The first 200 lines.
- Halo. - Halo.
- Pernikahan yang indah. - Benar.
Bisa berikan catatan ini pada pengantin pria?
Dari sang istri.
Aku menjanjikanmu foto warna-warni.
Sewarna-warni apa?
Kau akan lihat.
TUNGGU AKU DI KAMAR. 15 MENIT LAGI. TANPA CELANA. ISTRIMU
Selamat datang.
Tidak!
Ya!
Ya! Lemari itu membuatku sangat seksi. Mau lihat?
Kau gila.
Sudah kubilang hubungan kita berakhir.
Kau paham aku menemukan wanita...
Aku harus tahu dari tabloid kau menikahi putri seorang menteri?
- Bukan begitu. Kau... - Lalu apa? Katakan.
Menteri atau tidak, kita saling cinta. Itu cukup bagiku
untuk tahu bahwa wanita ini...
Ini bukan tentang uang.
Walau dia miskin,
aku akan menikahinya. Pernikahan hanya...
Konfirmasi?
Ada yang datang.
- Masuk ke lemari. Cepat! - Aku tak mau!
Sekarang!
Tak ada orang di sini.
Di sini bau.
Apa ini? Altar pengorbanan?
Gadis kaya bercinta di bawah taburan kelopak mawar, kau tak tahu?
Berikan itu.
Beri aku sedikit.
Dengar.
Apa kau melihat fotografer aneh itu menyelinap ke sini?
Kukira itu karena aku teler.
Tidak, ini serius.
Sial, mungkin dia sekuriti.
Jangan sentuh aku.
Untung dia akhirnya menikah.
Aku putus asa dia menemukan orang bodoh.
Jika dia bertindak konyol lagi, Ayah pun tak bisa menyelamatkannya.
Apa? Dia cemburu.
Dia mengejar pria itu ke Vama dan membakar tenda mereka.
Mereka bercinta di dalamnya.
Motty, kau mau?
Mereka dirawat tiga minggu di RS.
Kurasa pria ini lumayan.
Dia tampak baik, 'kan?
Mungkin. Menurutku agak lemah.
Baunya membuatku mual, aku bisa pingsan.
Aku tak ingin memberimu, ini terlalu kuat.
Singkirkan ini. Ayo.
- Ayo swafoto. - Baik, sebentar.
Masukkan istrimu yang jelek di lemari, jangan aku.
Baiklah.
Sekarang tolong pergi.
Tidak tanpamu.
Kau gila.
- Sungguh? - Sungguh.
KEPERGOK DENGAN SISWA
Berhenti! Berhenti atau kubunuh! Akan kubunuh kau, Jalang!
Buka pintu ini!
Akan kubunuh kau! Buka!
Akan kubunuh kau, Jalang!
Lihat dia.
Pelacur kelas satu berbibir hitam.
Dia sabuk hitam di gimnastik tempat tidur.
Siapa yang bernama Răzvan?
Aku Nicolae. Kita bicara di telepon soal ganja.
Jangan berisik!
Maaf, aku tak tahu.
Aku butuh sekitar satu atau satu setengah kilo. Bagaimana?
Berapa?
Beri aku satu kilo, mungkin aku akan tahu resepnya.
Maksimal tujuh.
Tujuh apa?
- Gram. - Gram? Apa ini emas?
Aku tak mau buat cincin. Berikan saja, aku bisa bayar.
Pria ini gila.
- Siapa yang beri nomor kami? - Cecilia, dari mana lagi?
Cecilia.
Tujuh saja, Pak Tua. Jika itu tak cukup, gunakan zukini.
Aku mengerti sekarang.
Seperti dahulu, dengan KTP, di belakang gedung,
ada jatah. Maaf, aku paham sekarang. Baik.
Luar biasa. Tunggu, ini uang tunai yang bagus dan bersih.
Tunggu.
- Uangnya ada. - Bukan begini.
- Maaf. - Taruh di sakuku diam-diam.
- Seperti di ruang dokter. - Ya.
- Seperti di ruang dokter, ya? - Ya.
- Semuanya 420. - Aku tahu caranya.
- Saku ini? - Ya.
Kau tak melihat apa pun, aku tak melakukannya.
- Sial! - Ambil! Lihat!
Sebentar.
Ya?
Halo, Vasile, terima kasih banyak untuk...
Aku tak bisa bicara sekarang, Vasile,
aku sedang beli ganja
Untuk berjaga-jaga, aku akan datang...
Tunggu! Apa-apaan! Bagaimana ganjanya?
Nanti kita bicara lagi.
Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun!
Ini ulang tahunmu.
- Ini ulang tahunku. - Malam ini, semua terserah kamu.
Scent of a Woman.
Parfum lagi? Kita sudah bahas itu.
Film.
Kau tertawa?
Ini lucu.
Pernah lihat orang buta mengendarai Ferrari 125 km/jam?
Serius, kau mengejekku?
Apa ini masa PMS yang berbahaya?
Katakan lagi, untuk terakhir kalinya,
kenapa kau bau parfum wanita.
Setiap hari, wanita lain.
Itu mudah.
Sangat mudah. Aku meniduri semua warga.
Aku bersama wanita berbeda setiap hari.
Bercanda. Sudah kubilang, aku melakukan trik untuk anak-anak TK
dan para rekanku punya parfum dan sampel...
Berapa kali aku menyuruhmu mengambil pakaian ini?
Aku ingin tahu apa lantai kamar mandi kering.
Awas, si pemarah datang.
Kau pernah ganti tempat kotoran kucing sejak kita pindah kemari?
Sayangku.
Aku mencintaimu.
Ayolah.
Tenanglah, Bintang Timur yang lembut.
Lembut.
Lepaskan aku.
Lepaskan, Berengsek! Serius!
Biar kuselesaikan. Tempelkan es nanti.
Lepaskan aku, George!
Ciuman pun tidak?
Apa aku benar? Memang aku kucing? Kau mengabaikanku?
Kau mengabaikanku? Kau jelek.
Si berengsek itu!
Berapa kali kusuruh mengelap air dari lantai kamar mandi?
Hentikan atau makin parah.
Ya? Ini. Lap dengan lidahmu!
Lap dengan lidahmu!
Sayang, maaf. Itu kesalahan, aku tak sengaja.
Kau memukulku?
Aku bisa mual!
Serius? Kau membuang kotak kotoran ini ke kepalaku
berisi kotoran kucing dan kau korbannya?
Jelaskan ini padaku.
Kau tak kerja di sini. Tempat ini ibarat hotel bagimu!
Aku tahu ini ulang tahunmu, aku bersikap baik semampuku.
Kau ingin... Kau mengomeliku soal parfum wanita.
Terserah. Sudah kujelaskan, sumpah itu tak benar, tetapi percuma!
Dia terus mengomel, astaga!
- Kau tega di ulang tahunku! - Belum selesai!
- Jangan bicara begitu. - Baik.
Tidak, ini salah.
"Bu, masukkan aku ke Kampus Film karena aku sangat hebat."
- Dari mana omong kosong ini? - Bagaimana kau bisa masuk?
- Aku lulus ujian! - Tentu.
- Kau kira Ibu sanggup menyuap? - Tidak, tapi kita tahu kenalannya.
- Memang siapa? - Kita berdua tahu.
- Katakan siapa! Siapa? - Kau tahu, dia yang memasukkanmu.
- Aku tak percaya kau mengatakan ini! - Kau sudah menonton empat film.
- Aku tak percaya! - Hentikan.
- Kau tahu aku berusaha. - Apa?
- Kau tahu aku belajar keras. - Belajar apa? Kau tonton empat film.
Dua kartun dan She's the Next Tarantino! Yang benar saja!
AKU MEMBENCIMU DAN MENINGGALKANMU KUCINGNYA KUBAWA, DIA MEMBENCIMU JUGA
ROXANA POPA LAJANG
DRAGOS TEGLAS LUAR BIASA! MAU PERGI MINUM?
Sulit menjadi dewasa di Rumania dan tetap mempertahankan imajinasi
dan spontanitas...
Halo? Apa kabar?
...dan dia menginginkan orang lain, wanita lain.
Entah apa lagi yang akan kulakukan. Aku ingin mabuk!
Aku akan menjemputmu.
Aku benci dia!
Aku tak peduli, aku mau keluar.
- Kucingku. - Aku sampai beberapa jam lagi.
Sampai jumpa.
Ana, perkenalkan...
Echo One.
Echo?
Aku ingin menamainya Ana, tetapi...
Bagiku, hanya ada satu Ana.
Terima kasih sudah memercayaiku.
Sebenarnya, hanya kau yang begini.
Kurasa kita bisa rayakan. Mau ke sini?
Untuk melihat lebih jelas?
Ayah ada di rumah.
Kenapa dia selalu di rumah?
Dia akan menggila.
Selalu dengan teh, energi, karma...
Kau selalu bisa keluar dari jendela.
Ya?
Jika kau mau.
Sampai aku menemuimu...
Ini yang kupikirkan.
No comments yet. Be the first to leave one.