The first 178 lines.
TIM PEMASARAN
Selamat pagi.
Segar sekali pagi ini.
Aku merasa penuh vitalitas.
- Kenapa dia? - Apa yang terjadi?
Dia mungkin salah makan.
Ada apa?
Ini awal dari hari baru. Bersemangatlah…
Selamat pagi!
Bagus! Inilah yang kucari.
Setiap orang harus energik seperti ini.
Dia berlari karena terlambat.
- Selamat pagi, Pak Manajer. - Selamat pagi.
Karena pagi ini indah,
aku ingin mengatakan sesuatu sebelum kita mulai bekerja.
Baik.
Ini tidak serius.
Besok adalah hari libur kita.
Aku ingin mengundang kalian semua ke rumahku untuk pesta.
Pesta rumah? Berarti kami makan gratis?
Tentu saja.
Aku tidak bisa besok.
Shinomiya dan aku diundang ke pesta klien kami.
Benar. Aku tidak bisa datang.
Ya sudah, apa boleh buat?
Tapi besok akan berbeda dari hari ini
dan lusa akan berbeda dari hari ini juga.
Aku ingin menghargai setiap harinya.
Aku ada pertemuanku sebentar lagi.
Silakan datang besok jika bisa.
Mari kita buat kenangan indah.
- Kenapa Pak Manajer? - Kami semua bertanya-tanya.
Dia sudah aneh sejak datang tadi.
Manajer tak pernah mengadakan pesta rumah.
Aku yakin dia makan makanan aneh dan pedas tadi.
Mungkin soal perceraian.
Mungkin.
Mungkin dia mencoba mencairkan suasana dengan mengundang kita.
- Dia di ambang perceraian? - Ini mungkin perjamuan terakhir.
Itu belum pasti.
Itu sangat mungkin.
Dia berkata, "Hargai setiap harinya," dan, "Mari kita buat kenangan indah."
Ya ampun…
Apa?
Seni makanan pedas.
Ini adalah jalan menuju katarsis melalui makanan pedas.
Di dunia makanan pedas, tak ada hidangan yang lebih baik
daripada keberanian menghadapi kesulitan
tanpa takut gagal.
Tunggu. Tunggu sebentar.
Biar kujelaskan. Gadis itu adalah…
Sudahlah.
Maaf. Apa Anda baik-baik saja?
Saya baik-baik saja.
Dunia ini keras.
Di sini.
Aku gugup mengunjungi rumah tangga yang berantakan.
Itu belum pasti.
Ya. Masuklah.
Selamat datang. Terima kasih telah datang.
Oh, iya. Okochi dan Ryosuke tidak bisa datang, ya?
Masuklah. Anggap seperti rumah sendiri.
Aku sedih melihat senyum terpaksa itu.
Permisi.
- Permisi. - Permisi.
- Duduk dan santailah. Kuambilkan teh. - Terima kasih.
Istrinya sepertinya tidak ada di rumah.
Keluarganya mungkin sudah pergi.
Berhentilah. Nanti Pak Manajer dengar!
Aku sudah bilang maaf, 'kan?
Ada orang di situ?
Apa dia berdelusi gara-gara perceraiannya?
Orang mulai berhalusinasi saat lelah secara emosional.
Aku mengerti. Aku akan segera membelinya.
Pak Manajer?
Maaf belum menyapa kalian tadi.
Istriku menyuruhku membeli Kaisar Pedas, tapi aku kelupaan.
Jadi, dia marah.
Kaisar Pedas?
Jangan bilang aku marah. Aku jadi kelihatan galak.
Maafkan aku.
Izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Kazumi.
Terima kasih sudah membantu suamiku.
Tidak, Pak Manajerlah yang selalu membimbing kami.
Istriku dari Hakata
dan ayahnya juga menyukai makanan yang pedas.
Itu sebabnya dia mengambil karakter kanji dari kata cabai Ichimi
dan menamainya Kazumi.
Tapi keluarganya memanggilnya Ichimi.
Ichimi?
Sebagai informasi saja,
nama adiknya Nanami, artinya "tujuh lautan".
Tapi dia awalnya dinamai menurut cabai Shichimi.
Semua orang di keluarganya memanggilnya Shichimi.
Silakan, tehnya.
- Tolong bantu aku. - Ya, siap.
Terima kasih.
Ini putriku, Chisato.
Chisato. Namanya unik.
Nama Chisato menggunakan karakter untuk "seribu" dan "desa".
Tapi itu berarti cabai dalam bahasa Spanyol.
Cabai dalam bahasa Spanyol?
- "Chi"? - Selesaikan tugasmu!
Baik.
Tolong terima ini.
Lihat, Ibu. Ini kue dari Shirotai.
Terima kasih banyak.
Keluarga kami menyukai makanan pedas,
tapi kami juga suka makanan manis.
Terima kasih. Kita siapkan makan sekarang?
- Aku sedang mengerjakannya. - Ah, tentu saja.
Anggaplah rumah sendiri.
Rumah tangga kami memang tegang begini. Karakter kami super pedas.
Saya rasa itu seimbang.
- Seimbang? - Antara Bapak dan istri Bapak.
Saya bingung menggambarkannya, tapi itu "keras" dan "lembut".
Osaka dan Tokyo.
Osaka dan Tokyo, ya?
Cabai menanam sendiri?
- Ada habanero di sini. - Itu untuk istriku.
Sulit untuk menanam ini.
Bapak luar biasa.
Cabai ini enak. Cobalah.
Terima kasih.
Mari kita coba…
Lebih pedas saat masih segar.
Permisi.
Bukankah Ayah harus pergi membeli Kaisar Pedas?
Aku lupa!
- Silakan masuk. - Terima kasih.
Kenapa klien kalian?
Pesta berakhir lebih awal dari rencana.
Senang bertemu. Aku Okochi. Terima kasih telah mengundang kami.
Aku Shinomiya.
Terima kasih telah baik kepada suamiku.
Aku membawa makanan pedas dari Kyushu.
Semoga Ibu menyukainya.
Ini dari Kyushu?
- Ya. - Lihat, Bu! Itu Kaisar Pedas!
Terima kasih. Aku membutuhkan ini sekarang!
Kaisar Pedas?
Terima kasih. Timku bisa diandalkan. Mereka selalu selangkah lebih maju.
Lupakan.
Syukurlah itu berhasil.
Ya. Syukurlah, itu membuat suasana hati istriku lebih baik.
Ini Makerel Wijen.
Ini masakan lokal di Fukuoka
yang kami sesuaikan dengan selera kami.
Semoga kalian menikmatinya.
Makerel wijen, ya?
Sepertinya enak.
Silakan taburkan ini untuk menikmati makerelnya.
Ini menu wajib untuk Pak Yamazaki.
Terima kasih.
Bu Okochi, kudengar kau tidak minum bir. Jadi, ini shochu.
Terima kasih!
Istri Pak Manajer banyak mencari tahu!
Karena Okochi dan Shinomiya hadir, Tim Pemasaran berarti lengkap.
Mari bersulang.
- Bersulang. - Bersulang.
Syukur atas berkat ini.
Pedas sekali.
Apa ini?
Campuran wijen dan cabai.
Ini hidangan spesial yang disempurnakan oleh istriku
melalui uji coba.
Pantas saja. Ini juga cocok dengan sake.
- Bagaimana, Sarukawa? - Sangat lezat.
Ini daging gulung versi keluarga kami
yang sangat populer di Hakata sekarang.
Selamat menikmati, Semuanya.
- Ya. - Terima kasih.
Sepertinya tidak terlalu pedas.
Tapi…
Ya. Ini pedas.
Ini luar biasa.
Ya, ini enak.
Ini adalah…
No comments yet. Be the first to leave one.