The first 178 lines.
Saat aku kecil, aku bercita-cita untuk menjadi petualang saat dewasa.
Aku akan meninggalkan desaku dan mengalahkan monster jahat yang menyiksa para penduduk desa.
Sehingga, aku akan menjadi cukup kuat untuk mengalahkan naga.
Aku akan menjadi pahlawan, petualang peringkat-platinum.
Sa-saat ini semua berakhir,
kami bertiga akan kembali ke desa dan mengadakan perayaan!
Kita semua sama!
Kita semua punya orang yang kita sayang dan banyak hal yang ingin kita lakukan.
Demi memastikan harapan-harapan itu bisa terwujud ...
Kami takkan kalah!
Kami harus menyelamatkan dunia!
Bahkan jika aku tidak bisa menjadi pahlawan ...
Kupikir aku bisa menjadi seorang petualang.
Kalau saja aku bisa meninggalkan kakakku,
yang telah mengasuhku sejak kecil seorang diri ...
Aku akan pergi ke kota!
Aku akan pergi ke perkebunan pamanku dan membantu sapi yang akan melahirkan.
Dan setelah aku selesai membantunya,
Aku bisa pergi ke kota. Ibuku memberiku uang saku.
Apa ya kira-kira yang harus kubeli.
Apa ada yang kau inginkan? Aku bisa membelikannya untukmu.
Tidak.
Pasti ada yang kau inginkan. Maksudku—
Sudah kubilang, Aku tidak ingin apapun.
Kenapa kau harus bilang seperti itu?
Aku cuma ingin membelikanmu sesuatu karena kau belum pernah ke kota ...
Diam! Pergi saja sana ke kota atau kemanapun itu!
Kenapa kau malah marah?
Aku tidak marah!
Tuh, kau marah!
Kau pasti iri karena dia akan pergi ke kota.
Walaupun begitu, kau tidak perlu besikap begitu padanya.
Kau harus melindungi wanita.
Apa kau tahu ...
kalau kau iri dengan seseorang, kau akan menjadi goblin.
Goblin?
Ya. Kalau kau merenungkan hal-hal yang tidak kau miliki,
hati dan tubuhmu akan ditutupi oleh kebusukan,
dan kau akan mulai mengambil milik orang lain secara paksa.
Jadi,
kau harus minta maaf padanya, ya?
Malam itu, kakakku membuatkan ayam rebus dengan susu kesukaanku.
Rasanya enak sekali, aku nambah terus dan terus,
tapi sekarang aku tidak bisa ingat bagaimana rasa rebusan itu.
Pasti ...
karena aku tidak pernah memakannya lagi sejak hari itu.
Dozing
Selamat pagi!
Ya.
Sepertinya hari ini akan panas terik.
Sudah pasti, 'kan? Lagipula sekarang 'kan musim panas.
Ya.
Aku lapaaar!
Sepertinya pamanku sudah bangun, ayo sarapan dulu!
Baiklah.
Selamat pagi.
Selamat pagi. Apa kau sedang patroli harian?
Ya. Tidak ada malasah.
Kurasa kau tidak perlu sekhawatir itu.
Kudengar kalau Raja Iblis sudah dikalahkan oleh Pahlawan.
Aku yakin para monster akan sedikit lebih—
Tidak akan.
Setidaknya, Goblin tidak akan tenang.
Be-Benarkah?
Ya.
Oh, maaf agak sedikit lama.
Ayo kita makan selagi hangat.
Setelah sarapan, aku akan pergi mengantar barang.
Aku juga akan pergi. Aku harus ke guild.
Baiklah! Ayo berangkat bareng.
Apa aku pergi ke kota untuk menerima quest?
Itu juga, tapi aku juga perlu memperbaiki peralatanku dan mengambil armorku.
Begitu ya.
Jangan terlalu memaksakan diri. Aku tidak ingin melihatnya sedih ...
Akan kuusahakan.
Kau harus ke guild, 'kan?
Ya.
Setelah selesai mengantar barang, ada sesuatu yang ingin kubeli.
jadi nanti sekalian pulang bareng ya.
Baiklah.
Hei, kau.
Tubuhmu kekar tapi kulitmu pucat sekali.
Aku belum pernah melihatmu. Apa kau orang baru?
Tidak.
Jadi ... kau sedang liburan?
Ya seperti itulah.
Ya 'kan, kalau kau ingin menghasilkan uang sebagai petualang sekarang,
kau pasti sudah ke ibu kota.
Masih banyak pasukan Raja Iblis yang ada di sana.
Mereka cuma keroco-keroco, jadi pasti mudah dikalahkan untuk bayaran yang lumayan.
Kau tidak ke sana?
Aku? Jangan bercanda.
Melawan yang lemah bukan gayaku.
Aku cuma bertarung untuk diriku sendiri.
Aku tidak tertarik dengan uang ataupun perdamaian.
Lagipula ...
Ya, ya.
Saya akan mendengarkan keluhan anda semua, jadi mohon antre yang benar.
Aku punya alasan pribadi.
Sebenarnya, aku tidak perlu julukan yang mencolok.
Begitu kah?
Ya begitu.
Kalau begitu, sampai jumpa. Ada reruntuhan yang perlu ku jelajahi.
Doakan aku ya.
Baiklah.
Tipe orang sabar, ya?
Tidak masalah sih buatku.
Tidak ada ... quest lagi.
Begitu ya.
Aku masih ada waktu luang, jadi aku memperbaiki bagian-bagian kecilnya juga.
Bagaimana?
Tidak ada masalah.
Sekarang tinggal memperbaiki ini ...
Ya ampun ...
Kok bisa serusak ini, padahal kau cuma melawan goblin?
Scroll-nya dapat?
Yang begituan tidak mudah didapatkan.
Sabar sedikit.
Baiklah.
Pak Bos. Orang itu petualang peringkat-perak, 'kan?
Ya, setidaknya begitulah yang kudengar.
Kenapa armornya selengkap itu ya?
Kalau dia ingin lebih ringan, bukankah armor chainmail lebih baik?
Kau tidak mengerti ya?
Bagitulah ... Tapi 'kan,
lebih baik dia menggunakan pedang sihir ketimbang scroll ...
Cuma amatiran yang menggunakan pedang sihir untuk melawan goblin.
Dia tahu apa yang dia lakukan,
Aduh!
Hoi hoi, kenapa kalian ini?!
Kalian bahkan takkan bisa mengalahkan goblin kalau seperti itu!
Sial! Kami sedang mencari celah! Kau ke kanan!
Dapat!
Rencananya sih bagus, tapi ...
Kau harusnya tidak mengatakannya keras-keras.
Kalian ini terlalu naif!
Oh, hei, Goblin Slayer.
Kudengar kau hampir mati di Kota Air.
Ya.
Ngomong-ngomong, apa kau selalu berpakaian seperti itu?
Ya.
Begitu ya.
Kesatria itu sepertinya bukan anggotamu.
Ah ... Kami sedang latih tanding dengan anak-anak baru,
dan kami melihatnya terus menatap ke sini.
Kemampuan berpedang seorang petualang biasanya otodidak.
Kalau kau pernah belajar berpedang walaupun sekali, kau akan punya kesempatan untuk bertahan hidup.
Kalau begitu ...
Aku perlu mengaajari para gadis itu cara bertahan hidup juga.
Aku yakin dia juga pasti sudah mulai kelelahan.
Sepertinya aku harus bergabung dengan mereka.
Ayo kita bertarung!
Kau selalu bilang kalau kau ini kuat,
jadi kurasa ini pertandingan yang seimbang.
Apa?! Tapi kan kau ini kandidat paladin?!
Jangan banyak bacod!
Ini sih bukan ga adil!
Se ...
Selamat ...
Kau serius 'kan nyerangnya?
Goblin Slayer-san!
Kau datang juga ya.
Ya. Armorku butuh perbaikan.
Harusnya kau beri tahu aku kalau mau ke sini.
Kurasa tidak perlu.
Bagaimana keadaan bahumu?
Hah? Oh, seakarang sudah sembuh.
Mereka memberikan mantra penyembuhan padaku.
Begitu ya.
Ya!
Goblin Slayer-san. Bagaimana quest di Kota Air?
Sudah selesai. Tidak ada malasah lagi.
Kau bilang apa?! Kau 'kan hampir mati!
Apa?! A-Apa kau sudah baikan sekarang?
Ya, sudah tidak apa-apa.
Apa lukamu sudah diobati dengan benar?
Ya, sudah.
Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.