The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini fiktif"
Dasar bodoh. Kenapa tidak bisa mengalahkan satu orang saja?
Kalian semua mau kupecat?
Apa? Apa yang akan kamu lakukan?
Mau memukulku? Pukul saja jika bisa.
Pukul aku jika kamu mau kehilangan pekerjaan berhargamu.
Pukul aku.
Kamu bahkan tidak bisa memukulku. Beraninya memelototiku.
Kena kamu, Bedebah.
Kamu benar-benar memukulku!
Sudah kubilang jangan buat aku kesal!
Hei! Hubungi polisi.
Minta polisi menangkap bedebah itu.
Dia memukul wajahku!
"Special Labor Inspector Jo Jang-Poong"
Astaga, mataku sakit.
Kenapa dia tidak masuk?
Kurasa dia pergi ke tempat lain.
Benar, bukan ? Ya. Dia pergi ke tempat lain, bukan?
Bagaimana bisa dia lolos? Ke mana dia pergi? Astaga.
- Tunggu. - Apa?
Itu pacar Koo Dae Gil.
Ayolah.
Kita punya rencana B untuk ini.
"Zero Vermin, Pembasmi Khusus Hama"
Pak Cheon.
"Episode 5"
Nona Oh.
Ini caramu menjalani misi.
Tiarap.
Pimpinan Koo.
Apa yang terjadi denganmu?
Jangan khawatir tentang itu.
Bisakah kamu memberiku sebutir telur jika kamu punya?
Jo Jin Gab, habislah kamu.
Kamu menjalankan tugas resmimu?
Tolong tunjukkan surat perintahmu.
Aku akan menyerahkannya nanti.
Kamu tidak punya satu pun?
Itu akan menjadi masalah besar.
Bukan begitu.
Menurut KUHP...
Kamu berbicara dengan detektif.
Apakah pria ini memukulmu?
Apa?
- Ya. - Itu tidak disengaja.
Aku hanya akan pergi,
tapi kalian bersikap agresif lebih dahulu.
Kapan?
Kamu memukul kami terlebih dahulu.
- Dia benar. Pria itu memukul kami. - Astaga.
Lupakan.
Mereka menghalangi penegakan hukum.
Aku bereaksi dengan membela diri.
Mari kita periksa rekaman CCTV.
Kameranya dalam perbaikan.
Apa?
Tiba-tiba?
Bagaimana mungkin polisi tidak mendapatkan satu bukti pun?
Apa yang kamu mau dariku?
Mereka bilang CCTV-nya sedang dalam perbaikan.
Apa pun itu, kamu tetap pegawai negeri.
Kenapa kamu begitu berani setelah menggunakan kekerasan?
Detektif.
Saat menangkap tersangka, bukankah kamu terkadang memakai kekerasan
dan menembakkan pistol penyetrum?
Jika kamu melihat siapa pun
menghancurkan bukti, bukankah kamu akan bereaksi serupa?
Aku hanya melakukan hal yang sama.
Aku tidak bisa membiarkan mereka menghancurkan bukti.
Aku petugas polisi peradilan khusus...
Jo Jin Gab!
Tolong cepat selesaikan.
- Jangan lakukan ini. - Lepaskan aku.
Astaga, si berengsek sialan itu.
Dia harus didakwa atas kekerasan.
Kamu memiliki rekaman CCTV, bukan?
Tidak, tapi kami memiliki banyak saksi.
Kamu tidak punya bukti?
Astaga!
Di negara kita, memiliki bukti adalah suatu keharusan.
Kita tidak bisa menghukum siapa pun tanpa bukti.
Ini masalah besar.
Katakan saja bahwa kedua belah pihak terlibat.
Kamu bisa menuntut orang-orangku.
Tetap saja, mereka adalah pegawaimu.
Apa maksudmu?
Aku tidak pernah menandatangani kontrak tunggal dengan mereka.
Kamu cukup kejam.
Kamu terlalu berhati-hati.
Kamu menganggap bawahanmu sebagai keluarga.
Rasanya memalukan kejadian seperti itu terjadi.
Karena kedua pihak terlibat dan cederanya ringan,
mari kita abaikan saja.
Jika kamu melakukannya, akan kubereskan ini dengan tenang.
Jika mau mengabaikannya,
akan kulakukan itu dari awal.
Mari kita lupakan pemeriksaan tenaga kerja.
Pak...
Jika berkaitan dengan tugas PNS,
mereka bukan benda yang bisa dengan mudah...
Itu bukan ucapanku.
Itu ucapan para petinggi.
Bagaimana dia bisa tertidur?
Dia dibayar apa pun yang terjadi.
Dia sudah melakukan tugasnya.
Tetap saja, aku senang melihat Pimpinan Koo dipukuli.
Kamu ingat ketika dia bilang kejadian ini tidak akan
diakui sebagai kecelakaan industri?
Dia mungkin benar.
Sopir yang lumpuh dari pinggang ke bawah setelah busnya terbalik
juga tidak mendapat kompensasi.
Mereka membuat pengemudi bus bekerja sepanjang siang dan malam,
Tapi kenapa perusahaan kita selalu rugi?
Di mana semua uang itu?
Belum lama ini, sebuah bus terbakar
karena terlalu sering dipakai.
Aku tahu itu akan terjadi karena mereka bahkan tidak mau
- memeriksa bus-bus tua itu. - Mereka memecat banyak sopir,
lalu yang tersisa sekarang tidak punya waktu untuk istirahat.
Aku tidak akan terkejut jika terjadi insiden besar.
Jadi, kamu mau apa?
Jika kamu membatalkan pemeriksaan, aku akan mengabaikannya.
Jika tidak, kamu bisa menghukum
Jo Jin Gab dengan memecatnya.
Selama 30 tahun terakhir, motoku adalah
"Orang-orang lebih penting."
Bagiku,
kamu lebih penting dari yang lain.
Jika dia pergi
setelah memukulmu seperti itu, itu tidak bisa diterima.
Dia harus diberi hukuman setimpal
agar orang lebih menyadari etika layanan publik.
Direktur Ha?
Berandal itu selalu saja membangkang
dan terus menyebabkan masalah.
Aku kesulitan karena dia.
Kamu harus menginterogasinya
dan cari tahu alasan PTK seperti dia menggunakan kekerasan
untuk melakukan tugasnya.
Komisaris.
Beri aku waktu sebentar.
Direktur Kang mencari berita eksklusif hari ini.
Orang tidak lagi tertarik pada upah yang menunggak.
Mendengar tentang pegawai negeri yang menggunakan kekerasan
jauh lebih menghibur.
Ketemu.
Begitu ini muncul di berita,
perhatian semua orang akan tertuju ke kasus ini.
Rahasiakan ini.
Kamu tahu apa yang akan terjadi
jika kabar tersebar, bukan?
Hei, Direktur Kang. Ini Ji Man.
Tidak, ini Ha Ji Man.
Ini Ha Ji Man.
Namun, jika ada masalah tentang kejadian ini,
kamu harus bertanggung jawab.
Itulah gunanya posisiku.
Aku benci ketika segala hal menjadi rumit.
Kamu mengenalku.
Sudah diselesaikan, jadi, kamu bisa pergi.
Aku minta maaf, Pak.
Kerja bagus.
Apa?
Insiden seperti itu bisa terjadi di bidang pekerjaan kita.
Jangan terlalu diambil hati.
Tidurlah yang nyenyak dan sampai jumpa besok.
Ya, Pak.
- Jin Gab? - Ya?
Jadi, ini tempat dia bekerja?
- Kenapa kamu di sini? - Apa?
Kamu di sini untuk menemuiku?
- Ya. - Kenapa?
"Kenapa"? Karena aku merindukanmu.
Jin Ah memiliki mata yang tajam.
Kamu tampaknya telah banyak berubah,
karena kulihat kamu berkelakar begitu.
Sungguh?
Jika ini tentang Jin Ah, kamu tidak perlu khawatir.
Sudah kujelaskan dengan baik kepadanya
dan dia mengerti.
Kamu tahu bahwa dia bisa mudah menebak kita.
Benar.
Baiklah.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Pakailah pakaian yang lebih rapi.
Cuci rambutmu.
Kamu memang menjadi pria paruh baya.
Hei, dia pergi! Dia akan pergi!
Tunggu!
- Kamu harus berhasil. - Baik!
Kita membutuhkan nomornya untuk melacak dia.
- Hanya lima menit. - Aku harus melepas ini.
Koo Dae Gil.
Berani-beraninya kamu membohongiku?
Astaga.
Baiklah, mari kita lakukan ini.
Astaga.
Maafkan aku.
No comments yet. Be the first to leave one.