The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa fiktif"
Apa? Kenapa...
Kenapa ada di sini? Aku sudah membuang ini.
Maaf karena tidak membuang sampah dengan benar.
Sampah?
Tapi ini tidak adil.
Aku membuangnya dengan benar.
"Episode 8"
Sayang.
Kamu melihat koperku?
Sayang.
Sayang?
Sayang, koperku...
Aku tidak bisa menemukan...
Bukankah itu milikmu?
Apa?
Astaga, ada di sini.
Kenapa ini ada di sini?
Kamu datang untuk melapor kembali?
Ya, tapi dia punya urusan lain, jadi, aku diminta kembali besok.
Kamu terlibat masalah lagi, bukan?
Kenapa aku harus terlibat masalah?
Kamu sudah menemukan agen hitam yang menangani Kang Yeo Joo?
Dia didemosi, tugas ke luar negeri, lalu segera kembali.
Jadi, semua orang tegang.
Kenapa?
Bagaimana menurutmu? Koneksinya ada di partai oposisi.
Lalu kenapa?
Pemilu presiden akan segera diadakan.
Karena itu, dia sekarang tidak berdaya. Kamu tidak mengerti?
Orang-orang di partai oposisi perlahan kembali satu per satu.
Sebaiknya kamu juga berhati-hati.
Hati-hati dengan apa?
Koneksi Pak Ma ada di partai pemerintah.
Jika bosmu bersama partai penguasa, kamu juga.
Itu di luar kendalimu walau kamu membencinya.
Urusan politik ini tidak berguna bagi PNS.
Rakyat memberi kita gaji.
Kamu keterlaluan.
Siapa yang peduli kamu senjata rahasia
jika kamu sebodoh ini terhadap politik kantor?
Hei.
Apa?
Malaikat Maut datang.
Apa dia salah satu agen kita?
Bukan, pekerja luar.
Dia pekerja lepas.
Jika dia muncul,
itu artinya seseorang akan mati.
Jadi, dia pembunuh.
Kurasa Pak Ma merencanakan sesuatu.
Ada yang ingin kamu katakan?
Berapa lama aku harus bersih-bersih untukmu?
Di Filipina.
Ambil kembali.
Hidup?
Aku tidak peduli itu hidup atau mati.
Bukan itu yang penting, bukan?
Ambil kembali.
Pergilah ke Filipina sekarang,
sebelum wanita itu melakukan hal lain.
Mungkin aku harus berlatih bermain piano, bukan?
Aku tidak bisa lagi bermain denganmu.
Aku juga kacau sekarang.
Astaga, kamu masih hebat.
Suara kibor buatanmu hampir terdengar seperti piano.
Astaga, apa yang kamu lakukan?
Aku baru mau mencuci pakaian.
Buka celanamu juga.
Astaga, akan kulakukan sendiri.
Biar aku saja.
Tidak, aku mengerti.
Lepaskan sekarang.
Ya.
Kalau begitu, sampai jumpa di acara itu.
Terima kasih.
"Tamu Acara"
""Pengacara Han Woo Sung""
010...
Dingin.
Radarnya menyala.
Aku harus berhati-hati.
Ini.
Bisa tolong ambilkan?
Apa kata sandinya?
Kenapa aku harus punya? Tidak ada yang kusembunyikan.
Bahkan pasangan menikah harus menghormati privasi masing-masing.
Siapa yang meneleponku di jam ini?
Halo?
Halo, Pengacara Han.
Aku Ko Mi Rae.
Kamu ingat aku di Sungai Han?
Sungai Han?
Terima kasih sudah mengantarku.
Ini bisa menyebabkan kesalahpahaman .
Tentu saja aku ingat.
Ya.
Aku berutang kepadamu.
Omong-omong,
kenapa kamu menelepon selarut ini?
Begini...
Maafkan aku.
Aku tidak bisa meneleponmu di sore hari karena aku bekerja paruh waktu.
Begitu rupanya.
Aku mengerti.
Baiklah.
Sama sekali tidak. Ini belum larut.
Baiklah.
Aku hampir melupakanmu.
Terima kasih sudah menelepon.
Aku yakin itu rambut wanita.
Begitu rupanya.
Jadi, dua jam sebelum acara dimulai?
Ya. Kalau begitu, sampai jumpa.
Terima kasih.
Siapa itu?
Dia pria yang kuselamatkan di Sungai Han.
Kamu menyelamatkan seseorang dari tenggelam?
Ya. Syukurlah aku belajar selam skuba.
Kenapa kamu melakukan hal yang berbahaya?
Pria itu
bahkan tidak bernapas.
Tapi sekarang, dia masih hidup dan baik-baik saja.
Dia bisa bicara dan mengemudi lagi.
Bukankah itu menarik?
Jika aku tahu rasanya menyelamatkan seseorang,
Aku seharusnya belajar obat, bukan seni.
Kamu tidak bisa melakukannya dengan uang.
Dilihat dari tekstur rambut,
dia tidak muda.
Akar rambutnya tampak lemah.
Panjangnya medium, bob, dan cokelat kekuningan.
"Panjang medium, bob, cokelat kekuningan"
Kutikula ini berantakan.
Apa dia sangat stres?
Itu rambutku.
Ke mana dia pergi selarut ini?
Apa yang dia lakukan?
Apa tokoh utamanya seorang agen CSI?
Sedang apa kamu di sini?
Kenapa kamu di sini?
Kami kehabisan tisu toilet,
jadi, aku berniat membelinya sebelum pulang.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Aku
sedang mengintip.
Kamu mengintip?
Aku penasaran bagaimana dia terinspirasi.
Begini, aku ingin menjadi seperti dia.
Astaga, benarkah?
Kamu bekerja keras bahkan semalam ini.
Apa yang dia curigai?
Apa?
Apa dia sudah tahu aku masuk politik lagi?
Dia pikir...
Ada wanita di sisiku.
Aku sudah menghapus rekaman kamera dasbolnya.
Aku sudah mengatur ulang riwayat navigasi.
Dia tidak akan menemukan apa pun di mobil
sekarang.
"ACP"?
ACP...
ACP.
Ini dia.
"Zat ini digunakan untuk mendeteksi sperma"
ACP...
"Zat ini digunakan untuk mendeteksi sperma"?
"Zat ini digunakan untuk mendeteksi sperma"
Apa?
Apa dia tahu?
Sayang, aku mencintaimu.
Kamu juga harus membuka pelindung matahari.
Dia benar-benar bersih.
Agak terlalu bersih.
Apa?
Sayang, kamu pergi ke mana semalam ini?
Apa kamu ke garasi?
Mobilnya kotor, jadi, aku membersihkannya.
Semalam ini?
Lalu, aku menemukan ini di mobil.
Maaf.
Aku membelikannya untukmu,
tapi kita bertukar mobil, jadi, aku lupa.
Terima kasih atas kejutannya.
Aku tidak tahu kamu membelikan hadiah untukku.
Syalnya cocok untukmu.
Ini sempurna.
Aku tidak tahu kamu seteliti ini.
Sudah kuduga. Aku sempurna.
Kamu akan kembali bekerja lagi? Sebentar lagi waktunya tidur.
Aku sedang menulis bagian penting sekarang.
Siapa yang akan kamu bunuh malam ini, Nona Penulis?
Tidak malam ini.
Aku menunggu saat yang tepat.
Aku penasaran dengan alur ceritanya.
Ini tentang pelaku yang berpikir dia melakukan kejahatan sempurna.
Luar biasa.
Pelaku memotong semua sidik jarinya,
agar dia tidak meninggalkan bukti, tapi pada akhirnya,
dia tertangkap karena tidak punya sidik jari.
No comments yet. Be the first to leave one.