The first 200 lines.
Satu per satu, negara barat telah ditaklukkan.
North Dakota baru diberikan status negara bagiannya
Itu tempat yang liar, keras, dan indah.
Tanah bukan untuk yang lemah.
Tahun 1890.
Kau seorang biarawati.
Kau sangat cerdas.
Apa yang kau lakukan di tempat terpencil ini sendirian?
Jika kau bantu aku menyeberangi sungai,
Aku bisa lanjutkan perjalanan.
Hanya itu?
Ada lagi yang mungkin bisa kami bantu hari ini?
Aku anggap kau tahu hukum Tuhan.
Kau tak boleh membunuh.
Tuhan mengampuni mereka yang bertobat dan mencari Ia.
Beritahu temanmu agar menjauh dari kereta kudaku.
Selalu penasaran.
- Dia selalu mencari benda berkilau. - West!
Astaga. Apa kubilang soal menggunakan nama?
Aku temukan sesuatu.
Suster, apa isi peti itu?
Urusanku bukan kekhawatiranmu.
Berikan senapanmu.
Tolong, jangan.
Ini sangat berat.
- Lupakan itu. - Apa?
Aku bilang lupakan itu. Bawa kuda-kuda.
Agar kau tidak lupa.
Apa yang kau lakukan di sini?
Tuhan tersenyum pada mereka yang membantu pelayan-Nya.
Bisa kau bantu aku melintasi sungai?
Ini tanah yang buruk, Suster.
Tak ada Tuhan di sini.
Ayo pergi.
Anak-anakku sudah kembali,
Dengan selamat.
Kabar apa yang kau bawa?
Itu cukup untuk pensiun.
Kau lihat itu, anak-anak?
Tak seperti kalian orang-orang menyedihkan,
Vetter bersaudara tahu cara selesaikan tugas.
West, ikut aku.
Pekerjaan yang dilakukan dengan baik,
Pantas untuk minuman terbaikku.
Tak setenang seperti aku dulu, tampaknya.
Kau tak apa?
Aku rasa begitu.
Aku benci menjadi tua.
Itu merenggut semua yang kita kagumi tentang diri kita.
Itu terus mengingatkan aku akan kegelapan yang akan datang.
Aku rasa ini waktunya kita pertimbangkan pindah dari sini.
Tampaknya tak banyak tanah tersisa di negeri ini,
Untuk orang seperti kita.
Aku hanya berharap aku bisa berada di sini,
Untuk melihat hari dimana kau mengambil alih posisi ini.
Aku tak ingin memimpin orang-orang ini, Shaw.
Aku tak punya tanah, rumah, atau pasangan.
Tak ada yang menjadi milikku.
Aku rasa aku tak bisa hidup seperti itu selamanya.
West, saat aku temukan kau, kau masih seorang anak kecil,
Tapi aku membawamu.
Aku berusaha menyerahkan sebagian dari diriku sendiri.
Itu satu-satunya cara untuk mencapai keabadian,
Di tanah yang dipenuhi batu ini.
Hidup ini, itu hanya lelucon kejam.
Dunia ini adalah kerajaan dari rasa sakit,
Kekacauan, dan penderitaan.
Dan kita mengambil apa yang kita ingin,
Ketika kita ingin,
Dan bagaimana kita membayarnya?
Dengan darah.
Itu anakku.
Selamat malam, Weston.
Kau butuh sesuatu?
Kenapa kau begitu mudah ketakutan, Emmett?
Shaw bilang kita akan pindah.
Ini sudah waktunya.
Kita takkan pergi.
California! Tanah bagi tak yang tak punya tanah.
Rumah bagi yang tak punya rumah!
Bagaimana menurutmu?
Memulai dari nol.
Aku akan coba dapatkan perkebunan almon.
Jadi apa rencanamu?
Beritahu Shaw jika kita selesai, lalu berpamitan?
Menurutku kita ambil bagian kita dan jangan melihat ke belakang.
- Mencuri dari Shaw? - Itu bukan mencuri.
Dia akan membunuhmu. Dia akan bunuh kita semua,
Seperti yang dia lakukan dengan geng dia saat di Colorado.
- Itu hanya mitos, Emmett. - Aku percaya itu.
Shaw begitu baik kepada kita.
Selama itu sesuai dengan tujuan dia.
Ya, tidak selalu.
Maksudku, kita besarkan kita seperti keluarganya sendiri.
Kau dan aku adalah keluarga, oke?
- Kau dan aku. - Sial!
Kapan?
Besok pagi.
Kita akan temui McCain.
Disana aku menyimpan bagian dia.
Aku butuh sesuatu yang baru, Emmett.
Begitu juga denganmu.
Percaya aku.
California akan bagus untuk kita.
Aku janji.
Apa pikiranmu sudah bulat soal ini?
Kau mencari sesuatu, Weston?
Aku takkan lari jika menjadi kau.
Tak ada makhluk di dunia ini,
Yang bisa kabur dari malaikat kematianku.
Setelah semua yang aku berikan padamu,
Ini caramu membayarku.
Pengkhianatan bukan langkah yang bijak, bicara secara umum.
Tapi ketika itu terjadi kepadaku...
Itu sangat-sangat berbahaya.
Kau benar-benar berpikir bisa membeli kebebasanmu...
...tanpa menumpahkan darah?
Di mana saudaraku?
Itu pertanyaan menarik.
Keluarlah.
Apa yang sudah kau lakukan?
Ini akan baik saja, Wes.
Tapi sekarang, kau harus pergi.
Kita akan bertemu lagi ketika memang ditakdirkan.
Bukankah itu yang kau katakan?
Itu benar, Emmett.
Itu yang aku katakan.
Di masa mudaku,
Aku bisa melakukan ini hingga berjam-jam.
Kau tahu, aku selalu mengagumi pisaumu.
Rancangannya... Begitu bersih.
Emmett?
Sekarang, aku akan ajarkan kau,
Sesuatu yang ayahku ajarkan kepadaku,
Sebelum aku membalas bantuan dia.
Jika kau menusuk seekor binatang secara benar,
Bukan luka tusukan yang menyebabkan kematian.
Tidak...
Tapi ketika mencabut bilahnya,
Yang mengantarkan kegelapan.
Seperti ayah, seperti anaknya...
Anakku...
Bagus untukmu.
Tapi mencabut bilahnya yang mengantarkan kegelapan.
Ini. Minumlah.
Benar begitu.
Kau cukup lama tak sadarkan diri.
Berapa lama?
Beberapa hari.
Kelihatannya ini perlu diganti.
Aku akan rebus air.
Apa aku mengenalmu?
Biarawati.
Suster Hildegard.
Ini akan sakit. Jangan bergerak.
Aku bilang jangan bergerak.
Maka jangan sentuh aku.
Jika aku tak ganti perbanmu,
Lukamu akan terinfeksi, dan kau akan mati.
Aku sudah sekarat.
Bukankah kita semua sama?
Ke mana kau membawaku?
Utara.
Utara mana?
Williston.
Williston? Kenapa?
Membawa persediaan.
Kau tidak benar-benar menjawab pertanyaanku.
Apa maksudmu, persediaan?
Berbagai macam.
Apa yang kau lakukan di sini?
Apa kau tersesat?
Seorang biarawati tersesat di Badlands.
Kau beruntung masih hidup, Suster.
Kau juga.
Apa maumu, ucapan terima kasih dariku?
Berikutnya, biarkan kau mati.
Aku baru-baru ini membutuhkan seorang pemandu baru.
Apa yang terjadi dengan pemandu lamamu?
Tewas.
Itu terdengar seperti kesempatan kerja yang bagus.
Bagaimana dia tewas?
Aku tidak begitu yakin.
Aku terbangun dan berjalan menuruni bukit.
Dan temukan dia besok paginya.
Dia terlihat seperti dimakan oleh binatang.
Rencanamu masih perlu diusahakan, Suster.
Aku tak berencana mencoba profesi baru sebagai pemandu biarawati.
Jadi kau harus temukan orang lain.
Apa isi peti itu?
Bukan sesuatu yang perlu kau khawatirkan.
Hentikan. Hei, letakkan itu!
Apa masalahnya? Ini belum disucikan, bukan?
Letakkan itu sekarang juga!
Paksa aku.
Ayolah, Suster. Kau tak akan menarik pelatuknya.
Oke, hanya seteguk.
Tentu saja.
Kau mau?
Baiklah, kalau begitu aku akan terus menikmatinya.
No comments yet. Be the first to leave one.