The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
SEMAKIN BANYAK YANG BERUBAH
BERJUANG SAMPAI AKHIR!
DITAKDIRKAN UNTUK KEMENANGAN!
Ayo, Bulldog!
Hai!
Baiklah, Bulldog!
- Terima kasih, Serenity! - Ya!
Kalian harus bangga pada putra,
saudara, dan tetangga kalian.
Para pemuda ini tampil luar biasa di Negara Bagian.
Pertama kali dalam 10 tahun kita sampai sejauh ini!
Bulldog adalah tim yang penuh dengan hati, tekad, dan bakat yang kuat.
Pelatih Maddox, dari sudut pandangmu
sebagai mantan pemain Liga Utama,
kenapa kau tak bisa membawa kemenangan?
Kau bisa berbakat, bermain serius,
tapi kadang keinginanmu tak tercapai.
Apa kami berharap jadi juara pertama, bukan keempat?
Tentu, tapi ini Negara Bagian.
Kami tak bisa punya pemimpin
yang lebih baik dari Pelatih Cal dan Harlan.
Kapten Ty juga luar biasa, setiap saat di setiap pertandingan.
Dan kami bangga pada kalian semua.
Jadi, bawa anak-anak ini pulang dan rayakan!
Terima kasih atas semuanya.
- Ya, Bulldog! - Aku bangga padamu!
PELATIH NOMOR SATU
Cal, tenanglah.
Tidak. Anak-anak bermain sepenuh hati. Aku mengecewakan mereka!
Maddie, Ty…
Kau sibuk.
Tak apa-apa. Kita bicara nanti. Ayo.
Kerja bagus, Ty. Terima kasih.
Terima kasih.
Kau orang baik atau jahat?
- Dia perompak, Nenek. - Tidak, aku penimbun emas.
Kami pemburu harta. Bos kami tewas mencari emas dari dasar laut.
Pahlawan di kisahmu sendiri.
Kenapa kita tak bermain bersama?
Kare kau tak suka Gold Hoarder,
dan aku mau memainkannya.
Selamat datang di rumah, Pejuang Hebat!
Kau kembali! Kata Ibu kau tak menang,
tapi kau pasti menang jika bisa melontarkan.
Melempar.
- Nenek bangga padamu. - Terima kasih, Nek.
- Ya! - Ibu dan aku membeli makanan Cina.
- Dia di dapur. - Ayo bantu dia.
- Ada lumpia? - Tentu.
Kalah menyebalkan.
Ya, benar.
- Mau menghajar tengkorak? - Kau belum cukup menghajar?
Begitu, ya? Kalau-kalau aku tak merasa bersalah atas yang terjadi,
kau menyalahkanku juga atas kekalahanmu?
Kami tak akan di sini jika kau tak gila!
Bagus, kini aku juga gila!
Kapan kita bahas bagaimana egomu memulai semuanya?
Kau yang melawan Jackson dua kali.
Aku melindungimu!
Tidak, aku melindungimu!
Kerja bagus.
Hei.
Kau punya waktu?
Ya.
Kemarin, di sekolah…
Maaf kau melihatku seperti itu.
Aku sudah merasakan langsung apa pengaruh kemarahan terhadap hubungan.
Aku takkan mengulanginya.
Tak perlu.
Aku pemarah,
tapi aku berusaha keras.
Sesekali, saat aku gagal,
saat aku mengecewakan seseorang yang penting bagiku,
aku masih hilang kendali.
Aku mengerti.
Percayalah, aku juga pernah murka seperti orang lain.
Tapi bukan hanya aku yang kupikirkan.
Ty telah menanggung banyak kekecewaan.
Aku juga berutang maaf padanya, tapi aku harus bicara padamu dulu.
Saat aku tak bisa bermain lagi…
aku tahu harus mencari cara konstruktif untuk mengekspresikan perasaanku,
atau amarah itu akan memakanku hidup-hidup.
Ini berhasil.
Aku hanya…
hilang kendali.
Maaf.
Terima kasih.
Jangan mendiamkanku.
Jangan diam saja. Cukup…
Aku akan berusaha.
Bisakah aku datang dan bicara pada Ty?
Tentu.
Tapi tidak malam ini. Aku harus menghadiri dengar pendapat publik yang misterius.
Kubilang pada Neville, kita akan pilih tiga besar.
Aku hanya ingin bilang,
menemukan orang dengan filosofi yang cocok
itu aspek penting dalam memilih manajer agrobisnis.
Aku tak paham filosofinya,
tapi pria itu dari Virginia Tech,
dia tak punya banyak rencana untuk meningkatkan produksi
yang paling kubutuhkan, terutama musim gugur.
Namun, dia tahu angkanya, bukan?
Lihatlah Marybeth.
Tampaknya kolaboratif. Idenya progresif dalam rotasi tanaman.
Kacang kedelai?
Katakan satu sajian tradisional Selatan yang bisa kubuat dengan kedelai.
Aku pernah makan daging kedelai goreng Selatan. Lezat!
Kau bisa tambah sajian vegan di menumu.
Silakan berdiskusi. Permisi.
Kuberi tahu sesuatu.
Kau harus tahu aku suka dibuat terkesan.
Jadi, aku ingin melihat kandidat lain.
Jika kau sesulit ini, aku hanya punya satu ide untuk maju.
Kita harus makan malam, Kamis malam untuk membahas semuanya.
Daftarkan aku.
Siapa yang kirim panggilan dengar pendapat beberapa hari sebelumnya?
"Dewan Kota Serenity
mengundang para pebisnis untuk membahas infrastruktur dan proposal pembaruan."
Itu tak terdengar terlalu jelas.
Mungkin membangun bunker bom di bawah Wharton's.
Aku akan hadir dan mencari tahu.
Kau sudah bekerja lembur.
Aku saja, dan lihat apa itu memengaruhi kita.
Jika kau ke sana, apa ada yang bisa kulakukan di sini
atau di tempat lain untukmu?
Kau tampak terkubur, Bos.
Maaf berkata begini, ini bukan penampilan terbaikmu.
Kupikir stres akan membuat pipiku merona.
Sebut aku kuno,
tapi bagaimana jika kita lupakan stres dan pakai perona pipi?
Bicara denganmu langkah pertama yang bagus.
Aku butuh terapis.
Tunggu, aku tak bermaksud…
Bukan untukku.
Untuk Kyle.
Dia tak mau bicara padaku, jadi harus pada profesional.
- Ya. - Aku hanya…
Entahlah, sepertinya tak sopan untuk meminta rekomendasi.
"Halo, hari yang indah. Kau ikut terapi? Kau suka terapismu?"
- Aku suka terapisku. - Aku tak mau mengintai…
Aku tak punya janji dengannya.
Terapis yang kunikahi.
Ashley. Tentu saja!
Apa dia menangani remaja? Maukah dia bertemu Kyle?
Sebentar.
Hei, Ash.
Aku tahu kita seharusnya makan siang hari ini,
tapi bagaimana kalau kita atur ulang?
Helen, senang melihatmu di sini… Helen, ada apa?
Mau kupanggil Dana Sue?
Bawa aku ke rumah sakit.
Baiklah.
Aku memegangmu.
Okra!
Ya!
Dan mentimun. Kuharap ada peterseli di sini juga.
Salad peterseli
dan mentimunku
dengan vinaigrette anggur putih
itu permintaan utama di musim panas.
Sanggupkah aku menolak kebutuhanmu?
Jika selalu seasyik ini bekerja denganmu,
kurasa semuanya akan beres.
Hei! Aku benci mengganggu urusan apa pun di sini.
Kita pernah bertemu.
Ronnie Sullivan. Ayah Annie.
Aku ingat. Jeremy Reynolds.
Pria dengan plum.
Jeremy mengelola koperasi Benji Hayes.
Kami kembali berbisnis dengannya.
Itu kabar bagus. Selamat, Bung.
Aku yakin kau sudah tahu,
kau berbisnis dengan wanita yang paling pintar.
Dan yang tersibuk.
Nona Sibuk, apa aku di jadwal berikut?
Kenapa kau tak menunggu di bar?
Aku akan tunggu di bar.
Maaf soal itu.
Ketepatan waktu bukan keahliannya. Jadi…
Apa aku salah paham tentang hubungan kalian berdua?
Tidak, itu sudah berakhir.
Dia tahu itu?
DAN MATAHARI JUGA TERBIT
Haruskah kau di kamarku?
Ini bukan kamarmu.
Percayalah, aku lebih suka merayakan awal libur musim panas
dengan bermain bisbol atau apa pun selain duduk di sini bersamamu.
Senangnya aku mendengarkanmu berkabung bisbol sepanjang musim panas.
Hei, begini saja. Pergilah jalan-jalan! Karena kau bisa.
Aku mau tanda tangan gipsmu lagi.
Dengan warna berbeda. Dan aku akan membuat mural di gips Kyle,
dimulai dengan Parasaurolophus yang mencapai dahan sangat tinggi.
Tak ada yang peduli kemauanku?
Bisakah kau hentikan sikap itu?
Entahlah. Bisakah?
Mungkin aku gila.
Ternyata, Ibu pikir aku gila. Apa semua orang pikir aku gila?
Aku tidak, Kyle.
Kau hanya pemarah.
No comments yet. Be the first to leave one.