The first 170 lines.
Eh, kita pakai yukata saja festival nanti, yuk?
Tak mau! Susah gerak kalau pakai itu.
Begitu, ya. Memang ribet, sih.
Jalan saja susah, kaki juga sakit.
Betul, memang susah, sih.
Aku tak bohong.
Aku tak pernah bohong.
Nah, sudah selesai.
Terima kasih.
Hari ini, perayaan festival kembang api.
Musim panas ini, aku bertemu Mabuchi.
Momen penting.
HALAMAN.13
Shuuko, pakaianmu manis banget.
Benarkah?
Sepertinya aku harus pakai yang manis juga.
Futaba, Shuu!
Ah, itu Yuuri.
Kalian berdua cepat sekali.
Yuuri, kau pakai yukata, ya?
Bukankah kemarin kita janjian tak pakai yukata?
Aku tak bilang takkan memakainya, lo.
Eh? Seingatku...
Ah, memang sih, kau tak bilang.
Tapi, tak adil kalau hanya kau yang pakai yukata.
Futaba kan juga punya kesempatan bersama Mabuchi dan mengikutinya.
Makanya, aku juga akan berusaha.
Ah, itu mereka! Jadi, semuanya sudah datang, ya.
Murao, lama tak jumpa.
Ah, Makita pakai yukata, ya.
Aneh, ya?
Tidak, bagus, kok.
Benarkah?
Hari ini aku sedikit menata rambutku.
Cocok kok denganmu.
Syukurlah.
Rasanya, hari ini Yuuri banyak kemajuan.
Kalau tak mau kalah, lakukan hal yang sama.
Kalau menurutmu tak adil, harusnya kau lebih berusaha lagi.
Berusaha lebih keras, ya?
Hari ini, sudah kuputuskan untuk lebih berusaha.
Lihat itu! Keren!
Mana?
Sini, sini!
Wah! Murao, itu ada permainan menembak!
Murao, kau mau yang mana?
Paman, aku coba satu, ya!
Ya.
Aku pasti dapat kok, Murao.
Mabuchi!
Apa kau mau es serut?
Sayang sekali Mas, kau kalah.
Paman, aku coba.
Eh?
Oh! Menang!
Teh hijau dan kacang merah pesananmu.
Mbak?
Ah, ya.
Mabuchi, punyamu rasa apa?
Calpis.
Boleh kucoba?
Mau punyaku, tidak?
Rasa apa?
Susu stroberi.
Seperti pacaran saja!
Mau es serut tidak, Shuuko?
Eh?
Maaf.
Kami saling bertukar.
Benar-benar seperti pacaran.
Kau mau?
Eh?
Ah, kau kan tak suka berbagi, ya.
Aku sudah berusaha keras pakai yukata ini, syukurlah.
Yuuri, awas!
Kaget sekali!
Yuuri, kau baik-baik saja?
Karena Mabuchi menolongku, jadi tak apa.
Oh.
Kapan sih, kembang apinya mulai?
Jam tujuh, sebentar lagi, kok.
Kembang api, aku sudah tak sabar.
Ya.
Mabuchi sepertinya ingin melihatnya juga.
Syukurlah.
Aku juga.
Hm?
Bukan apa-apa.
Dasar aneh.
Aku harus berusaha lebih keras, biar bisa mengejar Futaba.
Dibandingkan dengan Futaba, aku harus...
Eh!
Anu...
Ya!
Touma!
Maaf, tunggu di sana sebentar, ya.
Ada yang ingin kukatakan padamu.
Baik.
Bisa kita bicara di sana?
Baik.
Mabuchi sepertinya tak terlalu suka.
Anu, lupakan saja yang waktu itu.
Eh?
Itu salahku, kok.
Ya, anggap saja kecelakaan.
Eh? Mustahil! Mana mungkin aku bisa lupa!
Melakukan hal begitu, itu baru pertama kalinya!
Tidak, malah aku yang mau lupa-
Kau ini, apa maksudmu?
Melakukan sesuatu dan menyuruhnya untuk melupakan?
Yang namanya cowok takkan begitu.
Tunggu, Kou!
Apa tak apa?
Entahlah, aku juga tak mengerti.
Konyol!
Kau parah banget! Bodoh!
Maaf, aku salah paham.
Tak apa, tak apa.
Kou, memangnya kau salah paham apa? Memangnya kau kira apa?
Memalukan sekali.
Tapi, kau menarik sekali.
Berisik!
Aku tak tahu harus bilang apa.
Tak apa, kok.
Maaf, ya.
Masih belum selesai juga ya mengobrolnya?
Bukankah dia benci cowok?
Bodoh!
Aku mau makan sesuatu, kalian mau apa?
Aku mau yakisoba dan sosis.
Aku juga.
Buat Yoshioka juga.
Aku juga ikut.
Lo, mana Yuuri dan Kou?
Beli makanan.
Eh? Mereka berdua?
Jangan khawatir, mereka juga belikan untukmu, kok.
Ini, 2.000 yen.
Mabuchi terlihat tak senang.
Apa karena Futaba bicara dengan cowok itu?
Aku berusaha mendekatinya, tapi, tak ada gunanya.
Padahal, aku sudah pakai yukata ini.
Aduh!
Kenapa?
Maaf, kakiku lecet. Boleh aku pasang plester sebentar?
Kau bawa plester?
Ya, aku selalu membawanya.
Cewek memang begitu, ya.
Eh, Kominato.
Ya.
Meski menganggapku sebagai cewek,
Mabuchi tak bakalan jatuh cinta padaku. Ini percuma saja.
Ha? Aku tak dengar.
Omong-omong, Makita sedang terluka.
Tak apa, kami akan kembali.
Makita, bagaimana? Sudah?
Maaf, sebentar lagi, ya.
Talinya terlalu ketat.
Sini, biar kubantu.
Maaf, ini karena aku pakai yukata.
Bicara apa sih, yukata kan memang dipakai untuk aktivitas begini.
Inikah yang dikatakan orang yang suka pergi ke festival kembang api?
Mabuchi benar-benar menyukai Futaba.
Aku sudah berusaha keras agar terlihat cantik dengan yukata dan gaya rambutku.
Kenapa?
Futaba bahkan tak lakukan apa-apa.
Makita, bagaimana?
Eh, ada apa?
Memangnya sesakit itu, ya? Mau ke rumah sakit?
Meskipun sudah banyak berusaha,
No comments yet. Be the first to leave one.