The first 200 lines.
Tetap saja, bisa-bisanya kau...
...berkeputusan seperti itu tanpa membahasnya dengan kami dulu?
Joon Young, kau memang bisa urus diri sendiri...,
...jadi Ayah tidak khawatir.
Asal kau punya rencana yang mantap buat masa depanmu...,
...Ayah yakin pasti kau baik-baik saja.
Aku tidak punya rencana.
Jadi kau mengundurkan diri jadi polisi tanpa ada rencana masa depan?
Sayang.
Joon Young biasanya mencatat semua masalah dia...
...biar solusinya tak salah lagi.
Tapi melihat dia terus membuat kesalahan yang sama...,
...menjalin hubungan memang sulit.
Dia pasti akan menghadapi masalah yang sama lagi...,
...dan Joon Young mungkin dapat solusi yang salah lagi.
Aku kali ini takkan dapat solusi yang salah.
Hati-hatilah di jalan.
Ri Won.
Hari ini, kau tidak mengantarku pulang. Kau sendiri yang datang ke sini.
Jadi aku tak bayar ongkos.
Pulanglah.
Sayang. Sayang.
Pasti berat, ya.
Aku juga tak mengira jadinya seperti ini.
Bagaimana mungkin orang tahu tentang kehidupan?
Aku juga sungguh tak percaya jadinya begini.
Hyungnim.
Aku baik-baik saja.
Tak kupercaya aku memenangkan hadiah utama kompetisi skenario.
Bukankah itu sulit dipercaya?
Ya. Selamat.
Terima kasih.
Ini semua berkatmu.
Tidak, kau memenangkan hadiah karena kau hebat.
Tentu saja. Aku menang karena aku hebat.
Tapi kalau thriller, sangatlah penting mempertahankan...
...alur cerita tetap realistis dan terperinci.
Dan aku harus memberimu pujian sedikit hari ini...
...karena kau berhasil mengoreksi naskahku.
Selama ini...
...kau sudah berusaha.
Pulanglah kalian sekarang.
Hei.
Jadi, kapan kau pulang?
Entahlah.
Biasanya kaubawa dua koper cuma buat dua hari perjalanan.
Tapi kau tak apa cuma bawa ransel saja?
Tak apa.
Serius kau baik-baik saja?
Tak tahu.
Aku tahu kau benar-benar terluka...,
...tapi aku tak biasa melihatmu pergi tanpa rencana seperti ini.
Ini bahaya.
Lagipula di hidup ini, tidak ada yang berjalan sesuai rencana.
Aku pergi sekarang.
Ohn Joon Young.
Aigoo.
Pergilah.
Dah.
Aigoo, banyak sekali masakannya.
Semuanya kelihatan enak.
Kau bahkan menandatangani kontrak...,
...jadi yang perlu kaulakukan itu harus sukses, teman.
Umur kami beda dua tahun.
Jadi kami memutuskan berteman.
Kau sebaiknya jangan mengabaikanku kalau sudah terkenal.
Tergantung kelakuanmu padaku.
Penulis Lee Soo Jae, selamat, ya.
Inspirasi artistikmu akhirnya menjadi profesimu.
Ayo minum.
Selamat./ Terima kasih.
Hei, coba makan gurita tumisnya. Ini pasti seleramu.
Gurita tumisnya ada di atas meja.
Dimasak dari gurita segar, bukan gurita beku.
Sepertinya dia masak itu cuma buatmu. Soalnya rasanya pedas sekali.
Memangnya manusia bisa makan itu?
Kenapa tidak dimakan?
Apa? Oh, iya.
Kenapa?/ Pedasnya.
Tumben. Kau 'kan suka pedas.
Tapi ini pedas sekali. Sebentar, ya.
Pedas apanya?
Orang, tak pedas sama sekali, kok.
Kau baik-baik saja?
Ya, cuma agak terlalu pedas.
Sangat pedas.
Enak, Unni.
Kau besok balik ke Seoul?
Ya, aku harus pergi karena aku sudah lebih baik sekarang.
Oppa, roti madunya sudah dibeli?
Oh, iya. Aku lupa.
Apa-apaan ini.
Tinggal beli saja besok.
'Kan ada yang jualan roti madu di terminal.
Tapi kenapa kau tiba-tiba ingin roti madu?
Kau 'kan tak suka-suka amat.
Yah...
Mulai sekarang, aku bakal suka roti itu.
Ya.
Tidak, seharusnya itu tugas mereka.
Tidak
Ada masalah apa?
Limpahkan saja ke mereka. Ya.
Bagus, bagus./ Ya.
Sekali lagi.
Silakan.
Hei./ Hai.
Apa kabar?/ Selamat datang.
Mau gabung sama kami?/ Maaf, aku lelah.
Ayolah./ Gabunglah sama kami.
Ayo, minum bir sama kami./ Minumlah sama kami.
Ayo.
Tolong, berhenti.
Terima kasih.
Selamat datang./ Halo.
Duduklah./ Terima kasih.
Kau lapar, 'kan?
Ya.
Pilih hidangan dari menu ini.
Terima kasih.
Kau tidak tahu bahasa Portugis?
Tidak? Baiklah.
Begini saja, biar kubuatkan kau hidangan paling lezat di restoran kami.
Jangan khawatir dan tetaplah di sini.
Jangan pergi.
Tunggu di sini, oke?/ Oke.
Terima kasih.
Enaknya.
Kecapnya berapa sendok?
"Tiga sendok makan."
Dua...
Tiga.
Bawang putih irisnya?
"Tiga sendok makan bawang putih iris."
Aku penasaran kalau pakai resep ini, enak apa tidak.
Makanya kenapa pula kau melakukan yang bukan kesukaanmu?
Kita 'kan bisa makan di luar.
Anakku 'kan mau pulang, jadi aku harus melakukan ini sebagai ibunya.
Aigoo.
Sepertinya ini dari Joon Young.
Cepat./ Ya.
Nak! Nak, jam berapa kau sampai?
Tidak, Bu. Sepertinya aku tak jadi pulang.
Kenapa? Apa ada yang terjadi?
Aku sudah punya rencana sekarang.
Apa?
Ini semua informasi tentang kurikulum pelatihan koki kami.
Total ada tiga semester.
Tiga?
Ini termasuk program magang di mana kau...
...berkesempatan bekerja sebagai koki sungguhan.
Hai./ Hai.
Kau bisa bahasa Portugis?
Cuma sedikit.
Masuklah.
Aku tinggal di sini sekarang...,
...tapi sebentar lagi aku jadi penyanyi terkenal.
Dan ketika saat itu tiba, aku akan meninggalkan tempat ini.
Dia memang kelihatan payah sekarang...,
...tapi Mendes akan segera menjadi aktor terkenal.
Baiklah, ini kamarmu.
Ini ruang paling terang di seluruh rumah.
Makanya harganya 10 euro lebih mahal dari kamar lain.
Jelas, kami tidak memilih kamar lain karena 10 euro.
Karena seniman biasanya dapat ilham dari kegelapan.
Senang bertemu denganmu. aku Gomes.
Hai, Gomes. Aku Joon Young.
Joon Young, kau pasti bakal jadi koki terkenal. Anggap saja rumah sendiri.
Terima kasih.
Terus terang, Joon Young tidak cocok jadi detektif pembunuhan.
Dia akhirnya menemukan jalannya.
Bagaimana kalai dia lulusan terbaik di sekolah memasak itu?
Satu orang pergi, jadi kita perlu butuh penggantinya.
Begitulah hidup.
Maksudmu, kita harus menikah?
Denganku?
Serius?
Baguslah.
Jika kalian berdua sudah mantap, tidak perlu ditunda lagi.
Aku hamil.
Apa?/ Apa?
Untuk memasak bawang putih, kalian harus menunggu sampai minyak zaitunnya panas.
Kemudian masukkan daging.
Tambahkan sedikit merica.
Lalu aduk semuanya secara merata.
Setelah itu, daging harus...
Cari tahu apa yang kurang.
Chef, kau terlambat!
Oh, aku terlambat. Astaga.
Baiklah, semuanya. Sebelum memulai kelas...,
...aku ingin membahas apa yang akan kita kerjakan hari ini...
Maaf.
Resepnya sendiri sangat sederhana...,
...tapi ada banyak hal yang harus kalian ingat.
Silakan tulis semuanya.
Chef, kau terlambat!
Aku terlambat. Aku terlambat lagi.
Aku akan membuatkanmu pasta yang lezat.
Maaf, aku harus ke pesta hari ini.
Mendes, mau pasta?
No comments yet. Be the first to leave one.