The first 200 lines.
Terjemah Indonesia oleh: Iyey
~ Episode 02 ~
Hanya satu hari mendengarkanmu
lebih berharga dari 10 tahun membaca buku.
Terima kasih atas pelajarannya.
Bukan apa-apa, Kau berlebihan.
Aku masih ada urusan penting.
Aku takkan mengganggumu lagi.
Semoga kita bertemu lagi.
Margaku Yin.
Jika takdir mempertemukan lagi, mohon ajari lebih banyak puisi.
Margamu Yin?!
Nona Yin.
Apa kau kenal Kakakku Yu Daiyan?
Tolong jangan salah sangka.
Aku merasa ragu,
jadi aku bertanya agar semuanya jelas.
Kau harus bertanya?
Apa kau menugaskan biro Pengawalan Gerbang Naga
untuk membawa Kakakku kembali ke Wudang?
Aku pasti akan... membalas kebaikanmu.
Kebaikan atau ketidakadilan... sulit dikatakan.
Kakakku diserang orang tak dikenal di kaki gunung Wudang.
Kau tahu itu?
Aku benar-benar sedih dan penuh penyesalan.
Kau tahu siapa yang membunuh orang-orang di Gerbang Naga?
Mengapa kita tak ke dalam dulu agar tak kehujanan?
Du Dajin bukan satu-satunya yang melakukan kesalahan.
Aku juga melakukan kesalahan.
Aku seharusnya berpikir lebih cepat.
Tujuh pendekar Wudang dihormati di seluruh jianghu.
Mengapa mereka menggunakan racun?
Apa kau mengenali senjata rahasia ini?
Panah Bunga Plum milik Shaolin.
Tepat. Kecuali yang ini dibubuhi racun.
Shaolin adalah perguruan lurus yang sangat terkenal.
Mereka tak pernah menggunakan racun.
Siapa yang melukaimu?
Aku takut biro Pengawalan Gerbang Naga akan menemui masalah di jalan
jadi diam-diam kuikuti mereka sebagai bantuan.
Di kaki gunung Wudang,
enam orang tiba-tiba muncul menyamar sebagai enam pendekar Wudang.
Du Dajin menyerahkan pendekar Yu
dan melanjutkan perjalanan pulang.
Aku merasa ada yang tak beres
jadi aku segera mengikuti mereka.
Siapa kalian?
Aku Yuanqiao, murid Wudang.
Dan ini Adik-adikku.
Kau bohong.
Kalian bukan tujuh pendekar Wudang.
Pendekar Wudang saling menyayangi seperti saudara.
Pendekar Yu dalam kondisi kritis
dan kalian sama sekali tak peduli.
Kalian lebih tertarik pada Golok Pembunuh Naga.
Katakan.
Mengapa kalian menyamar sebagai tujuh pendekar Wudang?
Boleh aku bertanya pada Nona,
apa hubunganmu dengan Yu Daiyan?
Aku...
Jika tak ada hubungan maka jangan campuri urusan orang lain.
Tapi aku ingin ikut campur.
Terima kasih sudah bertaruh nyawa untuk menyelamatkan Kakakku.
Sayangnya aku tak bisa menyelamatkannya.
Siapa orang-orang itu?
Aku tak tahu.
Yang kutahu anak panah Bunga Plum ini adalah senjata rahasia Shaolin.
Aneh sekali.
Sendi Kakak Yu juga dirusak oleh "Jari Baja Emas" dari perguruan Shaolin.
Saat aku kembali ke Lin An,
aku baru tahu Du Dajin ternyata murid Shaolin,
Jadi aku pergi ke Gerbang Naga untuk meminta obat penawar.
Tapi tiba-tiba saat aku tiba,
aku bertemu Du Dajin dan juga orang-orang Shaolin.
Mereka ingin membunuhku.
Jadi, kau bunuh semua orang biro?
Itu salah mereka.
Pertama mereka menyebabkan pendekar Yu terluka
lalu ingin membunuhku.
Tetap saja, kau tak bisa sembarang membunuh orang tak bersalah.
Kau pikir aku seharusnya diam dan menunggu kematian?
Kau bisa menjelaskan pada mereka.
Menurutmu aku bisa menjelaskannya?
Bahkan kau salah dituduh di biro.
Bisakah kau jelaskan itu?
Jadi orang yang bersembunyi itu adalah kau?
Ya.
Mengapa kau melukai orang-orang Shaolin?
Dan membuatku seperti seorang pembunuh?
Apa masih bisa kujelaskan?
Mereka lah yang menggunakan senjata rahasia padaku!
Aku hanya berusaha membantumu.
Mengapa malah menyalahkanku?
Nona Yin.
Ada yang masih belum kumengerti.
Mengapa mereka menyangka aku pembunuhnya begitu melihatku?
Ceritanya panjang.
Saat aku bepergian dari Wudang kembali ke Lin an,
kebetulan ada banjir.
Warga disana sangat menyedihkan.
Aku juga melihatmu bertarung dengan Du Dajin.
Ketua Du.
Aku tak tahan melihatmu hanya duduk makan dan minum.
Jika tak kau gunakan 2000 keping emasmu untuk membantu warga disini,
maka aku akan pergi ke Gerbang Naga
dan membunuh kalian semua.
Apa kau bilang begitu?
Ya, aku bilang begitu.
Tapi aku hanya ingin menakuti mereka.
Aku tak pernah melukai siapa pun.
Aku belum pernah bertemu orang sepertimu.
Aku sangat mengagumimu.
Jadi sejak saat itu aku mengikutimu diam-diam.
Aku juga berpikir pakaianmu benar-benar bagus.
Jadi kubeli pakaian yang mirip.
Itu sebabnya kau berpakaian sepertiku
dan menerobos ke Gerbang Naga di tengah malam.
Mereka tak melihat wajahmu dengan jelas,
mereka hanya melihat pakaianmu.
Jadi mereka pikir aku pembunuhnya.
Aku... aku tak bermaksud menjebakmu.
Kau tak sengaja melakukannya tapi tetap merugikanku.
Kau dan Gerbang Naga bukan musuh bebuyutan,
namun kau membunuh mereka semua.
Perbuatanmu sungguh kejam.
Aku...
Apa kau ingin menceramahiku?
Selama hidupku, aku tak pernah diceramahi.
Ya, aku tahu pendekar Zhang sangat baik dan lurus
aku jahat dan tak berperasaan. Mana bisa berteman?
Pendekar Zhang, silakan pergi.
Nona Yin.
Aku ingin membantu menyembuhkan racunmu.
Tidak perlu.
Aku orang jahat.
Aku tak pantas mendapat pertolonganmu.
Kau sudah lama terkena racun.
Akan lebih sulit disembuhkan jika dibiarkan.
Aku khawatir kau akan kehilangan lenganmu.
Memang kenapa? Lagipula itu semua salahmu.
Apa hubungannya denganku?
Kau jelas terluka oleh panah Shaolin.
Jika aku tak berjalan ribuan mil mengantar Kakakmu ke gunung Wudang
aku takkan bertemu enam orang jahat itu.
Jika aku diam saja saat mereka membawa Kakakmu,
apa aku akan terluka sekarang?
Jika kau datang lebih awal untuk membantu,
apa kondisiku akan seperti ini sekarang?
Kau benar.
Aku akan menolongmu untuk membalas kebaikanmu.
Lalu kau mengaku salah?
Mengakui?
Apa salahku?
Kau bilang aku kejam dan tanpa ampun.
Tentu saja itu salahmu.
Para biksu Shaolin dan Du Dajin pantas mati.
Nona Yin.
Meskipun kau terkena racun,
hidupmu tak dalam bahaya.
Kakakku terluka tapi dia mungkin takkan mati.
Meski kami tak bisa menyembuhkannya,
setidaknya kami harus menemukan pelakunya.
Kau sudah membunuh banyak orang tak bersalah. Itu salah.
Salah membunuh orang?!
Bukankah benar yang melepaskan panah Bunga Plum anggota Shaolin?
Dan bukankah orang-orang Gerbang Naga adalah murid Shaolin?
Dunia penuh dengan murid-murid Shaolin.
Seseorang menggunakan 3 anak panah untuk melukai lenganmu
dan kau ingin membunuh semua murid Shaolin?
Kau...
Apa yang kau lakukan?
Bukan urusanmu.
Aku ingin mati. Mengapa itu urusanmu?
Pergilah.
Aku tak butuh pertolonganmu.
Belum pernah kutemui gadis yang begitu keras kepala.
Kau sudah bertemu hari ini.
Aku hanya ingin menguji batasmu.
Kau benar-benar keras kepala.
Kau memukulku? Aku tak takut.
Ayo.
Biar kububuhkan obatnya.
Gulung lengan bajumu.
Jika tak disembuhkan sekarang,
hidupmu dalam bahaya.
Apa hubungannya hidupku denganmu?
Aku harus membalas kebaikanmu mengantar Kakakku kembali.
Maksudmu, kau menyelamatkanku hanya untuk membayar hutang?
Jika aku tak menyelamatkan Kakakmu, kau akan membiarkanku mati?
Belum tentu.
Ulurkan tanganmu. Jangan bercanda dengan hidupmu.
Jika kau tak mengaku salah,
takkan kuijinkan kau menolongku.
Baik. Aku mengaku salah.
Mengapa nadanya begitu?
Sepertinya kau tak tulus.
Baiklah.
Langit di atas dan sungai di bawah sebagai saksiku.
Hari ini, Zhang Cuishan, dengan tulus meminta kepada Yin...
Yin...
No comments yet. Be the first to leave one.