The first 200 lines.
NAMA, TEMPAT, ORGANISASI DAN BANGUNAN SEMUANYA FIKTIF
Ini tempatnya?
Ya.
Ayo masuk.
Kau tetap di sini.
Jaga-jaga dan tangkap dia jika mencoba lari.
Oke.
Apa-apaan?
Kita berpencar.
Berteriak jika kau menemukannya.
Oke.
Wow!
Tunggu…
Apa-apaan?
Si idiot…
Tidak seberani itu sekarang, kan?
Kau pikir itu lucu, dasar jalang?
Apa itu?
Di sana…
Sudahlah.
Kau menemukannya?
Dia pasti lari.
Hei, turun ke sini!
Kau menemukannya?
Tidak, dia tidak ada di sini.
Lalu, kenapa memanggil kami?
- Tunggu sebentar… - Kenapa?
Kenapa ada empat?
Empat?
- Empat apanya? - Lampunya…
Aku tadi lihat Young-suk di luar.
Kalau begitu, seharusnya ada tiga.
Hei, Young-suk!
Ji Young-suk! Jangan main-main dengan kami!
Matikan lampumu!
Kita matikan lampu kita, satu per satu.
Moon-hee.
Eun-joo.
Jin-rae.
Kau Young-suk kan?
Jawab kami, bajingan!
Hentikan, dasar aneh!
Sialan, hentikan!
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Sayang…
Sayang…
Sayang…
Halo, Bu.
Butuh lebih lama dari yang kuduga.
Sudah ada hasilnya?
Penyebab kematian suamimu tampaknya bunuh diri.
Tidak ada tanda-tanda pembunuhan sama sekali.
Tapi bukankah dia harusnya meninggalkan catatan?
Atau setidaknya menata sepatunya?
- Itulah yang kupertanyakan. - Kau...
Tugasmu mencari tahu apa yang terjadi...
- Bagaimana mungkin orang yang sehat tiba-tiba meninggal? - Kau juga tidak tahu! Jadi diamlah!
Itulah maksudku!
Kau dan aku sama-sama tidak tahu, tapi adikmu tinggal bersamanya!
Kenapa dia tidak memberi tahu apa pun?
Adikmu pasti yang menyebabkan Chang-soo bunuh diri!
- Apa? - Apa maksudmu?
- So-hee… - Kau pikir aku selingkuh?
Kalau tidak, kenapa adikku gantung diri?
Apa yang kalian lakukan?
Istirahatlah.
Aku tahu menikahi perempuan dari keluarga tidak berharga akan menimbulkan masalah.
Kalian bajingan!
Kalian binatang menjijikkan!
Kau jalang!
Lepaskan!
Lepaskan dia! Lepaskan!
Lepaskan!
Tolong hentikan!
So-hee…
So-hee!
So-hee!
Kau wali Hong So-hee?
Ya, benar.
Ibunya baik-baik saja.
Tapi bayinya tidak selamat.
Datanglah ke tempatku.
Jangan khawatirkan aku.
Kau bisa datang ke tempatku!
So-hee!
Halo?
Ini Bu Hong So-hee?
Halo? Bu Hong?
Ya, lanjutkan.
Aku Park Ah-hyung, pengacara.
Pengacara?
Ini adalah berkas yang terkait dengan warisanmu.
Apa ini?
Rumah itu warisanmu. Atas namamu.
Wow…
Dia tidak pernah menceritakannya.
Dia mau menunggu sampai rumahnya selesai.
Kau bilang kau menemukan sesuatu yang aneh?
Coba lihat.
Salah satu karyawan kami memotret ini.
Chang-soo?
Mirip Pak Seo, kan?
Ya.
Yang anehnya, foto itu diambil dua hari yang lalu.
Dua hari yang lalu?
Apa? Kau bersembunyi?
Pasti ini dia.
Tunggu…
Kau mau tinggal di tempat seperti apa?
Aku mau rumah di lokasi terpencil.
Yang ada halaman dan ayunan untuk anak kita.
Yang paling penting…
Harus ada taman bunga.
Aku bahkan akan memberi nama tamannya.
Semoga hari-hari kita seperti musim semi…
So-hee!
Pasti ada orang yang membobol masuk.
Kita harus bersihkan.
Ini ada di sini?
Aku akan membersihkannya. Kau sebaiknya istirahat saja.
Sayang, kau sudah sampai rumah?
Ayah tidak menjemputku.
Apa? Dia tidak menjemputmu?
So-hee!
Suamimu berusaha keras untuk rumah itu.
Setelah semua persiapannya, sungguh disayangkan.
- Kak, hentikan mobilnya! - Apa?
Kenapa?
Hong So-hee!
Hei, tunggu!
Permisi…
Siapa kau?
PSIKIATER PARK SANG-WOOK
Departemen bedah menginginkan pendapatku.
Hasil MRI-mu bersih.
Kudengar suamimu baru saja meninggal dunia.
Bisa kita bicarakan itu dulu?
Setelah dia meninggal, terjadi beberapa kejadian aneh.
Apa stres bisa menyebabkan halusinasi?
Itulah yang dia bilang.
Dia juga bilang itu akan hilang.
Sudah kuduga!
Kau berpikir itu karena stres?
Kau melihat hantu?
Aku tidak yakin.
Tapi itu Chang-soo.
Dia mencoba mengatakan sesuatu.
So-hee.
Itu pasti dia.
So-hee…
Hei, Hong So-hee!
Hati-hati.
Lantai pertama, tolong.
Sudah kubilang istirahat saja di dalam!
Aku akan memindahkan satu kotak lagi.
Minumlah minuman dinginnya.
So-hee, kau tidak apa-apa sendiri?
Tinggallah bersamaku.
Suami dan anak-anakku menyukaimu.
Jangan khawatir, aku bukan anak kecil.
Suamiku merenovasi rumah ini untukku.
Aku harus tinggal di sini demi dia.
Hei, kak.
Tidak, jangan bawa apa pun.
Ini bukan pesta pindah rumah. Ini hanya jamuan makan keluarga.
Oke, hati-hati saat mengemudi.
- Selamat datang! - Halo!
- Hati-hati semuanya. - Wah!
Bagus, kan?
Haruskah kita memesan makanan saja?
- Baik. - Baik.
Giliranku!
Jelai, jelai, beras!
Yeay, aku menang!
Kalian bisa main ayunan di luar.
Ayo main.
Jangan lari!
Tidak apa-apa, aku tidak punya tangga di bawah.
Oke. Lari sana!
Dasar…
Satu.
Dua.
Tiga.
Empat.
Lima.
Enam.
Kau mau ke mana?
Terus dorong aku!
Apa yang kau lakukan di situ?
Kau terluka?
Kau mau aku menarikmu keluar?
Suara apa itu?
Ji-won!
Apa yang terjadi?
Kenapa kau menangis? Jangan menangis.
Park Dong-hyun, kau yang melakukan ini?
Tidak.
Ji-won…
Paman…
Paman?
No comments yet. Be the first to leave one.