The first 200 lines.
Legenda Fei
Episode 10
Pelan-pelan.
Kau siapa?
Hanya lewat.
Terima kasih.
Kau mau ke mana?
Kembali dan mencari mereka.
Aku susah payah menolongmu, kau mau kembali lagi?
Aku… Aku tak bisa meninggalkan mereka di sana.
Tetua Duan.
Kapan A-Fei bisa sadar?
Aneh.
Aneh sekali.
Biasanya saat pertama kali terkena Jurus Kurong,…
…tak bisa bertahan lebih dari enam jam.
Kenapa dia sudah sehari, tapi masih begini?
Awalnya dia baik-baik saja.
Jika bukan karena Tetua, dia juga tak akan jadi seperti sekarang.
Oh ya, Tetua.
Kenapa Guru kalian tak mewariskan Jurus Kurong pada kalian?
Orang tua itu tak berniat baik.
Dia hanya ingin berlatih jurus menggunakan kami,…
…tak akan mengajari kami dengan baik.
Apa dia tak takut kalian saling berbagi jurus?
Tentu saja tak bisa.
Jurus Kurong…
…adalah jurus tenaga dalam paling kuat dan berkuasa di dunia.
Begitu dipelajari, tak akan bisa menyatu dengan bela diri lain,…
…termasuk Jurus Kurong dari cabang satu lagi.
Namun, A-Fei sudah belasan tahun belajar seni bela diri lain.
Kulihat latihan tenaga dalamnya juga biasa saja.
Tak berguna sama sekali.
Jika sungguh bertubrukan, buang saja jurus yang lama.
Bila yang lama tak hilang, yang baru tak akan ada.
Orang kuat yang bebas tak dilihat dari jabatan dan bela diri.
Namun dari hati.
A-Fei.
Jika kau masih hidup, kau harus bertahan.
Tunggu aku menemukanmu.
Pemberian orang lain.
Sulit dibawa, tapi tak boleh dibuang.
Dipakai begini lebih mudah.
Tuan Muda Xie.
Bawahanku sudah dapat kabar.
Orang Luquan masih mencari di seluruh kota.
Sekarang masih mencari di kota?
Benar.
Artinya…
…mereka belum temukan saksi Keluarga Wu yang masih hidup.
Belum mendapatkan barang yang mereka mau.
Bisa sembunyi selama ini, pasti dibantu seorang ahli.
Apa mungkin…
A-Fei, kau sudah sadar?
Kenapa semua tenaga dalamku hilang?
Untuk sementara, kusegel kedua jenis tenaga dalammu.
Bagaimana perasaanmu?
Sementara?
Benar. Hanya sementara.
Setelah kau istirahat dua hari, akan kuhilangkan tenaga dalammu.
Lalu, kau bisa masuk akademiku dengan lancar.
Kapan aku bilang mau masuk ke akademimu?
Jurus Kurong tiada tandingannya di dunia.
Apa salahnya masuk ke akademiku?
Selain itu, dengan keadaanmu yang begini,…
…jika tenaga lama tak diperbaharui, kau tak akan bisa hidup lagi.
Apa hebatnya Jurus Kurong?
Bahkan tak pantas jadi pembawa sepatu Pedang Selatan!
Aku tak mau barangmu!
Katakan sekali lagi!
Kenapa jika kukatakan sepuluh kali lagi?!
Nyonya.
Tuan Muda sedang menunggu Anda di ruangan.
Cepatlah pergi.
Nona A-Fei, tenang saja.
Setelah dengar hal itu, dia takkan cari masalah untuk sementara.
Bibi Song, siapa Tuan Muda yang kau maksud?
Putra dari Kakak Perempuan Nyonya Duan.
Dia juga Tuan Muda Pertama di kediaman ini.
Setelah menjadi gila, yang dia pikirkan…
…tetaplah orang ini dan masalah ini juga.
Kakak. Kakak!
Kakak.
Baoshan.
Baoshan baik-baik saja.
Jiuniang, aku mau minta tolong dua hal padamu.
Jangankan dua, berapa pun boleh.
Semua ini akan membuatmu menderita.
Namun, di dunia ini,…
…hanya kau satu-satunya keluargaku.
Pertama.
Jaga anak ini baik-baik hingga dia dewasa.
Kedua.
Selamanya jangan cari masalah dengan Zhu Lang.
Aku sudah menulis surat untuknya.
Dia akan menjagamu dan anakku dengan baik.
Kakak!
Nona Zhou, Nyonya mewariskan jurus padamu juga demi kebaikanmu.
Kenapa kau harus…
Nyonya dikubur di mana?
Tepat di belakangmu.
Tongkatnya patah.
Aku sudah menyambungkannya.
Nyonya, jangan halangi aku.
Ayahku mati di tangannya.
Pemberontakan waktu itu juga karena penjahat.
Alasan Nyonya Besar tak pernah…
…membahas masalah pemberontakan di depan kalian…
…karena dia tak mau kalian tumbuh membawa dendam.
Tak boleh tumbuh membawa dendam.
Nyonya.
Aku yang telah membuatmu terbunuh.
Bukan menyuruhmu minum.
Aku menyuruhmu mendoakan Nyonya dan yang lainnya.
Kenapa sedikit sekali?
Tak cukup, 'kan?
Yang penting niat baikmu sudah tersampaikan.
Saudara.
Di mana kau berguru?
Aku…
Jangan. Jangan bilang dulu.
Biar kutebak dulu.
Aku tak bisa menebak.
-Aku… -Tunggu.
Beri aku satu kesempatan lagi.
Kurasa kau…
Sudahlah, kau saja yang bilang.
Klan-48.
Aku… Aku Li Sheng.
Klan-48 lagi?
Apa maksudnya Klan-48 lagi?
Apa sebelumnya kau pernah bertemu orang Klan-48 lainnya?
Tak hanya bertemu, sangat banyak yang kutemui.
Salah satunya ada seorang gadis yang bahkan kuberi kitab moral.
Gadis?
Seorang gadis.
Umurnya hampir sama denganmu.
Bela dirinya jauh lebih hebat darimu.
Bukan Zhou Fei, 'kan?
Memang Zhou Fei.
Saudara.
Meski bela dirimu tak sebanding dengannya,…
…namun kau ini setia kawan, juga dari akademi ternama.
Kurasa sebaiknya kau ikut aku pulang ke Akademi Qi.
Di sana ada banyak barang berharga untukmu.
Terima kasih Pendeta sudah menolongku.
Namun, selama aku keluar, banyak hal yang telah terjadi.
Aku harus kembali ke Klan-48 dan melapor pada Bibi.
Menunggu…
…Bibi bertindak.
Kau tak mau pulang ke Akademi Qi denganku?
Aku sungguh punya barang berharga untukmu.
Tak bisa.
Aku harus kembali ke Klan-48 dulu.
Nanti, aku akan mencarimu lagi.
Apa kau tahu Akademi Qi ada di mana?
Tak tahu.
Jadi, kau mau cari bagaimana?
Namun, aku tetap harus kembali ke Klan-48 dulu.
Ada apa, Pendeta?
Saat menolongmu, kakiku terluka.
Biar kulihat.
Tak perlu.
Tak perlu lihat.
Aku tahu sendiri mana yang sakit.
Begitu lihat, aku tahu kau ini setia, tahu balas budi.
Namun, kakiku ini…
Pergilah.
Pergilah.
Sebaiknya, aku antar Pendeta dulu.
Aku jadi merasa tak enak.
Maaf merepotkanmu.
Pendeta.
Aku mau ke Benteng Keluarga Huo.
Kitab Moral
Tak disangka kitab moral ini masih ada di tubuhku.
Apa ini?
Sebelum pergi, Pendeta Chongxiao memberiku ini.
Kitab moral.
Tulisan apa ini?
Tulisanku masih lebih bagus.
Ini seperti seekor kambing gunung.
Ini seperti daun.
Ini… ini seperti seekor ayam yang berdiri dengan satu kaki?
Kenapa dia memberiku benda ini?
Berhenti, tegap.
Berhenti, lalu maju.
Tegap, lalu mundur.
Jalan memutari batu, lawan banyak musuh sendirian.
Teknik Capung.
Teknik bisa ditulis.
Gerakan sulit dijelaskan dengan tulisan.
Apa mungkin…
Ada apa?
Ini…
Ini sepertinya…
Apa kau mengerti?
Tentu saja aku mengerti tulisannya.
Namun, apa maksudnya gambar ini?
Gambar ini…
No comments yet. Be the first to leave one.