The first 200 lines.
Kau...
Nyang, kau...
Kau...
Aku sangat merindukanmu.
Kau dimana?
Apakah orang yang kau rindukan adalah Raja Goryeo?
Ada apa?
Yang Mulia ada di ruang tidurnya.
Baiklah, teruskanlah begitu.
Seperti caramu memperlakukanmu, aku juga akan mengabaikanmu.
Dia pasti telah menduga sesuatu
Ini tidak menyenangkan. Apapun yang kulakukan, aku merasa bosan.
Baginda, Ibunda Ratu meminta anda untuk pergi ke Istana Selir.
Istana Selir?
Katakan bahwa aku tidak bisa pergi.
Saya dengar Yang Mulia sedang sakit, jadi anda harus pergi.
Baginda. Baginda!
Sungguh... aku sudah dengar. Jangan mendesakku.
Baginda menunggu didalam. Cepat bergerak. Cepat!
Aku dengar bahwa kau sangat menyayanginya, Kaisar.
Ya... Ya.
Makanlah perlahan, Baginda.
Kau harus cepat makan juga.
Baginda, di sudut mulut...
Kalian berdua begitu mesra.
- Nyang. - Ya, Yang Mulia.
Kaisar, kau baik-baik saja?
Cepat berikan serbetnya.
Kenapa sebenarnya denganku?
Aku akan panggil jika aku butuh. Kalian boleh pergi sekarang.
Wajahmu tidak terlihat baik hari ini. Apa terjadi sesuatu?
Ayo makan!
- Itu terlihat enak! - Waktunya makan!
Aku hampir kelaparan lagi.
Makan pelan-pelan.
Makanlah lagi.
Apa mereka baru makan sekarang?
Musuri tidak punya waktu tetap kapan harus makan.
Apa urusannya denganku?
Siapa peduli jika kau menderita dan kelaparan sepanjang hidup sebagai musuri.
A... A... Apa... Apa yang kau lakukan, sialan?
Pangeran!
Syukurlah. Syukurlah anda masih hidup.
Sung Nyang yang bertingkah seperti itu, sebenarnya bukan pria, tapi wanita.
Baginda.
Kenapa musuri makan makanan seperti itu, sialan?
Apa?
Apakah tak ada makanan? Bahkan makanan anjing lebih baik!
Saya tidak bertugas mengatur itu...
Kau kasim bodoh.
Nyang! Nyang! Ayo cepat ke taman istana.
Kenapa kita akan ke taman istana?
Aku dengar Baginda menyiapkan makanan untuk kita.
Semua musuri sudah pergi kesana.
Aku tidak selera makan. Kalian saja yang pergi.
Ini makanan yang Baginda persiapkan untuk kita.
Kapanlagi kita berkesempatan makan makanan seperti ini?
Sudah kubilang, aku tidak ikut.
Itu... Apakah musuri menyukainya?
Semuanya berterima kasih pada Baginda.
Tentu saja harus begitu, sialan.
Itu makanan mahal yang takkan mereka dapatkan seumur hidup.
Anda akan kemana? Jangan katakan anda akan menemui musuri?
Dasar... Aku takkan... Apa itu...
Aku pergi bukan karena ingin melihat mereka.
Tidak akan.
Ini sangat enak. Oh langit...
- Semuanya untuk kita, kan? - Coba ini.
I... Ini... A.. Apa yang terjadi?
Apa maksud anda "apa yang terjadi"?
Sung Nyang! Kenapa Sung Nyang tidak ada disana?
Dia bilang dia tidak berselera makan.
Tidak selera makan? Untuk siapa aku mempersiapkan makanan itu?
Baginda yang menyuruh saya untuk tidak memperhatikan Sung Nyang.
Aigoo, dasar...
Gelar jamuan makan lain.
Apa?
Aku menyuruhmu membawa Sung Nyang kesini, kasim bodoh.
Aigoo, dasar... Aigoo, kau kasim bodoh.
Tak punya pandangan kedepan dan lebih tak berperasaan.
Aigoo, kau tak bisa melakukan apapun dengan benar.
Bodoh...
Ini, mulailah makan.
Tidak perlu.
Selama ini diberikan olehku, kau takkan memakannya?
Aku dengar kau membantu menghentikan mual Selir Pak.
Jadi, aku mempersiapkan ini untukmu. Cepatlah makan.
Hamba tidak lapar. Hamba akan pergi sekarang.
Tolong lepaskan.
Kenapa kau membenciku?
Semua gadis-gadis di Istana Kerajaan ingin dipegang olehku.
Anda keterlaluan.
Beraninya kau!
Kau hanya musuri dan kau berani mengatakan aku keterlaluan.
Dan ekspresimu... itu terlihat sangat arogan.
Maafkan hamba.
Cepat makan.
Tolong lepaskan tangan hamba. Ini tidak nyaman.
Setelah dia selesai makan, biarkan dia kembali.
Ya, Baginda.
Kenapa kau tidak cepat makan?
Kenapa jantungku berdetak kencang?
Apa mungkin,
Dia sudah tahu kalau aku Sung Nyang.
Jika tidak, kenapa dia harus seperti ini.
Jenderal!
Mantan Raja berhasil memancing Batoru.
Paman, ini waktunya untuk terjun ke pertempuran.
Setelah gerbang mereka kubuka,
pimpin pasukan masuk.
Aku mengerti, Paman.
Dengarkan! Bergerak!
- Ya! - Ya!
Berhentilah mengejar dan kembali ke barak sebelum fajar.
Kembali ke Barak! Tarik semua pasukan!
- Mundur! - Mundur!
Pasukan Turks yang mengejar kita kembali ke Barak.
Sepertinya Kasim Bang mendapat kepercayaan Batoru.
Komandan.
Pimpin pasukan dan tunggu disini.
Ya.
Mu Song dan Bool Hwa ikuti aku.
Masih banyak prajurit tersisa disana.
Jenderal, bagaimana anda akan menerjang pintu sendirian?
Itukah...
rencana rahasia ahli siasat perang Tal Tal.
Tangkap dia!
Tangkap Batoru!
Jenderal Batoru sedang dikejar!
Buka gerbang! Cepat buka gerbang!
Bunuh mereka semua! Jangan biarkan satupun!
Mereka sudah gila. Sedang memukul gong sekarang.
Kuda menjadi aneh!
Kenapa sebenarnya dengan kuda?
Ini kuda.
Musuh tidak menarget prajurit tapi pada kuda yang sensitif pada suara.
Apa?
Lalu, keributan yang mereka buat itu...
Jenderal! Itu Batoru!
Kenapa Batoru disini? Bukankah dia sedang mengejar Mantan Raja?
Kelihatannya kita sudah ditipu. Perintahkan mundur.
Mundur?
Kita sudah memasuki pertahanan musuh, kita harus segera menghabisinya.
Bunuh mereka semua! Jangan biarkan satupun!
Jenderal!
Batoru telah mati! Jenderal musuh telah jatuh!
Itu pasukan pengejar Mantan Raja.
Itu Batoru yang asli.
Apa? Terserah itu ratusan atau ribuan,
selama aku memiliki pedang, akan kubunuh mereka semua!
Kita sudah terkepung.
Kita harus keluar dari sini segera.
Ayo cepat kabur.
Kita semua bisa terbunuh.
Aku ingin mati disini!
Paman!
Aku ingin membunuh semua prajurit Turks hingga tetes darah terakhir mereka!
Jenderal!
Seperti setan dalam neraka, dia memang seorang pembunuh.
Apakah dia Baek An?
Ya. Orang yang kasar dan berbahaya.
Dia seperti naga yang terbang tinggi. Akan menyedihkan jika membunuhnya.
Beri perintah untuk menangkapnya hidup-hidup.
Ya, Jenderal.
Menangkapnya hidup-hidup?
Harimau gila seharusnya cepat dibunuh.
Baiklah, siapapun boleh maju!
Aku akan bunuh kalian semua.
Majulah!
Letakkan pedang!
Menyerah.
Jangan menyerah! Kita harus bertarung hingga akhir!
Semuanya berjalan sesuai rencana Yang Mulia.
Menyedihkan. Aku akan senang jika aku sendiri yang membunuh Yeom Byeong Su.
Kita akan gunakan "Tipu Daya Nekat" sekarang.
Tipu Daya Nekat?
Aku sendiri yang akan menangkap Batoru asli, dengan begitu perang ini bisa berakhir.
Pertarungan kita baru permulaan.
Berpura-puralah sakit.
Seperti ini... anda bisa membodohi Empress sepenuhnya.
Apa kau merasa sakit?
Saya baik-baik saja.
Baik-baik saja?
Perutmu pasti sangat kesakitan sekarang.
Bisakah saya permisi sekarang?
Tentu saja.
Efek obat baru dimulai.
Saya sudah memberinya obat, jadi dia akan segera keguguran.
Kau sudah bekerja keras.
Tapi ini belum selesai.
Apapun itu, berikan saja saya perintah.
Mulai sekarang, diam-diam kau harus menyebar gosip di istana.
Gosip...
Wanita itu, Selir Pak memalsukan kehamilannya.
Demi memenangkan hati Baginda, dia memalsukan mualnya.
Gosip semacam itu.
Saya mengerti.
Tapi...
Aku menyadari sesuatu yang aneh hari ini.
Selir Pak hanya makan Kue Goryeo dengan kurma diatasnya.
No comments yet. Be the first to leave one.