The first 140 lines.
Episode 2: 20 Tahun Kerja Sama
Selanjutnya Jalan Kebenaran
Wah, ngagetin!
Kyoichi, Nobuto tidak mengangkat teleponnya.
Carilah ponselnya di sana.
Nomor yang anda hubungi berada di luar jaringan.
Bak terbuat dari plastik fiber yang telah diperkuat,
bentuknya akan berubah jika terlalu lama menampung air mendidih.
Makanya pertama-tama ....
Aku akan buat insulator panas dengan menumpuk beberapa kardus yang dilapisi alumuinum foil.
Kemudian ....
Semoga berhasil.
Aku sudah membawa semua tulang dan dagingnya.
Kira-kira beratnya 20 kilogram.
Tulangnya bisa dikeringkan saja, tapi kalau dagingnya ....
Dua hari lagi sudah pasti akan membusuk.
Sebelum itu terjadi ....
Mereka tidak pergi-pergi.
Berarti bukan aku sasarannya?
Apa pilihanku salah pergi meninggalkan rumah?
Aku tidak mengerti.
Pokoknya, aku harus segera pulang.
Sudah ada yang buka!
Tidak salah lagi!
Aku sengaja menyelipkan kain sebagai penanda sudah dibuka atau belum.
Tapi kainnya sudah dimasukkan.
Tenang dulu.
Jika ada yang mengawasi kami di apartemen kemarin,
maka sejak aku membawa pergi koper besar itu kemarin,
mereka sudah mulai mencurigaiku.
Tapi mereka hanya mengawasi dari kejauhan.
Artinya, mereka masih belum tahu kalau temannya sudah dibunuh.
Mereka masih mencarinya.
Shingo sudah mengobrol dengan pasutri.
Kyoichi-san, cepatlah—
Kenapa? Kenapa mereka langsung datang ke ruangan ini?
Pot bunga?
Aku tidak mengerti.
Mereka cuma orang biasa.
Mencurigakan.
Mereka terlihat aneh!
Kyoichi-san!
Kuyakin cara ini mengarah kepada kehancuran.
Walau kesalahan ini berhasil disembunyikan, tapi penyesalannya akan tetap abadi.
Tapi aku lemah ....
Terlalu lemah!
Semuanya sudah terkubur.
Sisanya tinggal menunggu semuanya terurai menghilang.
Tapi apa cara itu benar-benar berhasil?
Apa masih ada celah tertinggal?
Apa tidak ada cara yang lain?
Lagipula ....
Tidak, jangan dipikirkan!
Bekerja! Bekerjalah hari ini!
Hingga tak bisa memikirkan hal lainnya!
Ada yang ketinggalan?
Aduh ....
Reika-chan, kamu pulanglah dulu.
Ibu tidak enak membuatmu menunggu di sini.
Ibunya?
Mereka berpisah di tengah jalan saat menuju stasiun.
Siapa yang harus dibuntuti?
Putrinya.
Ikuti putrinya, iya.
Hubungi lagi kalau ada sesuatu.
Apa anda temannya Nona Tosu?
Nona Tosu baru saja pergi.
Sekarang hanya saya seorang di sini.
Ah, saya Suzuki, seorang petugas kebersihan.
Etto ....
Ah, aku temannya.
Dia sampai memberiku kunci cadangannya.
Maaf telah mengejutkanmu.
Tidak apa-apa.
Sebenarnya, ponsel temanku ketinggalan di sini, aku disuruh mengambilnya.
Boleh kuhubungi nomornya dulu?
Iya, silakan.
Baiklah.
Sialan!
Pergi ke mana kau, Nobuto?
Kyoichi, kau tetap ikuti putrinya.
Jika keadaan memburuk, culik dia.
Baik.
Syukurlah sudah kuhancurkan.
GPS-nya juga pasti sudah mati, 'kan?
Ini baru dimulai, aku harus semangat.
Tetsuo-san, aku sudah membelinya.
Ah, selamat datang.
Selamat datang.
Di mana Reika?
Aku menyuruhnya pulang sendirian.
Aku sudah membeli semua yang kamu minta.
Awalnya aku kesulitan mencari pelat tembaga yang pas.
Terima kasih.
Kopernya juga pas.
Apa yang mau kamu lakukan?
Aku akan mengubah bak mandi menjadi panci untuk merebus mayatnya.
Aku akan tempelkan pelat tembaga ke kompor induksinya dengan selotip alumunium.
Kemudian mengisi bak dengan air panas ...
... dan masukkan pelat tembaga tadi ke bak mandi.
Kalau daging direbus itu, airnya akan menguap dan dagingnya akan mengecil, 'kan?
Aku akan merebusnya sampai ukurannya sekecil mungkin.
Aku harus bantu apa?
Kau pulanglah dulu.
Tapi ....
Masakkan Reika makanan hangat, ya?
Ini Kubo.
Aku ingin melaporkan tentang Nobuto-kun.
Sudah ketemu?
Silakan kau juga.
Ambil dengan hati-hati, ya.
Iya, ini aku.
Alatnya sudah kubuang.
Tenang saja, Semuanya sudah kumasukkan ke dalam koper.
Aku baru mau pulang sekarang.
Jadi, apa kamarku sudah dibersihkan?
Yah, sebenarnya belum selesai ....
Eh?! Terus kuliahku bagaimana?
Reika-chan, Papa masih kecapekan.
Papa tak bisa membersihkannya dalam sehari.
Bagaimana kalau pekan ini kau dilaju saja dari rumah?
Iya, Ibu?
Iya, ide bagus!
Bisa makan tiga kali sehari dan tidur siang.
Aku bisa gendut!
Ini, jreng!
Sayang sekali!
Aku menukarnya!
Eh?! Sejak kapan?!
Kau tidak menyentuhnya, 'kan?
Hebat banget!
Walau sudah berulang kali melakukannya, tapi tidak pernah ketahuan sulapnya.
Ini hasilnya berangkat kuliah?
Aku santai-santai dulu, deh.
Ah, Psycho Splatter tayang di Amaflix! Asik!
Aku tak sempat menontonnya di bioskop.
Reika-chan, waktunya makan malam.
Ah, aku tidak usah.
Walau kamu bilang begitu ....
18 tahun.
No comments yet. Be the first to leave one.