The first 200 lines.
Semuanya, kerja bagus.
Kerja bagus.
Setelah ini mau ke mana?
Sepertinya pulang saja.
Kalau Mana?
Barusan aku menemukan beberapa gadis yang sangat imut di Ruang Istirahat.
Aku ingin menonton mereka.
Kau suka sekali gadis imut, ya.
Dasar wota.
Mereka tampil di panggung mana?
Panggung Bintang.
Di neraka itu?
Di sana panas sekali, 'kan?
Pak Manajer.
Apa kami boleh menonton pertunjukan berikutnya?
Mem-Cho akan tampil di sana.
Rasanya pernah dengar,
apa pekerjaannya?
Dia adalah konten kreator.
Tidak hanya imut, sifatnya juga menarik.
Belakangan ini dia mengikuti acara "Cinta Sekarang".
Oh, acara yang dikritik internet itu, ya?
Dia bergabung dengan grup B-Komachi.
"B-Komachi"?
Pernah dengar?
Anak sekarang tidak kenal, ya?
Mereka memakai nama grup yang pernah ada.
Sebuah grup dengan idola legendaris bernama Ai.
Dia sangat hebat.
Sayangnya, dia meninggal sebelum mencapai puncak.
Pakai nama yang sama pun tidak ada gunanya.
Sudahlah, ayo kita lihat dulu sebelum pulang.
B-Komachi, silakan.
Baik.
Jumlah pengunjungnya lumayan juga.
Grup kami memiliki seorang influencer,
tentu saja tidak perlu khawatir soal itu.
Penlight warna merah ternyata lebih mencolok dari yang kubayangkan.
Aku pilih tongkat yang warna merah,
warna yang sama dengan Ai.
Kalau begitu, aku warna kuning.
Senior warna apa?
Kalau bebas warna apa saja, aku warna putih.
Warna putih, ya?
Tidak boleh?
Bukan tidak boleh,
warna putih punya kesan sangat khusus, dan sering jadi bibit pertengkaran
karena ada yang sirik.
Begitu, ya?
Tidak apa-apa.
Warnanya khas Senior yang bukan seorang otaku idola.
B-Komachi!
Tidak apa-apa.
Di detik aku naik ke atas panggung,
aku merasa tidak terlalu gugup.
Warna yang diayunkan penonton barisan depan
hampir semuanya berwarna kuning.
Penonton kami datang untuk melihat Mem-Cho.
Mereka datang untuk menontonnya.
Sudah kuduga kalau dia centernya,
penonton pasti lebih senang.
Bagaimana pendapatmu sebagai penggemar lama B-Komachi?
Sangat berbeda.
Grup ini sama sekali bukan B-Komachi.
Grup itu ada karena seorang bintang bernama Ai.
Tiga orang figuran tidak akan bisa meniru...
Pak Manajer?
Anak ini sangat menyilaukan.
Ia suka dengan idola,
dan selalu menikmati semuanya.
dan selalu menikmati semuanya.
Dia terlahir untuk menjadi idola.
Dia terlahir untuk menjadi idola.
Saat ini,
Dia berhasil memikat seorang penonton
Dia berhasil memikat seorang penonton
dan menambah jumlah penggemarnya.
Anak yang seperti ini pasti akan sukses.
Lagu berikutnya adalah lagu super populer yang kalian tunggu-tunggu.
"Kode B".
Aku iri.
Ia mendapat perhatian semua orang,
diinginkan semua orang.
Tidak ada satu orang pun
yang melihatku lagi.
Mama dan manajer pun mengabaikanku.
Penggemarku sendiri hanya melihat bayangan masa laluku.
Siapa pun, lihatlah aku.
Padahal aku sudah meneriakkan hal yang sama selama sepuluh tahun.
Katakan kalau kalian membutuhkanku.
Asalkan ada yang mau mengatakannya,
aku akan berusaha, sesulit apa pun itu.
Katakan kalau kau bisa menggunakan anak itu.
Maka aku akan kerja banting tulang!
Puji aku karena aku sudah berusaha.
Maka aku akan bekerja lebih keras lagi.
Siapa pun, siapa pun...
Katakan kalau aku boleh tinggal di sini!
Bodoh sekali.
Apa yang dilakukannya dengan wajah datar seperti itu?
Ia bahkan membawa seluruh penlight dengan warna kami.
Penggemar seluruh anggota, ya?
Dasar tukang selingkuh!
Aku sudah putuskan.
Selama aku menjadi seorang idola,
aku akan ubah seluruh warna penlight-mu jadi warna putih!
Aku akan buat kau terpesona padaku!
Aku akan jadi idola favoritmu!
Pak Manajer, anak itu lumayan juga, 'kan?
Ekspresinya jauh lebih baik dari lagu pertama tadi.
Aku bisa rekomendasikan dia.
Dibandingkan dengan grup lain,
wajah mereka bertiga punya kualitas yang tinggi.
Terutama anak yang berdiri di tengah,
disambut khusus dari penggemar fanatik.
Nyanyiannya juga bagus.
Mereka pasti akan populer.
Aku sangat lelah.
Ternyata Kakak datang juga.
Begitulah.
Apa yang kau lakukan tadi?
Aku sampai tertawa.
Bagaimana penampilan pertama kami?
Penampilan kalian cukup bagus, untuk seseorang yang baru pertama kali.
Apa itu? Puji lagi, dong!
Tidak bisa.
Karena kalian pasti akan menampilkan sesuatu yang lebih hebat dari itu.
Kupikir akan sia-sia saja kalau memberi kalian nilai yang tinggi sekarang.
Begitu, ya.
Akhirnya mereka berdua mau mengobrol dengan baik.
Kelihatannya mereka tidak terlalu akrab...
Bukan seperti itu.
Oh, ya, Aqua,
apa hubunganmu dengan Akane dari "Cinta Sekarang" lancar-lancar saja?
Tidak, kami belum bertemu sejak saat itu.
Oh, ya?
Kami hanya rekan kerja.
Namun, kami sudah sepakat pergi berfoto untuk diunggah ke Instagram.
Rekan kerja?
Benar juga.
Bagaimana mungkin Kurokawa Akane itu benar-benar naksir padamu?
Itu hanya pertunjukan untuk publik!
Sudah biasa!
Kasihan sekali kau.
Kau tidak boleh menanggapi hal seperti itu dengan serius, lo.
Arima mendadak senyum bahagia...
Oh, begitu, ya?
Ternyata Arima punya perasaan pada Aqua...
Akane.
Aku harus mendukung siapa, ya?!
Akane.
Pekerjaanmu berikutnya sudah ditetapkan.
Ini sungguhan?
Aqua.
Kita bisa kerja bersama lagi.
Saat latihan itu,
kau yang berpura-pura menjadi Pieyon, 'kan?
Kenapa sampai melakukan itu?
Karena...
Kau sama sekali tidak mau berbicara denganku saat itu.
Karena itu?
Alasannya karena itu saja?
Hanya karena itu kau berlari dan menari dengan topeng super panas itu?
Aku juga pernah coba pakai,
tapi panas dan sangat menyiksa.
Lalu, kau juga membuat suara yang menjijikkan itu.
Ternyata kau pandai meniru, ya?
Aku tak sangka kau punya bakat itu.
Hebat sekali.
Maka dari itu,
Arima yang tidak mau bicara denganku, tidak akan mau menerima bimbinganku.
Semua ini agar debut adikku berjalan lancar.
Iya, aku paham.
Mau pakai jurus siscon lagi, 'kan?
Benar-benar motif yang praktis.
Aku akan anggap itu motifmu.
Kau ini kenapa?
Aku mau pulang.
Mau kabur?
Mau kabur, ya?
Apa?
Bicara apa, sih?
Kabur dari apa?
Kau kabur karena malu sudah ketahuan melakukan
sesuatu yang aneh demi mengobrol denganku, ya?
Baiklah.
Sepertinya kau sudah salah paham, mari kita diskusikan dengan lebih rinci.
Duduk sana.
Memang itu yang kuincar.
Syukurlah, mereka sudah baikan.
Aku merasa mereka sedang berusaha memulai perseteruan yang baru.
Jangan khawatir.
Kakakku tidak terlalu suka berkomunikasi dengan orang lain.
Kalau bukan bersama orang yang pro-aktif seperti itu pasti tidak akan awet.
Awalnya dia tidak seperti itu.
Benarkah?
Banyak hal yang terjadi, dan menyebabkan kepribadiannya berubah drastis.
Ya ampun.
Namun, saat bersama Senior, Kakak terlihat seperti dulu lagi.
Akane...
No comments yet. Be the first to leave one.