The first 200 lines.
-------Diterjemahkan oleh:------- -------Alif Bhai-------
Salam untuk: ----Bambang Adi Muliadi----
Sengatan tajam perpisahan mengambil pergi nafas
Cahaya bara cinta.
Membuat langit terbakar...
...o Mirzya
Ini adalah rumah pandai besi
Rumah mereka di sini
Gang yang bersinar dengan api kekal
Ketika besi panas meleleh di sini...
...bara emas mengambang tinggi
Bara tungku mengambil alih
Seperti waktu membentangkan kenangan dari kepalan
Kemudian prajurit Mirza selalu kembali ke sini
Pandai besi menceritakan kembali kisah cintanya untuk Sahiba
Ketika kisah mereka di ceritakan dalam gang ini
Suara kuku jari kuda terdengar
Lembah kabut susu ini
Berabad-abad mengapung di sini
Cinta tak pernah mati, O Mirzya
Selamanya hidup yang di cintai Sahiba
Lainnya di persenjatai dengan tombak
Mirza dengan busur dan anak panah
Dia datang, Mirza ku
Tak kenal takut seperti tanduk
O Mirzya
Mirzya
Sebentar!
Monish!
- Aku datang - Cepatlah!
Dimana itu?
Ini dia
Ini tasmu
- Susu mu! - Tak mau apapun
Kau selalu membuatku terlambat
- Apa yang kau lakukan? - Latihan Target
Berikan itu padaku
Rasa sakit terdalam perpisahan
Hidup adalah api yang membara
Cahaya bara cinta
Membuat langit terbakar, O Mirzya
Bicaralah! Agar matahari mencair
Biarkan bibit api di lahirkan untuk mendengar legendamu...
...o Mirzya
- Aku akan segera kembali - Apa yang kau lupakan?
Kita akan ketinggalan bus. Cepatlah!
Lembah kabut susu ini
Berabad-abad mengalir melalui daerah ini
Lembah kabut susu ini
Berabad-abad mengalir melalui daerah ini
Cinta tak pernah mati, O Mirzya
Selamanya hidup untuk Sahiba tercinta. O Mirzya
Bumi terus berputar
Berasal darimana, pergi entah kemana
Berada di sekitar keabadianmu, O Mirzya
- Apa yang kau lupakan? - Kesukaanmu
- Monish? - Ya, Pak
Apa kau jatuh dari langit?
Kau tak ada di sini semenit yang lalu
Aku pulang kembali untuk mengambil pekerjaan rumahku
Oh bagus. Jadi kau melakukan pekerjaan rumahmu
Ya, Pak
Perlihatkan padaku
Cepat!
Bagus!
Tulisan tanganmu meningkat dari hari ke hari
Aku berlatih setiap malam, Pak
Suchitra
Tunjukkan pekerjaan rumahmu
Cepat!
Kau boleh pergi
Pak, aku tak membuat pekerjaan rumahku
Tidak kau kerjakan?
Kau tahu hukumannya?
Bukankah begitu?
Ya, Pak
- Maaf, Soochi - Jangan menangis, Monish
Beritahu Ayahmu. Dia adalah seorang perwira Polisi. Ayahmu akan melemparkannya ke penjara
Ayahmu akan memukulinya
Soochi, beritahu saja Ayahmu
Dia tak akan mengampuni guru itu
Dia akan menembaknya
Beritahu Ayahmu tunjukkan padanya telapak tanganmu
Kau akan dapat masalah. Guru akan mengatakan kepadanya bahwa kau curang
Bagaimana sekolahnya?
Baik
Teh, Pak
- Ada Pekerjaan rumah? - Ya, Papa
Apa kabarmu Monish?
Jika kau melihat ke langit, bagaimana aku bisa mengepang rambutmu di sini?
Monish!
Dia berangkat ke sekolah
Kata Gurunya menyuruh untuk datang lebih pagi
Baiklah
Selamat pagi Pak
Itu terjadi.
Cinta itu terjadi.
Satu menderita sakit hati...
...sementara yang lain berdarah.
Ini terjadi
Ini terjadi
Satu menderita sakit hati...
...sementara yang lain berdarah
Dalam cinta itu terjadi
Dalam cinta itu terjadi
Dalam gairah
Itu terjadi
Matahari menghanguskan langit
Dan bumi terluka
Dalam cinta itu terjadi
Putusan waktu tak menyukai cinta
Terikat dalam rantai kekasih perlahan hilang
Dalam cinta
Semuanya mencoba
Setiap lampu minyak di isi
Semuanya mencoba
Setiap lampu minyak di isi
Kecuali pemogokan percikan...
...tak ada kutukan yang bisa membakar
Warna Henna menjadi hidup
Hanya ketika sepenuhnya hancur
Warna Henna menjadi hidup
Hanya ketika sepenuhnya hancur
Ini terjadi
Itu sering terjadi dalam cinta
Dalam cinta
Satu menderita sakit sementara yang lain berdarah
Kadang-kadang begitu terjadi...
...teman di pisahkan, tapi kenangan yang tak terucapkan...
...berbisik perlahan sebagai bagian pecinta
Danau mengering, tapi retakan di tulis di dalam tanah yang tetap
Mereka kenangan yang tak terucapkan
Selamanya di panggang oleh panas matahari
Kadang-kadang sehingga terjadi
Matahari menghanguskan langit
Dan bumi terluka
Ini terjadi dalam cinta
Ini terjadi
Dalam cinta itu terjadi
Dalam gairah
Ini terjadi
Ini terjadi
Dalam cinta itu terjadi
Dalam gairah
Ini terjadi
Ini terjadi
Ini terjadi
Ini terjadi
O Mirzya
Salam, Adil Mirzya
Kemarilah
Pukul itu
Sudah selesai!
Salam, Abba
Kau di berkati, Anakku
Sudah lama tak melihatmu di sini
Lupa bagaimana memasang tapal kuda?
Aku belajar darimu, dengan cara yang keras
- Dimana Rashid? - Dia memiliki sayap di bawah kakinya sekarang
Dia datang
Siapa namanya?
The White One
Jelas, tak bisa menjadi hitam!
Lidah yang tajam!
- Munna sudah? - Sabarlah
Dia memiliki empat kaki, bukan dua sepertimu
Maksudku sekarang saatnya untuk doa-doamu, Munna
Anak nakal!
Alamatkan padaku seolah-olah aku anak kecil sepertinya
Tapi namamu artinya "Anak"
Dia adalah Kakek!
- Tak perlu - Ambillah
Suatu hari aku akan mencuri uangmu
Dan uangmu juga
Aku akan membeli sepeda motor seperti milikmu
Dia lebih tua darimu. Berbicaralah dengan hormat
Tapi kau tidak. Munna juga tidak
- Mari kita pergi - Bawa dia
Pakai topimu
Zeenat, jangan biarkan Adil pergi sebelum makan
Ya Ayah
Ini dia. Tak ada yang berubah, Maharaj
Anakmu menjalani kehidupan yang kau lakukan
Hotel yang mewah Karen tak kalah indah...
...dari istana
Raja yang modern sedang membangun kerajaan ekonomi
Komisaris di sini dengan surat perintah
Bersiaplah untuk hukuman seumur hidup
Pak, aku mengaku bersalah
- Kapan Suchitra tiba? - Aku yang seharusnya bertanya itu padamu
Dia tiba pada hari Sabtu
Apa yang sedang kau lakukan?
Minum es cair di bebatuan
Karena hanya kaulah yang selalu membuat minumanku
Kau tak di sini... Apa yang harus ku lakukan?
Pembohong! Kau pasti minum lebih banyak ketika aku tak ada di sini.
Hanya untuk menenggelamkan kesedihanku...
Apa yang kau sedihkan sekarang? Aku tak di sana!
Persis, itu dia karena kau tak ada di sini
Kembalilah
No comments yet. Be the first to leave one.