The first 200 lines.
Amina!
Aku mau satu lagi.
Berapa harganya?
6.000?
Turunkan harganya sedikit.
Halo, kakak.
Ya?
Butuh tungku? / Aku baru beli dua.
Jadikan tiga.
Maaf, kau terlambat.
Pelan-pelan.
Tunggu.
Bisa?/ Sudah.
Mau kubantu?
Kau hampir menjual semuanya.
Hari belum berakhir, Bintou.
Ini dia.
Pelan-pelan.
Dengar ini.
Bagaimana menurutmu?
Bintou..
Menari semalaman tidak cukup? / Tidak.
Halo.
Berapa harganya? / 3.000 franc.
2.000? / Tidak, 3.000, Bu.
Kubayar 2.000.
Itu harga yang cocok untukku.
Aku terima 2.000
Letakkan di mobil, kuterima 2.000.
Mamita.
Kau tak apa, Nak?
Sekolah bagaimana?
Aku beli jangkrik.
Mau?
Kenapa kau tak mau bicara padaku?
Jangan panggil aku Mamita.
Aku membuatmu marah?
Sabar!
Ada apa, Nak?
Jangan ganggu aku, aku lelah. Aku mau tidur.
Kau tak mau makan? / Tidak.
Tuhan melindungimu, Nak.
Tidur yang nyenyak.
Brahim!
Amina!
Apa kabarmu? Aku tadi memikirkanmu.
Pembohong.
Aku tidak pernah melihatmu, tetangga.
Setiap kali aku mampir, selalu tidak ada orang.
Entah kau atau Maria. Dia sehat?
Maria baik-baik saja.
Baguslah.
Uang yang kau pinjamkan padaku.
Terima kasih. / Terima kasih. Aku pergi dulu.
Amina, sebentar.
Aku perlu bicara.
Soal apa? / Masuklah.
Kau tidak bisa memberi tahuku di sini saja?
Ayolah, tolong.
Serius, Brahim.. / Ayo.
Jadi, apa yang kau tidak bisa katakan di luar?
Sudah berapa lama kita saling mengenal?
Tujuh atau delapan tahun?
Tidak, sepuluh tahun.
Sejak bergabung dengan persaudaraan imam, ingat?
Kita saudara seagama.
Saudara seagama bisa menikah satu sama lain.
Apa kau mencintaiku?
Semua orang mencemoohmu...
...karena kau seorang ibu tunggal.
Tapi aku tidak peduli.
Aku akan mencintaimu dan putrimu.
Aku akan memberimu rumah.
Kau butuh lelaki untuk melindungimu.
Kami tidak butuh perlindungan.
Apa kau sungguh mencintaiku?
Ya?
Kenapa kau tidak sholat subuh?
Aku lelah dan tidak bangun.
Lelah?
Kau tidak boleh lelah untuk sholat.
Al-Qur'an mengatakan, "Sholat lebih baik daripada tidur,"...
...dan itu benar.
Jika kau sholat setiap harinya, dosa-dosamu akan dihapuskan.
Jangan pernah melewatkan masjid.
Ya, Imam.
Amina!/ Apa?
Tunggu aku. / Aku terburu-buru.
Tidak, tidak.
Jangan sentuh aku.
Apa kau sakit? / Jangan sentuh aku.
Ada apa?
Ada apa, Nak?
Lihat aku. Ini Ibu.
Jangan sentuh aku!
Ini Ibu, Mamita.
Maaf mengatakannya seperti ini tapi...
...Marie hamil.
Aku telah mengeluarkannya.
Banyak gadis hamil akhir-akhir ini...
...dan itu buruk untuk citra kami.
Aku minta maaf.
Sekolahmu memberi tahuku.
Jangan sentuh aku. Kau ibuku, tapi tidak tahu apa-apa!
Hamil di usiamu, itu aib!
Jangan sentuh aku!
Aib!
Jangan sentuh aku. Menjauh dariku.
Katakan siapa ayahnya.
Akan kubuat dia bertanggung jawab.
Katakan, Nak.
Katakan.
Aku ingin aborsi.
Kau tahu kita tidak bisa melakukannya!
Kemarilah.
Orang Muslim tidak boleh melakukannya. / Jangan sentuh aku.
Dalam Islam, itu dilarang.
Aku tidak peduli.
Jangan ganggu aku. Aku tak mau itu.
Agama kita melarangnya. Kita tidak bisa melakukannya.
Jangan ganggu aku. Ini tubuhku. Aku tidak peduli!
Bayi ini ada di perutku!
Kita tidak bisa, Mamita! Kita tidak bisa!
Kita tidak bisa!
Maria! Aku senang sekali bisa melihatmu.
Selamat ulang tahun.
Aku basah kuyup. / Tidak apa-apa.
Kami sudah lama tidak melihatmu di sekolah.
Maaf, aku tidak bawa hadiah...
Tidak apa-apa.
Merasa lebih baik? / Aku baik-baik saja.
Kau yakin?
Kau sudah berhenti sekolah?
Tidak, aku punya beberapa masalah, tapi aku baik-baik saja.
Baik, jika kau berkata begitu.
Kau mau apa? Coke? Fanta?
Air saja.
Ada sampanye.
Tidak, air saja cukup.
Baik.
Ini./ Terima kasih.
Semua baik-baik saja?
Orang-orang membicarakanmu.
Lihat, mereka bilang kau hamil.
Aku tidak hamil.
Lihat. / Aku tidak hamil! Kau tidak mengerti?
Maria, tunggu!
Aku tidak hamil, oke?!
Tunggu! / Tinggalkan aku sendiri!
Brahim!
Ada apa?
Maria hilang. Aku tidak tahu dia di mana.
Kalian bertengkar? / Tidak.
Sudah coba meneleponnya? / Ya, tapi ponselnya mati.
Bisa bantu aku menemukannya?
Kalian, ada gadis tenggelam!
Ada gadis yang menenggelamkan diri!
Pelan-pelan.
Pelan-pelan..
Ke sana.
Benar, di sini.
Pelan-pelan! Mundur.
Mundur!
Ayo!
Kau tak apa?
Tak apa, tak apa..
Nak!
Nak!
Kau bisa mendengarku?
Nak, kau bisa mendengarku?
Jawab aku, kau bisa mendengarku?
Jawab aku.
Kau tak apa?
Selamat tinggal, Bu.
Tidak, Bu. Aku hanya melaksanakan tugasku.
Tidak apa-apa.
Aku tidak mau menjadi sepertimu, Bu.
Semua orang mengira kau pelacur.
Tidak ada yang menghormatimu.
Aku tidak mau kehidupan itu.
Aku juga dikeluarkan dari sekolah.
Karena aku hamil.
Ayahmu, satu-satunya lelaki yang kukenal,...
...meninggalkanku.
Keluargaku mengusirku.
Hanya kau yang aku punya, Mamita.
Kau mencintai ayahku? / Dengan penuh hati.
Aku tidak ingin kehilanganmu, Mamita.
Aku mencintaimu, Nak.
Kemarilah dan biarkan aku memelukmu.
Aku juga mencintaimu, Ibu.
Kau sudah besar.
Kau lebih tinggi dariku.
Kini kau sudah dewasa.
Kau tidak angkat?
Itu Fanta, adikku.
Aku tidak tahu dia mau apa.
Mungkin seseorang telah meninggal.
Sebaiknya angkat.
Halo?
No comments yet. Be the first to leave one.