The first 200 lines.
Berapa banyak yang mau
Anda tawarkan, Pimpinan?
Katakan apa yang kamu mau.
Aku mau menjadi CEO
Hansung Apparel di masa depan.
Baik!
Aku akan menyuruh Tae Ju
bekerja di Hansung Apparel selama dua tahun.
Lalu aku akan mempromosikannya
sebagai Wakil Pimpinan Grup HS.
Saat itu terjadi,
aku akan menunjukmu untuk posisi
tempat Jeon In Suk kini berada.
Alih-alih,
aku mau kamu mengurus Tae Ju dengan baik dan jelas.
Serta awasi dia dengan saksama
agar Jeon In Suk tidak bisa
menyuruh-nyuruhnya.
Hentikan Jeon In Suk berbuat sesukanya.
Kamu paham?
Dalam dua tahun, akan kujadikan Hansung Apparel
perusahaan top di bidangnya.
Sebagai gantinya, aku mau Anda
menepati janji Anda kepadaku.
Makin aku melihatmu, makin aku menyukaimu.
"Episode 45"
Kamu akan melakukan apa?
Aku sudah memutuskan untuk kembali ke perusahaan.
Kenapa?
Aku tidak mau menderita sendiri. Itu tidak adil.
Terutama, aku tidak mau hidupku hancur
karena wanita itu lagi.
Sudah ibu bilang
jangan panggil ibumu wanita itu.
Ibu lihat sendiri hari itu.
Ibu dengar semua yang dia katakan.
Benar, baiklah.
Dia memang dingin, tapi dia tetap ibumu.
Dia amat kejam, tapi dia tetap ibumu.
Kalian berdua ibu dan anak,
dan itu tidak akan berubah.
Itu sudah ditakdirkan.
Tidak ada yang bisa menentukan siapa ibuku.
Itu terserah kepadaku.
Kamu benar-benar...
Jika kamu terus seperti ini,
mendiang ayahmu akan sakit hati.
Aku bahkan tidak mengingat
wajahnya.
Mi Ri.
Haruskah kamu
kembali ke perusahaan
tempat ibumu bekerja?
Tidak bisakah kamu pindah ke tempat yang lebih baik?
Tidak.
Bagaimana jika kamu kuliah di luar negeri?
Ibu amat cemas melihatmu bersama ibumu.
Tidak perlu.
Wanita itu yang seharusnya cemas, bukan Ibu.
Cukup! Ibu bilang cukup!
Aku tidak akan menemui Ibu lagi
jika Ibu terus bicara seperti itu.
Baik, jangan datang.
Kamu tidak punya sopan santun?
Sudah ibu bilang berhenti memanggilnya wanita itu.
Bagaimanapun, aku pergi dahulu.
Jaga diri Ibu. Nanti kutelepon.
Mi Ri.
Hei, Mi Ri.
Astaga, apa yang harus kulakukan dengannya?
Kenapa kalian amat tercengang?
Kalian membeku seperti patung batu.
Nona Kang.
Ya, Pimpinan.
Mari masuk.
Kudengar kamu mengusulkan
kita membatalkan kontrak dengan Pimpinan Wang.
Seperti yang kubilang waktu itu,
kita harus membatalkan kontrak ini.
Ini bukan hanya pendapat pribadiku,
tapi pendapat semua eksekutif.
Tolong terima, Pak.
Bagaimana menurutmu, Nona Kang?
Dalam hal bisnis dagang eksklusif
antara Hwayoung Apparel dan Hansung Apparel,
kita akan merugi dalam jangka panjang.
Tapi kontrak ini dibuat
dengan pertimbang ke depan
Grup Hansung dan Grup Hwayoung
alih-alih hanya Hwayoung Apparel.
Hubungan dengan firma Tiongkok
berubah bergantung status politik,
Kita tidak bisa memprediksi
hubungan masa depan antara Tiongkok dan Korea.
Bukankah keputusan itu terlalu gegabah?
Bisnis ini dimulai dengan landasan
situasi itu akan berubah.
Hubungan dengan Grup Hansung
akan mendatangkan keuntungan besar melalui ini.
Tapi itu juga tidak terjamin.
Bukan artinya itu pasti tidak berhasil juga.
Bagaimana menurutmu, Pak Han?
Seperti kata Bu Jeon, bisnis dengan Tiongkok
mungkin menjadi amat tidak pasti berdasarkan situasi.
Dengan kata lain seperti berjudi.
Tapi ini sesuatu yang tidak boleh kita lewatkan
walaupun dengan resiko tinggi.
Oleh karena itu, alih-alih Hansung Apparel,
kantor pusat harus membentuk tim
untuk mendaftar perusahaan yang bisa menghasilkan untung
dalam jangka pendek.
Tapi ini Hansung Apparel.
Kita harus menghasilkan untung.
Kita tidak bisa mengabaikan krisis di depan mata
demi keuntungan masa depan grup.
Kita akan menutupi kerugian dari tempat alih
alih-alih dari Pimpinan Wang.
Kamu punya ide?
Aku tahu kamu membahas bisnis
dengan Grup Sunghyun.
Bagaimana perkembangannya?
Aku menerima laporan pagi ini
bahwa Grup Sunghyun mengirim kita
syarat mereka.
Mari berbisnis dengan mereka
dengan sedikit lebih menguntungkan kita.
Hwayoung dan Sunghyun dikelola keluarga yang sama.
Kondisinya akan lebih lancar dari sebelumnya.
Baik.
Baiklah kalau begitu. Apa kita tetap menjaga
kontrak dengan Pimpinan Wang?
Orang-orang muda memang cepat
dalam berpikir dan memutuskan.
Kita yang sudah tua bisa tertinggal jika begini terus.
Mari berhati-hati.
Aku senang aku datang hari ini.
Ini gila.
Bu Kang sungguh kembali? Benar-benar kembalI?
Sudah kubilang berkali-kali.
Ya, dia kembali.
Dia sedang menghadiri rapat umum sekarang.
Tapi aku tidak bisa memercayainya.
Kang Mi Ri, yang tegas, kembali?
Untuk bekerja di bawah anak baru
yang dia latih sendiri?
Di samping itu, dia melewatkan impiannya
menjadi eksekutif termuda karena anak baru itu.
Artinya dia mengambil keputusan yang berat.
Dia amat mengagumkan.
Dia memotong pendek rambutnya juga.
Pak Park, apa yang kamu pikirkan kali ii?
Aku hanya tidak bisa paham.
Dia bukan orang yang akan melakukan ini.
Aku sebenarnya tidak tahu harus bereaksi bagaimana.
Sebagai anggota tim,
aku senang dia kembali.
Tapi tidak bisa sesenang itu juga
karena tidak tahu apa yang dia pikirkan.
Berpikir positif saja.
Kamu akan dihadapkan dengan situasi seperti itu
seiring dipromosikan lebih tinggi.
Tapi apa Bu Kang benar-benar kembali?
Cukup.
Apa kabar, Semua?
Lama tidak berjumpa.
Maaf aku meninggalkan tim
tiba-tiba seperti itu.
Aku tidak akan mengulangi hal yang sama lagi.
Tidak apa-apa, Bu Kang. Tidak perlu meminta maaf.
Bagaimanapun, selamat datang kembali.
Serta terima kasih sudah kembali.
Benar, aku bersyukur Anda kembali.
Kami merindukan Anda, Bu Kang.
Selamat datang kembali.
Kami akan lebih baik.
Tapi kenapa Anda kembali, Bu Kang?
Terima kasih. Akan kubiarkan kalian bekerja.
Pak Park.
Aku sungguh tidak paham.
Kenapa dia kembali?
Jadi, Mi Ri sudah pergi?
Ya.
Dia amat aneh.
Plin plan. Dia keluar lalu kembali.
Ya, itu mungkin semacam protes,
tapi Mi Ri bukan wanita seperti itu.
Dia memantapkan pikirannya
dan memegang teguh keputusannya, bukan?
Ya...
Ini mungkin terdengar kasar,
tapi Kakak harus menganggap ini
masalah keluarga lainnya.
Kakak sudah berbuat banyak.
Anggap saja Kakak menikahkannya.
Ini masalah keluarga lainnya?
Kamu anggap dirimu pamannya?
Mari kita lihat apa kamu bisa bicara begitu saat punya anak.
Jika satu orang tenang, yang lain bertingkah.
Saat sudah mengatasi satu masalah, yang lain punya masalah.
Itulah alasanku tidak akan menikah.
No comments yet. Be the first to leave one.