Release info

Coffee Prince 1st Shop E02 KOR 070703 HDTV 720p XviD
A Commentary by prameshwari2004
[VIU Version] Sync by me

Tags

HDTV
hdtv
720p
720
XviD
HD
Published on: 2017-02-21
Downloads: 51
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

COFFEE PRINCE

Subs VIU

Aku punya 420,000 won di bank.

800,000 won dari pekerjaanku di sasana taekwondo.

200,000 won dari memasang mata boneka.

300,000 won dari mengantarkan susu.

Aku masih kurang delapan juta won.

Aku tak bisa menemukan cincin berliannya.

Tentu saja aku merindukanmu.

Tapi aku tampak kotor sekarang.

Jangan berani-berani menggunakan taktik playboymu padaku.

Segera menikah!

Choi Han Keol, mulai sekarang, kau adalah milikku.

Apa sih! Keluar! -Keluar! Apa kau mendengarkanku?

Apa badanku begitu mengesankan?

Dia menatapnya cukup lama.

Kenapa semua orang yang kutemui telanjang hari ini?

Kakak. Brengsek ini terus menggangguku.

Kenapa kau menjambret dompet?

Aku akan membayar uang kuliah Eun Seul di akademi bernyanyi. Kenapa?

Kau layak untuk menghabiskan waktu di penjara. Ikuti aku.

Aku akan melepaskanmu. Dorong aku kemudian lari.

Kau ayah Kelana. Kau ayah Kelana, kan?

Aku merindukanmu. -Aku tak ingin meminta imbalan.

Tapi aku dipecat karena insiden itu.

Dan aku bahkan belum menerima pesangonku.

Apa orang tuamu tahu bahwa kau mengemis seperti ini?

Apa kau gay, Han Keol? -Dan, kau laki-laki atau perempuan?

Kau tampak feminim. Sama seperti seorang gadis.

Hei, kau ingin menjadi kekasihku?

Kekasih?

Kekasih siapa? Kekasihmu?

Mari kita lihat. Garis rahangmu tajam.

Dan kau memiliki hidung yang baik.

Apa sih yang kau lakukan? Terlalu!

Jangan khawatir, aku takkan merusak wajahmu, oke?

Kau benar-benar gay, bukan?

Itu tak penting bagiku.

Kau sebaiknya minta maaf atas hinaanmu pada orangtuaku...

dan beri aku uang perbaikan skuter, sekarang.

Kita perlu bicara.

Apa yang kau lakukan? Kemana kau membawaku?

"Kontrak Kerja"

Apa yang kau lakukan sekarang?

Kupikir kau ingin uang. Itulah yang akan kuberikan padamu. Kenapa?

Jika kau akan memberiku uang, kau harusnya telah membuka dompetmu.

Kenapa kau menyalakan laptopmu?

Dan sebelum kita melangkah lebih jauh,

Aku ingin kau minta maaf karena mengumpat pada orang tuaku.

Apa yang kau lihat? Minta maaf.

Baik. Aku minta maaf. Puas?

Lihat mataku dan minta maaflah sepenuh hati.

Atas penghinaanku pada orangtuamu.

Aku minta maaf. Puas? -Minta maaf padaku tanpa kata "Puas".

Atas penghinaanku pada orangtuamu. Aku minta maaf.

Sekarang berikan aku uang untuk memperbaiki skuterku.

Namamu? -Berapa banyak yang akan kau berikan padaku?

Namamu. -Go Eun Chan.

Nomor ID mu? -8408052371.

Hei, kau tak bisa melakukan sesuatu dengan benar?

Ini seharusnya 13, kan? Apa kau bahkan bingung dengan jenis kelaminmu?

Angka berikutnya?

Apa angka berikutnya? -1371292.

Aku benar-benar tak mengerti ini. Beri aku uang.

Kenapa kau menanyakanku hal ini?

Sepertinya kau membutuhkan uang. Jadi aku berencana memberikanmu pekerjaan.

Tapi aku tak bisa mempercayaimu. Jadi aku menginginkan informasimu.

Pekerjaan apa? -Menjadi pacar seseorang.

Kekasih siapa? -Kekasihku.

Astaga, Tuan. Kau terlihat seperti seorang pria normal, tapi...

Ngomong-ngomong, bukankah kau punya pacar?

Orang yang tasnya aku kembalikan.

"Tapi kau terluka." Bukankah dia pacarmu?

Jangan kau berani bicara tentangnya.

Aku tak ada hubungannya dengannya. Kenapa aku ingin bicara tentangnya?

Kau hanya harus datang ke kencan butaku...

dan berpura-pura menjadi kekasihku.

Hanya datang dan mengacaukan kencan butaku dan aku akan memberikanmu uang.

Kau mau atau tidak?

Jika kau akan memberikanku uang, kupikir pekerjaan ini tak terlalu sulit.

Berikan kartu ID-mu.

Oh! Di mana aku meletakkan kartunya?

Oh, ya. Aku meninggalkannya di rumah.

Apa yang kau inginkan dari kartu ID-ku?

Bagaimana kau mengharapkanku untuk percaya berandalan sepertimu?

Kau bersekongkol dengan penjambret tas.

Astaga! Aku bukan berandalan.

Aku benar-benar tak ada hubungannya dengan penjambret tas itu.

Astaga. Aku memberitahumu...

Apa yang...

Kalau sesuatu terjadi, aku akan tempelkan foto wajahmu di seluruh jalan.

Baik. Tapi aku ingin kau membayarku di muka.

Sekarang, aku perlu sekitar...

delapan juta won. Beri aku delapan juta won di muka.

Lupakan saja.

Baik. Mari kita bernegosiasi.

Bagaimana sekitar satu juta won per pekerjaan?

Setengah dari itu. -Lupakan saja penawaran pekerjaan itu.

300,000 won.

100,000 won.

200,000 won, itu yang terendah.

Terserah padamu. -Tuan, Ya ampun.

Baik, 100,000 won per pekerjaan.

Ditambah uang untuk transportasi, makanan, dan makanan ringan...

Kau berandalan, ini jelas merupakan perampokan.

Ini sudah semuanya. -Dan pakaian.

Dan juga, akan dikenakan biaya tambahan setiap kali kau menyentuhku.

Ini berbeda tergantung masing-masing bagian.

20,000 won untuk kepalaku, 30,000 won untuk wajah dan bahuku.

50,000 won untuk pinggang dan punggungku. -Apa kau pikir aku mesum?

70,000 won untuk meletakkan lenganmu di bahuku,

100,000 untuk pelukan dan ciuman...

Cukup. Cukup sampai sana.

Berapa banyak jika kau berbaring di atas orang lain?

Kau berbaring di atasku saat di suite hotel.

Berapa banyak yang akan kau berikan padaku untuk itu?

Astaga, kau pelit. Kau yang menyandungku.

Terserah. Aku akan memberikan 500,000 won untuk memperbaiki skutermu.

Dan membayar sisanya setelah kau melakukan pekerjaan.

Bayar aku di muka.

Aku agak kesulitan sekarang. Jujur.

Aku takkan melakukannya kecuali jika kau membayarku di muka.

Apa itu mobilmu?

Kenapa hotel ini di tempat yang terpencil? Sulit untuk sampai ke sini.

Oh, sendiku sakit.

Bisakah kau memberiku tumpangan ke stasiun kereta bawah tanah?

Wow, ini mengagumkan.

Tetap diam.

Oke.

Saat seperti ini wajib dengar musik.

Astaga! Jangan menyentuh apa pun.

Oke.

Apa yang kau lakukan?

Bagaimana kau bisa tertawa?

Kita hampir mengalami kecelakaan. Apa kau tahu itu?

Jantungku hampir copot.

Jangan khawatir. Jika jantungmu copot, aku akan mengambilkannya untukmu.

Tuan, aku berjanji akan tetap diam dari sekarang.

Jangan khawatir. Oh tidak! Apa sih yang terjadi?

Tuan, apa yang terjadi? Aku berjanji tak menekan apa-apa.

Tuan, aku harus memegang itu.

Itu terbuka. -Berhenti bermain-main, oke?

Wow, ini sangat keren.

Jadi ini sebabnya orang berkeliling dengan nyaman.

Hei, Tuan. Seberapa cepat mobil ini?

Bukan urusanmu.

Apa yang akan kau lakukan?

Hei, itu berbahaya. Duduk, idiot.

Wow, ini mengagumkan. Ini sangat menakjubkan, Tuan.

Aku akan memberikanmu 20,000 won,

jika kau mengendarai mobil ini mengelilingi blok sekali lagi, baik?

Silahkan, Tuan.

Uang. Aku butuh uang dan sekarang aku memilikinya.

Tapi aku butuh lebih banyak uang.

Semakin banyak, semakin baik, aku sangat mencintai uang.

Tapi uang tak datang sebelum orang, orang-orang datang sebelum uang.

Ya!

Kau dipecat jika kau bahkan telat semenit besok, oke?

Oke. Terimakasih untuk semuanya.

Hati-hati saat jalan pulang.

Dia aneh.

Ibu...

Kau di rumah? -Ibu...

Tunggu sebentar. Hentikan...

Aku akan membuatkanmu makan malam setelah aku selesai menulis ini.

Kau menulis apa?

Biarkan aku melihatnya. Pantofel adalah musuhku.

Produk impor adalah cara tercepat untuk kebangkrutan.

Pink adalah pertanda kematian.

Kau tahu aku selalu tertarik setiap kali aku melihat merah muda.

Kalau dipikir lagi, aku pasti sudah gila.

Putriku bekerja 24 jam sehari...

untuk menghasilkan lebih banyak uang...

sementara aku tergila-gila setiap kali aku melihat sesuatu yang cantik...

dan membeli segala sesuatu yang aku inginkan.

Kau benar.

Jujur, kau boros seperti itu, ibu.

Kenapa kau menggunakan maskerku?

Kau selalu menggunakan segala sesuatu yang kubeli.

Berapa nilaimu pada ujian kali ini?

Kenapa kau tak menunjukkannya padaku?

Lihat. Kenapa kau terus menjengkelkan ibu?

Kau tak pernah bisa berbicara lebih baik padanya.

Kenapa, aku hanya mengikutinya!

Ibu.

Apa ini?

Astaga!

Apa ini? -Aku mendapat satu juta won di muka untuk pekerjaan baruku...

dan 500,000 won untuk memperbaiki skuter.

Kenapa mereka memberikanmu uang muka yang besar?

Kau tidak...

Tak semua orang bisa kerja sebagai penerima tamu.

Setidaknya kau harus seseksi aku.

Kau... -Jaga mulutmu!

Katakan sejujurnya, apa kau mendapatkan pinjaman bunga tinggi?

Tentu saja tidak.

Kenapa kau tak percaya putrimu sendiri?

Tentu saja aku percaya padamu.

Siapa lagi yang harus kupercaya?

Gadis ini?

More Indonesian subtitles for Coffee Prince

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left