The first 200 lines.
Bisakah kau percayai ini? Versi musikal "Burung Kemudaan yang Manis".
- Siapa sih yang hendak mereka kecoh? - Syukurlah kau mau pergi.
Tak bisa kupercaya si Madeline Ashton ini. Bicara soal membangkitkan orang mati.
Aku harus cari minum.
Apa yang kulihat
Itulah pertanyaan yang paling kucemaskan
Yang menanyakan terbuat dari apakah aku sebenarnya
Apa yang kulihat
Jauh melebihi sekedar cerminan
Romansa dengan kesempurnaan mendalam
Kulihat diriku Kulihat diriku
Aktris, wanita bintang dan pecinta
Saudari, pujaan hati budak dan ibu
Aku melihat diriku
Dan aku suka apa yang kulihat
Perawan, penggoda mimpi bagi yang lain
Benar, itulah aku
Benar, itulah aku
- Kami memandangmu - Maksud kalian, aku
Idola, dewi jalang tak tahu malu
Diva, puteri cabul dan bernafsu
Dia sensasional.
Itu bukan aku Tak mungkin itu aku
- Malaikat, iblis - Kau bisa percayai aku
Mon ami
Begitu
Whoo-whoo
Kemanapun aku memandang, sayangku, yang kulihat adalah
- Suatu kontradiksi - Oh, yang benar
- Suatu ketagihan buruk - Hentikan itu
- Inspirasi bagi suatu generasi - Nah, begitu dong
Itulah engkau
Itulah aku
Wah!
Bagusnya!
Whoo!
Whoo!
"Bintang kecil yang keriput
kuharap mereka tak pernah melihat kupunya kerut."
Tetamu anda sudah di sini, Nona Ashton.
Seorang Nona Helen Sharp bersama seorang lelaki.
- Ahh. Bagaimana penampilannya? - Siapa?
Helen, bego.
Entahlah. Cerdas, kurasa, termasuk berkelas.
Berkelas? Betulkah? Dibandingkan pada siapa?
Oh, sial.
Mad!
Hel!
- Tak kusangka ini. - Bagaimana kabarmu?
- Sudah lama sekali ya. - Aku tahu.
Jangan berani bilang seberapa persis lamanya.
Mad, aku ingin kau bertemu...
Dr. Ernest Menville, tunanganku.
Anda mengagumkan sekali.
Ernest Menville? Dr. Ernest Menville, sang dokter bedah plastik?
- Benar. Anda hebat sekali! - Ernest ini seorang penggemar.
- Aku sudah membaca semua tentangmu. - Tarian itu. Wah.
- Tak kupercaya aku sekarang bertemu anda. - Dia tak pernah menyebut kalau gemar Madeline.
- Kami berdua penggemar berat. - Aku yakin dia tidak... gemar padaku.
Benar, kan?
Aku ikut gembira atas kebahagiaan mu... kalian.
Terus apa yang terjadi dengan urusan, eh, tulis-menulis mu?
- Oh, eh, aku masih mencobanya. - Helen, janganlah merendah begitu.
- Dia penulis yang brilian, Ny. Ashton. - Nona.
Katakan padaku, Dokter...
menurutmu apa aku mulai membutuhkanmu?
Jadi...
sudahkah kalian menetapkan tanggal nikah?
- Ya... sudah. - Tidak, sebenarnya...
Kami melihat adanya sayatan kulit kelopak-mata sebelah atas...
dari medial canthus menuju lateral orbital margin.
Ada dua kantong lemak di kelopak-mata sebelah atas, tiga di sebelah bawah.
Ups. Lihatlah semua pendarahan ini.
Cautery berujung jarum. Tolong, cepat.
Demi Tuhan, Helen, itu cuma makan-malam.
Wanita itu inginkan pendapat profesional ku.
Ernest, kau tak mengenal Madeline sebaik aku.
Dia inginkan kamu. Dia ingin kamu karena kau milikku.
Aku sudah pernah kehilangan pria karena direbutnya.
Dia cukup menghidupkan pesonanya dan mereka semua pergi dariku.
Itulah alasannya aku inginkan kau supaya menemuinya sebelum kita menikah.
Aku cuma harus melihat apa kau bisa lulus dari ujian Madeline Ashton.
Tolong... Tolong, jangan gagal.
Aku tak sanggup menanggungnya lagi.
Aku tak tahu apa yang akan kuperbuat.
Tahukah kau seberapa konyol kendengarannya perkataanmu itu?
Oh, sayangku,
aku sama sekali tak berminat pada Madeline Ashton.
7 TAHUN SETELAHNYA
Nn. Helen Sharp? Ini induk semangmu. Buka pintunya, tolong.
Aku tahu kau ada di dalam!
Aku sudah membawa surat pengusiran terakhir mu.
Kalau kau tak keluar,
- aku akan mendobrak pintunya. - Apa yang kau kerjakan di sini?
Aku bersama dengan polisi. Kalau kau tak membuka pintu, kami akan mendobraknya.
- Nah, bicaralah! - Aku juga akan membebankan biaya pintunya padamu.
- Nona, ayo keluar. - Kau dengar perkataannya.
Kau sekarang dalam masalah.
Ayo. Buka!
Dengarkan, Nona. Kau punya hak untuk tetap bungkam.
Jika kau melepas hakmu untuk tetap bungkam...
Apa kau gila?
Ayo. Bawa dia keluar dari sini!
Jadi...
bagaimana denganmu, Helen?
Kami tak mendengar apa-apa darimu belakangan ini.
Adakah sesuatu...
yang ingin kau... bicarakan... dengan kelompok ini?
Ya.
Aku ingin membicarakan...
Madeline...
Ashton.
Hentikan! Hentikan itu! Hentikan!
Tidak! Tidak!
Jadi beginikah perkembanganmu, Helen?
Enam bulan jalani terapi. Kau tak lebih kurus satu pon pun.
Dan kau masih saja membicarakan Madeline Ashton!
- Kau kira aku suka membicarakan dia? - Kau kira aku suka?
Begitukah pikirmu? Pikir lagi!
Oh, Helen, agar kau bisa punya kehidupan,
agar manapun dari kita bisa punya kehidupan,
kau harus melupakan dia.
Kau harus menghapusnya dari pikiranmu.
- Kau harus mengenyahkan sepenuhnya... - Apa?
Kau harus mengenyahkan sepenuhnya...
Kau benar.
Ha?
Kau sungguh benar.
7 TAHUN LAGI SETELAHNYA
Ya?
Ada kiriman untuk Madeline Ashton dan Dr. Ernest Menville.
Selamat pagi, bu.
Anda tampak sungguh mengagumkan.
Hei, tunggu sebentar.
Tidakkah kau melupakan sesuatu?
- Ini masih Kamis. Aku seharusnya... - Lupakan saja.
Rasanya aku memintamu untuk mengatakannya setiap pagi.
Baiklah.
Oh, bu, anda tampak semakin muda setiap harinya.
Terima kasih, Rose. Terima kasih banyak.
Kau sungguh baik... Apa ini?
Undangan anda untuk pesta buku nya Helen Sharp.
Baru saja sampai.
Pesta buku nya Helen Sharp!
- "Muda Selamanya"? - Aku suka judul itu.
Oh, muda selamanya! Betul.
Dan gemuk abadi!
Oh, penyihir kecil pintar itu. Dia mengirimkan penempatan duduk kami.
Sangat sulit kupercaya...
kalau dia bangun pagi dan merapikan sisi tempat tidurnya.
- Tidak, bu. - Jadi dimana dia tidur?
Lagi-lagi?
Berang-berang selalu menarik bagi manusia.
Berang-berang merupakan tikus terbesar kedua di dunia.
Dr. Menville?
Dr. Menville?
Malaikat kah yang kulihat ada di hadapanku ini?
- Dr. Menville, anda manis sekali. - Terima kasih, Rose.
Oh!
Vodka nya kurang.
Suatu ciri menyolok dari berang-berang...
adalah ekornya yang besar dan pipih.
- Apa mahluk itu sudah bangun? - Sudah, tuan.
Dia sedang mandi.
Pager anda tadi bunyi. Lagi-lagi Tn. Franklin.
Rose! Oh, cuma kamu.
Ya, sayangku, terima kasih. Sekokoh batu.
Tumben kau berpakaian. Ada acara istimewa?
- Kerja. - Dasar penggali mayat!
Dr. Menville, puji Tuhan.
- Maaf karena menghubungi anda di saat terakhir. - Tak mengapa.
Dia sudah dibenahi. Staf terbaik kami sudah dipanggil dan sekarang menantikan anda.
Bagus, aku yakin dia akan baik-baik saja. Tenang sajalah.
Tenang? Aku tenang kok. Semuanya di sini tenang.
- Siapa dia? - Fernando Rivas, si aktor.
Dia mati tenggelam dalam bak air panas nya. Badannya melembung, sangat bengkak.
Waktu itu dia sedang bercinta dengan tunangannya yang baru.
Delapan belas tahun umurnya, dari Cuba.
Ada ekspresi bahagia di wajahnya yang sungguh tidak patut.
Terima kasih, Tn. Franklin, mari kita lihat apakah kita bisa memberinya sedikit kecerahan,
sedikit kedalaman.
Kedalaman? Oh, jangan, Dr. Menville, anda tak boleh memberinya kecerahan ataupun kedalaman.
Orang harus mengenali wajahnya.
- Selamat sore, Nona Ashton. - Janji jam 3 dengan Anna.
Ya, saya tahu. Silahkan masuk.
Nona Ashton, bagaimana kabar anda? Sungguh senang bertemu anda!
Dengar, ada pesta sangat penting yang harus kuhadiri malam ini.
Sangat penting. Kau paham?
Anda akan menjadi yang tercantik di sana!
Aku harus lebih baik dari itu.
Maaf, tapi pemisahan plasma...
adalah suatu proses yang sangat menyakitkan tubuh!
Kebijakan kami jelas-jelas melarang...
penerapannya lebih dari sekali sebelum enam bulan.
Terus kenapa? Kan sudah hampir selama itu.
Nona Ashton, anda baru menjalaninya tiga minggu lalu.
- Bagaimana kalau penyangga kolagen? - "Penyangga kolagen"?
Sekalian saja kau memintaku berbasuh dengan sabun dan air!
Malam ini sangat penting buatku.
- Saya bisa mengerjakan sendiri riasan anda. - Riasan tak ada gunanya!
No comments yet. Be the first to leave one.