The first 181 lines.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.
Mutta sang kakak berusaha menjadi astronot, dan menepati janjinya kepada Bibi Sharon
untuk membuat teleskop di bulan.
Mutta berhasil pada babak pertama, tapi dia terus saja dapat masalah.
Saat ujian tertulis, nilainya paling rendah.
Alhasil, dia harus dapat instruktur terbang yang gila.
Tetapi, Mutta sang kakak
belum sadar kalau dia sedang mempelajari apa yang dia butuhkan secara cepat.
Buggy yang takkan rusak kalau jatuh ke jurang.
Atau buggy yang takkan jatuh.
Kita bisa membuat jalan di bulan tak berjalan!
Kami hanya ingin NASA
bekerja sama dengan rencana ini!
Kalau begitu kita putuskan beberapa hari lagi.
Kesempatanku untuk pergi ke bulan
bergantung pada hasil presentasi ini.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Jelas kalau semakin banyak yang kita masukkan dalam kantung
maka akan semakin berat kantung itu
Semakin keras aku berjuang, semakin dekat aku dengan tujuanku
Tapi sayangnya aku tak bisa secepat itu
Kutatap langit di malam hari, tapi tetap ku tak bisa tenang
Sampai-sampai detak jantung ini terdengar keras olehmu
Ayo kita pergi
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium mimpi dan kenyataan ini
Sekarang kuperbarui kanvas impianku
Dengan gemerlapnya alam semesta dan bumi yang biru
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium kebohongan dan kejujuran ini
Sekarang ku bicara memakai kanvas impianku
di orbit takdir ini
sambil berapi-api
#74 Trik Sulap
#74 Trik Sulap
Aku suka ide kaca depan itu.
Aku juga.
Aku terkesan mereka memikirkan biaya keberangkatannya.
Dengan membuat buggy yang baru dan mengirimnya ke bulan, bisa empat miliar dolar.
Tapi dari proposal mereka hanya 10 juta.
Kita tinggal mengirim satu kaca depan polikarbon,
memasangnya, dan mengatur sistem navigasinya.
Rencana ini bisa dilakukan.
Setuju.
Aku tak menyangka astronot pemula bisa punya ide seperti ini.
Pimpinan, menunjuk dia sebagai teknisi adalah pilihan yang tepat.
Benar, 'kan?
Instingku ini tak salah.
Apa Anda masih khawatir dengan diagnosis dokter itu, Pimpinan?
Soal itu... Memang benar.
Tapi, dia itu Hibito, 'kan?
Dia bukan orang yang akan berkecil hati setelah tahu kakaknya dapat pelatihan misi bulan.
Malahan,
aku yakin saat kakaknya di jajaran yang sama dengannya,
dia akan termotivasi untuk lebih berusaha.
Apa kau kenal Ronald Cooper?
Pernah dengar namanya.
Dulu dia anggota NASA.
Dia astronot yang sangat hebat.
Tapi dia tak pernah berhasil ke luar angkasa.
Dia enam tahun lebih muda dariku.
Dia berkali-kali jadi cadanganku.
Sudah dua puluh tahun.
Saat latihan T-38, Ronald hampir mati karena kecelakaan.
Setelah itu, dia punya masalah yang sama dengan Hibito,
penyakit panik.
Ronald tak bisa terbang lagi.
Dia diobati?
Tentu saja diobati.
Tapi setelah satu setengah tahun tanpa ada perkembangan,
Ronald sadar dia telah tertinggal dari rekan-rekannya.
Jadi dia menyerah menjadi astronot dan meninggalkan NASA.
Aku sadar Hibito dan Ronald adalah orang yang berbeda.
Tapi meski aku tahu,
aku ingin hati-hati.
Lalu, bagaimana presentasinya?
Ah, rencana kami diterima.
Oh, kalau begitu, kau akan mulai ikut latihan misi bulan?
Kalau itu belum, sih.
Hanya diterima itu belum cukup.
Sepertinya aku akan menghabiskan waktu setengah tahun sebagai teknisi.
Sayang sekali.
Perasaanku saja, atau memang semua orang melihat kita dari tadi,
Alexander?
Kenapa, ya?
Aku harus bagaimana?
Aku harus dapat persetujuan Pimpinan Butler.
Aku harus promosikan diriku pada bos.
Hal ini mengingatkanku waktu aku masih jadi pegawai kantoran.
Kalau begitu...
Apa mungkin ada jalannya?
Jason Butler... NASA.
Oh, ini dia.
"Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara, dia menjadi pilot AU.
Setelah meninggalkan AU, dia menamatkan S2 Astronotnya di MIT."
Dia pilot Angkatan Udara?
Aku mulai khawatir.
Surat dari Bibi Sharon.
Tulisannya sudah berkembang perlahan-lahan.
Tapi belakangan, ada tanda-tanda kalau kondisinya memburuk.
Surat-surat yang biasanya tiba satu atau dua bulan sekali, semakin jarang.
Hah? Vertical climb roll?
"Bagi penonton, itu seperti peluncuran roket."
Sudah lama sekali Bibi Sharon tak mengirimkan surat.
Apa keadaannya kurang baik?
Kalau saja aku sudah latihan untuk ke bulan...
Mungkin hal itu bisa memberi Bibi Sharon sedikit harapan.
Aku menemukan wawancara tiga puluh tahun lalu.
Pertanyaannya, "Kapan pertama kali kau merasa sebagai pilot?"
Dan astronot Jason Butler menjawab:
Saat aku pertama kali melakukan vertical climb roll sebelum disuruh.
Itu adalah gerakan yang mengesankan, berputar sambil menanjak.
Bagi penonton, itu seperti peluncuran roket.
Aku tertarik dengan luar angkasa sejak aku di Angkatan Udara.
Terbang gaya vertikal adalah caraku menunjukkan ketertarikanku.
Aku sudah siap terbang ke luar angkasa.
Jadi, kau mau aku mengajarkan cara vertical climb roll?
Ya, tolong ajari, Alex.
Oh? Kau memendekkan namaku.
Habisnya kepanjangan.
Alexander Nikolas Phillipos Medinakalos
Alexander Nikolas Phillipos Medinakalos.
Ah, aku mau saja mengajarkannya,
tapi astronot tak perlu mempelajarinya, loh.
Apalagi kau ini bukan dari Angkatan Udara.
Aku harus pelajari itu untuk mengungkapkan keteguhanku.
Kau mau menunjukkan pada pimpinan?
Kau ini orang yang gila, ya?
Oke, ayo!
Pertama, kutunjukkan caranya.
Mulai dalam lima detik.
Five.
Four.
Eh, sekarang?
Three.
Two.
One.
Patrick itu operator yang tak berdedikasi.
Lantas, bagaimana dengan Thomas?
No comments yet. Be the first to leave one.