The first 200 lines.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Mingo!
Itu dia! / Aku melihatnya! / Ayo!
Mingo!
Mingo!
Tidak!
Anjrit.
Lihat, aku berdarah! / Buk, uangku!
Bagaimana dengan uangku!
Buk, uangku. Ongkosnya $16.
Ini anjingmu? / Temanku.
Kamu kasih aku uang sekarang! Aku mau uangku!
Enyahlah!
Dengar, bung.
Aku hanya mau mengambil anjingku. / Bagaimana dengan taksiku?
Persetan taksimu. Bung, kamu mau aku ngapain?
Sudah selesai?
BERTAHAN DARI PERMAINAN
Pernah melihat pemakaman di laut?
Ya.
Mereka ambil satu orang dan membungkusnya dengan kain layar.
Mereka menjahitnya...
lalu mereka masukkan rudal diameter lima inci...
agar dia tenggelam, tahu maksudku?
Mingo yang malang.
Astaga.
Kamu harus menggali begitu dalam?
Aku berharap orang menggaliku sedalam ini saat aku mati.
Seminggu penuh setelah insiden Okinawa,
kami tidak makan layak sekali pun.
Tiap kali mereka menyuruh kami mandi.
Tidak ada apa-apa di sini.
Tau, kami tak kelaparan juga tidak makan layak.
"Aku lapar, anjrit!"
- Aku tahu kamu begitu! - Orang miskin harus makan juga.
Lihat ini. Manusia pada jadi kelinci.
Orang-orang tidak doyan daging lagi!
- Kita harus nyari sesuatu untuk dimakan. - Tak ada yang bisa di kunyah.
Keluhanmu tak membuat keadaan jadi lebih baik.
Kita harus mendapatkan makanan.
Hei, Hank!
Aku nemu pistol.
Kemarilah. Pistol jenis apa ini?
A tok... / Pistol tetaplah pistol. Itu membunuh orang.
Periksa larasnya!
- Dan jangan arahkan padaku! - Bicara apa kamu?
Hal pertama yang kamu lakukan saat menemukan pistol...
adalah memeriksa larasnya.
Kamu menembakkannya...
dan larasnya tersumbat, dia akan meledak di tanganmu.
Jangan main-main dengan ini pokoknya. / Kamu ngapain, bung?
Aku bisa mendapat 20 dolar dari ini, dengan atau tanpa peluru. Ini pistolku.
Jangan cemaskan ini. Lupakan aku menemukannya.
Lupakan sampah ini. Aku tahu di mana bisa dapatkan makanan betulan.
Ya, aku tahu di mana ada makanan betulan.
Asal jangan ceritakan padaku lagi cerita sialan itu.
Oke.
Ayolah, aku bukannya takut,
aku merasa lucu saja tentang ini.
Ayolah, Hank, kamu harus percaya padaku, oke?
Aku tahu yang kulakukan. Kita akan mendapatkan makanan.
- Kamu tetap di sini. - Kamu bodoh masuk ke sana.
Mereka punya anjing penjaga di mana-mana.
Aku sudah mengenal anjing ini lebih lama daripada aku mengenalmu.
Kamu tak pernah mendengarkanku.
Hei, Hank, bagaimana dengan ini?
Kemarilah, anjing.
Ya. Sudah kubilang.
Hei, kita punya cukup daging untuk orang-orang!
Akhirnya aku menangkapmu.
Kami cuma lapar. Jangan ganggu kami, ya?
Kami tak ingin ada masalah! Kami akan kembalikan!
Persetan. Itu sudah terkontaminasi kotoranmu.
Ada yang harus membayar!
Jangan ganggu orang tua itu!
Menodongkan pistol padaku?
- Mau apa kamu? Menyakitiku? - Menyakitimu?
Tidak. Aku tak akan menyakitimu! Tidak sama sekali.
Aku akan membunuh orang malam ini!
Kamu benar! Ada yang akan mati malam ini.
Ya! Dan itu kamu, bajingan! Itu kamu.
Mungkin kita berdua! Aku tak tahu.
Ya, ayo mati! Kamu takut, bajingan?
Akan kuambil tongkat ini, akan kujejalkan di pantatmu!
Kamu bukan apa-apa! Kamu suka memukuli orang tua?
Aku harusnya menggetok kepalamu.
Mau mati menemui setan?
Apa kamu menginginkannya?
Pergi dari sini! Atau kusambit kamu!
Pergi! / Kamu gila, men!
Dan jangan kembali, kamu dengar?
Sudah kutangani, Hank, sekarang kamu lompat pagar dan ambil dagingnya.
Ambil saja sendiri.
Oh, anjir.
Kami ingin mengucapkan terima kasih, Pak.
Butuh bantuan dengan apinya?
Tidak, tidak usah.
Aku salah ngomong?
Ini bukan salahmu.
Dengar, yang sudah terjadi biarlah terjadi.
Menyalahkan diri atas apa yang terjadi 2 tahun lalu...
- tak akan mengubah apa pun. - Apa kamu sudah selesai?
Belum, baru saja mulai.
Jika itu hal terakhir yang aku lakukan,
aku akan membantumu bangkit lagi.
Sudahlah. Tak ada yang akan memberikan kesempatan pada orang sepertiku.
Kamu tau? Persetan mereka semua dan berikan dirimu kesempatan juga.
Terserah padamu untuk mengembalikan hidup normalmu,
bukan orang lain.
Tak peduli apa yang kulakukan, akan ada orang yang akan menjatuhkanku.
Triknya adalah jangan biarkan mereka!
Setelah kepercayaan dirimu kembali,
kamu lawan mereka dengan segala kemampuan untuk mempertahankannya.
Maksudku segalanya!
Kamu ngomongin semua filosofi ini. Ada apa denganmu?
Oh, sial.
Terakhir kali aku hidup normal aku masih bujang.
Ayolah, Hank, mirasnya akan mengganggu pikiranmu.
Mungkin. / Kamu menjadi sentimentil.
Astaga, masih sembelit.
Bangunlah, Hank.
Anjrit.
Hari kacau lainnya.
Hank!
Bangunlah, Hank!
Hank.
Astaga.
Kamu kok mati, sih?
Ini, sobat.
Kapan kamu keluar penjara?
Hei, Tuhan memberkatimu.
Hati-hati.
Hei, apa kamu tak ingin makan siang gratis?
Makan siang gratis dari hongkong. / Hei, tunggu.
Aku hanya ingin membantumu.
Anjrit!
Ada apa denganmu? Bangun!
Lepaskan aku! / Aku mencoba membantu!
Aku tak ingin bantuanmu! / Kamu tak ingin bunuh diri.
Kamu tak tahu apa inginku! / Aku sudah melewati masa-masa sulit.
Seperti apa, bak mandimu rusak?
Selalu ada jalan keluar lain.
Seperti apa? / Seperti membiarkan orang membantumu.
Kenapa kamu mau membantuku?
Karena aku baik-baik saja sekarang, hidupku baik.
Aku melihatmu dan berpikir ini adalah kesempatan bagiku...
untuk membuat perbedaan pada seseorang yang butuh kesempatan.
Kamu tahu? Simpan saja omong kosong itu untuk orang yang peduli.
Dengar, kamu masih muda, kamu sehat.
Kamu tampak cerdas. Kenapa kamu ingin bunuh diri?
Mungkin aku lebih suka mati ditabrak truk daripada ditabrak becak.
Bukankah kamu punya keluarga, orang-orang yang peduli padamu?
Aku punya anak istri dan mereka sudah mati, oke?
Apa tak ada orang lain yang akan merindukanmu
jika kamu mati? / Tidak! / Aku sulit mempercayainya!
Dengar, mungkin kamu tidak mengerti.
Aku tak ingin ada yang peduli padaku.
Aku tidak ingin bertanggung jawab atas perasaan orang lain.
Aku sudah cukup dengan semua ini!
Hei, biar aku bertanya.
Jika ada yang menawarimu pekerjaan bagus,
yang akan menjadi peluang nyata bagimu,
apa kamu tertarik?
Tidak!
Oke.
Kalau kamu ingin mencariku, aku ada di 7th Street Mission setiap Kamis.
Tunggu sebentar.
Pekerjaan apa yang kamu bicarakan?
Aku dan rekan bisnisku,
butuh orang untuk membantu kami, sebagai "pemandu bertahan hidup"...
di perburuan kami di hutan belantara.
Aku tak tahu apa-apa tentang hutan belantara.
Dengan rekomendasiku,
kamu akan memiliki peluang bagus untuk mendapatkan pekerjaan itu.
Gajinya bagus.
Gaji seperti apa maksudmu? Seberapa besar tepatnya?
Pergi saja ke sana.
Bicaralah dengan pria ini. Namanya Burns.
Kamu akan menemukan semua yang perlu kamu ketahui.
Ada yang bisa dibantu?
Mason.
Rekanku.
Dia sangat berperikemanusiaan. Masuklah, Mason?
Duduklah.
Jangan tersinggung, tapi bagiku, kamu tak terlihat seperti pemburu.
Aku baru mau mengatakan hal yang sama tentangmu.
Aku sudah mendapatkan pekerjaannya.
Berapa banyak batang rokok yang kamu hisap sehari?
Sebanyak yang kubisa.
Aku menghargai kedatanganmu.
Tapi pekerjaannya butuh orang yang memiliki daya tahan.
Aku khawatir paru-parumu tidak kuat.
Sudah?
Secepat itu?
Ayolah, aku butuh pekerjaan ini. Aku punya daya tahan.
Aku bisa melakukan apa pun. Ayolah.
Apa itu? Itu alat buat lari, kan?
Nyalakan, biar kucoba.
Kutunjukkan padamu daya tahan.
No comments yet. Be the first to leave one.