The first 200 lines.
Hei! Kau tidak boleh masuk lewat jalan itu, itu jalan keluar.
Cerewet sekali! Menggangu sekali.
Kau tidak boleh masuk sana.
Oh Ho! Bukankah sudah kubilang, kalau aku mau menjual ini pada Kim Hong Do Songseungnim?
Hei! Kuberitahu padamu cepat tinggalkan tempat ini.
Anda Tam Won Songsaeng? Apa kabarmu?
Tam Won?
Siapa sangka bisa kebetulan seperti ini? Aku senang bisa bertemu dengan kalian semua. Sudah lama sekali ya.
Menurutmu, apa yang kau lakukan? Bukankah aku memintamu untuk membawakan papan ini?
Ya….Ya.
Papannya hampir saja rusak. Duluan ya.
Anak itu sudah keluar dari tadi, tapi kenapa masih belum kembali juga?
Kalau dia pergi ke toilet, dia harus selesaikan semuanya dulu sebelum dia keluar dari situ.
- Dia datang. Kim Hong Do Songsaeng sudah datang. - Tam Won? Apa?
Boleh aku tanya berapa umurmu?
Tahun ini, aku sudah 35 tahun.
Aigoo! Jadi kau adalah Hyung Nim
Aigoo! Tidak, jangan panggil aku begitu. Silahkan perlakukanku seperti biasanya saja dengan santai, Tam Won Songsaeng.
Ya! Ya! Seperti biasa.
Apa yang kau tunggu? Kenapa kau tidak membawanya kedalam?
Ya.
Letakkan disitu.
Perjalanan ini pasti sulit bagi anda Tam Won Songseungnim.
Siapa kau?
Posisiku adalah sebagai pengawas siswa (ketua kelas), Jang Hyo Won.
Apa yang kalian lakukan? Cepat beri salam padanya.
Apa kabar?
Hari ini , Tam Won akhirnya mulai mengajar.
Aku sungguh ingin tau cara apa yang akan ia pakai untuk masalah tersebut, apakah anda juga merasakan hal yang sama?
Dalam 10 tahun dunia sudah mengalami banyak perubahan. Aku justru lebih khawatir dengan cara apa yang akan ia pakai.
Pelajaran hari ini. Kita akan menyalin model lukisan dari papan ini.
Songseungnim! Menyalin dari model, adalah pelajaran yang sudah diajarkan sebelumnya.
Begitukah?
Entahlah. Tapi aku merasa kalau cara Tam Won tidak akan jadi cara sederhana seperti yang orang lain lihat.
Gimana kalau kita mulai melukis dengan cara seperti ini?
Eh?
Kita mulai.
Akankah cara yang dia pakai menjadi yang paling cocok untuk menemukan siswa itu?
Poin ini belum bisa ditentukan, bukan begitu?
Ya, mungkin perlu menggunakan metode yang paling pas.
Kalian akan melukis gambar ini, ingat gambar itu di pikiran kalian.
Setelah kalian mulai mencoba melukis, kalian harus ingat keseluruhan gambar itu dulu di kepala kalian sebelum kalian mulai memindahkannya dengan kuas kalian.
Karena sudah dibalik, bukankah menurut kalian ada perspektif lain.
Ada pepatah kuno "Dinasti akan berubah, namun tidak dengan sikap", Ma Ma.
Tam Won, tidak peduli apa itu di masa lalu atau sekarang, ia tetaplah kuda yang sangat baik (kuda)
“Jang gun”
Lihatlah, jangan gunakan pikiranmu untuk mengingat gambar dan menyalinnya langsung
tapi gunakan pikiranmu untuk melukis seperti aslinya agar ada perspektif baru dalam melihatnya.
Kemampuan asli Chusan berubah setiap harinya.
Itu karena Ma Ma mengizinkan Sueson (Cucu) melakukannya, sehingga aku bisa melakukannya.
Jadi begitu.
, (Jang gun : Skakmat)
Jika jang gun, maka setelah itu pong gun.
Bermain dengan Ma Ma seperti menapaki es yang tipis.
Siapa yang akan jadi pemenang, sebelum memutuskan itu kita harus menunggu sampai langkah terakhir, Bukankah begitu?
Kau selalu nyaman dengan apa yang biasa kau lakukan, sekarang kau harus gunakan perspektif baru untuk melihatnya.
Seniman selalu siap, itu adalah 1 hal yang paling penting.
- Episode 2 - Hukuman Menghancurkan Tangan
Apa yang di lakukan Tam Won?
Itu…
Apa yang dia lakukan?
Dia meminta siswa untuk menyalin dari model lukisan.
Dia cuma meminta mereka untuk menyalin dari model lukisan.
Ya.
Jadi, dia cuma meminta mereka untuk menyalin dari model lukisan.
Ya, tapi dengan terbalik.
Terbalik?
Ya.
Terbalik? Diminta untuk menginvestigasi, dan dia membalikkan papannya?
Tsk!Tsk!Tsk!
Lukisan itu apa?
Bukan yang ditulis di dalam buku.
Pakai kata-katamu sendiri dengan pemahaman terbaik dari pengetahuanmu tentang apa yang ada?
Lukisan itu apa?
Kau!
Ah! Ya, Lukisan adalah menempatkan apa yang ada di depan mata anda kedalam kertas.
Bertele-tele.
Ya, Lukisan…..Lukisan
Selanjutnya!!! Kau..
Lukisan itu harus pakai kuas…
Kalau tidak pakai kuas, kau bisa melukis pakai sendok?
Ya, Lukisan adalah mengambil momen dari lingkungan dunia yang bergerak...
Oh!!!
Hal ini menunjukkan bahwa dunia ini, di mana Chusan Chona berada tidak bisa melihat tempatnya,
tak seperti peran kita sebagai seniman yang bisa menangkap momen ini untuk kerajaan dan otoritasnya.
Siapa namamu?
Aku sudah mengatakannya sebelumnya, posisiku sebagai pengawas siswa (ketua kelas), dan Jang Byuk Soo Pil Chul adalah ayahku. Namaku Hyo Won
Kau!!!
Ya, Tam Won songseungnim.
Kau banyak omong kata yang tidak relevan. Kau masih belum bisa jadi seorang seniman.
Apa di mulut kalian tak bisa mengatakan hal seperti itu? Baik, sekali lagi.
Apa ada yang mau memberikan jawabannya?
Seniman seperti kalian tidak pernah memikirkan apa arti dari lukisan itu!!!!
Lalu, kenapa kalian ke Dohwaseo? Kalian semua hanya orang yang asal mencoret kertas.
Hei! Yin Mun.
Ya.
Bicara yang sejujurnya, kau tau pelajaran apa yang Tam Won berikan?
Entahlah. Dia cuma bilang tunggu dan lihatlah.
Tunggu dan lihat?
Bocah nakal yang masih menggerakkan kuasnya.
Hei, bocah nakal!!!
Jawablah ini.
Lukisan itu apa?
Lukisan?
Apa kali ini akan benar?
Ah! Lukisan!
Bukankah artinya menunjukkan kerinduan.
Benarkah? Kenapa gitu?
Ya, Kerinduan bisa jadi lukisan, sama seperti melukis seseorang yang kita rindukan, iyakan?
Lalu…
Wah! Jawabannya lumayan.
jika ada seseorang yang kau rindukan, karena kau sering memikirkannya, akhirnya kau bisa melukis seseorang itu di atas kertas.
Hasilnya kau merindukan seseorang saat kau melihat lukisannya.
Kerinduan seseorang bisa jadi lukisan? Lalu....
Kalau kita melihat seseorang di lukisan itu, walaupun kita melupakannya sejenak, itu akan mengembalikan perasaan rindu.
Bukankah itu sebabnya orang akan merindukan, rindu yang lama untuk seseorang yang ada didalam lukisan itu.
Melihat lukisan mengembalikan perasaan rindu….
Ya, bisa dibilang….bisa dibilang. Lukisan itu berarti menunjukkan kerinduan.
Siapa namamu?
Ya, Namaku Shin Yoon Bok.
Besok kalian cari jawaban ini sebagai tugas kalian.
Tugas?
Tanpa sedikitpun mengangkat kuas dari kertas kalian, kalian harus melalui 9 titik ini.
Gunakan sebuah garis untuk menyelesaikan 4 garis ini. Kalian mengerti?
Huh!
Pelajaran hari ini sampai disini.
Songseungnim! Bek Bek songseungnim.
Pil Chul dari Dohwaseo, apa maumu? Sendirian datang ke tempatku Cho Sek Shi?
Ada sesuatu yang ingin kutanyakan.
Duduklah.
Apa alasannya membalik papan lukisan?
Membalik papan lukisan?
Ya.
Lukisan yang terbalik. Jika lukisan itu tidak terlihat dalam bentuk asli, percuma saja.
Dilihat dalam bentuk aslinya?
Lukisan dalam bentuk aslinya.
Ah! Menyalin dari model lukisan dari papan lukisan. Pelajaran itu pernah diajarkan sebelumnya.
Lukisan dalam bentuk aslinya sudah selesai. Kau memang benar Bek Bek seungsengnim.
Apakah itu benar-benar yang perlu kau amati di matamu?
Mata?
Menurutmu apa ini? Mata ini adalah kemampuan sang seniman karena itu perlu mengamati.
Kau bilang bahwa metode ini dapat melihat melalui kemampuan luar biasa sang seniman.
Tentu, tapi siapa orang yang memberi tugas itu?
Tam Won.
Tam Won, Tam Won itu? Apa itu rasa sakit di leher Tam Won? Sepertinya Dohwaseo jadi semakin menarik.
Orang tua itu, setiap kali aku melihatnya, amarahku meninggi.
Apa kau bilang penyelidikan berjalan lancar?
Aku sedang mengamati.
Bagaimana bisa kau bilang kalau sedang diamati? Ratu Suri sudah memberikan titahnya untuk masalah itu.
Apa? Kenapa jadi titah?
Ratu Suri merasa bahwa kita menyerahkan penyelidikan atas masalah ini pada Tam Won, kita sendiri tidak melakukan apa-apa untuk masalah ini.
Sikap tegas Ratu Suri akan masalah ini tidak bisa kita lewati rintangannya dengan begitu mudah. Kau harusnya tau tentang Hukuman Menghancuran Tangan.
Setelah alat hukuman itu keluar, setidaknya kita harus menyerahkan tangan untuk itu. Inilah praktiknya.
Aku mengerti.
Aku sudah memperingatkan seniman senior agar berhati-hati dan tetap diam soal keseriusan masalah ini,
agar tidak menimbulkan ketakutan antara siswa dan kita mungkin akan mengalami kerisauan disisi kita. Mereka pikir Tam Won disini hanya memberikan pelajaran.
Dia pasti cepat menemukan siapa pelakunya.
Aku tak tau, tanpa berdosa apa kita bisa menunggu hasilnya.
Bila, kita tak bisa menemukan si pelaku.
Ratu Suri pasti ingin seseorang bertanggung jawab atas kesalahan itu. Ini yang tidak kita yakinkan siapa orangnya. Bisa dibilang….
Bisa dibilang, apa?
Kita pantas mengontrol Tam Won melakukan tugasnya, kau dan aku, tangan kita.
Mungkin kita harus melakukan hukuman. Kau dengar?
Apa itu benar titah Ratu Suri? Kita harus menghukum dengan memakai hukuman itu?
Apa yang mereka bicarakan?
Mereka mau memberi hukuman menghancurkan tangan.
Siapa? Siapa yang mau memberi hukuman menghancurkan tangan?
Entah? Ada hubungannya dengan Tam Won, setelah bilang soal hukuman menghancurkan tangan.
Tam Won? Tam Won songsaeng, mungkinkah...
Berita buruk…Berita buruk...berita buruk...berita buruk...
Apa?
Tam Won songsaengnim…Apa dia sudah gila?
Ada apa?
Kalau kita tidak menyelesaikan….
-....akan diadakan hukuman ini. - Hukuman ini, apa?
- Hukuman menghancurkan tangan. - Apa benar?
Apa ini benar?
Tanpa sedikitpun mengangkat kuas di kertasmu, kau harus melalui semua 9 titik itu.
Gunakan sebuah garis untuk menyelesaikan 4 garis. Kalian mengerti?
Ah! Aku tak peduli lagi. Benar deh. Ini sama sekali tak ada jawabannya. Diam!
Apa semuanya sudah dibawa?
Ya, semuanya sudah disalin dari karya lengkap “Romansa Tiga Kerajaan” yang sudah dikumpulkan dari semua yang tersedia dipasaran.
Sekarang banyak pembaca yang mencari “Romansa Tiga Kerajaan” yang asli.
Begitukah? Kalau begitu cobalah cari seseorang untuk menyalinnya. Aku akan memberitahu toko kami, kau bisa kesana untuk mendapatkan bahan kertas.
Ya.
Ayo.
Orrishin! Apa anda ingin melihat ini sebentar?
Apa?
Sebelumnya ada seniman yang membawa karyanya. Hanya 5-6 potong. Tanggapannya lumayan. Apa kita mau lanjut pesan?
Begitukah?
Musim semi di taman. Bunganya mekar sepenuhnya.
Di tengah pemandangan musim semi, bunga merah adalah yang paling mekar .
Namun, dalam lukisan pohon itu hanya ada daun hijau, tidak ada bunga merah yang mekar.
Bunga bermekaran diwajah pria itu.
Dia pasti meminum minuman keras sehingga wajahnya merah seperti bunga mekar. Pandai sekali.
Ya, Sepertinya karya seniman muda ini juga memiliki bakat didalamnya.
Garisannya lumayan.
Il Wyol San Nim. Darimana karya ini datang?
Aku tidak yakin. Tapi, dia bilang besok dia mau bawa beberapa karya barunya.
Begitu? “Il Wyol San Nim". Harganya harus diberikan secara adil.
No comments yet. Be the first to leave one.