High Class (Haikeullasseu / 하이클래스)

High Class (Haikeullasseu / 하이클래스)

Download Indonesian Subtitle

Release info

하이클래스-High-Class-E05-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-09-20
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"

"Dalam drama ini hanya fiktif"

Kamu tidak punya seseorang seperti itu?

Seseorang yang kamu harapkan akan mati.

"Dengan segenap cintaku, dari suamimu, Ji Yong"

Dengan segenap cintaku, dari suamimu, Ji Yong.

Pembunuh.

Ada seseorang yang ingin kubunuh.

Hei, kenapa belum tidur?

Aku baru saja dari toilet.

- Pasti tidak nyaman di sini. - Bukan.

Aku akan segera tidur. Lanjutkan tidurmu.

Kamu juga.

"Kesepakatan Berbahaya"

"Episode 5"

Ayah?

Hei, Jae In.

Ada apa? Kamu tidak bisa tidur?

Begini,

boleh aku berada di sini sebentar?

Aku ingin bersama Pak Guru.

Tentu.

Apa itu? Foto keluarga?

Apa?

Pak Guru, aku ingin bertanya.

Bisakah ayahku menjadi ayah temanku juga?

Bisakah ayahmu menjadi ayah temanmu juga?

Aku tidak mengerti.

Begini,

ada foto Yi Chan di ponsel ayahku...

Lupakan saja.

Ayahmu kenapa? Apa sesuatu terjadi kepadanya?

Sudah lama aku tidak bertemu dengannya.

Aku merindukan ayahku.

Ibu diam saja saat aku menanyakan tentang Ayah.

Dia hanya menangis.

Begitu rupanya.

Kamu tahu,

aku tidak punya ayah

atau ibu.

Artinya, Pak Guru yatim piatu?

Ya, aku yatim piatu.

Karena sudah dewasa, aku bukan yatim piatu lagi.

Pak Guru tidak merindukan mereka?

Tentu saja.

Aku merindukan mereka tiap hari.

Apa yang Pak Guru lakukan?

Rahasia. Kamu penasaran?

Sebelum tidur, aku meletakkan kedua tanganku di dadaku,

melihat ke langit,

dan memikirkan kenangan terbaik yang kumiliki tentang orang tuaku.

Lalu mereka muncul dalam mimpiku.

Pasti bohong. Tidak mungkin.

Aku serius.

Cobalah saat kamu tidak bisa tidur dan lihat apa aku berbohong.

Kapan dia datang ke sini? Aku mencarinya.

Sudah satu jam?

Dia baru saja tertidur.

Aku akan mengembalikannya ke tendanya nanti.

Tidak. Biar aku saja.

Jae In.

Jae In, bangun.

Jae In.

Astaga.

Terima kasih, Danny.

Aku akan segera membalas kebaikanmu.

Baiklah.

- Sayang. - Ya?

Aku mencintaimu.

Mau satu ronde lagi?

Kamu mampu?

- Aku mau mandi. - Apa itu?

Astaga.

Mengejutkanku saja.

Astaga.

- Halo. - Bu Cha, ini Rachel.

Maaf mengganggu malammu, tapi Si Woo...

Astaga. Dia minta pulang lagi?

Ibu, aku mau pulang.

Ayolah, Si Woo. Jangan manja.

Tidak! Aku mau pulang.

Jemput aku sekarang juga. Ayolah!

Dasar anak nakal.

Sayang, mau pesan anggur lagi?

Tidak, aku harus pergi. Putraku mencariku.

Tentu saja. Aku tahu posisiku dalam prioritasmu.

Aku harus bagaimana? Haruskah aku meninggalkan putraku

dan tetap bersamamu?

Sudah.

Terima kasih. Aku pergi. Sampai jumpa.

Hampir lupa.

Jangan pergi setelah aku. Mengerti?

Buka saja anggurnya. Tagihkan sekalian kamar ini.

Baiklah.

Aku mau es loli.

- Apa? - Aku mau es loli.

Kamu langsung tertidur begitu masuk mobil.

Jangan pergi.

"Koki Jung Mi Do"

Penerima tidak bisa merespons.

"Koki Jung Mi Do"

Kapan kamu datang kemari?

Aku tidak bisa tidur.

Cuaca yang indah.

Angin sepoi-sepoi dan aroma laut.

Awan mendung bisa tiba-tiba datang

dan membawa hujan.

Benarkah? Saat matahari seterang ini?

Seperti wanita yang tidak bisa kamu pahami.

Cuaca di sini.

Jangan pernah lengah.

Keadaan bisa memburuk kapan saja.

Kamu pasti juga sangat sensitif.

Sepertinya kamu hampir tidak tidur semalam.

Sesekali ini terjadi.

Lagi pula, sebelum kemari, untuk sesaat,

aku tidak bisa tidur tanpa obat tidur.

Kamu masih seperti itu?

Kadang, aku bahkan tidak memikirkannya.

Kuharap suatu hari, aku akan melupakan semuanya.

Aku tidak bisa membayangkannya.

Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?

Aku pun merasa begitu.

Sayang.

Tunggu.

Uangnya aman. Percayalah kepadaku dan tunggu.

Aku pernah melanggar janjiku?

Jangan khawatir.

Ya.

Ada yang tidak beres.

Saat waktunya tepat, aku akan menceritakan semuanya.

Sampai saat itu,

percayalah padaku dan tunggu saja.

Kamu memercayaiku, bukan?

Seharusnya aku bertanya lebih banyak.

Aku tidak bisa.

Dia bertanya apa aku memercayainya

dan aku ingin memercayainya.

Saat aku bangun setelah itu, dia sudah menghilang.

Begitukah?

Aku penasaran kenapa dia membuat pilihan itu

dan kenapa dia tidak memberitahuku apa pun.

Aku yakin ada alasan dia tidak bisa memberitahuku.

Sekarang, aku harus melanjutkan hidup.

Dia mungkin sudah pergi,

tapi aku punya Yi Chan.

Topik ini membosankan.

Ayo sarapan.

Baiklah.

- Mau makan di sini? - Ya.

Halo.

- Selamat datang. - Terima kasih.

"Bubur kerang murex, tersedia untuk dibawa pulang"

Bukankah itu dia?

Wanita yang pindah ke kompleksmu.

Wanita yang suaminya bunuh diri?

Siapa?

- Wanita ini? - Diamlah. Dia akan mendengarnya.

Permisi.

Pak.

Halo. Aku bertanya-tanya siapa kamu.

Kamu sudah pindah dan membongkar barangmu?

- Ayo makan di tempat lain. - Baiklah.

Dia bersikap seolah-olah tidak ada masalah sepeninggal suaminya.

Bu, kamu bilang apa?

Apa? Kenapa kamu memedulikan perkataan orang lain?

Aku hanya menyatakan fakta.

Jika ada pertanyaan, tanyakan langsung kepadaku.

Jangan berkomentar sinis saat aku masih di dekatmu.

Untuk seseorang yang punya bisnis, pelayananmu sangat buruk.

Apa?

Beraninya kamu bicara seperti itu kepadaku.

Bu, jangan memperburuk keadaan.

Yeo Wool.

Hari ini aku mendapat banyak untuk...

Halo. Sedang apa kamu di sini?

Yeo Wool, ayo.

Ada restoran sup rockfish enak di dekat sini.

Mari makan di sana.

Wanita itu adalah

- penghuni baru di... - Aku harus bekerja.

- Bayar aku untuk ini. - Baiklah.

Maaf aku membuatmu ikut merasa canggung.

Tidak apa-apa. Warga lokal di sini kejam kepada orang luar.

Aku tidak tahu bahwa aku begitu terkenal.

Jangan terlalu dipikirkan.

Beberapa orang memang suka bergosip.

Wanita yang datang setelah kita,

dia bekerja di kompleks kami sebagai pembantu.

Kamu mengenalnya?

Tidak. Aku tidak mengenalnya.

Benarkah?

Jadi, kamu benar-benar akan mengusirnya?

Kita harus mengusirnya sebelum semester ini berakhir.

Liburan musim gugur akan segera tiba.

Tetap saja, akankah mantan pengacara populer

menerima takdirnya dan pergi begitu saja?

Lantas, kita harus membiarkannya?

Bukan, tapi kamu dan yang lainnya di sini

tidak suka membuat keributan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left