The first 200 lines.
"Festival Idola H-2"
Apakah menurutmu dia bukan jiwa kelas satu?
Aku belum yakin,
jadi, tidak ada salahnya untuk menilainya.
Pak Kang, bukankah dahulu kamu anggota Badan Intelijen Nasional?
"Episode 5"
Minggir.
Bagaimana mungkin perkataannya itu umpatan?
Duduklah di sini.
Tidak, aku akan duduk di sini.
Mari kita perjelas.
Dia tidak mengumpat
dan dia kelas satu.
- Entahlah. - Ada apa sekarang?
- Apa? Apa masalahnya sekarang? - Sejak awal
jiwa kelas satu itu tidak ada.
Tidak ada?
Itu pernah ada.
- Itu pernah ada? - Ya.
Dahulu memang ada,
tapi sekarang tidak mungkin.
Pikirkanlah.
Jiwa kelas satu, dalam istilah duniawi
adalah melampaui bersih dan tidak bersalah.
Apakah menurutmu jiwa seperti itu bisa bertahan di dunia seperti ini?
Apakah menurutmu itu memungkinkan?
Sekarang aku paham kamu itu apa.
Kamu menyuruhku membawakan jiwa lain
dan bersikeras itu harus kelas satu.
Sekarang kamu mengatakan jiwa kelas satu itu tidak ada?
Kamu hendak menonton dengan gembira
selagi aku berkeliling ke mana-mana mencari jiwa kelas satu,
lalu kamu akan mengambil jiwaku.
Kamu tidak pernah berpikir untuk memperpanjang kontrakku!
Pak Seo, aku benar-benar ingin menemukan jiwa kelas satu,
walaupun kemungkinan itu ada lebih kecil daripada kotoran semut.
Jangan mendekat lagi.
Kamu memang penipu.
Itulah dirimu. Apa kamu tahu itu?
Pak Seo.
- Aku merasa bersalah... - Lupakanlah.
Biarkan aku berpikir.
Baik, mari kita ringkas.
Aku menemukan jiwa kelas satu,
tapi kamu mengatakan itu tidak ada.
Kamu mengatakan bahwa mereka yang tidak mengumpat
setelah kamu menusuk mereka memiliki jiwa kelas satu.
Faktanya adalah dia memiliki jiwa kelas satu.
Pokoknya, kamu harus melakukan bagian kontrakmu.
Maaf aku harus mengatakan bahwa dia bukan kelas satu.
Jika bukan, buktikanlah!
Aku akan membawakan kontraknya, jadi, buktikanlah sebelumnya!
Jika kamu tidak bisa, maka ikuti kontraknya.
Baiklah. Mari kita lakukan itu. Tentu saja.
- Baik, mari. - Baik.
- Baik. - Kenapa tidak?
"Festival Idola H-1"
Apa kamu ingin buang air?
Berhenti menggangguku dan pergilah ke toilet.
Saat seseorang hidup sebagai bintang di puncak popularitasnya
kemudian tiba-tiba jatuh,
itu pasti terasa menyedihkan, bukan?
Kenapa? Apa kamu ingin jatuh?
Apa kamu harus berkata begitu? Itu hanya kiasan.
Jika seorang bintang yang dicemburui semua orang
menjadi orang biasa dalam sehari...
Itu tidak akan tertahankan, bukan?
Bukankah mereka ingin menjual jiwa mereka untuk menjadi terkenal lagi?
Apa kamu tidak lihat aku sangat sibuk?
Jika kamu punya waktu untuk mengoceh,
cobalah membersihkan kekacauan yang telah kamu ciptakan.
- Kenapa kamu sangat sibuk? - Apakah kamu akan lebih tertarik?
Kamu tidak tahu Festival Idola itu besok, ya?
Nona Ji, aku menemukan seseorang.
- Bisakah dia tampil di panggung? - Jangan ada omong kosong.
Bukankah Ra In menyanyi?
- Suruh dia tampil setelah... - Hentikan!
Biarkan aku bekerja!
Aku harus pergi.
Bekerjalah.
Sungguh orisinal.
Apa ini suap?
Kamu hanya perlu mematahkan
salah satu atau kedua kakinya.
Sudah kubilang, aku tidak punya kekuatan seperti itu.
Bagaimana caramu membuatku menjadi kodok?
Kamu bahkan bisa membangkitkan orang mati.
Kamu klienku.
Aku punya kekuatan seperti itu hanya terhadap klienku.
Dengan kata lain, hanya mereka yang menjual jiwa mereka pada iblis
berada dalam pengaruh iblis.
Kenapa kamu tidak bisa diajak bekerja sama?
Kamu tidak ingin mempertahankan kontrak kita, bukan?
Aku lupa. Dasar penipu murahan.
Sikapmu berlebihan lagi.
Jangan bersikap seperti itu.
- Tolonglah aku. - Kamu mengatakannya sendiri.
Kamu bisa menulis kontraknya.
Sementara itu, aku akan membuktikan bahwa dia bukan jiwa kelas satu.
Mari kita lakukan apa yang harus kita lakukan, ya? Mengganggu sekali.
Baiklah.
Ini sesuatu yang tampaknya tidak kamu ketahui.
Joo Ra In tidak pernah menyerah jika ada pria yang dia sukai.
- Haruskah aku melakukan ini? - Apa yang harus kulakukan?
Bagaimana menurutmu? Bawa dia ke rumah sakit.
Akankah dia dirawat selama dua pekan?
- Ha Rip! - Ha Rip!
- Ha Rip! - Ha Rip!
- Ha Rip! - Ha Rip!
- Ha Rip! - Ha Rip!
Aku sudah memberi tahu kalian sebelumnya.
Hari ini, aku akan mengungkapnya.
Penyanyi lagu ini. Inspirasi baruku.
Kelly.
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
Aku akan menjadi liftmu.
Kamu tidak perlu maju selangkah demi selangkah.
Naiklah lift dan pergilah ke puncak.
Mari kita lihat sejauh apa kamu bisa maju.
Sudah bilang aku akan berhenti bermusik.
Baik, kamu boleh berhenti.
Bernyanyilah sekali ini saja lalu berhenti.
Aku tidak akan memintamu melakukan ini lagi.
Naiklah ke panggung dan nyanyikan lagumu.
Dan jika kamu masih ingin berhenti,
kamu bisa berhenti.
Apa kamu dengar itu?
Itu lagumu.
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
- Kelly! - Kelly!
Pegang tanganku.
Kamu akan naik ke puncak dan tidak akan pernah bisa turun.
Kamu jiwa kelas satu.
Kamu adalah jiwaku.
- Kelly! - Kelly!
Aku mau minta tolong.
Pastikan penonton tidak bisa melihat wajahku.
"Aku terbiasa mengatakan ini kepada diriku"
"Semuanya akan baik-baik saja"
"Semua akan baik-baik saja"
"Suatu hari, aku akan membuatmu tertawa"
"Rasanya canggung berbicara pada diriku sendiri di cermin"
"Tapi aku tetap melakukannya"
"Semua ini akan berlalu"
"Aku menahan air mataku"
"Selagi aku menghitung bintang"
"Aku yakin semuanya akan berlalu"
"Aku tahu aku hampir hancur"
"Karena apa yang kutulis dalam buku harianku kemarin"
"Dan aku tahu aku lelah"
"Boneka mungil di samping tempat tidurku"
Itu...
Itu laguku.
Itu lagu milikku.
I Gyeong, aku tidak bisa melihat wajahmu.
Apakah...
Apa itu I Gyeong?
"Aku berterima kasih pada diriku karena telah menahan semuanya"
"Semua ini akan berlalu"
"Jalan panjang dan tidak berujung ini"
"Dan esok yang canggung"
"Aku yakin semuanya akan berlalu"
"Jika aku melewatinya hari demi hari"
"Impianku yang jauh akan perlahan terlihat"
"Aku tidak pernah mengatakan ini kepada diriku"
"Karena aku merasa sangat bersalah"
"Karena mendorong diriku untuk memperjuangkan impianku"
Kupikir aku bisa berhenti.
Kupikir hidup akan lebih mudah jika aku berhenti.
Tapi ternyata tidak.
"Semua ini akan berlalu"
"Jalan panjang dan tidak berujung ini"
"Dan esok yang canggung"
"Aku yakin semuanya akan berlalu"
"Jika aku melewatinya hari demi hari"
"Impianku yang jauh akan perlahan terlihat"
Aku bisa lari dari matahari ketika terasa panas.
Dan aku bisa beristirahat ketika hujan.
Kurasa musik bagaikan hadiah dari langit.
Itulah arti musik bagiku.
Sebuah lagu yang menakjubkan, diciptakan oleh Ha Rip,
komposer generasi kita.
Apakah kalian terkejut karena lagunya?
Ya, aku juga sangat terkejut. Astaga, itu luar biasa.
Kalian baru saja mendengar lagu yang dinyanyikan Kelly, inspirasi Ha Rip.
Kalian sedang menyaksikan
Festival Idola 2019.
- Itu luar biasa! - Jangan mengakhirinya begitu saja!
No comments yet. Be the first to leave one.