The first 195 lines.
Apa yang terjadi?
Kenapa bisa begini?
Lawannya adalah Tim V yang terkuat
dan dihadapi 10 orang, tanpa aku.
Tidak mungkin.
Apakah mereka...
benar ada kemungkinan untuk menang?
BEGINILAH
Apa yang kalian lakukan?
Bisakah bermain lebih serius?
Apa tidak malu kalah melawan 10 orang, Bodoh?
Tutup mulutmu, Pecundang.
Aku tidak akan menjadi orang yang mengakhiri impiannya di sini.
Meskipun hanya sendiri, aku akan menghasilkan tendangan
yang bisa membuatku menang dengan cara apa pun.
Aku tidak akan membiarkan kalian membalikkan keadaan,
juga tidak mungkin akan menerima kekalahan di sini.
Aku bukan mainan orang-orang itu,
juga tidak akan berpuas diri karena pemberian mereka.
Aku tidak akan kalah sebelum membuktikan bahwa aku bisa dapatkan
apa yang kuinginkan dengan kekuatanku sendiri!
Apa kau begitu takut kalah,
bunga yang tidak pernah layu di rumah kaca?
Kalau begitu, aku yang akan mengalahkanmu untuk pertama kalinya.
Sial.
Meski ingin mengoper ke Nagi, jalur lintas operan bolaku menjadi sempit karena dia.
Zantetsu juga sangat sulit menerobos dari pinggir lapangan.
Aku sangat ingin menyingkirkan penguntit ini,
tetapi nomor 11 sudah berdiri di tempat yang mudah untuk merebut bola.
Bola akan direbut kalau menyerang paksa.
Aku ingin mencegah pembalikan situasi,
tetapi tak tahu bagaimana cara melakukan penyerangan.
Sekarang lapangan sudah dikendalikan Tim Z.
Aku...
apa aku dan Nagi akan kalah?
Reo.
Operkan kepadaku.
Nagi?
Apa yang terjadi?
Ternyata dia berinisiatif menyerang.
Reo,
aku akan mencobanya.
Nagi.
Kenapa dia mendadak menggiring bola?
Apa dia memiliki keahlian menggiring ini?
Juggling?
Dia sengaja membuatku mengira di atas, tetapi dia menendangnya ke bawah.
Imamura, kuserahkan padamu!
Baik, aku akan mengawasinya.
Mengoper ke pinggir lapangan?
Gawat, dia merespons terlebih dahulu.
Bagus, ayo!
Aksinya mengubah ritme Tim V.
Zantetsu, tolong giringlah bola sampai ke depan gawang.
Ini pertama kalinya kau minta tolong kepadaku.
Nagi, kau...
Kenapa aku begitu berjuang?
Apakah karena ekspresi yang ditunjukkan Reo?
Hentikan dia!
Karena merasa kalah untuk pertama kalinya
atau...
Jangan harap!
Berpindah arah?
-Orang yang selalu kuanggap merepotkan, -Shooting? Tidak, itu operan.
-terlihat sangat menarik. -Dia langsung shooting setelah menerima bola.
Karena sudah muncul, maka tidak ada cara lain lagi.
Rasa penasaran ini sudah tidak bisa ditahan.
Tidak mungkin.
Mustahil melakukan shooting dari sudut seperti ini, 'kan?
Aku ingin menggunakan sepak bola untuk menguji batasanku.
Bukan hanya kami yang terbangun saat menghadapi batasan,
monster ini juga sama.
-Bagus! -Nagi!
Nagi, kau...
Reo, sepak bola lumayan seru.
Hidupku dipenuhi oleh kebosanan,
hingga aku mendapatkan egoisme yang bernama penasaran.
Masih ingin mendapatkan beberapa poin?
-Lagi-lagi melewatinya. -Bagus!
-Baguslah, kalau begini. -Pasti akan menang!
Kalau begini, aku tetap bisa bertahan.
Gawat, susah payah ada peluang untuk membalikkan keadaan.
Belum pernah melihatnya berinisiatif memecahkan kebuntuan.
Poin ini sungguh tidak mudah.
Dalam kondisi seperti ini...
tidak, justru karena menghadapi kondisi seperti ini,
kami tanpa sengaja membangunkan
potensi yang tertidur di dalam tubuh si Genius Seishiro Nagi.
Bukan hanya kami yang terbangun saat menghadapi batasan.
Sial, hanya tersisa 15 menit.
Bagaimana ini? Bagaimana cara hentikan mereka?
Kunigami, bisakah kau mundur dari garis depan dan fokus bertahan?
Baik. Lagi pula, kita pasti kalah kalau mereka mendapat poin lagi.
Sekarang hanya bisa bertahan dan cari peluang untuk menyerang balik.
Apa kalian bodoh?
Tentu saja menyerang!
Menyerang!
Untuk bagian center, biarkan aku dan pecundang ini yang memikirkan caranya.
-Kalian semua harus menyerang! -Raichi.
Apa gunanya bertahan sekarang?
Kalau tidak balikkan keadaan dalam 15 menit, semuanya akan berakhir!
Penyerangan kita sangat efektif
karena kita berhasil mencetak tiga gol ke gawang mereka!
Selain itu, aku juga berusaha melakukan pertahanan yang kubenci!
Kalau kalian berani membuat usahaku sia-sia, aku akan menghabisi kalian!
Kuperintahkan kepada kalian untuk menyerang habis-habisan!
Menyeranglah, Bodoh!
Bukankah kalian itu striker?
SISA WAKTU PERTANDINGAN
Nagi, dapatkan satu gol lagi.
Dapatkan satu gol lagi dan kita dipastikan akan menang.
Apa sudah cukup dengan satu gol lagi?
Benar, kita hanya bisa menyerang.
Biar aku yang mencetak gol.
Namun, sepertinya ada yang kurang kalau aku yang melakukan shooting.
Hingga saat ini, yang paling memiliki cita rasa mencetak gol,
tidak diragukan lagi adalah Nagi.
Dia sudah mulai beraksi dengan tekad sendiri, bisakah aku menghentikannya?
Bachira sedang mencari rekan.
Ternyata begitu, kami bersepuluh terus berlari di seluruh lapangan.
Gol Nagi tadi membuat lawan kembali bersemangat,
meski kekuatan fisik Bachira juga sudah mencapai batasnya...
Bagaimana ini? Apa yang bisa kulakukan?
Harus melakukan apa baru bisa menang?
Serang secara mendadak dari pinggir lapangan, Chigiri.
Serahkan kepadaku.
Ayo, Rambut Merah!
Kali ini, aku pasti akan menghentikanmu untuk membalikkan reputasiku.
Yang benar itu mengembalikan, Kacamata Bodoh.
Dia lebih cepat dalam peningkatan kecepatan instan,
tapi aku lebih cepat dalam percepatan rata-rata.
Mau lari berapa kali pun, aku tetap akan menang.
Bagus, Zantetsu Bodoh.
Yang benar saja? Aku ketahuan?
Nona Besar, aku sudah menerimanya.
Kau terlalu naif, Genius.
Harus merebut bola di posisi ini!
Isagi?
Meskipun aku tidak bisa memprediksi gerakannya,
tetapi mataku bisa melihat situasi keseluruhan.
Demi melewati Zantetsu,
Chigiri mungkin akan menendang bola ke posisi yang jauh.
Rentang waktu selama Chigiri mengejar bola akan menjadi kelemahan terbesar.
Asalkan lari ke titik kelemahan secara akurat,
kelemahan di lapangan akan menghilang.
Aku tidak akan membiarkan mereka menghalangi
kaki super cepatmu.
Kau memang anak baik, Isagi.
Aku akan memberimu sedikit hadiah nanti.
-Sial! -Cepat sekali!
Hentikan dia di depan gawang!
Baik, jumlah kami lebih dari cukup!
Cukup apaan? Dasar para bek sampah.
Celahnya terbuka lebar!
Menyenggol tiang gawang!
Tidak, belum.
Karena Chigiri menembus pertahanan mereka, semua bek lawan berkumpul di sisi kiri lapangan.
Namun, di sisi lain,
ada hewan liar yang bisa melakukan shooting dari mana pun,
Gagamaru.
-Sial! -Berengsek!
Sudah begini pun masih tidak bisa mencetak skor?
Tidak, tempat itu adalah
wilayah
jangkauan shooting Kunigami!
Kuhancurkan kalian!
Serangan gelombang!
Sesuai dugaanku.
Yang benar saja? Luar biasa!
Sama seperti yang kupikirkan.
Kenapa bisa begini?
Saat Bachira mengoper bola kepada Chigiri,
yang muncul di otakku
dan posisi yang aku tuju adalah titik kelemahan yang muncul di otakku.
Asalkan titik kelemahan ini diisi, maka situasi bisa dikuasai sepenuhnya.
Dari sinilah lahir gelombang serangan tanpa jeda.
Itulah firasat yang muncul dalam otakku.
Di otakku akan muncul arah pergerakan dari semua pemain di lapangan.
Ini karena kemampuanku adalah kognisi spasial.
Aku tahu, ternyata begitu cara penggunaannya.
Sepasang mata dan otakku,
bisa membawaku ke masa depan di lapangan sepak bola.
Aku harus melakukan shooting dan mencetak gol dengan kemampuan ini!
BLUE LOCK
Baiklah, berarti sudah ada 11 orang!
Klub Sepak Bola SMA Kitsunezaka, berdiri!
Target kita adalah juara satu turnamen nasional!
"KLUB SEPAK BOLA" Kuon, targetnya terlalu sulit.
Kalau mau dikejar, harus sampai tingkat profesional.
Menjadi tim perwakilan Jepang atau sejenisnya.
Serangan balik!
Operan yang bagus, Kuon!
Bagus!
Awalnya aku hanya ingin bermain sepak bola.
Benar, itu mustahil.
No comments yet. Be the first to leave one.