The first 200 lines.
Sub by Ide Yanuar
Hentikan permainan.
Ini batas kita.
Hei!
Berhenti!
Halo? - Kabir?
Ya? Putraku tak mengenali suaraku?
Paman Hamid?
As-salaam-alaykum.
Wa-alaykum as-salam.
Sudah lama sejak aku mendengarmu
Nak, aku ingin kau datang ke Srinagar.
Apa semua baik-baik saja?
Aku punya sesuatu yang penting untuk dibahas.
Akan lebih baik jika kau bisa datang.
Tentu saja.
Khuda hafiz.
Khuda hafiz.
Apa yang kaucari, temanku?
Kau seharusnya berjalan
Lanjutkan perjalananmu
Sampai kau capai tujuanmu
Berusahalah Maju ..
Semua orang bersamamu
Kau hanya perlu melihatnya.
Jalani hidup dengan sepenuhnya
Aku bertekad seperti angin
Burung-burung telah mengajariku cara terbang
Aku berkelana melalui jalan yang tak dikenal ini.
Terus berjalan... Aku belum kalah.
Terus berjalan... Aku belum kalah.
Dalam perjalananku
Aku telah belajar kebenaran
Tentang pertanyaan-pertanyaan ini
apa arti kehidupan?
Siapa aku? aku tahu sekarang.
Aku telah temukan jawabannya.
Dengarkan bisikan angin.
Debu menjadi debu
Akan kembali suatu hari nanti.
Nikmati hidupmu didunia ini.
Tak ada yang tahu masa depan.
Aku bertekad seperti angin
Burung-burung telah mengajariku cara terbang
Aku berkelana melalui jalan yang tak dikenal ini.
Terus berjalan... Aku belum kalah.
Terus berjalan... Aku belum kalah.
Terus berjalan... Aku belum kalah.
Aku belum kalah.
Aku belum kalah.
Kalah.
Kalah.
Aku belum kalah.
Terus berjalan... Aku belum kalah.
- Kami ingin ... - Kebebasan!
- Kami ingin ... - Kebebasan!
- Tuhan beri kami ... - Kebebasan!
- Kekasih kita ... - Kebebasan!
- Atas nama Shahdad ... - Kebebasan!
- Atas nama Farhaan ... - Kebebasan!
- Kami akan mendapatkan ... - Kebebasan!
- Dari India, kita akan ... - Kebebasan!
Hentikan permainan.
Ini batas kami.
Sekarang kita akan bermain disini!
Keluar! Pergi!
Perlu kuulangi ?
Itu batas kami juda. Kami bermain disini.
- Apa katamu? - Batas ini ...
Apa yang kau lihat? kau akan memukulku?
Tapi aku takkan pergi!
Benarkah?
Oke, ayo kita mainkan.
Kabir!
Paman Hameed.
Anakku...
Apa kabar?
Baik.
Apa yang kau lihat?
Harta masa kecilku.
Apa kau ingat ini?
Ayahmu dulu sangat kesal dengan tandamu.
Itu tak mungkin nilai dari putra seorang guru yg membuatnya kesal
Dia akan kesal karena dia tahu kamu bisa melakukan yang lebih baik.
Paman Hameed, bagaimana dengan sekolah ayah?
Telah diambil alih oleh pemerintah.
Dengan keadaan menyesal.
Kenapa?
Sulit menemukan guru.
Ada seorang guru wanita tahun lalu ...
Dia telah pergi juga.
Jika ini terus berlanjut, pemerintah mungkin akan mematikannya.
Bagaimana mereka bisa mematikannya?
Bagaimana dengan anak-anak itu? - Tepat.
Pandit ji memulai sekolah ini karena dia percaya bahwa jika anak-anak tak dapat mencapai sekolah ...
Sekolah harus menjangkau anak-anak.
Kalau saja orang sepertimu bisa mengajar disana ...
Apakah itu sebabnya Anda memanggil saya ke sini?
Bagaimana aku bisa mengajar?
Baiklah kalau begitu ... anak-anak miskin harus menyerah belajar.
Paman Hameed!
Kau tentara?
Ya pak.
Kenapa kau keluar?
Dan sekarang kau ingin mengajar?
Ya
Kenapa Sekolah Wular?
Kudengar sekolah tak memiliki guru.
Dan aku bisa mengajar anak kecil
Hmm ...
Kau bisa memasak?
Apa?
Kau tahu cara mengepel?
Permisi?
Bisakah kau berenang?
Pak, bukankah guru Firdaus datang?
Siapa firdaus?
Dia yang mengajar tahun lalu.
Apa itu?
Ya
Apa tak ada sinyal?
Ada saat cuaca bagus dan damai .
Namun cuaca dan kedamaian yang baik jarang terjadi.
Buka buku catatanmu, tulis tanggal hari ini.
Beri tahu aku ketika kau selesai bicara.
Apa yang lucu?
Apa aku terlihat seperti pelawak?
Lupa bukumu?
Kau lupa makan?
Kau tahu, kita akan lakukan tes kejutan hari ini.
Berdiri.
Berlutut. pegang telingamu.
Tangan lurus ke atas. Hei!
16 Maret 2007.
Ketika aku masih kecil,
Ayah sering mengajakku untuk menatap bintang di teras.
Bintang Kutub adalah favoritku.
Setelah kehilangan orang tuaku, tato Bintang ditanganku.
Bintang-bintang ini membimbingku setiap kali aku tersesat.
Tapi aku tak tahu itu akan membawaku kesini.
Ms. Firdaus, kita adalah guru.
Kita perlu memberi contoh bagi anak-anak.
Sebagai kepala sekolah, bukankah kau memberi ini terlalu penting, Pak?
Saya yakin ada hal-hal penting lainnya yang perlu kau perhatikan.
Terlepas dari cara berpakaianku, tatoku ...
Kau harus menghapus tato.
Maaf pak, saya tidak akan.
Ya, tentu saja. - Tidak, tidak akan.
Baik.
Jika tidak, saya akan terpaksa mentransfermu ke Wular.
Baik.
Bolehkah aku dapatkan beberapa hari untuk mengemas barang-barangku?
Saat tiba disini aku menyadari mengapa
kepala sekolah mengancam memindahkan guru kesini.
Tak ada satu mil pun di sekitar.
Ini seperti diasingkan.
Tapi selalu ada jawaban halo untukmu ...
Halo...
Dalam bentuk gema mu.
Sekarang coba berikan Pizza dalam 30 menit !!!
Tempat ini sangat jauh ...
yang hanya bisa menunggu Harapan untuk mencapainya.
Halo!
Ingat Jaya Bachchan dalam film "Sholay"?
Rasanya sama.
Hanya saja aku tak punya "Jai" dan "Veeru" untuk ditemani.
Yang kumiliki adalah ...
"Gabbar".
Itu keputusanku untuk datang kesini.
Terkadang keputusan kita menjadi bumerang ...
dan harapan kami hancur.
Aku tak tahu bahwa tidak akan ada air, listrik atau gas disini.
Kuharap kau ada di sini bersamaku, Junaid.
Aku merindukanmu.
Saudara! ... !!
Halo saudara!
Saudara!
Halo! Saudaraku ... Halo ...
As-salaamu-alaykum, aku adalah guru baru.
Aku sudah disini dua hari.
Ini mengerikan.
Tak ada air, listrik, gas atau sinyal disini.
Tak ada seorangpun untuk diajak bicara.
Aku telah melukai tanganku.
Semuanya berantakan, kukatakan.
Aku datang untuk mengajar tapi tak ada anak yang datang.
Sudah dua hari, bahkan belum ada satu anakpun yang muncul.
Tak ada anak yang datang ..
Apa mereka tahu ada guru baru disini?
Dua adalah dua.
Dua dua adalah empat.
Guru barumu ada disini.
Muncul dipintu.
Kenapa kau mengatakannya seperti itu?
Baik itu sayur atau guru, beginilah caranya kita harus menjual ...
Dua adalah dua.
Dua dua adalah empat.
Guru barumu ada disini.
Muncul dipintu.
Aku punya sayuran hijau segar ...
No comments yet. Be the first to leave one.