The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 43"
Kenapa Anda kemari?
Aku tidak mau bilang apa-apa lagi.
Jadi, pergi saja.
Kudengar ibuku datang.
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Aku di sini untukmu, kenapa kesusahan sendiri?
Bukan begitu.
Dasar bodoh.
Apa maksudmu?
Kubilang aku akan berada di sisimu sampai akhir.
Apa kamu lupa aku tidak akan melepaskan tanganmu?
Tapi kenapa kamu memutuskannya sendiri?
Lantas, apa yang harus kulakukan?
Semua akan baik-baik saja.
Karena aku sudah tahu,
aku akan mengurus semuanya.
Pasti.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
- Ya, Ayah. - Kamu di mana?
Aku dalam perjalanan menemui Nenek.
Aku bersama Do Ran.
Ayah baru saja mendapat telepon dari Pak Kang.
Ayah rasa Nenek tidak sedang sehat.
Dia mencari Myeong Hee.
Baiklah, Ayah.
Aku akan tanyakan ke Do Ran.
Do Ran.
Nenek di petirahan sekarang.
Dia juga mencarimu.
Maksudku, Myeong Hee, adiknya.
Kenapa Nyonya Park
di petirahan?
Akan kuberi tahu semuanya nanti.
Ikutlah denganku dan mari bawa Nenek pulang.
Do Ran.
Maukah kamu ikut denganku?
Ibu.
Yi Ryook.
Kenapa kita harus melalui ini
karena nenekmu?
Berusahalah membujuk ayahmu
agar nenekmu tetap di sini.
Jika dia pulang,
apa yang harus ibu lakukan?
Ibu, panggil saja Sekretaris Kim.
Apa?
- Berandal! - Ibu, sudahlah.
- Astaga, Ibu! - Lepaskan.
Tolong hentikan, Bu.
Jangan masuk dan tetaplah di sini.
Da Ya, tetaplah di sini bersama Ibu, ya?
Astaga.
Ibu sudah muak dengan keluarga Wang.
Mari tinggalkan semuanya dan pergi, Da Ya.
Ibu muak dengan para pria dari keluarga Wang.
Ibu.
Pak Kang, di mana ayahku?
Pak Kang.
Di mana ayahku?
Nyonya Park, bertahanlah sebentar lagi.
Pimpinan dalam perjalanan kemari.
- Tolong. - Pak Kang.
- Pimpinan Wang. - Pak Kang.
Di mana dia?
- Ibu. - Ayah.
Ayah dari mana saja?
Ayah, tolong keluarkan aku dari sini.
Buka pintunya sekarang.
Bagaimana bisa kalian mengurung seseorang seperti ini?
Buka sekarang juga.
- Ayah. - Ibu.
- Ayah. - Ibu.
- Ayah dari mana saja? - Ibu.
Aku mencari Ayah ke mana-mana.
Ayah dari mana saja?
Sekarang tidak apa-apa.
Ayah, Myeong Hee menghilang.
- Apa yang harus kita lakukan? - Astaga.
Jangan khawatir. Dia akan datang.
Ibu...
- Wanita jalang. - Ibu.
- Kamu merampas Ayah dariku. - Ibu.
Wanita jalang. Di mana kamu sembunyikan
- Myeong Hee? - Ibu, kumohon...
- Di mana Myeong Hee? - Ibu.
- Di mana dia? - Ibu.
Nenek.
Jangan ikut campur!
Jalang itu mengurungku di sini
dan mencampakkan adikku di suatu tempat.
Di mana kamu menyembunyikannya?
- Di mana dia? - Ibu.
Kembalikan Myeong Hee-ku.
Ibu, dia akan datang.
Nyonya Park, Myeong Hee tiba.
Myeong Hee?
- Myeong Hee. - Kak.
Myeong Hee!
Myeong Hee. Astaga.
Dari mana saja kamu?
Myeong Hee.
Kamu dari mana saja?
Kakak mencari-carimu.
Maaf, Kak. Maaf.
Astaga.
Ayo pergi sekarang, Myeong Hee. Ayo pergi.
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Dasar wanita jalang gila. Kenapa kamu menangis?
Kamu sesedih itu aku menemui adikku?
Bersikaplah lembut sedikit.
Jika tidak, kamu akan dihukum.
Ibu.
Ayo pergi.
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Ayo pergi, Bu.
Astaga, dasar bodoh.
Kamu bodoh!
- Hentikan, Bu. - Kamu dungu!
- Ibu. - Astaga, Berandal.
Minggir, Berandal!
Duduklah di sini.
Duduklah dan minumlah bir denganku.
Sebesar apa pun rasa sukaku kepadamu,
aku tidak boleh begitu karena kamu pengangguran.
Apa aku sungguh bilang begitu?
Tidak.
Permisi.
Ada apa?
Kurasa aku meracau
karena mabuk kemarin.
Aku ingat kamu mengantarkanku pulang,
tapi aku tidak bisa ingat
apa yang terjadi di tengah-tengah.
Kamu memintaku menjadi temanmu.
Teman?
Itu saja?
Ya, jadi, kita berteman.
Sungguh?
Ayolah, kamu pura-pura tidak ingat
karena tidak mau berteman denganku?
Tidak, tentu saja, aku mengingat semuanya.
Kita berteman kemarin, Temanku.
Benar.
Baiklah, Temanku.
Para pelanggan pulang.
Urus mereka.
Baik.
Sampai jumpa.
Apa kamu menungguku?
Ya.
Bagaimana jika kita minum untuk merayakan
hari pertama pertemanan kita?
Aku yang traktir.
Tidak.
Kita bagi dua.
Bagi dua bagaimana?
Aku tahu kamu pengangguran. Aku yang traktir.
Traktir aku saat kamu sudah menghasilkan uang.
Ya?
Ayo.
Tolong satu gelas bir.
Tolong dua gelas bir.
Hei, kamu tampak mabuk.
Mari berhenti minum sekarang.
Kamu mungkin mabuk,
tapi aku belum.
Dia tampan dan baik.
Pasti sempurna jika dia punya pekerjaan.
Lantas, aku bisa menyukainya sesuka hatiku.
Hei.
Tunggu.
Nyonya Park.
Seperti yang Anda katakan sebelumnya,
aku penasaran apa yang mempertemukan kita seperti ini.
Kenapa Anda selalu mencariku?
Tidak ada yang spesial dariku.
Apa yang harus kita
lakukan sekarang?
Dia sudah tidur?
Ya.
Do Ran, ayo keluar sebentar.
Do Ran.
Mulai sekarang,
percayalah kepadaku dan ikuti perkataanku.
Ya?
Dae Ryook.
Apa yang kamu lakukan?
Kalian bergandengan di depan kami?
Kamu sedang protes?
Hentikan.
Sampaikan yang mau kamu katakan.
Ayah.
Ibu.
Aku akan menikahi Do Ran.
Apa? Kamu akan menikahinya?
Kamu putra sulung keluarga kita.
No comments yet. Be the first to leave one.