Specials

Release info

香ㅡㅡ하나뿐인 내편 My Only OneㅡㅡE03-04 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-09-17
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

Wang Dae Ryook, benarkah itu?

Tidak.

Itu hanya kebetulan.

Kamera pengawas itu tahu segalanya

entah benar atau tidak itu hanya kebetulan.

Ya, aku harus mengurus ini bagaimanapun caranya.

Aku tidak bisa pergi seperti ini.

"Episode 3"

Kenapa mereka keluar bersama?

Apa yang terjadi?

Apa mereka membicarakanku?

Mereka membicarakanku, bukan?

Ini membuatku gila.

Kenapa dia pergi bersama temannya?

Astaga, Wang Dae Ryook. Apa yang harus kulakukan?

Bagaimana aku bisa hidup di Korea jika semalu ini?

Ini semua karena wanita itu.

Ini terjadi kepadaku karena wanita itu.

- Kerja bagus. - Terima kasih.

Hubungi aku lagi lain kali.

Ini luar biasa.

Ini melebihi upahku sepekan ditambah tips.

Aku tidak percaya ini.

Aku harus bicara denganmu sebentar.

Ternyata penipu tadi.

Penipu?

Kamu memanggilku penipu?

Lantas, kamu burung camar?

Kenapa?

Kamu tidak suka dipanggil penipu?

Kenapa masih di sini?

Wanita macam apa yang akan kamu goda kali ini?

Kamu konyol.

Apa?

Memangnya kamu tahu aku siapa?

- Biar kujelaskan siapa aku. - Tidak apa-apa.

Tidak ada alasan

bagiku untuk tahu siapa kamu malam ini.

Kamu...

Tahukah kamu betapa kamu sudah mengacaukan hidupku?

Kenapa kamu mengusik hidupku?

Jadi? Maksudmu,

kamu kemari untuk protes karena tidak bisa

menggoda wanita kaya karenaku?

Baiklah.

Bagaimana jika kita pergi ke kantor polisi

dan menentukan siapa yang salah?

Kantor polisi?

Bukan itu maksudku.

Apa orang tuamu

tahu kamu mengejar wanita kaya

seperti ini?

Berhentilah mengecewakan orang tuamu.

Hiduplah dengan jujur dan baik, paham?

Apa katamu? Itu saja yang ingin kamu katakan?

Ya?

Di mana? Bar?

Baik, aku akan segera ke sana, baik, maaf.

Berhenti di sana. Aku belum selesai bicara.

Aku tidak percaya seseorang seperti itu ada.

Dia akan pergi ke bar di malam hari. Aku paham.

Kamu yang harus berhenti mengecewakan

orang tuamu dan pulang lebih awal.

Wang Dae Ryook.

Apa yang kamu lakukan?

Kenapa tidur dengan lampu menyala dan pintu terbuka?

Astaga.

Apa?

Ke mana dia

semalam ini?

Maaf.

Halo.

Aku menerima telepon dari sini tadi.

Di mana adikku? Yang tinggi dan cantik.

Dia pasti sudah hilang akal.

Pasti.

Adik kakak, Mi Ran.

Mi Ran, bangunlah.

Lihat siapa ini.

Ini kakakku, Do Ran.

Benar.

Ini kakakmu, Do Ran.

Sadarlah agar kita bisa pulang cepat.

Hai, Ibu.

Ini aku, Mi Ran.

Putri Ibu, Mi Ran.

Ada apa dengan suara Ibu?

Kamu minum-minum?

- Kamu di mana? - Ibu.

Mi Ran bersamaku, jadi, jangan khawatir.

Aku akan pulang dengannya sekarang.

Baik.

Aku akan pergi sekarang. Baik, dah.

Mi Ran pasti cukup kesal

sampai minum-minum begitu.

Aku tidak percaya ini.

Ada apa? Tidak mau keluar?

Tidak.

Ini membunuhku.

Astaga, kenapa kamu harus minum sebanyak itu?

Kakak pikir aku minum karena mau?

Aku minum karena cemas.

Karena aku kesal.

Baik, kakak paham.

Mari jangan muntah di jalan

dan pulang.

Muntahlah saat tiba di rumah, ya?

Kak.

Kenapa keluarga kita

amat miskin?

Apa maksudmu?

Kamu kira keluarga kita miskin?

Kita punya pakaian, makanan,

dan rumah.

Kita memang tidak sepaham.

Pergilah.

Astaga.

Baik, kakak paham.

Hanya aku

yang belum pernah pergi belajar di luar negeri

dari semua temanku.

Tapi kita tidak mampu bahkan hanya sebentar.

Itu artinya kita miskin.

Apa kamu mau

belajar di luar negeri sebegitunya?

Ya.

Aku mau.

Aku mau melakukan sesuatu,

Semua rekanku diterima di suatu tempat.

Tapi aku gagal terus.

Bagaimana jika aku menua

tanpa diterima di mana pun?

Aku takut. Aku tidak tahu harus berbuat apa.

Tapi tidak ada yang memahami perasaanku.

Jangan menangis.

Pergilah.

Jangan menangis.

- Hei. - Apa?

"Saldo, 4.000 dolar"

Ini uang untuk membayar biaya kuliahku

saat aku diterima di sekolah hukum.

Aku bahkan tidak bisa tidur mencari uang ini.

Benar, aku bisa menghasilkan uang sebanyak ini lagi.

Tidak masalah.

Putri ibu yang malang.

Astaga.

Ibu.

Apa? Kenapa kamu tidak tidur?

Ibu, ambillah uang ini.

Apa? Uang?

Astaga.

Dari mana kamu mendapatkan uang ini?

Aku menyimpannya dari pekerjaan paruh waktu.

Tambahkan sedikit lagi

dan kirim Mi Ran belajar ke luar negeri.

Astaga.

Do Ran.

Kamu memang kakaknya.

Astaga.

Maksudmu, selama ini kamu pergi subuh

dan senja

untuk bekerja paruh waktu?

Astaga, ibu kira kamu belajar.

Aku bukan hanya bekerja paruh waktu.

Aku melakukannya di sela-sela belajar.

Bagaimanapun, terima kasih.

Hanya ini?

Tidak ada lagi?

- Lagi? - Ya.

Ini hanya cukup untuk membeli tiket pesawatnya.

Bagaimana bisa ibu mengirimnya ke luar negeri dengan uang ini?

Kamu tidak punya lagi?

Ada apa ini?

- Ayah. - Do Ran.

Selama ini kamu bekerja tanpa sepengetahuan ayah?

Itu untuk membayar biaya kuliah

setelah aku diterima di sekolah hukum.

Sudah ayah bilang jangan khawatir

dan berfokuslah pada belajarmu saja.

Tapi kamu malah bekerja paruh waktu?

Dia belajar selagi melakukannya.

Berikan buku rekeningnya.

Tidak.

Do Ran memberikan ini kepadaku

agar aku bisa membayar kesempatan Mi Ran belajar di luar negeri.

Benar.

Mi Ran amat ingin belajar,

jadi, mari terima kesempatan ini dan kirim dia ke luar negeri.

- Kumohon, Sayang. - Bagaimana bisa kamu bilang begitu?

Maksudmu, mari mengirim Mi Ran ke luar negeri

dengan uang yang dihasilkan Do Ran mati-matian?

Mi Ran tidak pernah dewasa

karena kamu terus bersikap seperti ini.

Astaga.

Aku seperti ini karena ada alasannya.

Kamu tidak merasa bersalah kepada Mi Ran?

Dia pasti merasa amat kesal

sampai pulang mabuk pukul sebegini.

My Only One subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left