The first 200 lines.
Duniya mein aate hi Saat lahir ke dunia
I jumped in the godi of my maiya Aku lompat ke pelukan ibuku
Oh meri maiya Ibuku
School jaate hi Saat masuk sekolah
I dance to the tune of ta ta thaiya Aku nari lagu cha-cha
Oh ta ta thaiya Ya, cha-cha
Udti udti titliyon mein dhundu Mengejar kupu-kupu
Main maa ki muskaan Adalah tempat asalku
Haan chote chote pair the mere par Walau kakiku kecil tapi
Chhuna tha aasmaan Langitlah batasanku
Raju...
- Ibu... - Raju...
Phir jo na hona tha wo ho gaya re daiya Lalu tragedi menimpaku
Manmohan desai ki filmon Seperti di film
Ki tarah bichad gayi Aku terpisah
Meri maiya Dari ibuku
Phir 786 ka billa pehne aaye lambu bhaiya Ada seseorang mengenakan lencana 786
Apa yang kau punya?
Aku...
Aku... aku tak punya ibu.
Toh bade miyan bole Lalu seseorang bilang belajar
Rote rote hasna sikho Tersenyum dalam kesedihanmu
Saari duniya ka bojh uthake tum jeena sikho Hidup adalah tentang mengulurkan tangan
Uske baad jo bhi uljha toh Sejak hari itu tak ada
Khadi kardi maine uski khatiya Yang main-main denganku
Chala ke ladiyan Biskuit kecil, itu aku
Lehrate patang ki tarah Seperti layang-layang
Uda raju bhaiya Raju membubung tinggi di langit
Aye Coolie Hei Kuli
Aku suka anakmu
Anak baik.
Biarkan anakku melihatnya...
...dan kemudian kita bisa memutuskan.
- Ya tentu saja. - Surga di Dermaga, bung!
Itu dia.
Wiski di bebatuan, bung!
Putra kesayangan Tuhan.
Jeffery Rozario.
Halo, Tuan Rozario.
Aku Jai Kishen.
Pernikahan dibuat di surga tapi...
...pekerjaanku adalah menyatukan keluarga.
Aku mengerti. Kau adalah seorang agen.
Rozario!
Agen pernikahan, bu.
Tuan Rozario, biarkan anakmu dan anaknya saling mengenal...
...lalu kita bisa melanjutkan pembicaraan ini.
Dimana putrimu Sarah?
- Aku akan menjemputnya. - Tunggu!
Aku ingin tahu.
Bagaimana kalian bisa sampai disini?
Bis.
Bis?
Bis?
Bis?
Kau bermimpi menjadikan putriku sebagai menantu perempuanmu
...dan apa yang kalian lakukan? Bepergian dengan sebuah bus?
Cukup!
Kami tak bisa berhubungan dengan orang-orang ini...
...karena sudah terkait dengan kemiskinan.
- Pergilah! - JP, kau bertindak terlalu jauh.
Sejauh mana, mami? Aku masih disini.
Dan Kau, agen.
Apa kau tahu menantu seperti apa yang kucari.
Seorang menantu yang sewa pesawat untuk beli bahan makanan.
Jika suatu saat negara ingin pinjam uang, mereka harus bertanya padanya.
Aku ingin menantu yang kaya untuk putriku.
Dan kau malah membawakanku gulungan keju ini! Ya Tuhan.
- Ya Tuhan! - Itu sangat memalukan.
Ayo nak. Pergi.
- Tak sopan. Sangat tak sopan. - Dengar...
Aku tak pernah membayangkan penghinaan bisa menjadi indah, bung.
Jeffery, Kau punya dua anak perempuan.
Bukan begini cara berperilaku.
Apa aku harus nunggu sampai aku punya anak tiga?
Mami, tolong jangan ikut campur.
Nyalakan saja lilin di depan Kristus.
- Pinto. - Ya pak.
- Ambilkan lilin. Dan buat dia sibuk. - Ayo, mami.
Tak ada kerabat yang baik dan tak ada agen yang baik.
Jeffery Rozario, Aku adalah seorang Pundit yang sholeh.
Harga diriku adalah kebanggaanku.
Tapi kau...
Kau dibutakan oleh kesombonganmu.
Tapi pada intinya...
Kau akan membayar egomu.
Ego apa?
Pergilah, bung.
Aku akan pergi.
Tapi aku juga akan segera kembali.
Karena akulah yang akan menikahkan putrimu.
Oke, sisanya Kau bisa whatsApp aku nanti.
"Aku akan mencarikanmu menantu yang akan menghancurkan harga dirimu."
"Menantu laki-laki yang akan mencabut reputasimu."
'Menantu yang akan menghancurkan egomu semudah menghitung 3... 2... 1... "
Sudah pak.
Aku tak bisa bawa lebih banyak lagi.
Kenapa tak mempekerjakan kuli lain, Pak?
Uang tak datang dengan mudah. Bawalah.
Jangan pak.
Paman, baik-baik saja?
Raju...
Pak, jangan begini.
Untuk inilah aku membayarnya...
...jadi dia harus bawa semua barang bawaanku.
Jika Kau bersimpatik, maka bawalah barangku
Luar biasa, Pak.
Aku bersikap sopan sementara Kau bersikap tidak sopan.
Jika Kau melihat diriku yang sebenarnya, Kau akan dipermalukan
Pergilah Kuli!
Hei...!
Dengarlah, tongkat mozzarella.
Kau tak tahu tapi aku bisa lihat masa depan.
Aku seorang astronot.
Itu astrolog, idiot.
Ya benar.
Dan aku bisa lihat kalau dalam satu menit Kau akan bawa tasmu sendiri.
Karena aku sangat terlatih untuk melatih mereka yang berpikir jika mereka terlatih.
Entah mereka di depan kereta atau di belakang kereta.
Karena aku melawan dari kereta, dengan kereta, untuk kereta.
Lihatlah... kereta.
Pukul dia. Pukul dia. Pukul dia.
Awas. Awas.
Tunggu.
Pukul dia. Raju, pukul dia.
Narkoba.
Meong meong...
Kau bawa narkoba.
Narkoba adalah kecanduan yang tidak menyayangkan siapapun.
Hari ini dia, besok orang lain.
Sekarang giliranmu.
Bagus, Pak.
"Narkoba di atas wadah..."
"...tak ada jalan keluar untuknya."
Kerja bagus, Raju.
Kau harusnya berada di kepolisian.
Sudahlah pak. Aku hanya melakukan pekerjaanku.
Hei orang bijak.
Apa?
Rayakan sesuai yang Kau inginkan
Tapi saat aku keluar itu akan menjadi yang terakhir untukmu.
Lihat... dia mengancamku.
Kenapa Kau tak bunuh orang macam ini dalam sebuah pertemuan?
Kenapa Kau tak gabung dengan kepolisian?
Oh ya.
Mau kau...
Mengancamku atau tidak itu akan sia-sia. Karena aku tak punya kerabat untuk menangis.
Dunia adalah rumahku, stasiun tempat nongkrongku...
...Datanglah kapanpun Kau inginkan, namaku Raju.
Dan orang memanggilku "Kuli No 1".
Kuli?
Ya pak.
Kau bawa seorang kuli ke pintuku.
- Deepak. - Santai.
Jadi kenapa pak?
Tak apa-apa, tapi kau kan bukan kaisar.
Seorang sopir.
Walau aku seorang sopir, tapi aku punya rasa hormat.
Aku mengendarai mobil mahal.
Anggap saja aku membiarkan dia menikahi putriku...
...dan besoknya kereta mogok.
Dia akan mati kelaparan.
Bagaimana dia akan memberi makan dirinya dan putriku?
Kenapa kau peduli? Dia kan istriku
Aku akan memohon-meminjam untuknya. Kenapa kau peduli
Lihat... dia sudah mengakui kalau dia adalah seorang pengemis.
Taruh makanannya!
Aku ingin beri kau pukulan yang bagus. Tadi siapa yang kau sebut pengemis?
Kau.
Menurutmu Kau seorang kaisar?
Pergilah.
Pergi ke stasiun dan bawalah barang bawaan.
Aku akan melakukannya. Karena aku seorang kuli.
Tapi semua orang hari ini adalah kuli.
Semua orang memikul beban di pundak mereka.
Mau itu kesedihan, hutang, atau yang lain.
Dan kau...
Kau adalah beban di bumi ini.
Beban?
Shalini, dengar. Aku menyukaimu, tapi ayahmu kejam.
Ikutlah denganku, aku akan memperlakukanmu seperti tahanan.
- Maksudmu putri kan. - Ya, akan memperlakukanmu seperti seorang putri.
Ikutlah denganku.
Mana...
Mana...
Mereka pergi.
Mereka... berani-beraninya dia...
'Agen.'
"Apa kau tahu, menantu macam apa yang aku cari."
"Menantu laki-laki yang sewa pesawat untuk beli bahan makanan."
"Jika suatu saat negara ingin pinjam uang, mereka harus bertanya padanya."
"Aku ingin menantu laki-laki yang kaya untuk putriku."
Kurasa aku takkan pernah menikah.
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow instagramku: @alifakbarb
Pipinya imut.
Rambutnya indah.
Dia luar biasa.
Raju.
Sedang apa nak
- Raju... - Ada kereta.
No comments yet. Be the first to leave one.