The first 200 lines.
Dia memanfaatkanku.
Aku tidak marah.
Aku hanya terluka.
SI KEJAM
Halo, Jai. Aku lupa memberitahumu sesuatu.
Besok ada rapat departemen bisnis mode spesial.
Kita harus memberi kabar terbaru tentang proyek penjualan daring.
Topik yang ingin didengar dewan
- adalah… - Maaf, dia tidur.
Maaf.
Tapi ini mendesak.
Aku sudah mengiriminya surel
dengan dokumen penting untuk disiapkan sebelum rapat.
Jadi, besok,
bisakah kau membangunkannya lebih cepat?
Hei, dia biasanya bangun pukul 05.00.
Kau melarang dia tidur?
Dan kemarin,
entah apa yang terjadi,
tapi saat pulang, dia menangis sampai tertidur.
Sekarang kau ingin membangunkannya untuk bekerja?
Kuberi tahu kau sesuatu.
Aku tak akan membangunkannya.
Aku akan matikan ponselnya. Sampai jumpa.
Tahu. Bangun.
Tahu.
Bangun, Tahu.
Apa yang kau katakan padanya semalam?
Dia bilang kau ada rapat.
Apa?
Kenapa tak bangunkan aku? Kau bahkan mematikan ponselku.
- Kau memang bedebah usil. - Astaga.
Aku terlambat.
- Kau ingin makan? - Tidak.
Tunggu sampai aku pulang malam ini. Aku akan membunuhmu.
Aku sangat terlambat.
- Hei. - Apa?
Aku akan mengantarmu hari ini. Ini. Makanlah sesuatu.
- Tahu, ayo. Tancap gas. - Apa?
Sarapan dahulu.
Makan apa sekarang? Kau hanya membuatku makan. Tak akan.
Astaga!
Apa-apaan ini?
Apa maksudmu aku hanya membuatmu makan?
Aku membuatkan sarapan. Aku tidak sempat ganti baju.
Kenapa kau berkata begitu?
Baiklah.
Aku akan memakannya.
Kenapa kau cerewet sekali?
Menjijikkan.
Puas?
Kau yang paling manis.
Hei.
- Jangan melihat tablet saat berjalan… - Astaga.
- Maaf. - Lihat?
Aku mencoba memberitahumu.
Ini.
Najai meninggalkan ini.
Dan ini…
Aku membuatkan ini untuk dia.
Kau tak boleh memakannya.
Apa hebatnya dia?
Apa?
Kau bertemu dengannya?
Apa?
Kau mengerjakannya?
Ya, kau harus berterima kasih.
Aku mengerjakannya semalaman.
Kenapa kau melakukan itu?
Ini tanggung jawabku.
Jai.
Ikut aku.
Apa?
Baiklah.
Kita mau ke mana?
Biasanya kau tidak sarapan.
Aku di sini untuk menemanimu.
Pria yang tinggal bersamamu,
sepertinya dia sangat peduli padamu.
Dia suka ikut campur.
Kudengar kau menangis sampai tertidur semalam.
Apa karena aku?
Aku ingat hanya pernah melihatmu menangis
di tahun pertamamu bekerja.
Kupikir kau tidak bisa menangis lagi.
Kau tidak membiarkanku menangis, jadi, aku tidak berani.
Semalam,
aku merasa seperti ikut campur.
Jangan berpikir begitu.
Aku hanya melakukan itu
karena aku tahu kau bukan orang yang sensitif.
Aku bukan orang yang sensitif?
Aku pasti pernah seperti itu.
Tapi sekarang aku tahu keinginan hatiku,
rasanya berbeda saat aku bersamanya.
Entah apa dia tahu
perasaanku tentangnya.
Apa ada yang kau pikirkan?
Kau ada di depanku.
Jika aku tidak menatapmu, siapa yang harus kutatap?
Benar.
Kalau begitu, kita makan saja.
Dan saling menatap.
Kedengarannya bagus.
Aku takut menyatakan perasaanku.
Bagaimana jika dia menolakku?
Aku tak boleh memberitahunya.
Bukankah Najai menyukai Kan?
Aku bisa melihatnya.
Percintaan kantor bisa terjadi pada siapa pun.
Kau tidak akan melakukan apa pun?
Kau menyukainya.
Halangi saja.
Aku tidak ingin melakukan itu.
Benarkah?
Jika mereka bersama,
kau tidak keberatan?
Jika dia sungguh menyukai Kan,
aku akan bahagia untuknya.
Tapi jika itu aku,
jika Kan punya wanita lain,
aku tidak akan tahan.
Terutama jika itu Najai,
aku tidak akan menerimanya.
Kiss.
Yang kau bicarakan adalah kecemburuan.
Itu bukan cinta.
Seperti saat aku melihat pakaian, tas, dan sepatu.
Jika menyukai sesuatu, aku membelinya sebelum orang lain mengambilnya.
Bukankah itu hal normal untuk dilakukan?
Ini orang, bukan benda.
Aku akan melakukan apa pun untuk dapat keinginanku.
Tapi orang lain juga menginginkan sesuatu.
Apa boleh buat.
Jika mereka menginginkannya,
mereka harus lakukan yang terbaik sepertiku.
Semoga yang terbaik menang.
Kali terakhir,
kau sudah memberikan Tim Merek Baru jam tayang utama,
lalu apa yang terjadi?
Kita di sini untuk membahas Celeb Shop daring,
bukan tentang masa lalu.
Tapi ini lanjutan dari kali terakhir.
Bagaimana jika semakin gagal?
Saat sambungan telepon gagal, mereka ingin pindah ke internet.
Bagaimana jika gagal lagi?
Jangan lupa rencana bisnis Tim Merek Baru
perlu waktu untuk menciptakan tren di antara pelanggan kita.
Terlalu dini untuk berasumsi.
Kita harus pakai pendapatan departemen lain
untuk menutupi kerugian Tim Merek Baru seperti ini?
Departemen kita sudah sejak lama menggabungkan pendapatan.
Tim kita bergantian menghasilkan untung dan rugi.
Jika satu tim gagal, tim lain akan membantu mereka.
Itu prinsip utama departemen kita.
Kuharap kau tak lupa.
Sakit lambungmu kambuh lagi?
Hanya saat aku stres.
Maaf.
Aku membuat kesalahan.
Tidak apa-apa.
Jika sudah sepuluh tahun lebih bekerja, kau akan terkena penyakit ini.
Lambungmu juga bermasalah.
Kan.
Sudah lihat produk dari lokakarya kami?
- Ya. - Bagaimana menurutmu?
Itu keputusanmu.
Tak perlu bertanya padaku.
Bagaimana jika aku membuat kesalahan lagi?
Tak apa-apa.
Jangan lupa aku mendukungmu.
Akan kutahan mereka.
Sakit lambungmu bisa kambuh lagi.
Terima kasih banyak.
Aku tak akan menyulitkanmu lagi.
Aku yakin kau bisa melakukannya.
Hai, Kiss.
Aku akan menunggumu di lobi.
Baik.
Aku dan Kiss akan melakukan wawancara bersama.
Ini bagian dari kampanye Humas kami.
Bagus.
Kalian berteman, bukan?
Bisakah kalian berdiri berdekatan seperti teman?
Kalian agak terlalu jauh.
Tentu.
Lingkarkan lengan kalian di bahu satu sama lain.
Bagus.
Bagaimana proyek ini bisa terjadi?
Kami sudah lama berteman dekat.
Ya, kami bertemu untuk makan suatu hari.
Jadi, aku memikirkan ide untuk proyek Celeb Shop daring ini.
Saat dia mengajakku, aku langsung setuju.
Entah itu Celeb Shop atau yang lain,
aku sangat memercayai temanku.
Pemikiran kami sama.
Selera kami juga mirip.
Saat ada yang punya ide,
kami saling menanggapi, dan kami selalu selaras.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.