The first 195 lines.
- Baiklah, jamur roti. - Jamur roti.
- Berbulu lembut. - Berbulu lembut.
- Lunak. - Lunak.
- Berikutnya, jamur ikan. - Jamur ikan.
Baunya busuk.
Aku marah sekali!
Kalian tak akan percaya siapa rekanku untuk Big Showcase.
- Siapa? - Andrew Harris! Murid kelas 10.
Apa itu Big Showcase?
Sebuah pementasan tahunan di sekolahnya.
Mereka mengundang agen, sutradara, produser ...
... dan orang yang berkuasa di bisnis pertunjukan ...
... dan bagiku penting sekali ...
... karena itu aku marah sekali dan sampai nanti!
Hei! Kami ada proyek sains besok.
Aku harus berikan jamur semakku!
Tidak. Andrew akan mampir dan kau harus bantu kami ...
... harus lakukan apa di Big Showcase.
Aku tentu saja ingin bernyanyi.
- Bagaimana itu? - Keras.
Mengagumkan. Dia sudah datang.
Tetaplah di sana.
- Masuklah. - Terima kasih.
- Tori, dia Andrew. - Andre.
- Hai. - Kau murid Hollywood Arts juga?
Tidak. Aku bukan penampil. Hanya kakakku.
Benar. Aku punya bakat dan dia punya gigi kuat.
Kau tahu giginya tak berlubang sama sekali?
Aku berusaha tak menyombongkannya.
Piano yang indah.
- Astaga, kau hebat sekali. - Dia biasa saja.
Jamur ikan.
LIMA HARI bantu Trina dan Andre berlatih. Trina membuatku GILA!
Aku mengerti
Tidak, Nenek, dengarlah.
Tak mungkin Nenek tenggelam di sekolahku.
Dengar, aku harus pergi.
Aku akan menghubungi Nenek lagi!
Nenekmu akan datang ke Big Showcase?
Ya. Kali pertama dia tinggalkan rumah dalam enam tahun.
- Kenapa? - Karena dia takut pada semua hal.
Orang, payung, rabi, bikini, sarapan.
Bila dia melihat rabi berbikini makan panekuk ...
Dia akan terbakar.
- Ayolah, Semuanya! - Kembali berlatih.
Ayo.
Apa pendapat kalian? Menawan, bukan?
Kau harus memakainya untuk latihan?
Seorang penampil harus bisa merasakan sebagai bagian dari bagian itu.
Kau tahu tak boleh mengetuk hidungku lagi.
Kita sudah dapatkan unsur komedi. Ayo mulai dengan laguku.
Kurasa maksudmu lagu yang kutulis?
Tak ada yang peduli siapa penulisnya.
Langsung ke bagian "saat aku tampil memukau".
Saat aku tampil memukau
- Bagaimana? - Kau punya aspirin?
bolos sekolah, ke BIG SHOWCASE Trina
tambah makanan kucing ... SEKARANG
- Hai. Kau neneknya Andre? - Aku tak mengenalmu!
Maaf, kalian orang tua Trina?
- Ya. - Kenapa?
Ikutlah denganku.
- Itu dia. - Trina!
- Apa yang terjadi? - Sesuatu di mulutku!
Astaga, besar sekali!
Cobalah lakukan sesuatu!
Ada yang tahu kenapa ini bisa terjadi?
- Aku ... - Obat kumur herbal Tiongkok.
- Itu dia! - Tunggu, kau bicara apa?
Dia menemukan situs cara buat obat kumur herbal Tiongkok ...
... yang bantu menyanyi lebih baik.
Dia pasti mengalami alergi.
Aku tak tahan lagi.
Apa dia akan membaik?
Lidahnya jelas membesar ...
... dan berdenyut tak beraturan.
Berdenyut tak beraturan?
Berdenyut tak beraturan.
Mungkinkah dia tampil hari ini?
- Tentu saja tidak. - Aku harus tampil!
Jangan bicara! Lidahmu bisa meledak!
Meledak?
- Ibu turut prihatin, Sayang. - Tahun depan saja.
Akan kubawa dia ke sana dan memijat lidahnya.
Memijat lidahku?
Siapa yang akan bernyanyi?
Kurasa nenekku datang sia-sia.
Tunggu, siapa lagi yang tahu bagian Trina?
- Adiknya. - Maksudmu aku?
Tidak. Aku hanya membantunya berlatih.
- Aku bukan murid di sini. Aku tak bisa ... - Kau tahu detailnya.
Lagunya, koreografi, kau bisa lakukan ini. Ayolah.
- Tidak. - Dia bilang bersedia!
Tidak, aku tak bilang bersedia.
Tunggu. Dia tak bisa tampil memakai itu.
- Apa? - Beri dia kostum keren.
- Baiklah. - Aku tak mau.
- Bawa dia. - Tidak.
Apa yang kalian lakukan?
Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan?
Hei!
- Kau mau ke mana? - Tidak!
- Lepaskan. Tidak apa-apa. Ayolah. - Hentikan!
Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan? Tolong, jangan!
Lepaskan aku! Tolong jangan!
Di sinilah aku sekali lagi
Merasa tersesat, tapi sesekali
Aku menarik napas untuk melepaskannya
Dan kini kau tak tahu ada di mana
Tapi apa yang akan terjadi Bila ada yang bisa dengar?
Saat mengetahuinya, kau akan lupa diri
Kau akan menghilang
Jangan takut mewujudkan mimpimu
Kau tak akan pernah pudar Kau jadi pusat perhatian
Bukan fantasi, ingatlah aku
Saat semua ternyata berjalan baik
Karena kau tahu bila kau hidup Dalam imajinasimu
Esok kau akan menjadi pesona Bagi semua orang
Dalam kemenanganku, ingatlah aku
Saat aku tampil memukau
Jangan takut mewujudkan mimpimu
Kau tak akan pernah pudar Kau jadi pusat perhatian
Bukan fantasi, ingatlah aku
Saat semua ternyata berjalan baik
Karena kau tahu bila kau hidup Dalam imajinasimu
Esok kau akan menjadi pesona Bagi semua orang
Dalam kemenanganku, ingatlah aku
Saat aku tampil memukau
- Astaga, Sayang! - Itu luar biasa!
Permisi.
- Siapa kau? - Aku Tori Vega.
- Siapa kau? - Ini Pak Eikner.
- Kepala sekolah kami. - Kau bukan murid di sini?
Bukan. Aku hanya ...
Apa kau mau?
Aku?
Sebenarnya ...
- Bolehkah? - Ya!
Namun, semua anak di sini berbakat.
Benar. Begitu pun kau.
Bagaimana bila aku tak cukup bagus?
Apa maksudmu? Lakukanlah demi aku.
Hei!
- Hei! - Hai, Andre!
Gadis ini tak tahu apakah dia cukup berbakat untuk sekolah di sini.
Apa pendapat kalian?
Bagaimana?
Baiklah!
Hari pertamaku di Hollywood Arts. LUAR BIASA!
MEMBARUI
Suasanan Hati: Panik
Kau lihat? Ini hanya SMA biasa.
Ini bukan sekadar SMA.
Mereka semua berseni, kreatif, dan berbakat ...
... dan aku hanya gadis normal.
Tak apa, tak ada salahnya tak menonjol.
Omong-omong, kau tak sendirian.
- Aku mendukungmu. - Baiklah.
Trina! Rambut Eric Paulson diluruskan!
Yang benar saja! Astaga, kenapa dia lakukan itu?
Aku sendirian!
Hai, bisakah kau ...
- Astaga, kau Tori, bukan? - Benar.
Kau hebat sekali di Big Showcase.
- Terima kasih. - Namaku Cat.
- Seperti binatang. - Apa maksudmu?
Tak ada, aku suka kucing.
Aku juga. Kucing memang menggemaskan.
- Hei. - Hai.
Hai. Halo. Wanita. Ya?
Bisa beri tahu di mana kelas Pak Sikowitz?
Jalanlah ke arah aula, kau belok kiri menuju air mancur ...
... pintu kedua di kananmu.
Terima kasih.
Sama-sama, Cantik.
- Hei. - Astaga.
- Tidak apa-apa. - Tidak. Aku tumpahkan kopi.
- Ini mulai pudar. - Jadi makin parah.
Hei, kenapa kau menggosok kekasihku?
- Aku menumpahkan kopi di ... - Jauhi dia.
Tenanglah.
Astaga, terjadi kebakaran besar!
Aku hanya bercanda!
Aku hanya ingin buat darah kalian terpacu seperti yang baru kulakukan.
Baiklah, ayo kita mulai.
- Bokong di kursi. - Dia guru kita?
Pertama, aku ingin kenalkan murid baru kita, Tori.
Aku mau berterima kasih kepada Tori atas dua dolar ...
... yang diberikannya di luar pagi ini. Ini tak penting, tapi sangat kuhargai.
Kenapa kau memberinya dua dolar?
Aku mengira dia tunawisma.
Hari ini kita lanjutkan pelajaran dalam improvisasi kelompok.
Tori, kurasa kau mengerti soal improvisasi.
- Belum. - Baiklah, singkat saja. Improvisasi.
Berakting tanpa naskah.
No comments yet. Be the first to leave one.