Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 109
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Special MC: Jo Yoon-hee; Guest: Bae Jung-nam. NOTE: Sub ini cocok untuk video durasi 01:47:18 (tanpa iklan). Download video di www.drakoric.com atau www.omberbagi.com. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-10-23
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Halo.

"Dia pengantin baru yang telah dua tahun menikah"

"Jo Yoon Hee"

"Tersenyum lebar"

"Dia agak gugup"

- Halo. - Halo.

Kamu pasti sangat senang.

"Para ibu masuk sambil saling mengaitkan lengan"

- Halo. - Astaga.

- Astaga. - Senang bertemu.

- Mau ke mana? - Kamu baru melahirkan.

- Halo. - Astaga.

Tanganmu dingin.

Kupikir kamu tidak menemukan kursimu.

- Aku juga mau berjabat tangan. - Ya.

Seharusnya aku mendekat ke sana.

Tidak usah. Kamu cantik sekali.

Kamu cantik.

Dia cantik.

Kamu tinggi sekali.

- Ya, aku memang tinggi. - Kamu cantik.

Kamu tidak terlihat setinggi ini di televisi.

- Kamu cantik sekali. - Kami ini, para ibu,

para putra kami masih lajang.

- Kamu pasti punya teman wanita. - Ya.

Tidak masalah mereka tua atau muda.

- Kenalkan mereka kepada putra kami. - Kenalkan kepada putra kami.

Kurasa itu alasanku kemari.

- Sungguh? - Ya.

Dong Gun kemari sebelumnya.

- Dia pernah kemari. - Dia hebat sekali.

Katanya, kamu sangat menyayanginya.

Ya.

- Jo Yoon Hee. - Kamu mendapat suami yang hebat.

- Ya. - Namun,

Dong Gun juga mendapat istri yang hebat.

- Ya. - Mencari wanita seperti dia perlu.

- Astaga. - Terima kasih.

Semoga putra kami berjodoh dengan wanita sepertimu.

Mereka tampak serasi.

Kamu juga mengasuh putrimu dengan baik.

Kabarnya, kamu ibu yang luar biasa.

- Ya. - Putrimu menggemaskan.

Kamu memakaikan dia gaun berwarna putih.

Dia mewarisi gen suamiku, kulitnya putih.

Dia sehat.

Matanya sayu.

Ya. Dia menjadi menggemaskan.

Bertemu jodoh melalui drama itu tidaklah mudah.

Aku tidak pernah menyangka akan menikah dengan lawan mainku.

Ya.

Pada awal pembuatan drama, itu tidak pernah tebersit di benakku.

- Lihat? - Aku tidak menyangka.

Kamu pernah bekerja bersama dengan banyak orang,

- Itu takdir. - tapi kamu belum bertemu jodohmu.

- Mereka ditakdirkan bertemu. - Dong Gun melihatmu dan merasa

tidak akan bisa menikah dengan orang selain kamu.

Ya. Aku mengetahuinya saat menonton acara ini.

Sungguh?

Ya. Dia tidak menceritakannya karena malu.

Semoga putraku berkenalan

- dengan wanita secantik dia. - Dia tenang.

- Ya. - Dia cantik.

Kata Dong Gun, dia istri yang hebat dan baik hati.

Dia menyiapkan sarapan untuk suami meski suaminya berangkat pagi-pagi.

Itu luar biasa.

- Itu sulit jika memiliki anak. - Dia berjodoh dengan wanita hebat.

- Terima kasih. - Aku iri dengan Dong Gun.

- Astaga. - Halo.

Halo, Yoon Hee.

Halo.

Tentu saja.

Para ibu

- menatapmu. - Dia cantik.

Raut wajah mereka sama.

- Aku iri dengan mereka. - Mereka terlihat

- sangat iri. - Ya, aku iri.

Di antara selebritas,

ada yang terlihat jauh lebih memukau secara langsung.

Ada pula yang terlihat lebih memukau di televisi.

Mana yang lebih kamu sukai?

- Tentu keduanya. - Begitukah?

- Pasti. - Ya.

- Omong-omong... - Dia lebih cantik di televisi.

- Aku... - Kamu lebih cantik secara langsung.

Rupanya tidak terlalu berbeda, tapi...

Dia ternyata sangat tinggi.

- Ya. - Aku sangat terkejut.

Jang Hoon lebih memukau di televisi atau secara langsung?

Aku? Kamu menanyai dia tentangku?

- Dia lebih memukau secara langsung. - Aku tidak layak untuk obrolan ini.

- Aku tidak layak dibincangkan. - Kenapa kamu merendah?

- Dia jauh lebih memukau aslinya. - Tidak.

- Aku jelek dari segala sisi. - Dia memukau dilihat langsung?

- Ya. - Di televisi dia tampak memukau.

- Benarkah? - Ya.

Terima kasih, Semuanya.

Astaga.

Saat Dong Gun pulang setelah syuting,

apa dia memberimu saran untuk dilakukan di acara ini?

Setelah diundang kemari sebagai bintang tamu,

katanya aku cukup berbicara sejujurnya dan senyamannya

karena para ibu pasti sangat ramah kepadaku.

Dia bilang, "Jika kamu ditanyai sesuatu tentangku,

coba lebih-lebihkan kebaikanku."

Orang lain tidak perlu melebih-lebihkan kebaikannya.

- Aku sudah berkata begitu. - Dia memintaku.

Dia sungguh pria baik.

Ya. Suamimu sungguh baik.

- Kamu beruntung memilikinya. - Benar.

Omong-omong, Dong Gun sudah membahas ini.

Katanya kamu agak kurang sensitif.

- Aku menontonnya di televisi. - Benar, bukan?

"Yong Hee kurang sensitif"

Itu tidak benar.

Begitu suamiku kesal,

ekspresi, mata, bahkan napasnya berubah tiba-tiba.

- Mustahil tidak menyadarinya. - Mustahil?

- Pasti akan terlihat. - Orang yang tidak peka pun

- pasti menyadarinya. - Sudah kuduga.

Kamu tidak menanggapi perubahan dia secara sensitif, bukan?

Kurasa tidak bagus jika langsung menanyakan sebabnya.

Jadi, awalnya, aku mendiamkannya.

Tapi jika raut mukanya makin masam,

aku menanyakan sebabnya secara hati-hati.

"Yoon Hee istri yang bijak"

Aku bisa segera sadar saat suamiku kesal.

Tapi aku sadar ketidakpekaanku pada hal lain

dari suatu kejadian.

"Kapan Yoon Hee yang tanggap ini tidak peka?"

Kami suka menonton televisi bersama di sela istirahat.

Dan suamiku sangat suka olahraga.

Tapi aku kurang tertarik dengan olahraga.

Kami menonton televisi bersama seperti biasa, lalu aku bertanya,

"Kenapa kamu menonton olahraga membosankan? Kita menonton bersama."

"Mari menonton yang lain." Lalu dia menjawab,

"Selama ini aku ikut menonton

acara televisi yang kamu sukai tanpa mengeluh.

Tapi kenapa kamu tidak mau menonton acara olahraga favoritku?"

Maaf, tapi televisi kalian tidak hanya satu, bukan?

- Sepertinya hanya satu. - Kamu memiliki dua televisi?

Biasanya ada dua televisi di rumah.

Biasanya ada satu televisi di setiap ruangan.

Satu di kamar tidur, satu lagi di ruang utama.

Apakah ada yang aneh dariku?

- Ya. Minta maaflah kepadanya. - Maaf.

Beraninya kamu punya dua televisi, padahal tinggal sendiri?

Aku baru tahu ada pria lajang yang punya dua televisi.

- Aku salah. - Televisi kami hanya satu.

- Sungguh? - Ya, satu di ruang utama.

- Kamu perlu membeli televisi baru. - Televisi yang kecil.

- Belilah yang kecil. - Maka kami tidak bisa

- menghabiskan waktu bersama. - Benar.

- Kamu ingin menonton berdua. - Ya.

Kamu bisa menonton acara televisi secara terpisah

lalu bertemu belakangan.

"Bertemu setelah menonton acara televisi kesukaan"

- Jadi... - Jadi, sejak saat itu,

setiap kami menonton televisi, aku berhati-hati bersikap

dan bertanya, "Serukah itu"?

"Boleh aku menontonnya? Mau menonton saluran lain?"

- Saat aku menanyainya... - Itu pasti membuatnya tidak nyaman.

Maaf, tapi belilah televisi baru.

Kalian perlu televisi lagi di kamar tidur.

- Belilah televisi baru. - Letakkan di kamar tidur

- dan di ruang utama. - Itu sungguh tidak nyaman.

Setelah masing-masing menonton acara favorit,

kalian bisa bertemu.

"Kalian bisa bertemu di malam hari"

Adakah kelemahan yang menurutmu Dong Gun miliki?

- Kelemahan? - Ya.

Jika memilih satu...

Sesuatu yang bagimu berbeda darimu.

Dia terlalu... Tidak.

Tidak ada yang bisa kamu katakan di depan televisi?

Dia menyuruhku melebih-lebihkan kebaikannya,

aku tidak bisa santai membahasnya.

"Dia menyuruhku melebih-lebihkannya, aku tidak bisa santai membahasnya"

Walau seseorang begitu tampan, keren, dan sempurna,

pasti ada sesuatu yang sangat kita benci.

Tentu.

"Aku suka semua tentangnya.

Tapi aku benci sisi yang ini."

- Sudah ada? - Tidak ada yang kubenci.

Belum ada sisi Dong Gun yang dia benci.

- Belum. - Tidak akan ada.

- Sedikit saja. - Belum ada.

- Dia belum menyadarinya. - Maka sesuatu

yang sangat tidak kamu sukai.

Penampilan Dong Gun sangat rapi,

jadi, kita mengira dia akan menata barang dengan rapi.

Tapi sebenarnya dia agak berantakan.

- Dia agak berantakan. - Astaga.

- Itu yang terburuk. - Jang Hoon tidak suka itu.

Saat aku ingin membersihkan rumah,

dia mencegahku dan berkata itu masih bersih.

Kataku, "Tidak. Rumah kita sangat berantakan".

Saat matahari menyeruak masuk,

- semua debu terlihat. - Debu.

Debu menumpuk di lantai.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left