The first 200 lines.
Kau mau dibawakan apa?
Sosis? Kau sudah punya.
- Aku bawakan susu saja, ya. Tiga. - Ya.
Satu dalam kemasan, duanya kau yang kemas.
Kau ini.
Sayang, suaranya genit.
Sayang, aku mandi dulu, ya.
- Sampai nanti. - Ya, Sayang. Terima kasih banyak.
Semoga yang terbaik. Aku mencintaimu.
Baik.
Selamat pagi, Don-Don.
Selamat pagi, Dunia.
Jorok banget.
Menghangatkan martabak di atas gosokan.
Biarkan. Biar bajumu bau cokelat kacang.
- Biar... - Aku duluan, ya.
Soalnya sudah terlambat ke kampus.
Ini lagi kebiasaan, jangan lama-lama, ya!
Prit.
Sambil menunggu Endah mandi,...
boleh tidak aku minta martabaknya?
Tadi kau bilang jorok.
Ambil sendiri tuh!
Aku lagi jaga menara nih. Penting!
Jaga menara? Jaga akhlak yang penting mah.
Jangan yang itu. Yang itu punyaku.
Pelit banget sih!
Selamat datang.
Ndah, kau mandi? Cepat sekali.
Yang penting mah basah, Net.
Yang penting basah? Itu orang apa kangkung?
Ya?
- Apa sih? - Kau sih! Tuh, aku kalah!
- Menaraku hilang! - Bukan salahku!
Don-Don.
- Kita mau bikin apa ini? - Mau menyanyi, Mar.
=Imperfect The Series=
- Kamera baru, ya? - Bekas.
Tumben kau pakai kamera seperti ini.
Ya, sekali-sekali enak juga.
Ribet DSLR terus, berat.
Ini kenapa sih? Warung kopi menunya rawon, rujak cingur.
- Memang kenapa? - Ya, tak apa-apa, cuma kopinya mana?
Selamat siang, Mas. Mau pesan apa?
Mas, tak ada kopi, ya?
Ya, maksudnya, kopi single-origin,...
house blend, V60, French press, begitu.
French fries (kentang goreng)? Ada kalau French fries.
Mas saja yang kurang teliti bacanya.
Ini French fries.
French press.
Ya, sama French-nya, 'kan?
- Mas orang Jakarta, ya? - Ya.
Kalau Mas orang Jakarta, harus coba rawon di sini.
Karena rawon di sini adalah rawon paling enak...
nomor tujuh di Surabaya.
Kok nomor tujuh?
Surabaya luas, Mas.
Kalau mau yang terbaik nomor satu, ada.
Tapi jauh.
Jadi, di sini saja.
Ya, bukan. Ini warung kopi.
Masa, warung kopi malah makan rawon?
Mas, rawonnya dua, es teh tawarnya dua.
Nah, ini pintar, pesanan yang tepat sekali.
Tunggu sebentar, ya, Mas.
Terima kasih.
Ada-ada saja.
Kenapa?
Tak apa-apa, aku iri saja denganmu.
Kenapa?
Kau bisa mengerjakan sesuatu yang kau suka.
Sementara aku menjadi budak korporat,...
mengerjakan sesuatu yang aku tak suka.
Dan enam bulan ini aku sudah merasa bosan banget,...
- aku merasa tak cocok... - Ya, tapi kau ada penghasilan tetap.
Kalau aku, proyek kadang ada, kadang tidak. Ya, 'kan?
Satu proyekmu itu gajinya berkali-kali lipat dari gajiku, 'kan?
Kau tak usah berlagak bego.
Ya, sih.
Lagian aku juga kepikiran ibuku sebenarnya.
Ibumu harusnya mengerti, namanya risiko pekerjaan, ya.
Masa, dia tak paham?
Aku ingin mengundurkan diri...
karena jujur aku sudah memang tak mau kerja di situ lagi.
Aku ingin serius foto.
Dan kalau kau tak keberatan, aku bisa mulai itu dari nol.
Mulai jadi asistenmu dulu misalnya, juga tak apa-apa.
Aku bisa membantumu angkat lampu, buat membantumu mungkin...
Boleh, tapi sekarang belum ada lowongannya.
- Mungkin nanti kalau ada... - Boleh.
- Tidak, tunggu. Boleh... - Tapi tak sekarang.
- Belum ada... - Berarti boleh.
- Sepakat, ya? Terima kasih. - Belum. Terima kasih apa?
Kau yang terbaik.
Sudah, pokoknya, aku akan membantumu apa pun yang kau butuh.
Gaji dinegosiasikan, bukan masalah.
Makan. Sudah selesai, 'kan?
- Terima kasih, ya, Mas. - Sama-sama.
Silakan menikmati rawon paling enak nomor enam di Surabaya.
Kok nomor enam? Tadi nomor tujuh.
Sudah naik peringkat, baru diperbarui klasemennya.
Terima kasih, Mas.
Ini warung kopi, pesan rawon berarti kudu diseruput atau bagaimana nih?
Sedot.
Baik. Jauh-jauh ke Surabaya, masa, tidak menyedot rawon?
Sungguhan lagi. Geblek!
- Panas! - Sebentar, ya. Ibuku.
Halo, Abang.
Abang apa kabar sih?
Alhamdulillah, baik.
Kapan pulang, Bang?
Ini masih banyak pekerjaan, Bu.
Nanti kalau sudah agak santai, pasti dikabari.
Abang.
Bang, kemarin ada teman Abang yang datang ke rumah.
Siapa tuh? Tessy?
Tessy?
- Teddy kali, Bu? - Ya, Teddy.
Dia tanya, Ibu mau titip apa.
Terus Ibu titipkan rendang kesukaan Abang.
Ya, sudah sampai rendangnya. Terima kasih, ya, Bu.
Alhamdulillah.
Bagaimana, Bu, di kos? Masih ramai?
Alhamdulillah, mereka anaknya baik-baik.
Yang satu mahasiswi.
Terus yang satunya lagi agen pulsa.
Yang satunya lagi tuh...
tukang rias di TV kalau tak salah.
Ya, nanti kalau sendirian disangka kiper.
Aku jadi mau digolin.
Itu siapa, Bu?
Marion Jola!
Anak kos Ibu.
Ya sudah, Bu. Ini aku lagi sama Teddy, Bu.
Nanti telepon lagi, ya.
Abang.
Baru juga mengobrolnya sebentar.
Ya, buru-buru banget sih.
Mau BAB, ya? Ikut.
Ya sudah. Dah, Cinta.
Ya sudah, Bang.
- Dah, Abang. - Dah, Ibu.
Selamat pagi, Ibu. Sudah lama Ibu di sini?
Tidak lihat.
Net, kau pernah tidak syuting sama Roy Marten?
Siapa tuh?
Namanya kayak om-om senang.
Memang dia artis zaman dulu.
Tapi Ibu suka banget sama dia.
Ibu selalu nonton film-filmnya dia.
Ya, waktu zaman pacaran sama almarhum suami Ibu.
Terus?
Neti bisa tidak bikin video ucapan...
dari Roy Marten buat Ibu?
Kalau Neti lagi syuting bareng saja.
Aman!
Siap. Tapi kalau Roy Marten tak ada,...
Roy Suryo tak apa-apa?
Tidak.
Sudah, Bu. Berangkat dulu, ya, Bu. Sudah telat nih.
- Asalamualaikum, Ibu. - Waalaikumsalam.
Dah.
Net.
Lupita Nyong'o.
Sayang.
Kau kapan main ke kos aku?
Nanti, ya. Tunggu jadwal syuting jelas dulu.
Padahal aku habis renovasi kamar.
Jadi, ada warna merah mudanya. Terus banyak ornamen-ornamen lucu.
Netes...
Modal cat doang. Ya, 'kan, Gar?
Mencolong dari anak seni. Ya, 'kan?
Aku hampir dipukuli anak seni gara-gara kau mencolong.
Berisik!
Sayang.
Kenapa aku tak boleh pasang foto di IG-mu?
Sayang, kau tahu aku baru merintis karier.
Nanti kalau fan aku pada kabur bagaimana?
Terus kalau kau sudah punya banyak fan,...
nanti kau yang kabur dari aku.
Bagaimana aku bisa kabur darimu kalau aku sudah terpenjara di hatimu?
Hei, Neti. Kebiasaan suara kau itu, ya.
Nanti didengar orang tidak enak. Nanti dikira orang kau...
Sirik saja.
Happy anniservary.
Netes...
- An. - An.
- Ni. - Ni.
- Ver. - Ver.
- Sa. - Sa.
- Ry. - Ry.
Anniversary (hari jadi).
Anniservary.
Mas Doni, tolong dong.
Sekali-sekali nih, yang dicium itu otaknya.
Otak kok disimpan di rumah makan Padang?
Dijual lagi.
Sayang, kita pindah, yuk. Jangan di sini.
Banyak setan.
No comments yet. Be the first to leave one.