The first 185 lines.
Eh?
Erika mau pergi?
Betul.
Sekarang Hari Ibu, kan.
Aku mau makan sama Ibu.
Aku pergi dulu!
Selamat jalan.
Hari Ibu?
Benar.
Aku bermaksud kasih hadiah ke Ibu.
Temani belanja dong.
Hm?
Kamu takkan bisa menipuku lagi kali ini!
Di pintu depan pasti ada jebakannya, kan!
Kejadian waktu SD masih diingat saja rupanya...
Lagian bukan begitu.
Terus kenapa tiba-tiba?
Kamu mana pernah begini sebelumnya.
Kalau itu...
Anu...
Minggat dari rumah bikin mereka repot.
Mungkin ini bisa meringankan itu...
Oh...
Sudah saatnya Sachi bisa bersykur pada orang tua ya.
Berisik!
Memang kamu siapa?
Itu ungkapan syukur dari Kakakmu.
Ya udah iya!
Aku salah!
Tidak terdengar.
Maafkan aku, Nona Sachi!
Kalau begitu temani ya.
Baik...
Kakak, ayo sini!
Kamu terlalu bersemangat.
Ada lantai empat juga.
Luasnya!
Ada baju yang lucu!
Oh iya,
kapan ya terakhir kalinya aku keluar dengan Sachi?
Kakak, ayo ke taman!
Tidak mau.
Katanya di depan stasiun ada tukang es krim baru!
Pergi saja sendiri.
Kak, ayo ke pusat bisbol.
Terserah.
Eh? Berarti ini yang pertama?
Hei, Sachi.
Eh, Sachi?
Hei, hei, sendirian?
Dari mana asalnya? Manisnya.
Um...
Dia lagi apa sih...
Hei, Sachi!
Ayo.
Oh...
Um.
Yah, sudah punya pacar rupanya.
Cih.
Pacar katanya.
Jangan jalan-jalan sendiri, nanti tersesat.
Kan Kakak yang melamun.
Oh!
Dibuka cuma saat Hari Ibu saja katanya. Ayo ke sana!
Iya.
Meski begitu...
Cewek itu manis banget.
Pacarnya?
Adik kakak, kan?
Tapi...
Pasti ingin bilang kami tak mirip, kan?
Sudah pasti sih.
Kami memang tak berhubungan darah.
Aku harap Ibu senang.
Setuju.
Jadi, mau kasih hadiah apa ke Ibu?
Belum tahu.
Kita datang ke sini tanpa tujuan?
Aku bermaksud memilih sama Kakak.
Habisnya dia juga orang tuamu, kan.
Iya juga sih.
Ah, iya!
Hari Ibu tak luput dari itu, kan?
- Itu? - Bunga Anyelir!
Ah.
Eh? Aku lupa siram air!
Pasti jadi begitu.
Lagian bunga juga tidak cocok sih.
Kalau begitu...
Makanan manis!
Aku tak punya waktu makan dengan santai.
Lagian aku juga benci makanan manis.
Mana bisa kasih yang dia benci.
Kalau begitu baju modis!
Ini hari obral istimewa!
Aku berangkat lagi!
Baju begituan kurang cocok juga.
Um...
Jadi...
Kita sudah kelilingi semua.
Kita juga tak dapat gambaran.
Habisnya Ibu gila kerja.
Apa yang bikin Ibu senang ya?
Ya, kan. Aku juga belum pernah dengar.
Oh iya, dulu aku pernah dapat hadiah dari es krim, dan Ibu sangat senang...
Yay!
Aku juga ingat yang itu.
Terus, ketika juara satu lomba maraton...
Ah, kamu menang ya.
Memang putriku.
Hebat, Sachi!
Ketika aku peringkat satu ujian kelas satu,
malah sebaliknya.
Oh...
Serius? Gila.
Terlalu hebat malahan.
Hah...
Dia juga tak kelihatan suka apapun.
Aku juga belum pernah lihat Ibu senang dapat hadiah.
Oh iya,
gambar buatanmu, dipajang, kan.
Hah?
Itu kan gambarmu.
Hah? Bukan.
Itu pasti gambar Kakak.
Gambar yang mana?
Gambar Ibu lagi marah.
Tidak, itu punyamu.
Yang dia bilang, "Aku belum pernah lihat senyuman begitu".
- Oh! - Oh!
Eh? Jangan-jangan ada dua yang dipajang?
Iya! Itu!
Yang pakai celemek!
Um.
Bisa jadi motivasi!
Celemek...
Itu dia!
Tadi ada yang jual juga!
Keren Sachi! Pengamatan yang bagus!
Memang adikku.
Ayo.
Apa-apaan itu.
Aku benar-benar kesal.
Jangan perlakukan aku sebagai adik.
Eh, kamu bilang sesuatu?
Bukan apa-apa!
Cepat dong.
Bentar, ada yang bikin nyangkut...
Ada seseorang di luar?
Gawat, kabur!
Oi!
Ui...
Oh?
Karena tadi ada suara berisik di luar.
aku bilang "kamu pikir ini rumah kosong?",
ternyata di kotak pos ada hadiah ini!
Mereka sudah dewasa sekarang.
Kenapa kamu yang menangis?
Habisnya, aku juga dapat!
Ya ampun.
Mereka pakai uang untuk hal tak perlu.
Ayo, kita segera mulai pembukaan kedai kembali!
Oh, sangat cocok!
Benar. Aku lega bisa dengar kabar dari Erika.
Kalau begitu syukurlah.
Jadi, bagaimana dua bersaudara itu?
Eh?
Hmm... bagaimana ya.
Hei, jangan kabur sendiri!
Aku sampai merasa harusnya mereka menikah saja. Mereka begitu cocok.
Begitu ya. Hari Ibu yang membahagiakan ya.
Betul.
Aku tak pernah mengira Erika akan mengajakku ke pemandian umum.
Begitu ya.
Pengaruh dari Nagi dan kawan-kawan?
Bisa jadi. Dia juga kelihatan tertarik dengan kehidupan mereka,
dan iri dengan Nagi dan Sachi.
Syukurlah bisa dengar kabar soal Erika.
Kalau begitu, sampai jumpa.
Aku jadi ingin ketemu juga setelah sekian lama.
Apa-apaan ini, gila!
Sukses besar!
Seperti kata Sachi, padahal cuma masukin air panas!
Orang yang menemukan ini benar-benar jenius!
Aku makan!
No comments yet. Be the first to leave one.