The first 200 lines.
Diterjemahkan Oleh tsubasaraa IDFL™ Subs Crew
Tempat apa ini?
Segelnya telah terbuka.
Aku bisa menerimamu belajar di sini.
-Meskipun situasiku terdengar gila- -Kau tak bisa mendengar?
Kau bisa menyembuhkannya?
Apa kau pikir, hanya telingamu itu yang bermasalah?
Memangnya kapan aku meminta bantuanmu?
Aku tak menyelamatkan diriku sendiri malam itu.
Hidupku juga penting. Aku tak bisa sekarang.
Oke, aku akan tinggal di sini hingga situasinya kembali normal.
Kenapa kau bisa ada di sini?
Apa sekolah ini memang menerima siapa saja?
Kenapa aku harus sekelompok denganmu?
Beberapa jenis api...
Aku bisa merasakan panas.
Apa masih ada kemungkinan dia bisa sadar? Terus awasi dia.
Keputusannya ada padamu.
Bagaimana? Kita lihat seberapa hebatnya mereka.
Kita lihat, apa mereka pantas masuk di sekolah ini.
Jangan berlebihan, Yeob Jung. Jika kalian berkelahi, kalian bisa dikeluarkan.
Tapi, Moorim School mengijinkan kita untuk melakukan kompetisi.
Dan ini hanyalah sebuah kompetisi. Kompetisi dan bukannya perkelahian.
Pemenangnya akan tinggal di sini dan yang kalah keluar? Begitu?
Kenapa kau berbelit-belit sekali?
Wang Chi Ang tinggal dan Yoon Shi Woo yang keluar.
Itulah yang dia maksudkan.
Bagus juga. Aku lebih suka jika kalian berdua bisa dikeluarkan.
Tapi hari ini, aku akan puas jika satu diantara kalian keluar.
Jangan. Dia hanya memprovokasi kalian.
Kenapa? Kau takut?
Sebaiknya kau tak kabur lagi kali ini.
Wang Chi Ang!
Maaf, Ariel. Aku tak bisa menurut padamu hari ini.
- Gawat. - Kita harus menghentikan mereka.
Sepertinya kalian sudah tak bisa menghentikan mereka.
Ini bukan sekedar pertarungan antara Yoon Shi Woo dan Wang Chi Ang.
Tapi juga, mempertaruhkan harga diri mereka.
Oh, daebak.
Eh? Sepertinya kemapuanku lumayan juga.
Oh~ aku hebat juga.
Apa kalian sedang syuting drama?
Kalian sedang kontes menatap?
Kenapa diam? Bukannya kalian mau berkelahi tadi?
- Aku baru mau menyerangnya. - Aku juga.
- Lihat saja kau. - Maju.
Dia mencakar mukanya.
Apa yang kalian lakukan? Hentikan!
[Moorim School -Episode 3-]
Apa kalian tahu apa kesalahan kalian?
Kami hanya sedikit berlatih tinju saja.
Ya. Kami tak berkelahi. Jangan salah paham.
Ini kan Moorim School, kami harus melatih diri kami,
Jika tadi dianggap sebagai perkelahian maka, kami-
Apa kalian pikir, sekolah ini hanya mengajarkan seni bela diri?
Jika tidak, lalu apa?
Melalui seni bela diri, kalian akan secara alami diajarkan bagaimana kebijaksanaan itu.
Oh, kebijaksanaan...
Kalian pasti sudah melihat jadwalnya, bahwa kelas pemula hanya ada seminggu sekali.
Apa kalian tahu kenapa?
Bela diri tanpa kebijaksanaan hanyalah sekumpulan preman saja.
Di Moorim ini, kami ingin mengajarkan bagaimna kalian bisa menjadi, "Manusia".
Cara ini mungkin tak bisa membuat kalian menyesuaikan diri dengan dunia ini,
Tapi, kalian bisa menggunakan cara ini untuk melawan aspek terburuk.
Jadi, karena itu kami dimta manidir untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi?
Tapi, sekarang sudah masa modern. Semua kan ada alatnya.
Ini bukanlah tempat yang bisa kalian jadikan tempat perkelahian.
Kalian mungkin ke sini karena terpaksa dan tak tahu harus ke mana.
Tapi, jika kalian tak ingin belajar, keluarlah.
Aku tak ingin kalia mengganggu yang lain.
Jadi, apa yang harus kami lakukan?
Setelah memperhatikan kalian, sepertinya kelas tinggi akan sulit bagi kalian.
Jadi, aku ini masih pemula? Aku tahu Hapkido, Judo...
Aku juga tahu banyak saat masuk kelas action. Aku tak ingin ditempatkan di kelas pemula.
Sepertinya tidak? Kemampuan kalian bahkan lebih buruk dari pemula.
Apa?
Membersihkan toilet adalah hukuman bagi pemula. Padahal kalian baru sehari di sini.
Apa kau menyuruhku membersihkan toilet ini?
Tak hanya yang ini saja, tapi seluruh toilet yang ada di sekolah ini, termasuk asrama.
Tapi, kalian tetap harus memasak dan membersihkan kamar kalian juga.
Setelah itu, kalian bisa melanjutkan hukuman kalian, mengerti?
Cepat kerjakan.
Sepertinya, mereka belum pernah membersihkan toilet sebelumnya.
Ditempatkan di kelas pemula? Harga diri mereka pasti tercoreng.
Pastinya.
Ayah!
Aku yang akan mengantarnya check up, tak perlu khawatir.
Tak perlu kerja part-time juga.
Baiklah, terima kasih. Telepon aku jika kalian sudah pulang, oke?
Oh, ya, ya.
Warna ini canttik, ya? Aku mau beli yang ini.
Bukannya wanita juga biasa menghias matanya?
Kau mau membeli itu juga? Tunggu, ya.
Bagaimana dengan ini?
Boleh.
Kau kerasukan apa? Tiba-tiba membelikanku alat make up.
Bukan untukmu. Tapi, untuk Soon Deok.
Apa? Kenapa? Kenapa kau tak membelikanku juga? Kenapa?
Akhirnya aku bisa istirahat!
Ya, sepertinya si Ratu Kerja Part-time, Soon Deok akhirnya bisa istirahat.
Kenapa Yoon Si Woo datang ke sini?
Bukannya dia idola terkenal?
Kenapa dia mau belajar di tempat seperti ini?
Lagian skandal itu akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.
Dia sudah memiliki semuanya. Dia sungguh pria serakah.
Kau bilang apa? Dia pria serakah?
Siapa? Si Woo-oppa?
Kau bikin kaget saja.
Dia mungkin punya alasan, ataukah penyakit yang ingin dia sembunyikan.
Kenapa kau jadi marah? Bikin takut saja.
Aduh, panas.
Kenapa kau memintaku untuk memilih jika tak ingin membelikanku juga?
Aku tak bisa melihat. Jika iya, aku tak akan memintamu.
Kau terlalu kejam padaku.
Aku selalu menemanimu, makan denganmu dan bahkan menggaruk punggungmu.
Kenapa kau tak pernah peduli padaku?
Baiklah, mereka punya sample, 'kan? Cepat ambil itu saja.
Omo! Kau piki aku ini pengemis?
Kau sudah lama tak pernah mengajakku keluar begini,
aku pikir kita sedang kencan.
Kenapa kau kekanak-kanakan sekali? Ayo cepat, kita harus ke rumah sakit.
Baiklah, aku tak akan marah.
Lipstik untuk Soon Deok, tapi eyeshadow-nya untukku, ya?
Aku bisa membelikanmu nanti.
Apa kau tak kasihan pada Soon Deok yang tak pernah make up?
Kenapa kau selalu menomor satukannya?
Pokoknya, sampai mati aku tak akan mengalah.
Tidak akan.
Kalau begitu, tinggal di sini saja.
Omo! Seorang ayah yang buta membesarkan anaknya sendirian membuatku kasihan
dan akhirnya memilih untuk menemaninya dan sekarang dia mengaggapku pengemis.
Aku ini bukanlah simpananmu!
Kita sudah lama menikah. Kenapa kau menganggap dirimu simpanan?
Itulah yang aku rasakan, perasaanku.
Mulai sekarang, tak usah mencariku lagi!
Aku bilang kan nanti kubelikan!
Bang Deok! Bang Deok? Bang Deok?!
Apa anak-anak nakal itu sudah membersihkan toiletnya?
Ya, aku melihat mereka tadi sedang membersihkan toliet.
Bagaimana?
Yah... lumayan juga.
Oke! Sempurna!
Apa sih yang tak bisa dilakukan si Wang Chi Ang ini?
Yoon Si Woo! Toilet ini sudah bersih. Kita lanjut toilet yang di atas lagi.
Dia mengabaikanku lagi.
Kau tak dengar aku?
Apa?
Hei!
Ada apa? Kau kenapa?
Apa kau sakit?
Tidak.
Apa telingamu sakit?
Aku baik-baik saja. Kerjakan cepat bagianmu.
Kau sungguh baik-baik saja?
Sudah kubilang iya!
Dia kenapa, sih?
Yoon Si Woo.
Hei, Yoon Si Woo!
Apa?
Kau baik-baik saja?
Apanya? Karena tak bisa bermusik lagi?
Atau karena ditempatkan di kelas pemula?
Tanganmu... saat kecelakaan kelas memasak itu?
Bekas lukanya mungkin tak akan hilang jika kau diamkan begini.
Apa bekas luka ini yang penting sekarang?
Aku akan pergi ke Seoul.
Apa?
Aku akan mengklarifikasi semuanya.
Mengklarifikasi?
Rumor tentang kau menyelematkan dirimu sendiri itu.
Jika aku mengklarifikasinya, namamu bisa kembali bersih.
Karena akulah yang memang salam dalam hal ini.
Dan karena kau tak akan meminta maaf padaku, aku mau melupakannya saja.
Apa lagi yang kau rencanakan sekarang?
Terima saja kebaikanku ini. Kau mau membiarkan hidupmu hancur?
Aku memang hanya murid Moorim, tapi
aku juga tak akan membiarkan hidup orang lain hancur.
Jadi, ayo ke Seoul.
Aku akan menunggumu di jempatan malam ini.
Yoon Si Woo, si tengik itu. Apa dia tak bosan kabur terus?
Apa barang-barang Chi Ang sudah sampai di sana?
Ya.
Karena aku tak tahu apa-apa tentang Moorim School itu,
aku jadi tak tahu apakah tempat itu cocok dengan anakku, apa makanannya enak,
apa toiletnya dan kamarnya bersih.
Anakku itu sangatlah sensitif.
Sebagai seorang ibu, aku sangat khawatir padanya.
Suamiku...
Aku tahu kenapa sikap Presedir sangat keras seperti ini...
Semuanya baik-baik saja.
Ya, pastinya.
Tapi, apa Presedir sangat sibuk belakangan ini?
Ya, dia pasti sangat sibuk.
Aku penasaran apakah mereka bisa bertahan.
Pastinya tidak, kau pikir anak-anak manja seperti mereka pernah membersihkan?
Terutama si Wang Chi Ang. Pewaris perusahaan besar.
Pewaris apanya? Dia memang anak sponsor terbesar di sekolah kita ini,
Tapi, selain itu dia juga adalah anak haram
Benarkah?
Di internet tertulis dia terlahir di Korea.
No comments yet. Be the first to leave one.