The first 200 lines.
Parkour!
- Michael... - Parkour!
Parkour!
- Ekstrem! - Parkour!
Parkour!
Ini parkour.
Sensasi Internet tahun 2004.
Pernah muncul di satu film Bond. Cukup mengesankan.
Tujuannya adalah menuju titik "B"
dari titik "A" sekreatif mungkin.
Secara teknis, mereka lakukan parkour
selama titik "A" adalah delusi
dan titik "B" adalah rumah sakit.
Parkour!
- Hore! - Ya!
- Parkour! - Baik, ini dia!
- Andy, lompat kodok! - Ayo!
- Aku! - Ya, baik!
- Ya! Parkour! - Turun!
- Turun! - Baik.
Parkour!
Lompati. Lompati kameranya.
Lompati kameranya.
Baik, kita lakukan sama-sama atau kita lompat satu-satu.
Ini dia. Truk ke kulkas ke tempat sampah,
putaran 360 ke palet, salto belakang ke tong sampah.
- Ya, salto! - Ya!
Parkour cadas!
- Parkour cadas! - Parkour cadas!
- Aku mengikutimu, Andy! - Ayo lakukan!
Ya!
Parkour.
Bagus.
Bagus sekali.
Terima kasih.
Ini dia.
Ada lagi yang bisa kulakukan?
Ya.
Lihat berkas di belakang meja Kevin?
Susun dengan acak.
- Baik. - Lalu kembali untuk tugasmu selanjutnya
soal susunannya.
Ini hari terakhir magang musim panas kami.
Menyenangkan.
Sudah lama kami tak punya magang.
Sejak insiden Monica Lewinsky-nya Michael.
Tak ada yang seksual.
Dia hanya lontarkan terlalu banyak lelucon Monica Lewinsky.
Lebih mudah bagi perusahaan untuk akhiri program.
- Menurutmu mereka berkencan? - Kuyakin ada sesuatu.
Kemarin aku di dapur bersama mereka.
Dan mereka terlalu bahagia untuk bersihkan lemari es.
Jika mereka menikah sebelum aku, akan kubunuh diriku.
- Siapa yang menikah? - Tak ada.
Tak mau beri tahu, aku akan teriak.
Eric dan Megan.
Aku mempekerjakan mereka.
Makcomblang.
Tempat ini seperti lalat Spanyol.
Mereka tidak menikah. Ini hanya rumor.
Apa hanya aku yang tidak tahu?
Tak ada yang perlu diketahui. Ini hanya gosip.
DILARANG MEROKOK
Baiklah.
Kami belum bilang kalau aku hamil.
Karena dia yang belum menikah.
Dihamili pria.
Maksudku, tukang gosip di kantor akan sibuk bergunjing.
Ya, dan kami tak mau saat menikah mereka
berpikir Jim dipaksa berjalan di altar
oleh ayahku dengan senapan.
Tunggu, tak akan ada senapan?
- Tidak. - Tak ada senapan?
Karena itu ubah segalanya.
Kini tak bisa mundur, Halpert.
Mau bagaimana lagi?
Tak ada senapan, jadi...
Akhirnya bebas.
Tidak, teruskan.
Kau tak akan bisa tebak yang kutahu.
Biar kuselesaikan ini dulu.
Eric suka Megan.
Pastinya.
Dia sudah berulang kali mengajaknya kencan.
Akhirnya dia bilang ya.
Mereka kencan singkat kemarin malam.
Sepertinya berjalan lancar.
- Tahu dari mana? - Orang bilang padaku.
Kurasa wajahku bisa kau percaya.
Kurasa karena tulang pipiku yang rendah.
Dan...
Beres. Baiklah, ada apa? Apa yang tak bisa kutebak?
Aku benci ketinggalan.
Entah itu tak terpilih masuk tim
atau dipilih masuk tim, lalu datang
dan sadar tim itu tak ada,
atau olahraganya tak ada.
Harusnya aku tahu. Bola kotoran?
Astaga, aku tahu perasaanmu.
Roda ketiga.
Sepanjang hidupku aku sudah berkali-kali jadi roda ketiga.
Ibuku katakan sesuatu yang membuatku jauh lebih baik.
Dia bilang roda ketigalah yang membuat sepeda roda tiga.
Maksudmu apa?
Maksudku kencan grupmu dengan Megan dan Eric.
- Di Tink's? - Ya.
Tahu dari mana?
- Itu... - Stanley yang bilang?
Stanley ikut grup kencanmu?
Tidak, Stanley bersama istrinya.
Aku melambai padanya tapi tak dibalas.
Apa yang lain tahu soal ini?
Tidak.
Itu dia.
Jadi, ada gosip apa? Ada yang dengar sesuatu?
Tak ada?
Aku punya sesuatu.
Entah harus bilang tidak.
Kalau begitu tidak usah bilang.
Stanley alami krisis paruh baya.
Stanley sudah lewati paruh baya,
terutama melihat perbandingan tinggi berat.
Rupanya dia dan istrinya
pergi menari di kelab orang muda.
Teri di luar kota, Michael.
- Siapa? - Istri Stanley, Teri.
Dia di Pameran Dekorasi Interior di Philadelphia.
Dan Stanley benci keramaian, anak-anak, dan musik.
Kurasa kau perlu periksa faktamu.
Dasar bedebah bodoh.
Kau menjebak aku.
- Apa maksudmu? - Istri Stanley di luar kota.
- Dia bersama seseorang. - Dia jelas bersama seseorang.
Benarkah? Siapa? Saudarinya?
Aku tak paham!
Jika itu saudarinya, yang mereka lakukan itu ilegal sekali.
Obat terlarang?
Bercumbu.
Itu...
Baiklah.
Jadi...
Tidak. Baiklah.
Tidak, tak apa-apa.
Lupakan.
Stanley selingkuh.
- Apa? - Aku tahu.
Aku bahagia sekali saat ini.
Sangat girang mungkin, jadi bagian kantor,
jadi bagian percakapan.
Saat kau dapat perhatian orang
dan mata mereka berbinar
karena mereka sangat tertarik dengan ucapanmu,
itu terasa luar biasa,
dan kurasakan langsung hari ini.
Rasanya mengagumkan jadi pusat perhatian.
Itu dan itu hurufnya sama.
"Q".
Bukan.
Bukan. Baiklah.
Dia pegang pensil.
Dia bisa isi teka-teki silang dengan pensil itu.
Huruf apa di situ?
Ini dan ini hurufnya sama.
Apa yang belum kau tebak?
- "T." - "T." Ya!
Ya!
"T" di situ dan satu lagi di sana.
Sebutkan saja.
Kau hampir selesai.
Hei, Stanley, mau ke mana, Bocah Besar?
- Mau berbuat nakal? - Aku mau bertemu klien.
- Ada masalah dengan itu? - Tidak.
Aku hanya punya satu pertanyaan singkat.
Aku cari pemain film dan mencari wanita yang bisa menari.
Wanita cantik. Kenal seseorang?
Sampai nanti.
Bayarannya lima juta dolar.
Perlu telanjang.
Kau harus berhenti.
Kau tak dengar? Stanley selingkuh.
Kudengar darimu.
Berhentilah bergosip.
Baiklah, aku paham.
Kau merasa ketinggalan dan mengasihani dirimu
dan sedihnya karena semua pikir kau pecundang.
Apa kau bahkan tahu itu benar?
Tahukah kau soal itu?
Karena kau mungkin hancurkan hidupnya.
Tunggu!
Tidak!
Waktunya bersikap sopan dan jujurlah.
Stanley, apa kau selingkuh?
Konyol sekali. Tentu tidak. Kenapa kau berpikir begitu?
Jadi, tidak benar. Baiklah.
Sebenarnya...
Para magang itu.
Mereka bilang melihatmu di kelab.
Dan semua bilang itu kau.
Itu jelas hanyalah...
gosip berdasarkan prasangka rasialis.
No comments yet. Be the first to leave one.