Release info

Mushoku Tensei - S2 - E04 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
Published on: 2023-08-02
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 165 lines.

Apa itu Naga Merah?

Sekawanan Luster Grizzly datang dari arah pukul dua!

Debu salju sangat tebal!

Berapa banyak?

Delapan... Tidak! Ada sepuluh ekor!

Mereka menyadari keberadaan kita!

Kini sedang mendekat kemari!

Cepat sekali!

Cepat berpencar!

Rawa, turun! Bantu kami dari belakang!

Baik!

Rawa!

Ya!

Serbu!

Hei, itu Naga Merah!

Dia datang!

Jadi, para Grizzly lari gara-gara dia?

Rawa, apa maksudnya ini? Kau enggak gabut, kan?

Aku tidak melihatnya karena terhalang debu salju.

Sialan!

Kita mundur!

Aku tebarkan tabir asap! Kalian berpencar dan lari!

Dia terjebak.

Kita berhasil.

Berhasil!

Kau hebat.

Rawa, kamu benar-benar kuat.

Sepertinya kamu tidak bohong soal menjelajahi Benua Iblis.

Aku tahu kamu kuat, tapi tak kusangka sekuat ini.

Karena lawan kita tadi juga sudah sekarat.

Rawa, kau boleh menjadi anggota resmi kelompok kami, lo.

Kau juga berpikir kalau bersama kami cukup nyaman, kan?

Aku akan pergi ke negeri berikutnya saat aku sudah terkenal di sini.

Karena aku harus mencari ibuku.

Terima kasih untuk hari ini.

Saat itulah...

Muncul seekor Naga Merah.

Dia kemudian menenggelamkan Naga Merah besar itu

ke dalam mantra andalannya yang berbentuk sebagai rawa.

Lalu, batu besar yang menghalangi Naga Merah...

Bosan, tahu! Ganti lagunya, dong!

Iya! Birku jadi enggak enak, nih!

Jahat banget. Padahal tokoh utama lagu itu ada di sini.

Akhirnya aku menemukanmu, Rudeus si Rawa.

Rupanya si Rawa ada di sini.

Wah, akhirnya saya ketahuan.

Meski kujawab begitu, aku sama sekali tidak kenal.

Persis kabar burung, kamu gampang ditemukan karena mencolok.

Tapi Anda tadi bilang "akhirnya"?

Karena aku pikir kamu berada di daerah lebih timur.

Apa, sih? Jatuh cinta pada pandangan pertama, ya?

Apa dia tergiur dengan tubuh gaharku yang baru-baru ini sering kulatih?

Aku masih dalam masa puber, jadi, ototku masih bisa tumbuh lebih kuat, iya "otot".

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Ternyata si Rawa punya cewek.

Namaku Elinalise. Elinalise Dragonroad.

Aku mantan anggota kelompok Paul ayahmu.

Aku juga bersahabat dengan Roxy.

Eh? Anda teman Master?!

Sekarang dia ada di mana?

Daripada itu,

aku dengar kamu mengalahkan seekor naga liar sendirian?

Yah, ia sudah sekarat waktu itu.

Sekarang aku mengerti alasan Roxy begitu bangga padamu.

Mendengarnya membanggakan saya rasanya... Aduh geli.

Sedang pegang-pegang apa?

Dadamu sepertinya kekar sekali.

Anda dari tadi kenapa?

Apa Anda menyukai saya?

Iya, kamu pria yang sudah melebihi ekspektasiku.

Aku benar-benar kaget.

Soalnya aku kira kamu masih anak-anak.

Eng...

Kakak juga cantik, kok.

Aku sudah bukan perjaka yang panik saat digoda.

Betulan, nih? Kok, malah dia yang mengajak?

Eh?

Boleh, nih?

Apa boleh langsung disosor?

Oh?

Wah, terasa kasar, tapi imut.

Kamu dapat dari siapa?

Teman masa kecilku.

Teman masa kecil? Apa dia seorang elf?

Iya, benar.

Kenapa menanyakan hal itu?

Alamak, tidak jadi menyosor.

Tidak, bukan apa-apa.

Aku pinjam sebentar, ya?

Mirip sekali, bukan?

Benar juga.

Aduh, perbuatanku sungguh memalukan.

Jangan sering mempermainkan pria, dong.

Aku tidak akan mempermainkan pria.

Tapi aku tidak bermaksud menjadi menantu Paul.

Aku juga masih ingin berteman dengan Roxy.

Lalu, Nona Elinalise ada perlu apa dengan saya?

Iya, dong...

Aku membawakanmu kabar baik.

Kabar baik?

Waktu itu aku mengetahui keberadaan Zenith.

Zenith berada di Kota Labirin Rapan, suatu tempat di Benua Begaritt.

Perjalanan dari sini ke tempat itu memakan waktu lebih dari setahun.

Selain itu, musim dingin akan segera tiba.

Untuk itu, aku akan menetap di negeri ini untuk sementara.

Menurut Elinalise, Zenith sedang melakukan penelusuran di labirin.

Terlebih lagi...

Kamu tidak perlu buru-buru ke sana.

Saat kami sedang mencari anggota keluarga Paul,

kami bertemu dengan Roxy dan membentuk kelompok dengannya.

Sekarang dia mungkin bersama Paul dan sedang menuju ke Benua Begaritt.

Eh? Master juga membantu pencarian?

Lupakan Paul, selama ada Roxy, maka aku bisa tenang.

Oh, Rude...

Selamat datang kembali.

Aku pulang, Elinalise!

Pagi-pagi sudah bercocok tanam, ya?

Eh? Bercocok tanam?

Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan.

Di luar dingin, hati-hati agar tidak masuk angin.

Dalam satu pekan ini, aku paham kalau Elinalise ternyata adalah wanita jalang tulen.

Soalnya, tahu-tahu dia sudah membawa cowok ke kamarnya.

Hampir setiap hari pula.

Wanita yang keberadaannya adalah bentuk kriminal.

Tentu saja, aku tidak bermaksud untuk menghakiminya.

Terus terang, aku ingin sekali berpartisipasi,

tapi nyatanya tak bisa.

Karena selama dua tahun terakhir, aku menderita suatu penyakit.

Penyakit yang menyerang pikiran dan tubuh.

Persetan, langsung saja, aku kena impotensi.

Aku sudah menyerah.

Aku tidak tertarik untuk berhubungan dengan seseorang lagi.

Tidak ada orang yang aku sukai.

Daripada sakit hati setelah dikhianati, lebih baik aku mengaguminya dari jauh.

Tidak perlu berharap lebih.

Aku tidak menangis, kok!

Jangan salah paham dulu, Rawa.

Aku enggak berniat menyentuh cewekmu.

Bukan, kok, Sol.

Elinalise bukan kekasihku.

Lagi pula, kamu tahu kalau jagoanku tidak bisa berdiri.

Ah... Benar juga.

Maaf, aku malah menabur garam di atas lukamu.

Tidak apa-apa.

Omong-omong, kamu menikmatinya?

Ya, sungguh luar biasa.

Dengar, Elinalise? Dia puas, tuh.

Tentu saja.

Semua pria yang "berhubungan" denganku selalu bahagia.

Begitu, ya?

Aku tahu.

Hampir semua anggota pria kelompok Soldat sudah dilahap oleh Elinalise.

Elinalise.

Ada apa?

Kamu bebas melakukannya, tapi tolong tangani akibatnya sendiri, ya.

Sudah tentu.

Hei, hei, kalian berbicara soal apa?

Bukan masalah penting, kok.

Ayo kita makan.

Kejam sekali wanita ini.

Namun, dia telah menjelajahi Benua Iblis bersama Roxy.

Bahkan menyeberang sampai Benua Pusat demi mencari anggota keluarga Paul.

Bersama Roxy.

Aku harus berterima kasih.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left