Season 2

Release info

Busted(2018) S02EP07 20191108 The Chairman Secret NF WEBDL
A Commentary by ME4K
Fit Buat Rilisan =Deeplife= [Busted S02 EP07 The ChairmansSecret]. Terjemahan Manual By AR5RY. Jika Ada Rilisan Lain Siap Bantuin Resync Dan Uploadnya. Tolong Kreditnya Jangan Dihapus.. Thanks :D

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2019-11-10
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jae-wook oppa di sini.

Kudengar begitu.

Astaga, semua tersendat hari ini.

Sebentar.

Halo?

Ya, benar.

Halo?

Sungguh? Ya, tentu.

Bisa. Kamu tak perlu banyak orang, ya?

"3 Des 2018, 9:30 Hotel Grand Hyatt, Pulau Yeongjong"

Ini waktunya.

Hyung.

- Hei, Sehun. - Aku tahu pasti kamu.

- Aku dapat SMS. - Kamu dapat?

Lihat.

- Kamu rahasiakan? - Tentu.

- Tak bilang? - Tidak.

Bagus. Bagiku,

ini bisa tutup utang biaya operasi.

- Jika kita lakukan benar, - Tepat.

utang akan lunas.

Aku akan bisa beli hotel ini.

NETFLIX ORIGINAL

Bukittinggi, 10 November 2019 Sub By Netflix - Manual Transl ate By AR5RY

The Criminal is You!

Dia di sana.

Dia tampak mengancam.

Tempat ini tampak mahal.

Halo.

- Halo. - Hai.

Senang bertemu. Halo.

- Silahkan Duduk. - Baik.

"Wang Gyo-jin, 40 Tahun Putra Sulung Grup Manra"

Kamu putra Grup Manra yang terkenal?

Ya.

Bukankah kamu baru keluar penjara?

Kamu benar sekali.

Astaga, kabarmu baik?

- Aku dapat masa percobaan. - Kamu bebas bersyarat.

Benar.

- Seperti yang kubilang di telepon, - Ya.

belum lama

sejak ayahku wafat.

- Begitu. - Tapi,

sayangnya,

dia tinggalkan wasiat tanpa pernah beri tahu kami soal itu.

- Dia tinggalkan wasiat saat wafat? - Ya.

Tampaknya,

wasiat itu punya rahasia besar.

Hari ini, wasiat itu akan diumumkan.

- Hari ini? - Ya.

Kamu punya saudara?

Punya.

- Selain mereka, - Aku tak kaget.

- ada sampah lain. - Ya.

"Wasiat Ketua Akan Diumumkan Hari Ini"

Kita harus singkirkan mereka.

Kamu paham, 'kan?

Kamu bisa percayai kami.

Bagus.

Ini uang muka kalian.

Lihat amplopnya. Astaga, Sehun.

- Jika sukses mengurus ini, - Ya.

kalian akan dapat bonus yang banyak.

Astaga, kukira kamu mau bersalaman.

- Dasar bocah. - Kuhitung uangnya.

"Episode 7: Rahasia Ketua"

Hei, masuklah.

- Astaga. - Astaga.

Apa ini?

Ini tempat yang tepat.

Aku penasaran siapa kliennya.

Ini luar biasa.

Dia putra presiden konglomerat.

Mustahil.

Dia mengontak dan minta kubantu menemukan rahasia

dalam wasiat ayahnya.

"19:00 Desa Guiyi, Yeosu"

"Halo. Aku putra ketiga ketua Grup Manra.

Aku diam-diam menghubungimu untuk minta tolong."

Pria ini tampaknya putra ketiga.

- Astaga, rumit sekali. - Pasti ada...

- Dia takkan dapat banyak - Ketiga?

sebab punya dua kakak.

- Biar kubukakan pintu. - Ya.

- Apa? - Apa?

- Apa ini? - Astaga.

- Ada apa ini? - Direktur di sini.

- Seung-gi. - Direktur.

Apa...

Kamu sedang apa di sini?

- Kenapa di sini? - Apa kabar?

- Kami yang dihubungi. - Apa?

Apa katamu? Kami diundang direktur.

- Kenapa di sini? - Direktur?

Ini sampah yang kamu maksud?

- Sampah? - Astaga.

- Direktur... - Kami sampah?

> Dari Awal Mereka Sudah Waspada

- Bukankah direktur... - Hei, lihat.

- Ada lagi. - Apa?

Dia pasti putra kedua.

- Apa? - Grup Manra...

- Kenapa kalian di sini? - Grup Manra...

Sebentar.

Halo?

Bisa saja.

"20 Menit Lalu, Kamar Hotel"

Kalian tiba.

"Wang Ji-hun, 39 Tahun, Putra Kedua Grup Manra"

Kenapa kemari, Jae-suk?

Kami juga dihubungi klien.

- Kamu dapat permintaan dari klien? - Astaga.

Kamu dengar nada suaranya?

Dia sulit dipercaya.

- Mana putra ketiga? - Bukankah

- kita bekerja sama selama ini? - Maksudku...

Kami sudah diupah.

Apa itu?

Direktur memberi uang muka.

- Astaga. - Ayolah.

- Kami juga diupah. - Kami juga.

Mereka pasti hanya dapat separuh dari yang kuberi.

- Kamu dapat separuh. - Mana upah kita?

Kamu belum diupah?

- Kami tak dapat. - Tak ada.

Aku hanya dapat SMS.

- Kami bahkan tak tahu kliennya. - Kurasakan konflik antara...

Bukankah itu Sersan Kim?

Sersan Kim.

Aku Sersan Kim Min-jae. Senang bertemu.

Kenapa kita tak kerja sama?

Aku hanya minta beberapa yang datang.

- Apa? - Sersan Kim?

- Itu Sersan Kim. - Dia sedang apa?

- Dia sersan. - Tepat.

Dia sersan.

Dia sersan.

Dia adik bungsu kami.

- Apa? - Apa?

Tapi kami bertemu beberapa kali.

Kamu yang mengirimiku SMS?

Lama tak jumpa. Sudah sepuluh tahun.

- Aku merinding. - Sungguh?

Aku hidup sebagai putra Ketua Wang selama 20 tahun.

Tapi aku skeptis pada keluarga ini.

Jadi, aku pergi saat berusia 20 tahun.

Tapi kini ayahku wafat,

aku tak bisa biarkan mereka ambil hartanya.

Kami sepenuhnya berhak mewarisi hartanya.

Kenapa kamu mendadak kembali?

Kamu jelas kembali karena uang.

Tidak, aku tak tahan melihatmu ambil uang itu.

Ada konflik besar antar saudara.

Aku punya pertanyaan.

Marga Wang Ji-hun adalah Wang,

kenapa margamu Kim?

Kamu bahkan ganti marga?

Aku ganti namaku.

Direktur Wang, tak pernah kulihat keluarga sekacau begini.

> Mereka Keluarga Yang Kacau

Ada yang datang. Astaga.

- Siapa? - Astaga.

- Siapa kali ini? - Ada yang tiba.

Seperti salah satu istri mereka.

> Wanita Asing Masuk Ruangan

- Siapa mereka? - Kamu siapa?

Sudah kubilang jangan izinkan orang rendahan masuk.

Bagaimana jika mereka terinfeksi norovirus?

- Apa? - Apa?

- Norovirus? - Kenapa kami punya norovirus?

Kurasa itu tak menular.

Siapa kalian?

Kami detektif yang akan pecahkan kasus.

- Detektif? - Ya.

Klien kami Direktur Wang.

Kamu makin cantik saat aku dipenjara, Wanita Tua.

Wanita Tua?

Beraninya memanggilku begitu?

Meski aku muda dan cantik, Kamu harus memanggilku dengan benar.

- Memang Kamu siapa? - Ibumu.

Panggil aku "Ibu."

- Dia benar. - Astaga.

Dia ibu keempat kami.

- Ibu keempat? - Apa?

Ini tipikal.

Dia mantan pembantu kami.

Pembantu?

Aku pelayan.

Dia pelayan.

Kenapa kalian tertawa?

Keluarga yang rumit.

Beraninya kamu batuk di meja makan?

Kamu masih alergi serbuk sari?

Kenapa tak diobati?

Dasar rendahan.

> Fakta: Min-Jae Alergi Serbuk Sari

Baik.

Aku dapat sesuatu saat kemari.

Berikan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left