini dia!
Heyvi kabisa.
Bunga! Awas!
Tenanglah, Kion. Kau ingat?
Hakuna...
... Matata.
Pergi dari sana, Bunga!
Baiklah, hyena. Kau mau tahu kemampuan luwak madu ini?
Akan kuperlihatkan kepadamu!
Hei! Lepaskan aku agar aku bisa memperlihatkan kemampuanku kepadanya!
Hyena! Turunkan Bunga!
Hadapi hewan yang seukuran dengan kalian!
Kion! Kau menginginkan luwak madu ini?
Datang dan selamatkan dia!
Lepaskan dia!
Kalian para hyena tidak akan mau mencari masalah dengan Ayahku.
Ooh. Seperti kau yang mencari masalah...
... jika kau memasuki Tanah Terlarang?
Uh, Kion?
Dia terlalu takut untuk turun kemari.
Benar! Kucing penakut!
Kucing penakut! Kucing penakut! Kucing penakut!
Baiklah. Kesenangan sudah berakhir.
Janja menginginkan makan siangnya.
Makan siang?
Tidak!
Lepaskan dia!!!
Sampai nanti, hyena! Semoga tidak bertemu lagi!
Heyvi kabisa!
Yang tadi itu apa?
Zuka Zama! Kion, bagaimana kau bisa meraung seperti itu?
Aku tidak tahu, Bunga.
Aku harap aku tahu.
Bagaimanapun caramu melakukannya! Benar-benar luar biasa!
Yang tadi itu raungan Kion?
Benar, Nala, benar!
Dia sudah siap! Waktunya sudah tiba!
Eh, tidak, Rafiki. Dia tidak mungkin sudah siap. Dia masih kecil.
Simba, Simba. Kau sudah dengar Raungan-nya!
Aku mendengarnya. Hanya saja...
Ini tanggung jawab yang besar.
Aku butuh waktu lebih lama untuk mempersiapkan dia.
Menurutku kau baru saja kehabisan waktu, Simba.
Kau harus memberitahu dia.
Tapi, Nala...
Dengarkan perkataan Rafiki, Simba.
Kion sudah siap. Waktunya sudah tiba.
Waktu untuk apa?
Ayah? Rafiki? Apa yang terjadi?
Nak, kita harus bicara...
Oh tidak. Ayah, kita sudah pernah membicarakan itu.
"Bisakah kau merasakan cinta malam ini..."
Aku sudah tahu tentang semua hal cengeng itu!
Ayah... Yah...
Bukan pembicaraan yang itu, Kion.
Tidak, tidak. Pastinya bukan yang itu.
Kami sudah mendengar Raungan-mu! Ya, ya!
Ya. Raunganku, uh, agak berbeda hari ini.
Berbeda? Berbeda katamu?
Ini lebih dari sekedar berbeda.
Itu adalah Raungan dari Para Leluhur!
Saat kau menggunakannya,...
... para singa Tanah Kebanggaan dari masa lalu ikut meraung bersamamu.
Apa? Maksudmu itu yang terjadi dengan raunganku?
Ya, ada singa di langit! Aku melihatnya!
Raungan dari Para Leluhur adalah karunia yang agung, Kion.
Yang akan menjadikanmu sebagai hewan terkuat di Tanah Kebanggaan.
- Tapi... - Tapi apa?
Tidak, Simba. Kaulah yang harus memberitahu Kion tentang Singa Penjaga.
Singa Penjaga? Apa itu?
Kemarilah, Kion.
Uh, baiklah...
Oh, ayolah, Rafiki. Kau sudah mengetahuinya, kan?
Ayolah, beritahu aku...
Hah?
Tanaman merambat?
Rafiki?
Whoa!
Lihatlah itu!
Bagaimana aku bisa tidak tahu tentang tempat ini?
Ayah, tempat apa ini?
Ini adalah Markas dari Singa Penjaga.
Tempat pertemuan rahasia untuk para anggota Singa Penjaga.
Ugh! Mungkin seharusnya mereka berpikir untuk merapikan tempat ini.
Atau setidaknya membersihkan debunya...
Hmmm... Ya...
Ah! Ini lebih baik.
Bisakah kau perlihatkan itu kepada Paman Timon dan Paman Pumbaa?
Ayah, hentikan semua kerahasiaan ini!
Ayah harus memberitahuku. Singa Penjaga itu apa?
Singa Penjaga adalah tim yang melindungi Tanah Kebanggaan...
... dan mempertahankan Siklus Kehidupan.
Menurut tradisi, Singa Penjaga dibentuk dari hewan di Tanah Kebanggaan...
... yang paling tangguh, berani, cepat, kuat dan berpenglihatan paling tajam.
Lalu apa yang terjadi kepada mereka?
Kelihatannya mereka tidak ada di sini... Sudah sangat lama sekali!
Ayah khawatir cerita ini tidak berakhir bahagia.
- Whoa! - Whoa!
Ketika kakekmu Mufasa seumuran denganmu,...
... adik laki-lakinya, Scar, adalah pemimpin dari Singa Penjaga.
Scar juga memiliki karunia Raungan itu.
Raungan yang membuat Scar merasa sangat kuat.
Tapi kekuatan itu meracuni pikiran Scar.
Dia mulai berpikir seharusnya dia yang menjadi raja,...
... bukan kakaknya Mufasa.
Jadi Scar memerintahkan Singa Penjaga untuk membantunya membunuh Mufasa.
Saat para Penjaga menolaknya,...
... Scar menjadi sangat marah.
Kemudian, Scar menggunakan Raungan itu...
... untuk menghancurkan Singa Penjaga.
Yang tidak Scar sadari...
... adalah jika menggunakan Raungan itu untuk kejahatan,...
... dia akan kehilangan seluruh kekuatan Raungan itu.
Heyvi kabisa...
Ya...
No comments yet. Be the first to leave one.