Specials

Release info

이번 생은 처음이라ㅡtvN's This Life is Our First E09 171106 HDTV H264-NEXT
A Commentary by Artha Regina
TLIOF E09 | [Cocok diputar di player VLC Media Player, Media Player Classic, atau Windows Media Player.]

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2017-11-07
Downloads: 46
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Cepatlah.

Ayo kita pulang ke rumah kita.

Tadi ini jatuh di halte bus.

[Enam panggilan tak terjawab dari Majikan Rumah]

Kau rupanya sudah meneleponku berkali-kali.

Ya.

Aku tadi meneleponmu berkali-kali.

Boleh aku mandi dulu?

Keringatku banyak sekali.

Ya. Silakan.

Ya.

Kenapa...

Ya?

Kenapa kau mengikutiku?

Aku bukannya mengikutimu.

Aku tak sadar.

Ya, aku maklum.

Kalau begitu, mandilah.

[Datanglah ke YOLO Cafe, Umur 24th. Keluhan: Penguntitan]

Dia tersangka kasus Penculikan Stasiun Namgang.

Yang menguntit mahasiswi itu?

Semua data cocok, termasuk kunci inggris (spanner).

Tapi kenapa kau tidak memberitahuku?

Bukannya kau sudah tahu dari awal?

Itu karena kau pernah bilang susah cari pekerjaan.

Jadi aku tak bisa terburu-buru memberitahumu.

Tapi walau begitu, alangkah baiknya kalau kau memberitahuku dulu.

Aku bisa saja tidak sadar saat bersama dia.

Ji Ho-ssi, kau bersikap tak sadar?

Kenapa?

Memang aku tak bisa begitu?

Sikapku memang agak berlebihan.

Jadi mulai sekarang...

...jangan enteng sekali bilang "kita" lagi.

Kutanya, apa kau tadi pulang naik bus.

Apa aku harus menjawabnya?

Tidak...,

Tidak perlu./ Ya, maka dari itu.

Apa menurutmu dia tahu tentang kontrak kita?

Ya.

Dia saja memanggilmu suami palsu.

Makanya kenapa pula kau mau menikah dengan suami palsu?

Kalaupun dia seorang penguntit, dia bisa tahu darimana kalau kau suami palsu?

Entahlah.

Padahal 'kan cuma kita berdua yang tahu.

Apa karena ponselku?/ Apa?

Setelah dia melihat nama kontakmu di ponselku, dia bilang begitu.

Dia bertanya apa kau itu memang bukan suamiku, dan kau majikan rumahku.

Ya.

Aku juga tadi lihat nama kontakku, kausimpan di ponselmu dengan "Majikan Rumah".

Nama itu 'kan tak biasa.

Makanya kenapa juga kau menyimpan kontakku seperti itu?

Terus aku harus simpan kontakmu pakai nama apa?

Lagipula tidak ada nama yang lain.

Yah... 'kan ada namaku.

Se Hee. Atau Se Hee-ssi.

Terus Se Hee-ssi sendiri, kau simpan apa kontakku di ponselmu?

Tentu saja aku menyimpan kontakmu sebagai...

...pakai nama "Penyewa"...

Pamannya Bo Mi itu polisi...,

...jadi kami sudah menginformasikan Beliau.

Mungkin besok, masalahnya pasti sudah beres.

Terus apa yang nanti akan terjadi sama Bok Nam?

Dia pasti akan dipenjara.

Ya.

Hampir saja!

Sanchez. Dia harus mengoper.

Bola berhasil dioper./ Giroud.

Dia melaju!/ Sanchez!

Gol!

Tendangan sempurna.

Tak diragukan lagi, Sanchez.

Ya.

Sanchez tengah memeluk rekan setimnya.

Barusan tadi itu serangan balik.

Gol yang sempurna.

Terima kasih...

...sudah menyelamatkanku.

Karena sudah berjalan bersamaku.

Dan karena...

...mengatakan ini rumah kita.

Apa kau marah karena aku sudah kelewatan?

Karena aku bilang jangan bertingkah seperti istriku di depan orang lain?

Dan karena aku menyuruhmu jangan bilang kita, "kita" lagi?

Apa kau kesal karenanya?

Ya.

Aku...

...tak ingin menjadi bebanmu.

Tidak seperti orang lain...,

...pernikahan kita bermula dari suatu kesepakatan yang akan berakhir.

Karena kesepakatan itu, kau jadi punya tempat tinggal...,

...dan aku juga dapat untung, yaitu dapat uang sewa.

Itu memang kesepakatan kita, tapi...

...setelah nantinya kontrak habis...,

...mungkin kau malah yang lebih besar menanggung kerugian daripada aku.

Kau seorang wanita...,

...dan kau lebih muda dariku.

Karena itu, orang mungkin menganggapmu dengan tidak baik.

Makanya aku berpikir, aku harus meminimalisir hubunganku denganmu.

Aku juga berpikir kalau kita harus menghindar melakukan kegiatan bersama

Kau memikirkan itu sepanjang waktu?

Tentang apa yang terjadi nanti setelah pernikahan kita usai...,

...dan bagaimana dampaknya nanti terhadapku?

Aku bukannya memikirkannya sepanjang waktu...,

...tapi pikiran itu selalu terlintas, setelah pernikahan kita.

Kenapa?

Karena aku sudah buat janji.

Aku sudah janji pada ibumu, aku tidak akan membuatmu dalam masalah.

Untuk itu, aku ingin menepati janji itu.

Kedepannya pun, aku tetap ingin menepatinya.

Aku memang belum kenal betul dengan Ji Ho, tapi...

...pada suatu saat tertentu...,

...dia pasti akhirnya akan memilih jalan yang membuatnya bahagia.

Jadi selama masa pernikahanku dengan dia kelak...,

...aku takkan menghalangi jalannya.

Hanya itu janji yang bisa kubuat.

Halo?

Ini aku.

Ya. Tahu.

Aku...

...sewaktu aku lulus sarjana dan mulai kerja jadi asisten penulis...

...aku digaji 800 ribu won sebulan.

Lalu ayahku menyuruhku...

...berhenti saja dari kerjaanku itu, dan menyuruhku pulang kampung.

Dia menyuruhku bertani menanam bayam di kampung.

Ada ladang kecil di halaman belakang rumah kami.

Kalau kami menanam bayam selama seminggu, keuntungannya bisa banyak.

Tidak ada orang yang mengerti pekerjaan menulisku...,

...tapi kau tahu bagaimana aku bisa memulainya?

Aku memulainya tanpa pikir panjang.

Aku pun tak berencana menjadi penulis hebat.

Aku pun tak berencana ingin menjadi terkenal...,

...atau sukses.

Aku tak pernah berencana seperti itu.

Aku hanya kebetulan saja membaca suatu naskah...

...dan tak sadar, aku menggila karena menulis itu sangat menyenangkan.

Karena itu, aku pindah haluan ingin menulis.

Setiap hari menulis itu rasanya menyenangkan.

Lewat menulis, aku tak berharap mendapatkan sesuatu...

...atau membuat diriku menjadi hebat.

Hal itu tak pernah terlintas di benakku.

Karena itu, aku...

Aku takkan memikirkan apa yang terjadi padaku kelak, dua tahun dari sekarang.

Kalaupun aku memikirkannya...,

...mungkin aku sekarang tidak bisa menikah.

Hanya saja, aku...

...cuma butuh kamar ini...,

...dan aku suka betapa nyamannya aku di rumah ini.

Aku juga tidak ingin berpisah dengan si Kucing.

Juga...,

...majikan rumahnya orang yang bisa diandalkan.

Karena itu aku melakukannya.

Aku sesungguhnya suka menjadi bagian dari rumah ini.

Jadi apapun yang terjadi kelak pada pernikahan kita...

...itu tak penting bagiku.

Aku bahkan tidak memikirkannya.

Jadi, sekarang...

...jangan lagi bersikap kelewatan.

Ya.

Pintu kamarmu juga...

...jangan dikunci.

Ya.

Kalau begitu, selamat malam.

Aku juga, ada yang ingin kukatakan.

Jangan panggil aku majikan rumahmu.

Orang nanti mengira kau hidup sendiri.

Kalau di depan orang lain...,

...panggil aku suamimu.

Karena, takutnya ada hal berbahaya yang bisa terjadi lagi.

Jangan biarkan orang lain mengira kau itu sendirian.

Selama dua tahun ke depan, kau...

...merupakan bagian dari rumah ini bersamaku.

Ya.

Ya. Kalau begitu, selamat malam.

Tapi, kau tahu darimana aku tadi sama Bok Nam?

Aku 'kan tadi tak pegang ponsel.

[Menikmati pemandangan malam sehabis pulang kerja]

Lagi ada perbaikan jalan rupanya. Sepertinya kita tak bisa lewat situ.

Apa ada cara lain ke sana?

Hanya ini jalan kesana, naik mobil.

Kalau jalan kaki, lewat jalan mana?

Sepertinya lewat jalan itu./ Ya, terima kasih.

Tapi butuh waktu lebih dari 30 menit.

Ayo kita nonton sepak bola.

Cepatlah.

Ayo kita pulang ke rumah kita.

[Karena Ini Saat Pertamaku Menjadi Bagian dari Suatu Tempat]

Halo?

Halo?

Halo?

Kau rupanya di rumah.

Tapi kenapa kau meneleponku?

Begini...

Aku tak sengaja meneleponmu waktu mau matikan alarm.

Ya...

Oh, begitu.

Tidurmu nyenyak?

Ya, kalau Ji Ho-ssi?

Aku juga.

Kucing, kau pulang naik apa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left