The first 200 lines.
"Episode 23"
Aku
sekarat.
Maafkan aku.
Inikah alasanmu
ingin mengatakannya sebulan lagi?
Itu sisa waktuku
menurut rumah sakit.
"Formulir Pendaftaran Pernikahan"
"Sedang Dalam Perbaikan"
"Son Mu Han"
"An Soon Jin"
Aku
sekarat.
Kamu ingin aku memberimu waktu satu bulan.
Kamu ingin waktu untuk hidup.
Aku menunggu
karena kamu yang menyuruhku.
Banyak hal yang ingin kutanyakan,
tapi aku menunggu karena kamu menyuruhku,
karena kamu.
Apa artinya ini?
Apa maumu? Aku harus bagaimana?
Tadinya aku ingin melepaskan semuanya.
Aku sudah muak hidup,
jadi,
aku ingin melepaskan semuanya.
Tapi tiba-tiba,
entah kenapa,
aku ingin
dicintai olehmu.
Yang kubutuhkan
hanya seseorang yang merawatku.
Selama ini aku sudah hidup berdampingan dengan kematian.
Tapi saat aku akan mati,
aku takut mati sendirian.
Aku menginginkan seseorang di sisiku,
saat itulah kamu datang kepadaku.
Rasanya menyenangkan.
Cukup menyenangkan sampai aku lupa aku akan mati.
Berkat kehadiranmu,
aku tidak takut mati.
Aku berusaha mencintaimu.
Aku berpura-pura mencintaimu.
Hanya itu cara agar kamu tetap di sisiku.
Seharusnya kamu terus berbohong.
Kenapa memberitahuku sekarang?
Seharusnya kamu berbohong sampai hari kamu mati.
Kamu ingin aku bagaimana sekarang?
Mantan suamimu tahu.
Aku akan mencari orang lain yang bisa merawatku.
Tinggallah denganku sampai nanti.
Seperti sekarang.
Apa?
Bisa-bisanya kamu bilang begitu.
Kenapa bicara kepadaku seperti itu?
Kenapa bicaramu seakan-akan tidak menemuiku lagi?
Kenapa seakan-akan kamu sudah menyerah?
Kamu ingin mati begitu saja?
Jika kamu mati usai memberitahuku kamu sekarat,
apakah itu akhir dari segalanya?
Kamu ingin mengakhiri hubungan kita seperti ini?
Jika kamu mau,
aku akan menuruti keinginanmu.
Tolong lakukan itu.
Jangan pergi.
Maksudku...
Kamu tidak perlu pergi hari ini.
Aku tidak pandai menghadapi orang asing.
Aku tidak bisa membiarkan siapa pun masuk.
Tidurku juga tidak nyenyak.
Jadi, maksudku...
Pakai bajumu dengan baik.
Kamu selalu berpura-pura rapi.
Kamu tidak ingin aku pergi, tapi tidak ingin aku tinggal.
Ucapanku kadang bisa berlawanan,
tapi kamu lebih buruk.
Jadi,
aku harus pergi atau tidak?
Angka keberuntungan tujuh. Tujuh kali saja.
Habiskan waktu denganku tujuh kali lagi.
Kamu ingin menonton film malam ini?
Apa genre yang kamu sukai? Laga? Komedi? Romansa?
Atau ada yang tidak kamu sukai?
Lupakan saja. Akan kupilihkan satu
lalu aku akan meneleponmu.
"Kantor Seongbuk-gu"
Pelanggan nomor 103.
Harap datangi meja nomor tiga.
Ada yang bisa kubantu?
"Formulir Pendaftaran Pernikahan"
"Suami, Son Mu Han"
"Istri, An Soon Jin"
Aku ingin mendaftarkan pernikahanku.
Bedebah gila.
Dia pikir uang segalanya?
Tidak ada yang bisa kulakukan untuknya,
jadi, aku berusaha memberinya apa yang aku bisa usai aku mati.
Bagimu ini akan berakhir begitu kamu mati,
tapi bagaimana nasib wanita bodoh itu jika dia sendiri?
Pergilah ke tempat yang tidak bisa ditemukan Soon Jin. Matilah sendiri.
Jangan biarkan dia melihatmu mati.
Aku tidak mau dia melihatmu mati.
Dia sudah banyak menderita.
Sudah cukup.
Katamu kamu mencintainya.
Jika memang tulus, tinggalkan dia sekarang.
Kamu kaya.
Pergilah yang jauh dan matilah sendirian.
Pergilah ke tempat dia tidak bisa menemukanmu
dan matilah sendirian.
Lagi pula, kamu akan mati.
Waktumu tinggal satu bulan lagi.
Akhiri saja kehidupanmu seperti itu.
Semuanya akan berakhir bagimu begitu kamu mati,
tapi itu hanya awal bagi mereka yang ditinggalkan.
Itu akan menjadi awal perjuangan tanpa akhir melawan rasa sakit.
Jawab aku.
Apa yang akan kamu lakukan?
Akan kupikirkan.
Ada rasa sakit yang tidak dapat diobati oleh waktu.
Entah kenapa, kamu tidak bisa terbiasa.
Tidak ada cara untuk mengakhirinya.
"Rumah sakit di Swiss menyediakan bantuan bunuh diri"
Kenapa menutup laptopmu?
Kamu terlalu tua menonton film porno.
Apa yang kamu sembunyikan?
Hal pribadi.
Apa maumu?
Kamu datang ke sini pasti ingin meminta bantuan.
Cobalah memintanya dengan sopan.
Ada klien yang ingin dibuatkan iklan olehmu.
Apa nama mereknya?
Penganan Apollo.
Apa katamu?
CEO-nya sendiri yang menghubungiku.
Katanya dia berutang budi kepadamu.
Tampaknya mereka sangat menyukaimu.
Kenapa kamu terus menolak mereka?
Apa ada hal buruk terjadi di antara kalian?
Mereka bersedia menginvestasikan banyak uang.
Kamu bisa membuat iklan sesukamu
tanpa perlu mencemaskan biaya produksi.
Kamu akan untung besar.
- Akan kuterima tawarannya. - Tidak, jangan.
Aku tidak bisa.
Kenapa tidak?
Tidak bisa saja.
Pada titik tertentu,
aku menyadari
pekerjaan kita bukan hanya mengiklankan produk.
Ini soal mengekspresikan dunia di sekitar kita.
Aku menyadari kita harus fokus pada orang, bukan uang.
Apa?
Meski mungkin aku tidak berniat,
aku tahu iklanku bisa merusak
dan menghancurkan kehidupan seseorang.
Aku menyaksikan itu sendiri.
Apa maksudmu?
Apa persisnya yang kamu rusak dan hancurkan?
Iklan mana yang kamu bicarakan?
Iklan Penganan Apollo?
Andai aku menambahkan peringatan...
Andai saja aku bersaksi soal kesalahan perusahaan...
Dia pasti bisa melanjutkan hidup.
Aku tahu memang sudah terlambat,
tapi mulai detik ini,
aku akan berusaha semampuku.
"Firma Hukum Jujur dan Adil"
Hai, Bu An.
Lama tidak berjumpa.
Tampaknya Anda jauh lebih sehat karena Anda gemukan.
- Silakan duduk. - Baiklah.
Anda sudah memeriksa petisinya?
Aku sudah mendapatkan salinannya.
"Petisi"
"Nomor Kasus. 2013D195, Ganti Rugi, Diterima oleh Departemen Kehakiman"
"Saya ingin membeberkan kebenaran mengenai Penganan Apollo"
"Sebagai orang yang terlibat dalam pembuatan iklan untuk..."
Tapi aku tidak menemukan nama orang yang mengajukan petisi ini.
Aku tahu.
Diajukan secara anonim.
Mungkin mantan karyawan di Penganan Apollo.
Aku memohon kepada semua orang mencarikan seseorang untuk bersaksi.
Aku penasaran kenapa mendadak orang ini mengajukan petisi.
Kira-kira siapa?
Mungkin orang itu ingin menebus kesalahan,
meski hanya dia dari semua orang-orang itu.
Orang ini berusaha menebus rasa bersalahnya.
Tapi aku bersyukur
orang ini memutuskan untuk bicara.
Aku harus berterima kasih kepada orang ini
dan memintanya bersaksi.
Tolong cari tahu kira-kira siapa dia.
Sampai kapan aku harus menyiapkan uang
untuk gugatan ini?
Tidak perlu.
Apa?
Aku akan mengajukan permintaan ke firma hukumku.
Mungkin bisa kutangani secara pro bono.
No comments yet. Be the first to leave one.