The first 200 lines.
Sang-hyuk!
Sang-hyuk!
Sang-hyuk!
- Kita tidak terlambat, kan? - Tunggu sebentar.
Hei, busnya! Ayo!
Dorong, dorong.
- Cepatlah dan naik! - Masuk saja.
Hei. Kau harus naik. Tuan, tunggu sebentar!
Kau pergi dulu. Hati-hati!
Tuan!
Dimana tempat ini?
Kenapa kau tak membangunkanku?
Di kelas berapa kau?
Aku seorang junior.
Hei. Apa kau tak takut dengan "Gargamel"?
Dari seluruh kelas junior,...
...aku tak pernah bertemu dengan orang yang berani dengan bodohnya.
Apa yang kau tunggu?
Kita harus naik taksi bersama, supaya menghemat uang!
Hei! Apa yang kau lakukan?
Jung Yoo-jin!
Kami tidak akan, terlambat lagi!
Kami tidak akan, terlambat lagi!
Sudah agak lama sejak, aku tak melihat salah satu, pelanggan tetapku.
Pergi kesana dan, angkat tanganmu!
Aku hanya terlambat satu menit 50 detik.
Tidakkah menurutmu dia kejam?
Hei. Tidakkah menurutmu dia kejam?
Omong-omong, Sang-hyuk tak telat.
Kenapa kau telat?
Jangan buat aku mulai. Ada orang aneh.
Hei! Jam berapa menurutmu sekarang?
Hei! Itu dia!
Untukku, aku sudah merenungi tentang.
Bagaimana aku melupakan tugasku sebagai murid,...
...dan mengabaikan pelajaranku, jauh di dalam hatiku.
Dan jadi, aku akan berusaha keras, untuk tak melanjutkan,...
...tingkah laku semacam ini, lagi.
Lebih keras.
Aku takkan pernah lagi mengijinkan, tingkah laku ini terjadi lagi!
Lebih keras!
Guru. Tak bisakah kau memaafkan aku sekali ini saja?
Hal-hal ini bisa terjadi.
Kudengar saat masa sekolahmu, kau juga membolos.
Aku tak pernah bolos, nak. Kau masih, tak mengerti juga!
- Selamat pagi. - Kita punya murid baru disini.
Baik. Hari ini kita punya, murid pindahan bergabung dengan kita.
Masuklah.
Bukankah itu orang yang kita lihat tadi pagi?
SMA Sains Seoul.
Dia dipindahkan dari SMA sains.
- Dan namamu adalah... - Namaku Kang Jun-sang.
Ya, Jun-sang.
Kelas.
Bantu dia beradaptasi, ya?
Mari kita sambut dia dengan hangat.
Kau bisa duduk di sana, di belakang.
- Ketua kelas! - Ya, pak.
Cari loker untuk murid baru.
Dan setelah kau selesai dengan daftar absen, bawalah ke kantor guru.
- Ya, pak. - Itu saja.
Perhatian!
Membungkuk.
Terima kasih, pak.
Dia cukup tampan.
Siapa yang kau maksud?
Maksudmu murid pindahannya?
Dia tak setampan itu.
Hei, perhatikan anak laki-laki lain di kelas kita.
Apa ada orang di sana, yang bahkan mendekati levelnya?
- Tentu saja ada. - Siapa?
Dia gila. Astaga!
Apa? Aku serius!
Aku tak sengaja mendengar, di ruang guru beberapa saat lalu,...
...kalau Jun-sang murid menonjol, di SMA Sains sana.
Apa namanya?
Olimpiade matematika nasional?
Kurasa kau mencoba, katakan, Olimpiade matematika.
Yah, apapun itu!
Dia juga menang hadiah tertinggi juga.
Bukankah dia keren?
Kang Jun-sang. Dia milikku, mengerti?
Bahkan jangan memandangnya.
Hai! Namaku Oh Chae-rin. Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu. Namaku Kim Sang-hyuk.
Kuharap kita bisa akrab.
Kau harus memutuskan, akan bergabung dengan klub mana.
Apa kau punya pilihan?
Aku tidak tertarik.
Jun-sang!
Serahkan itu. Aku yang akan melakukannya.
Hei! Hei, Jun-sang!
Di hari pertamamu di sekolah,...
...harusnya kau tak boleh bersikap sulit bekerja sama.
Kau menyulitkan ketua kelas.
Kau akan bergabung dengan klub apa?
- Kau tak tidur di sekolah? - Apa?
Kurasa kudengar kau dari SMA Sains. Bagaimana klub sains kedengarannya?
Apa kau pernah lihat pemain bisbol, punya hobi bermain bisbol?
Kurasa tidak.
Kalau begitu, aku akan bacakan, daftar nama semua klub.
Pilih dari daftar ini.
Klub menyanyi, klub basket, klub tenis meja, klub kaligrafi...
Klub mana yang dia ikuti?
- Siapa? Sang-hyuk? - Ya.
Klub penyiaran.
Klub penyiaran?
Baik, kalau begitu aku ikut yang itu.
Kurasa kita dalam masalah. Apa ada suara yang keluar?
Apa ini rusak? Tampaknya, kemarin berjalan dengan lancar.
Kurasa aku melihat Chae-rin, bermain-main dengan ini.
Bukan aku. Sudah pasti bukan aku!
Sudah rusak, bahkan sebelum aku menyentuhnya!
Menurutmu saklarnya lepas?
Tunggu, Jin-sook.
Daripada membuatnya semakin rusak,...
...dengan mengutak-atik kabelnya, kita harus laporkan ini, kepada guru.
Tak mungkin! Gargamel tidak, akan membiarkan ini.
- Benar-benar tak mungkin! - Dia benar.
Jangan bawa-bawa dia ke dalam hal ini.
Jangan khawatir.
Selama kita jujur padanya, dia tidak akan, menyalahkan kita.
Tidak, kita tak bisa!
- Pasti ada cara memperbaiki ini. - Chae-rin, jangan gegabah.
Hei!
Tunggu sebentar.
- Apa yang kau lakukan? - Karena sambungan ini.
Berikan ini padaku.
Cobalah.
Ya.
Ini berfungsi! Aku tak percaya ini! Ini luar biasa!
Jun-sang! Kau hebat sekali!
Mau kemana kau?
Sang-hyuk, Jun-sang tampaknya, sedikit aneh.
Kenapa? Karena apa yang terjadi, saat bersih-bersih?
Itu juga, tapi...
...hanya kecurigaanku...
...dia bergabung dengan klub penyiaran, hanya karena kau.
Itu tak masuk akal. Kami baru saja bertemu hari ini.
Tak masuk akal, bukan?
Yoo-jin, hati-hati. Turunlah.
Aku tak mau.
Aku pasti bisa sampai, ujung hari ini.
Kau bahkan tak bisa sampai 10 langkah.
Kau perhatikan saja, dan lihat apa aku bisa.
Lima.
Enam!
Hati-hati. Yoo-jin, pegang tanganku.
Aku tak mau. Apa kau pacarku?
Kenapa satu dari semua orang, memegang tanganmu?
Aku akan menyimpan tanganku, untuk seseorang yang spesial.
Lihat itu?
- Apa kalian mengerti semuanya? - Ya, pak.
Baiklah. Biar kujelaskan pada kalian sekali lagi.
Bisa kuhapus ini sekarang?
Profesor!
Tunggu! Kenapa kau menghapusnya?
Aku ingin kau mengikutinya di dalam kepalamu,...
...daripada hanya mencatatnya, dan menghafalnya.
Kau bisa menemukan rumusnya, di bagian belakang bukunya.
Hal yang paling penting untuk diingat dalam matematika...
...bukanlah rumus atau penjelasan dari soal yang sudah diselesaikan,...
...tapi keingintahuan dan imajinasi.
Aku lebih suka kau coba berimajinasi di papan tulis kosong ini.
Sekarang saatnya menyelesaikan beberapa pertanyaan.
Siapa yang ingin menyelesaikan pertanyaan ini?
Disana.
Kenapa kau tak mencobanya?
Aku hanya ingin melihat apa kau, mengerti rumusnya.
Jangan stres memikirkannya.
Aku tak pernah melihat rumus ini.
Boleh aku bertanya, siapa yang menemukan rumus ini?
Apakah penting untuk mengetahui, siapa penemu rumusnya?
Tidak begitu, tapi...
...aku menyelesaikannya dengan caraku.
Apa kau...
Apa kau murid SMA?
Jika melihat seorang murid SMA, bisa menyelesaikan ini.
Cukup mengejutkan.
Apa yang murid SMA lakukan di kelasku?
Karena keingintahuan, dan imajinasiku.
Siswa!
Siswa!
Apa kau disini untuk bertemu denganku?
Apa kau di sini untuk ujian masuk khusus, ke universitas ini?
Seperti yang tadi kubilang,...
...aku di sini untuk mencari seseorang.
Karena keingintahuanku.
Kalau begitu...
Ayah!
Sang-hyuk, apa yang kau lakukan di sini?
Aku tak perlu tinggal di sekolah sampai larut,...
...jadi kupikir aku akan pulang bersamamu.
- Aku senang kau datang. - Apa kau punya janji?
Tidak.
- Ada apa? - Kemana dia pergi?
Ibumu ada di rumah.
Kukira katamu kau ada di Jepang.
Aku memutuskan untuk mampir, sebelum turnya mulai.
Aku juga penasaran bagaimana kabarmu.
No comments yet. Be the first to leave one.