The first 200 lines.
Hei!
Soo Ho!
Soo Ho!
Awas!
Ini aku, Esther.
Aku butuh bantuanmu.
Aku tidak pernah meminta bantuan sebelumnya!
Do Kyung...
Do Kyung tewas.
Bohong.
Dari yang kuingat, tidak ada apa-apa di B3
selain area parkir.
Siapa kamu?
Apa kamu sungguh dokter?
"Episode 47"
Siapa kamu? Siapa yang mengirimmu?
Lepaskan jika kamu tidak mau terluka.
Tidak. Tidak akan kulepaskan.
Kamu tidak boleh membawanya.
Lepaskan!
Lepaskan dia! Lepaskan!
Soo Ho, kamu baik-baik saja?
Lepaskan!
Siapa kamu?
Sial.
Tolong!
Dia penculik! Tolong!
Anda baik-baik saja?
Jangan lepaskan pria itu.
- Siapa? - Dia pergi ke arah sana.
Pria itu pasien VIP, Park Do Kyung.
Tolong hubungi para petinggi.
Dia akan berada dalam bahaya.
Darurat di B3.
Tolong segera datang ke elevator.
Berhenti di sana!
Berhenti!
Ke mana dia pergi?
Aku melihatnya pergi ke sini.
Setiap hari dalam hidup kita
akan dimulai dengan mengeset arloji ini.
Walaupun kita terpisah entah karena apa,
selama arloji ini tidak berhenti,
kita akan selalu bersama pada waktu yang sama.
Jangan lupakan itu.
Aku tidak akan melupakannya.
Tidak sampai hidupku berakhir.
San...
San Ha.
Pak, Anda baik-baik saja?
Pak?
Do Kyung!
Astaga. Do Kyung.
Sayang.
Do Kyung.
Kamu
bukan Park Do Kyung.
Apa? Apa katamu?
Kamu adalah
suamiku, Lee Soo Ho.
Kamu bisa menyebutku gila.
Tapi
bagaimana bisa aku tidak mengenali suamiku sendiri?
Aku istrimu.
Kamu lebih berharga bagiku daripada nyawaku sendiri.
Bagaimana bisa aku tidak mengenalimu?
Aku mengoperasi.
Aku mengoperasi.
Setelah kecelakaan mobil,
aku mengoperasi Lee Soo Ho dan Park Do Kyung.
Aku menukar kalian.
Bagaimana bisa Do Kyung ditemukan di garasi rubanah?
Ada apa dengan sekuriti rumah sakit?
Aku sungguh minta maaf, Pak.
Kami berusaha mencari tahu apa yang terjadi.
Serta kenapa dia tiba-tiba kejang?
Katamu dia sudah pulih.
Kami menghentikan perdarahan otak
dan tekanan otaknya sudah normal,
tapi ada begitu banyak variabel.
Astaga.
Do Kyung.
Ini ibu. Kamu sudah siuman?
Ada apa dengannya?
Ini bukan dampak kecelakaan
atau semacamnya, bukan?
Do Kyung.
Ini nenek.
Kamu mengenali nenek?
Do Kyung. Ini ayah. Terima kasih.
Terima kasih sudah menahan ini dan bangun.
Astaga.
Do Kyung.
Kamu mengenali ibu?
Jika ya,
mengediplah atau lakukan sesuatu.
Dia
tidak mengenali kami, bukan?
Sayang. Ada yang tidak beres dengannya.
- Sayang. - Lihat.
Lihat matanya. Dia melihat kita
seolah-olah belum pernah melihat kita sebelumnya!
Berhentilah panik.
Mari bahas detailnya di tempat lain.
Ikut dengan ayah.
Aku tidak mau pergi.
Aku mau bersamanya sampai dia benar-benar sadar.
Ayo.
Dia butuh istirahat.
Astaga.
Syukurlah.
Mereka bilang tidak ada masalah besar,
tapi aku khawatir karena dia tidak bangun.
Astaga. Kamu benar.
Saat dengar soal kecelakaan, ibu juga takut kita kehilangan dia.
Jantung ibu berdetak tidak terkendali.
- Ibu. - Apa?
Apa maksud Ibu, kita akan kehilangan Do Kyung?
Dia juga bisa melewati kejadian lima tahun lalu.
Jangan katakan itu lagi.
Dia amat sensitif belakangan ini.
Jangan diambil hati.
Tidak apa-apa.
Setiap ibu yang punya anak yang sakit juga merasa seperti itu.
Tapi aku tidak yakin lagi apa yang kamu inginkan
dan apa kamu benar-benar mau menemukan suamimu.
Kamu sudah gila? Suamimu sudah mati.
- Soo Ho... - Aku Park Do Kyung.
Aku sudah mencapai batas.
Serta istriku
bukan kamu,
tapi Jang Esther.
Maaf, San Ha.
San Ha.
San Ha.
San Ha.
Pak Park Do Kyung!
Itu bukan aku.
Apa?
Aku bukan Park Do Kyung.
Itu bukan aku.
Pak.
Ponsel.
Biarkan aku meminjam ponselmu.
Nomorku seharusnya muncul walau dia memegang ponsel orang lain.
Kenapa dia tidak mengangkat?
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Silakan tinggalkan pesan...
Bagaimanapun, kenapa wanita dengan ponselku
tidak datang?
Ibu, Ada lipstik di gigi Ibu.
Sungguh? Astaga!
Astaga. Chan.
Apakah tidak apa-apa bagi ibu untuk tampak secantik ini
pada situasi seperti ini?
Astaga. Aku sungguh minta maaf.
Silakan duduk di sini.
Tidak apa-apa.
Aku bisa mengurus diriku sendiri.
Maaf. Aku tidak tahu.
Tidak apa-apa.
Bagaimanapun, aku tidak enak.
Kamu datang jauh-jauh kemari.
Aku tampaknya tidak bisa
menghubungi putriku.
Kamu masih belum bisa menghubungi San Ha?
Belum. Ponselnya mati.
Tidak.
Aku harus pergi.
Aku harus memeriksa barang baru yang dikirimkan ke toko
dan harus melihat tempat yang akan kami tinggali.
Ya...
Menurutmu kamu butuh berapa lama untuk semua itu dan kembali?
Paling lama tiga sampai empat jam?
Lantas, pergi saja.
Kami akan menjaga anakmu sampai kamu kembali.
Dia akan bosan duduk di toko sendiri.
Astaga, sungguh?
Chan, kamu tidak apa-apa?
Ya.
Aku akan menuntaskannya secepat mungkin.
Sampai jumpa, Chan.
Sampai jumpa.
Dia tidak bisa asal menitipkan anaknya di sini.
Siapa yang akan menjaganya?
Astaga.
Anda tidak perlu mencemaskanku.
Aku akan duduk diam di sini dan membaca bukuku.
Astaga. Kamu amat sopan.
Hei.
Berapa usiamu?
Aku lima tahun.
Astaga. Kamu amat manis.
Kamu lapar?
Mau kubuatkan roti lapis?
Terima kasih.
Baik.
Astaga.
Halo?
San Ha.
No comments yet. Be the first to leave one.