The first 200 lines.
Berdasarkan kisah nyata.
diterjemahkan oleh: D A N D E R
Tunggu, kau mengacaukannya.
7 tahun yang lalu. Tunggu, kau mengacaukannya.
Buat apa tato ini?
Junji...
Huh?
Aku lapar.
Kita sedang bekerja. Sekarang bukan waktunya makan.
Bisa kita ke toko sebentar?
Tidak.
Kita akan makan nanti.
Aku muak berurusan dengan orang-orang di toko elektronik itu.
Aku akan pergi sendiri. Kau bisa kembali ke kantor Doc.
Jangan banyak bicara.
Diam dan teruslah mengemudi.
Tn. Sudo...
Ini bercanda'kan?
Kau menghianatiku. Kau pikir ini bercanda?
Maafkan aku.
Aku akan segera membereskanmu.
Tutup mulutmu, ok?
Akhirnya...
Bukankah itu menyenangkan, Kenichi?
Tn. Sudo, jangan...
Melompatlah, bajingan!
Hey!
Tempat yang bagus untuk terjun bebas.
Kumohon padamu, Tn. Sudo.
Tempat yang bagus untuk membuang bajingan itu.
Tolong hentikan... Hentikan!
Aku tak bisa berhenti sekarang.
Ini akan membuatmu merasa lebih baik.
Tolong hentikan.
Dia akan mati jika kau memberinya terlalu banyak.
Tolong aku. Tolong, lakukan sesuatu.
Kau lihat, Hino...
Ini karena kau lari.
Tn. Sudo. Aku memohon padamu.
Ken mati karenamu!
Paham?
Apa yang kulakukan?
Igarashi, minggir.
Huh?
Hey... Hey!
Jangan mati sekarang. Aku baru saja masuk.
Sudo!
Igarashi, ambil bensin. Kita bakar mereka.
OK.
Apa-apa'an kau ini? Anjing?
Jangan!
Jangan!
Sudo, kau jangan bercanda?
Aku berhubungan dengan geng lama.
Mereka bisa menyiapkan hotel untuk persembunyian kita.
Apa yang kau bicarakan dengan Doc?
Maaf?
Berencana kabur sendirian?
Tidak, aku belum bicara padanya untuk...
Kau satu-satunya yang kupercayai.
Tunggu, Sudo!
Sudo!
Kejar dia!
- Dia tersudut. - Berhenti, Sudo!
Jangan bergerak! Tahan!
Jangan sentuh aku.
Kau menyakitiku.
Ow! Ow! Ow!
Junji Suso, kami menahanmu,
atas pembunuhan Junko Tanaka,
sekaligus perampokan dan pembakaran.
Dan percobaan pembunuhan atas Yoshimasa Hino.
JALAN IBLIS
Putriku adalah gadis baik.
Aku tahu dia bekerja di salah satu industri sex
dan dibunuh oleh seorang pelanggannya.
Namun...
kenapa putriku yang mesti disalahkan?
Kenapa bukan orang yang membunuhnya?
Masyarakat tidak tertarik dengan cerita ini.
Biarkan saja.
Sudah saatnya untuk menyampaikan kebenaran.
Mereka memanfaatkan penderitaan orang lain di balik meja mereka...
mengeksploitasi korban untuk menghibur pembaca.
Tanpa memikirkan si korban ataupun penderitaannya.
Tn. Fuji, kenapa menurutmu kau berbeda dari wartawan lain?
Fujii, punya waktu sebentar?
Mrs. Shiota, kau ingat pembunuhan PSK?
Oh, ada kabar baru?
Aku mau menulis cerita untuk korban yang bersangkutan.
Tidak mungkin. Kejadian itu sudah 3 bulan yang lalu.
Aku punya tugas buatmu.
Aku menerima surat dari kenalanku.
Ini dari Lembaga Permasyarakatan Kosuge.
Aku bisa dapat lebih dari ayah korban.
Tapi kasus itu sudah kadaluarsa.
Ini.
Baik, temui dia dan dengarkan apa yang dikatakannya.
- Kau siap, Ikeda? - Sebentar.
- Cepaat. - Aku datang.
Yang terhomat Penerbitan Meicho, namaku Junji Sudo.
Aku membunuh dan memperkosa.
Kutulis surat ini dari dalam penjara.
Masuk.
Aku Sudo.
Terimakasih karena sudah datang dari jauh untuk menemuiku.
Aku Fujii dari Penerbitan Meicho.
Tn. Fujii.
Aku tidak pernah menulis surat sebelumnya.
Sudah kau baca?
Ya, sudah.
Seperti yang kau tahu,
aku akan dihukum mati.
Ya, dan kau mengajukan naik banding ke Mahkamah Agung.
Setelah semua yang kulakukan,
aku menerima hukuman mati.
Namun...
ada seseorang di luar sana yang tak bisa kumaafkan.
Ada lebih dari 3 tindakan kriminal lagi yang belum pernah kuceritakan ke orang lain.
Apa benar yang kau tulis di surat itu?
Pertama, orangtua yang kubakar di lemari pembakar.
Kedua adalah seseorang yang membeli real estate ku lalu menguburnya hidup-hidup.
Yang ketiga adalah orangtua.
Kuberikan dia ansuransi dan memaksanya minum sampai mati.
Otak di balik semua ini adalah seseorang
bernama "Doc".
Darahku mendidih mengetahui dia bisa hidup bebas dengan nyaman.
Aku mau kau menulis artikel tentang ini.
Aku mau dia dibakar.
Ibu?
Panggil ibumu. Kita akan keluar'kan?
Kita tidak akan ke mana-mana hari ini.
Ini, bu.
Tidak, aku mau keluar dengan ibu. Di mana dia?
Masuklah ke kamarmu.
Waktunya tidur.
Bu? Kapan kita keluar?
Mungkin besok.
- Apa? Besok? - Ya.
Dia selalu begitu. Ini sudah cukup.
Akan ada tugas. Kau tidurlah.
Kita bisa membawanya ke panti jompo.
Aku tak bisa begini terus.
Tapi aku perlu waktu mempertimbangkannya.
Kau selalu berusaha menghindar.
Bagaimana mungkin kita bisa punya anak?
Akan kulakukan apapun agar punya banyak waktu.
Alasan yang membosankan.
Aku mau tidur.
Bacaan ini seperti novel kriminal.
Kupikir juga begitu.
Terpidana mati biasanya tidak mengakui kejahatan lainnya.
Si Doc ini, apa yang dilakukannya?
Takao Kimura. Dia punya perusahaan yang menjual bahan bangunan.
Dia juga memperdagangkan real estate tanpa lisensi.
Perantara real estate.
- Ms. Shibakawa, ini. - Terimakasih.
Terimakasih, Fujii. Bilang padanya takkan ada artikel.
Kenapa?
Perantara real estate bergabung bersama yakuza dan membunuh orang-orang?
Terlalu dibuat-buat.
Maaf sebelumnya.
Aku tak bisa menulis kejahatan yang kau akui. Ini adalah perintah atasan.
Apa?
Kenapa?
Kau pikir aku bohong?
Tidak, bukan begitu.
Tapi, jika kau menceritakan yang sebenarnya, kenapa Kimura tidak berusaha membungkammu?
Itulah yang aku tak mengerti.
Ini karena naik bandingku.
Dia pikir seseorang yang terancam kehidupannya,
takkan membeberkan kejahatan lainnya.
Kenapa kau sangat membencinya?
Kelihatannya dia membuat hidupmu bermasalah.
Karena si bangsat ini mempermainkanku,
aku membunuh orang yang kupercayai.
Igarashi'kan?
Igarashi menganggapku sebagai saudara tertua.
Bisa kau bayangkan?
Aku membunuhnya dengan tangan ini.
Dengan tangan ini pula aku akan membunuh Kimura.
Ini adalah pembalasan untuk Igarashi.
Jika aku mati, aku mau mati dengan bersih.
Jika aku tak membongkar semuanya,
maka korban takkan tenang di alam sana.
Tn. Fujii, tolong, kumohon padamu.
Hey. Lagi sibuk?
Kau menginvestigasi kasus itu tanpa izin'kan?
Kau sungguh percaya omongan bajingan itu?
Bukan itu yang membuatku mempercayainya, namun ada sesuatu.
Seperti apa?
Pada kasus pertama, dia cuma ingat membakar seseorang.
Anak kecil bisa membuat cerita yang lebih baik daripada itu.
Dan yang lainnya?
Yang kedua dikubur hidup-hidup.
Tapi dia cuma ingat namanya "Shima..." seperti itulah.
Dan dia menguburnya di antara Simpangan Iwatsuki dan Stasiun Omiya.
Ingatannya samar-samar.
Walaupun itu benar, itu tidak mungkin.
Aku tahu, aku hanya bisa memulai dengan sedikit bekal ini.
No comments yet. Be the first to leave one.