The first 160 lines.
Ost bukan familiar dari Kura-Kura Roh, tapi Kura-Kura Roh itu sendiri?
Kalau dipikir-pikir, pastinya bakal sadar.
Jika dia familiar, bentuknya akan seperti kelelawar atau manusia salju keji itu.
Seharusnya bisa kukendalikan.
Aku terkejut bahwa binatang penjaga di dunia ini memiliki kelebihan seperti itu.
Tapi ya sudahlah.
Sekarang, bagaimana kalau kita akhiri saja?
Kepala dan jantung Kura-Kura Roh sudah beregenerasi!
Sudah waktunya, ya.
Saya sungguh senang bisa mendampingi Anda, Yang Mulia.
Ada lapisan pelindung?!
Untuk menembus pelindungnya,
kalian harus memenggal kepalanya lagi dan menghancurkan jantungnya secara bersamaan.
Butuh cukup banyak jiwa untuk beregenerasi secepat ini?!
Begitulah menurutmu.
Tuan Itsuki!
Orang-orang bodoh ini sangat lemah, tapi Senjata Kardinal sepertinya asli.
Mumpung sudah kukalahkan, kujadikan mereka energi tambahan untuk Kura-Kura Roh!
Aku akan memerah mereka sampai mereka mati!
Sungguh keterlaluan!
Karena itulah, saatnya untuk melanjutkan perburuan.
Ini hadiah untuk kalian karena berhasil sejauh ini!
Kalian bisa menyaksikan mereka semua diinjak-injak dari sini!
Itu...?
Fitoria?
Sedang apa dia di sini?!
Eng, anu...
"Maaf atas keterlambatanku."
"Karena kondisinya genting..."
...aku akan membantu Pahlawan Perisai.
Binatang Roh...
Aku akan mengambil kepala Kura-Kura Roh.
"Selaraskan waktunya lalu hancurkan jantungnya," katanya.
Kemungkinan Kura-Kura Roh sudah tahu kalau tugas yang kuemban telah gagal.
Begitu, ya.
Ya, ya. Ratu Filolial, ya.
Yah, aku hanya perlu mencegah kalian agar tak masuk ke dalam jantungnya...
Hei!
Di mana jantung yang asli?
Lah? Ada si Anak Muda.
L'Arc?
Dari tadi selalu bermunculan main asal serang.
Inilah sebabnya aku benci orang bodoh!
Aku bersumpah atas Senjata Abdi-ku untuk mengakhiri tindak kekejamanmu.
Hah?
Lagian kalian ingin menghancurkan dunia ini, 'kan?
Itu...
...memang benar.
Lalu, bukankah lebih baik jika aku mengambil setiap jiwa sebisaku sebelum itu?
Memang salah, ya?
Sudah cukup!
Senjata Abdi kami memberi tahu kami...
...untuk tidak melakukan hal keji seperti itu!
Kau juga bisa mendengarnya, 'kan?
Tidak seperti kalian, aku tidak diperbudak oleh Senjata Abdi.
Aku hanya menggunakannya ketika ingin saja!
Bab Satu: Burung Api!
Minggir!
Ya, tentu saja aku juga dilindungi barier yang sama dengan inti Kura-Kura Roh.
Berkat kekuatan ketiga Pahlawan bodoh itu!
Kekuatan mereka juga dibutuhkan untuk membuat monster di luar sana mengamuk.
Tuan Itsuki!
Sial!
Mengulangi serangan yang sama...
Kau cukup terampil.
Semua pasukan, mundur.
Tetapi...
Kalau tetap di sini, Ratu Fitoria takkan bisa bertarung leluasa.
Baguslah.
Sebisa mungkin yang jauh.
Perisai Bintang Jatuh!
Jurus Pertama: Badai Angin!
"Cepat hancurkan kepala dan jantungnya untuk melepaskan pelindung inti itu," katanya!
Kami tahu itu!
Jadi begitu, ya?
Kalau begitu, kali ini akan kami hancurkan!
Sekarang, terbukalah jalan menuju jantung!
Takkan kubiarkan kalian pergi!
Benar. Keistimewaan Kura-Kura Roh, yaitu serangan gravitasi.
Lalu, jangan kira aku hanya mengandalkan kekuatan ketiga Pahlawan bodoh itu,
jadi akan kutunjukkan pada kalian.
Bukankah ini indah?
Ini adalah kekuatan jiwa yang telah kukumpulkan dengan cara mengendalikan Kura-Kura Roh!
Wah, menakutkan sekali!
Jangan marah begitu! Lihat?
Setelah membunuh mereka, aku akan mengambil semua jiwa di dunia ini dan kemudian pulang!
Hentikan...
Hentikan itu!
Ogah! Tidak mau!
Ayo, ayo.
Mana sifat percaya dirimu tadi?
Kalau terus begini, teman-temanmu yang imut ini akan remuk jadi gepeng, lo.
Tuan Naofumi...
Oh, tapi kalau begitu jadinya mubazir, ya.
Aku hanya akan meremukkanmu lalu membawa mereka ke duniaku.
Jangan main-main...!
Hentikan...
Singkirkan kakimu dari Tuan Naofumi!
Dia menangis!
Gadis setengah manusia ini menangis! Lucunya!
Kalau kalian langsung membunuh tubuh pengganti Kura-Kura Roh pasti takkan mengalami hal ini!
Pahlawan Perisai apanya! Cupu sekali!
Tidak!
Hentikan!
Berisik tahu, merengek begitu!
Kau sangat menyukai si bodoh ini?!
Diam dan perhatikan! Akan kuhancurkan dalam sekejap!
Hentikan!
Hah?
Dasar pengecut!
Rishia?
Kak Rishia?
Mau apa kau?
Padahal dari tadi cuma bengong di belakang dan tidak melakukan apa-apa.
Menyebalkan.
Itu benar. Aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku orang yang menyebalkan.
Itu sebabnya aku tahu.
Hah? Tahu apa?
Tunggu, kenapa kau bisa berjalan?
Kamu sama sepertiku.
Hah?!
Kamu hanya bisa mengandalkan kekuatan orang lain.
Kamu sendiri tidak punya...
...hal yang dibanggakan!
Kau ini mengoceh apa, sih?
Orang lemah sepertimu mana tahu betapa hebatnya aku!
Aku tahu.
Sejatinya kamu itu lemah.
Itu sebabnya kamu berpura-pura sok kuat.
Bertingkah layaknya binatang yang mengintimidasi mangsa.
Hah?!
Rishia!
Ternyata cuma omong doang!
Sialan!
Pergi ke mana kau?!
Aku juga lemah.
Baik itu mental maupun fisik,
dibandingkan dengan Naofumi, Raphtalia, Filo, dan Mbak Ost...
Tapi untuk menghadapi orang lemah sepertimu, aku takkan kalah!
Menyebalkan...
Rishia... Bagaimana dia bisa bergerak...?
Pahlawan Perisai...
Aku, Kura-Kura Roh, memerintahkan langit,
memerintahkan bumi, memutarbalikkan hukum alam, terhubunglah,
buatlah menjadi nyata.
Wahai kekuatanku, kuberikan kekuatan Kura-Kura Roh ini kepadamu.
Aku, Pahlawan Perisai, dengan meminjam Kura-Kura Roh, memerintahkan langit,
memerintahkan bumi, memutarbalikkan hukum alam,
buatlah menjadi nyata.
Wahai kekuatan Nadi Naga, gabungkan energi sihirku dengan kekuatan Pahlawan.
Sebagai sumber kekuatanmu, Pahlawan Perisai memerintahkanmu,
Penuhi panggilan dari segala alam,
Pergi ke mana kau?!
dan berikan seluruh kekuatanmu pada rekanku.
All Liberation Aura!
Sihir tingkat tertinggi di dunia ini?!
Sekarang!
Terima kasih!
Filo! Ikut pergi bersama mereka!
No comments yet. Be the first to leave one.