The first 200 lines.
Tangkap dia !
Ayo cepat !
Mereka bersembunyi di suatu tempat di sekitar sini.bunuh keduanya.
Ayah dan anak itu jangan sampai melarikan diri, Ayo!
Lihat di sana. Di sana!
Selamat Menonton
Hubunganmu dan aku.
Seperti benang yang tidak akan putus
wajah polosmu Cerminan hatiku
Tak perduli orang percaya atau tidak
Hubunganmu dan aku.
Siapa orang itu? / Dia baru kerja hari ini
Sepertinya ia pekerja keras. Dan membutuhkan uang
Ini tempatnya, nak.
Terima kasih.
Untuk senyummu
aku akan melakukan segalanya
Aku berharap aku bisa bermain untuk mu
Ketika dirimu memegang tanganku dan berjalan denganku
Aku merasa seolah hidup ini berjalan denganku
Semoga kau tersenyum melalui hidupmu
Kau diberkati dengan sisa hidupku
Hubunganmu dan aku
Seperti benang yang tidak akan putus
Papa
Apa? Katakan lagi,nak...
Papa. / Papa ?
Maji, datang ke sini! / Aku datang, nak!
Pyareji ! / Apa yang terjadi?
Datang ke sini ! / Apa yang terjadi?
Munna memangilku Papa. Itu ucapan pertama anakku!
Memang seharusnya dia memanggilmu papa
Dasar tolol. / Sekarang dengarkan.
Ketika seorang anak mulai berbicara, kata pertama ia ucapkan adalah "mama"
Tapi anak ini kata pertama yang ia ucapkan adalah "papa"
Tahu kenapa? / Kenapa?
Karena dia selalu tidur di bahu ayahnya.
Dan terbangun dipangkuan ayahnya.
Dia adalah ayah sekaligus ibu.
Semoga hubungan ini tidak akan terpengaruhi oleh orang jahat
Munna, ayo bermainlah dengan Nenek?
Ayo kemari bermain dengan nenek?
Datanglah kemari, Ayo...
Salam Maji Salam, nak!
Kau terlambat hari ini. Faktor cuaca
Aku harus menunda pulang Karan...
Apa yang terjadi? Kau tampak sangat khawatir.
Saya tidak mengerti ini nak!
Anak-anak seusia Munna seharusnya sudah berjalan.
Tapi Munna hampir tidak mampu berdiri sendiri
Apa yang kau katakan? Anakku baik-baik saja.
Anakku... Biarkan aku melihatmu berjalan, lakukan !
Datanglah ke Papa. Ayo !
Ayo... Datanglah ke papa.
Pak Suraj, silahkan gendong anakmu.
Apakah anakku baik-baik saja dok ?
Kau bilang anakmu terlahir prematur.
Dalam kasus tersebut, pertumbuhan anak dapat berpengaruh
Anak Anda adalah satu korban kelemahan tersebut.
Apa kelemahan? / Tulang-tulang di kakinya.
tidak dapat diperkuat.
Dia tidak akan bisa berjalan sepanjang hidupnya.
Mustahil... Anak saya normal.
Dia tidak menderita apa-apa.
Aku bisa mengerti penderitaan Anda. Tapi kita harus menerima kenyataan.
Anak ini akan tetap menjalani masa hidupnya.
Tidak... Tuhan tidak bisa melakukan ini untuk anak kecil, dokter
Anakku akan berjalan seperti anak-anak lain.
Secara medis itu mustahil, Pak Suraj
Ilmu bukanlah segala-galanya, dokter
Ada seseorang yang memperhatikannya dan Dia akan membuat anakku berjalan.
Anakku akan berjalan dengan dua kakinya sendiri dan menjalani hidup dengan normal.
Dia tidak hanya akan berjalan, bahkan akan lari. Dia akan berlari
Dia akan lari, Dia pasti bisa berlari.
Semua kegelapan itu terhalau. Secercah sinar menyala di dalam hati.
Ketika dirimu membawa namaku melalui bibirmu yang indah
Ketika aku memanggilmu, kau akan datang kepada ku
Aku hidup untukmu, Aku telah meninggalkan dunia ini
Di kakimu, Aku bisa baringkan dunia.
Di dalam dirimu, terletak hidupku
Di kakimu, Aku bisa baringkan dunia.
Di dalam dirimu, terletak hidupku
Hubunganku dan kau.
Seperti Benang yang tidak akan terputus
Wajah polosmu. Cerminan hatiku
Tak perduli orang percaya atau tidak
Hubungan aku dan kau
Karan! Ya, Papa!
Kemari karan!
Ayo kemari... berjalan
Kau bisa berjalan! Kau bisa! Datanglah kemari. Ayo !
Bagus, nak!
Para orang tua! Silakan meninggalkan arena. Perlombaan akan dimulai
Pak, anak cacat ini ikut lomba dengan kami? / Diam!
Ini perintah Kepala Sekolah. Lintasan lomba jauh, pak
Jika anak cacat ini merangkak kesana, dan itu menjadi sebuah prestasi baginya
Anak kampret itu benar. Anda membuat kesalahan besar, Pak Suraj
Anak Anda belum cukup kuat berlari dengan kedua kakinya
Anda sangat memaksakan dia untuk ikut dalam perlombaan ini
Ini bisa memimbulkan efek buruk
Anak itu bisa saja kehilangan kemampuan untuk berjalan
Dokter, anakku akan berlari dan memenangkan perlombaan ini
Anakku, kau akan berlari. / Ya, Papa. Aku akan lari dan aku akan menang
Lari, Karan!
Suraj, anakmu lari lagi
Lari! Lari!
Lebih cepat, Karan. Cepat
Lari, Karan!
Lari lah!
Lari, Karan!
Lari lah!
Lari lah!
Saudara-saudara, apa yang kita saksikan hari ini
Sebuah keajaiban dan pelajaran bagi kita semua
Keajaiban bahwa seorang anak yang tidak mampu berlari bahkan berjalan...
telah memenangkan perlombaan hari ini, dan ini adalah sebuah pelajaran.
Jika kita memiliki niat baik dan tekat yang kuat
Sesulit apa pun masalah dapat kita atasi
Saya mengucapkan selamat kepada Karan atas kesuksesannya.
dan mengundang dia untuk naik ke podium.
Kemari, Nak. Selamat. Ini pialamu
Kami bangga padamu. / Pak, boleh saya mengatakan sesuatu
Di sekolah kita semua berdoa dan kita semua tahu
Bahwa Tuhan itu yang menciptakan dunia, Dia penguasa dari segala sesuatu.
Tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak
Bahkan aku dapat berlari dalam perlombaan ini dan memenangkan piala ini karna kehendaknya.
Dengan jerih payah Papaku dan kehendak Tuhan. Dan jerih payah Papaku adalah keinginan Tuhan.
Memang benar bahwa Tuhan yang menciptakanku. Tapi semangat Papa yang memberikan hidup kepadaku.
Aku cinta papa!
Kalau bukan Anda, Aku tidak bisa berjalan
Dari papa, aku sudah mendapat kehidupan baru
Aku berbicara jujur, tidak ada yang sepertimu di dunia ini
Walau sedetik aku tidak dapat hidup tanpamu
Kau adalah hidup ku, Papa.
Engkaulah dewaku, Papa
Kemana kau akan membawaku, Paman Pyare?
Sabar sebentar. Berdiri di sini.
Lihatlah...!
Apa kau ingin mencobanya? / Tentu saja.
Ayo dayung Karan, jangan takut !
Lepaskan, Papa. Aku akan mencobanya. / Kau akan jatuh, nak.
Kumohon lepaskan, Papa! bisa membawanya ! / Ok
Hati-hati Karan! Jangan menabrak orang !
Dia pasti bisa. Jangan khawatir. Mari ikut aku
Ikan Segar
Ikan Segar
Udang Segar
Kemana kau membawaku? Tarik remnya !
Sialan Kau ! Kau ingin membunuhku !
Tuhan!
Lihat jalan! Tarik remnya !
O... Ibu.
Sialan! Gara-gara kau, tumpah semua ikanku!
Aku aku akan menghajarmu ! Mau kemana kau ?
Jangan lari...
Mau pergi kemana kau!
Aku tidak akan memaafkanmu!
Kau kepiting!
Berhenti kau!
Mau pergi kemana kau sekarang?
Udang kecil ! Sekarang kau terpojok
Akan aku kuliti kau !
Maafkan aku. Aku mengaku salah, bibi...
Bibi? Kau memanggil seorang gadis, bibi?
Apakah aku saudara perempuan ibumu? Kamu ...
Polisi ! Dimana...dimana polisi?
Aku tidak akan memaafkanmu. Kau membuat ku rugi besar
Tuhan!
Aku tidak akan mengampunimu !
Seseorang tolong aku. / Aku akan menolongmu!
Kenapa kau menggunakan tangan? Kenapa kau memukulku?
Berhenti! Aku mencoba untuk membantu mu! / Cepat...
Aku tidak bisa bernapas. / Aku akan mengeluarkan kau. Berdiri...
Cepat lah! Bagaimana bisa kepalamu masuk ke kendi?
Maaf !
Kau tidak perlu meminta maaf. Aku menyukainya
Kenapa? / Apa kau bekerja di perusahaan listrik Mumbai ?
Listrik Mumbai? / Kau menyentuhku...
Dan aku merasa sengatan di sekujur tubuhku
Benarkah? / Oh ya
Sialan kau, setan kecil
Apa dia memanggilmu "papa"? / Iya
Apakah dia itu porgamu? / Porga?
Apa dia itu anakmu? / Ya, dia anakku
Tuhan!
Tuhan!
Tuhan!
Hatiku hancur! oh Tuhan!
Diam! Kenapa kau menangis? / Apa yang kau katakan?
Air mataku menceritakan kisah hatiku
Siapa gadis ini, Kenapa dia menangis?
Ini keponakan saya, Vyjayanti. Dia baru datang dari Alibag kemarin
Dia memiliki hati selunak semangka
Aku ingin tahu siapa dia yang berlari ke dalam hatinya dan mengundang badai di wilayah ini.
Tunggu biarkan aku bertanya padanya
Katakan padaku apa yang terjadi? / Apa yang akan aku katakan?
Cerita cintaku berakhir bahkan sebelum sempat dimulai.
Di sore hari, kami berdua saling menatap
Melalui mata, hati kita terpaut
Dan aku mendengar suara,'' Papa''! Dia memiliki seorang putra berusia tujuh tahun!
No comments yet. Be the first to leave one.