The first 200 lines.
Aku mengenal dia saat dia tampil di MUSIC STATION.
Seorang pria berpakaian kasual di antara...
grup-grup seperti SMAP dan Mr. Children.
Host saat itu bilang, bagaimana jins mu bisa kotor begitu?
Dia bilang, saat itu jins nya ketumpahan mie ramen, makanya jadi gini.
Sikapnya yang acuh tak acuh itu,
bagiku yang masih SMA saat itu,
dia sangat keren.
Sejak saat itu, Okuda Tamio menjadi pahlawanku.
Dia selalu memakai jins.
Selalu terlihat berantakan, dan terkesan suka-suka dia,
tapi dia selalu serius dalam menciptakan musik bagus.
Untuk membaca tentangnya, aku suka membeli majalah Rock.
Dan putuskan untuk menjadi seorang editor.
Tapi bukan untuk jadi trendi atau modis, atau demi wanita atau uang.
Itu semua omong kosong
Tidak, aku punya tujuan sendiri dan takkan terpengaruh apapun.
Dan aku ingin mewujudkannya... Inginnya sih begitu.
Koroki-kun, musik seperti apa yang kamu suka?
Koroki-kun.
Hei, Koroki-kun.
Eh?
Duh, ini kan pesta sambutan buatmu.
Jangan diam saja dong.
Maaf.
Jadi, kau suka yang seperti apa?
Eh?
Kamu tak dengar ya?
Kamu suka musik seperti apa?
Kau terlihat seperti penyuka musik, kan?
Musik ya.
Itu... Aku suka Okuda...
Yoshizumi-san, Anda melihatnya? D'Angelo.
Lihat dong. Pekerjaanku sampai kutinggal.
Hebat sekali.
Ngomong-ngomong, aku abis kesana loh.
The Internet
- Yang di LIQUID itu? - Benar, hebat sekali.
Apa kalian pernah dengar?
Seven Bells 《Last Album》
Lagu itu dibuat berdasarkan track warisan Benjamin.
- Benarkah? - Menyentuh sekali.
Jadi, kau suka apa, Koroki-kun?
Aku suka Okuda Tamio.
Oh, boleh juga.
Siapa itu?
Waktu SMP, aku suka dengar lagu Unicorn.
Aku melihatnya di TV.
- Benar, benar. - Jadi ingat masa lalu.
- Nozawa Naoko. - Hataraki MAN!
Tidak, tidak, yang benar Hataraki Otoko.
Anu, Hataraki Otoko.
Aku juga suka Okuda Tamio.
Bos, Anda juga dengar musik Jepang?
Hei, musik yang bagus adalah musik yang bagus, baik domestik maupun global.
Itu adalah prinsip editorial "MALET" kan.
Aku punya 07 Cristal Ros loh...
Eh, boleh aku minum?
Oh iya, dulu aku pernah mewawancarai Okuda-kun.
Eh?
Kapan itu ya?
Saat dia menjadi penyanyi solo...
1994.
Lagu debut nya apa lagi ya?
"Ai No Tame ni"
Hebat.
Seperti jawab pertanyaan saja.
Tapi, dia tak banyak bicara. Sangat sulit mewawancarai dia.
Writer kenalanku pernah bilang gini.
Dia takkan pernah mengatakan yang dia pikirkan.
- Dia sangat sulit. - Tidak, tidak, kurasa itu...
Dia pendiam, tapi kita bisa rasakan tekad dari dia.
Ketika keluar dari band nya dan memulai solo...
dia menunjukkan sikapnya kepada media.
Musisi seperti dia sudah langka di Jepang.
Dia sangat menjanjikan.
Yah, pokoknya Koroki-kun. Selamat datang di "MALET"
Terima kasih banyak.
Baiklah, kita doakan yang terbaik buat Koroki-kun.
Kanpai.
Kanpai.
- Hebat. - Lembut.
Syukurlah.
Tiba-tiba ditugaskan untuk Lifestyle Magazine,
entah apa yang akan terjadi padaku.
Aku takut tak punya selera yang bagus dalam gaya hidup.
Tapi, kurasa aku bisa bekerja bersama Kepala Editor seperti dia.
Tapi, aku gak tau apa-apa soal Sampanye.
Apa pula ini Ros?
Rasanya aneh.
Daripada makan makanan aneh ini,
aku lebih suka makan soba di noodle stand aja.
"Ai No Tame ni"
Aku putuskan.
Aku akan menjadi pria seperti Okuda Tamio.
Menjadi editor seperti Okuda Tamio.
Selamat datang.
Enak,
Maaf maaf.
Selamat pagi. - Pagi.
Keretanya berhenti.
Begitu ya.
Ayo jalan. - Baik.
Minggu depan aku mau ke London,
bisa kamu urus tie-up ladies Brand nya?
Jadi, Anda akan ketemu penanggung jawab disana?
Dealnya sudah selesai.
Aku tinggal butuh untuk pemotretannya.
Kamu sebelumnya menulis tentang apa?
Peralatan rumah tangga, gadget, dll.
Tapi tie-up juga biasa.
Yoshizumi-san, otsukaresamadesu.
Tornado Girl ~ sub indo oleh ch4nk-san ~
Kalo gitu, pagi di lokasi, siangnya di studio ya.
Ya, aku sudah temukan arena skating yang sempurna.
Wow, hebat sekali.
Aku berharap bisa menghindari foto jalanan biasa.
Manis sekali..
Bagaimana dia bisa semanis itu?
Apa semua wanita yang bekerja di Pers Fashion semanis dia?
Aku melukai diriku.
Eh, bahaya sekali.
2 jahitan...
Eh? Apa ada bekas luka yang tertinggal?
Ya, pokoknya... Koroki yang akan urus pemotretannya.
Dia yang akan menggantikanku.
- Mohon bantuannya ya. - Baik, daijoubudaa...
Eh? - Eh?
Maksudku, aku tak sabar lagi. Jangan kuatir.
Daijoubudaa? Emang kau Shimura.
Kamu lucu sekali, Koroki-san.
Maaf.
Oh iya, soal halaman yang terakhir,
Jadi, Bos aku, Bu Eto...
...ingin menyertakan esai agar...
...tidak terlalu terlihat seperti tie-up.
Mulai deh.
Maaf, kamu juga tau kan dia gimana.
Bosnya sangat keras kepala.
Dia mau Haruki Murakami atau Naoki Matayoshi yang menulisnya.
Tapi, jelas itu mustahil kan.
Apa yang harus kulakukan?
Tapi, kurasa itu tak sepenuhnya mustahil,
Pokoknya, saya akan coba bantu cari dulu.
Kamu yakin?
Jika bisa ketemu editor yang mengenal mereka, kita mungkin bisa menghubunginya.
Meski belum tau hasilnya, akan kucoba.
Wah Koroki-san, kamu bisa diandalkan ya...
Begitu ya...
Gak apa-apa, kamu bilang gitu?
Eh?
Murakami Haruki susah ditemukan loh.
Tidak, tapi mungkin Matayoshi bisa melalui agennya.
Pokoknya, akan kucoba dulu.
Kau hanya mencoba menarik perhatian Amami-san, kan?
Aku paham, aku paham. Dia memang cewek yang manis.
Dan kemungkinan seperti ratu nya kelompok pers.
Benarkah itu?
Dan dia juga sering muncul di majalah.
Coba lihat ini.
Yah, dia tipe cewek yang sulit ditaklukkan.
Maksudku, level dia adalah pacar selebritis.
Benar juga ya...
Tapi, kita tak pernah tau,
Koroki-kun lumayan tampan,
Pasangan Editor berbakat dan anggota pers yang cantik,
kurasa terdengar bagus.
Tidak, tidak, tolong hentikan itu!
Aku ingin kamu mengunjungi penulisnya.
Dia yang biasa menulis caption dan creditnya.
Dia kenalannya Bos Akari.
Baik.
Halo, aku Koda, seorang penulis.
Berapa umurmu?
33 tahun
33. Benarkah?
Itu artinya...
aku sudah menjadi penulis saat kau masih sekolah.
Sudah lama sekali.
Tapi, di industri ini umur bukanlah masalah.
Yang terpenting adalah sense.
Selama kau punya itu, kau pasti bisa bertahan.
Maka dari itu,
Senang kau bergabung di tim kami.
Kenapa kau ini? Gayanya Pelatih Hara.
Tatsunori Hara, mantan manajer Giants.
Jadi, ini tie-up dengan Eto?
Ah iya, ada disini.
Tapi, Eto sudah jadi tokoh besar ya.
Silahkan, air dari tap water Meguro.
Silahkan diminum!
Malet... Malet.
Ini majalah wanita kan.
Aku sebenarnya kurang ahli soal majalah wanita.
Bukan majalah wanita sebenarnya,
ini majalah lifestyle.
Tapi, pembacanya kebanyakan wanita kan.
Benar.
Pembaca yang melakukan kategorisasi, bukan pembuatnya.
Kalian pekerja kantoran kurasa takkan mengerti kan.
No comments yet. Be the first to leave one.